Kurikulum dan Pola
Pengembangan Ilmu pada
era pra Madrasah
Nidzamiyyah
Oleh Usbani
PROGRAM PASCA SARJANA
TUGAS UNIVERSITAS MUHAMMDIYAH
PPIKM SURABAYA
Latar Belakang Berdirinya Madrasah
Terkait dengan sejarah munculnya madrasah, para ahli sejarah berbeda pendapat tentang madrasah
pertama yang berdiri. Para ahli tersebut diantaranya adalah:
● Ali al-Jumbulati (1994) sebelum abad ke-10 M dikatakan bahwa madrasah yang pertama
berdiri adalah madrasah al-Baihaqiah dikota Nisabur.
● Richard Bulliet (1972) yang menemukan dalam dua abad sebelumnya berdirinya madrasah
Nizamiah telah berdiri madrasah di Nisapur, yaitu Madrasah Miyan Dahliya.
● Abdul al-Al (1977) menjelaskan bahwa pada masa sultan Mahmud al- Ghaznawi (998-
1020) telah berdiri madrasah Sa’diyah.
● Naji ma’ruf (1973) berpendapat bahwa madrasah pertama telah didirikan 165 tahun
sebelum berdiri madrasah Nizamiyyah yaitu sebuah madrasah dikawasan Khurasa. Ia
mengemukakan bukti di Tarikh al-Bukhori dijelaskan bahwa Ismail ibn Ahmad memiliki
madrasah yang dikunjungi oleh pelajar untuk melanjutkan pelajaran mereka.
Lahirnya lembaga Pendidikan formal dalam bentuk madrasah merupakan pengembangan dari system
pengajaran dan Pendidikan yang awalnya berlangsung di masjid-masjid, motivasi lahirnya
mendasari helahiran madrasah, yaitu selain motivasi agama dan ekonomi juga berkaitan dengan
motivasi politik. Dengan berdirinya madrasah , maka pendidikan islam memasuki periode baru.
Kurikulum Pendidikan Islam Sebelum Berdirinya Madrasah
Kurikulum Pendidikan Islam sebelum adanya madrasah dapat di kategorikan menjadi 3
bagian :
1. Kurikulum Pendidikan Rendah
Mata pelajaran yang terdapat pada Pendidikan rendah adalah al-Qur`an, agama,
membaca, menulis dan syair. Kadang-kadang di tambah ilmu nahwu, cerita-cerita dan
belajar berenang. Adapula kurikulum yang berisi hafalan al-Qur`an dan dasar-dasar
pokok agama.
2. Kurikulum Pendidikan Menengah
Kurikulum tingkat menengah yaitu : Al-qur`an Fiqih, Tafsir, Hadits, Nahwu, Ilmu-ilmu
Pasti, Mantik, Falak, Tarikh, Kedokteran dan Ilmu Alam.
3. Kurikulum Pendidikan Tinggi
Umumnya perguruan tinggi itu terdiri dari dua jurusan, yaitu :
a. Jurusan Ilmu-ilmu agama dan Bahasa arab serta kesastraannya. Ibnu kholdun
menamai ilmu itu : ilmu Naqliyah
b. Jurusan ilmu-ilmu hikmah (filsafat). Ibnu Kholdun menamainya : Ilmu `Aqliyah.
Madrasah Pra Nidzhamiyyah
Menurut stanton, madrasah yang pertama kali didirikan adalah Madrasah Wazir
Nizhamiyah pada 1064 M; madrasah ini dikenal dengan sebutan Madrasah Nizhamiyah.
Namun penelitian lebih akhir, misalnya, yang dilakukan oleh Richard Bulliet
mengungkapkan eksistensi madrasah-madrasah lebih tua berada di kawasan Nisyapur Iran.
Pada sekitar tahun 400 H/1009 M terdapat Madrasah Al-Baihaqiyah yang didirikan oleh
Abu Hasan 'Ali Al-Baihaqi (w. 414 H/1023 M). Bulliet bahkan lebih jauh menyebutkan ada
39 madrasah di wilayah Persia yang berkembang dua abad sebelum Madrasah Nizhamiyah.
Yang tertua adalah Madrasah Niandahiya yang didirikan Abi Ishaq Ibrahim ibn Mahmud di
Nisyapur. Pendapat ini didukung Naji Ma'ruf, yang menyatakan bahwa di Khurasan telah
berkembang madrasah 165 tahun sebelum kemunculan Madrasah Nizhamiyah. Selanjutnya
Abdul Al-'Al mengemukakan, pada masa Sultan Mahmud Ghaznawi Sa'idiyah (berkuasa
388-421 H/998-1030 M) juga terdapat Madrasah Sa'idiyah.
Lanjutan
Kurikulum madrasah yang diajarkan di Nisyapur tersebut meliputi agama dan filsafat. Pada
masa periode ini telah muncul term ijazah. Ijazah pada waktu itu merupakan sebuah lembaran
kertas yang menunjukkan bahwa sang penerimanya diberikan wewenang untuk mengajar apa
yang dimaksud oleh ijazah tersebut. Namun, ijazah ini mempunyai skop yang terbatas yang
hanya diberikan seorang guru kepada pelajar yang dianggap telah mampu menyebarkan ilmu
pengetahuan yang diterimanya.
Sebelum berdirinya madrasah nidzhamiyyah pada abad ke 5 H, dikalangan masyarakat islam
telah terdapat beberapa lembaga Pendidikan. Para ahli sejarah terutama yang
mengkhususkan penelitiannya pada sejarah Pendidikan islam ia mencoba memberikan
klarifikasi terhadap lembaga Pendidikan.
Lanjutan
Bentuk-bentuk lembaga Pendidikan Islam tersebut diantaranya :
1. Kuttab untuk belajar menulis dan membaca
2. Pendidikan rendah di istana-istana
3. Kedai-kedai saudagar buku
4. Masjid
5. Rumah-rumah para Ulama
6. Perpustakaan
7. Majlis Khusus ilmu Pengetahuan
8. Al-Ribath
(tempat orang Shufi untuk menjauhkan diri dari kehidupan dunia)
9. Al-Zawiyah