0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
216 tayangan27 halaman

Tugas dan Fungsi Dokter Perusahaan

Tugas pokok dokter perusahaan meliputi memberikan perlindungan kesehatan bagi pekerja, menyesuaikan pekerjaan dengan kondisi kesehatan pekerja, serta memberikan masukan kepada manajemen perusahaan untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat.

Diunggah oleh

Sari Kuncoro
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
216 tayangan27 halaman

Tugas dan Fungsi Dokter Perusahaan

Tugas pokok dokter perusahaan meliputi memberikan perlindungan kesehatan bagi pekerja, menyesuaikan pekerjaan dengan kondisi kesehatan pekerja, serta memberikan masukan kepada manajemen perusahaan untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat.

Diunggah oleh

Sari Kuncoro
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

FUNGSI, TUGAS POKOK &

RUANG LINGKUP DOKTER


PERUSAHAAN
Oleh :
Dr. dr. Lientje Setyawati K. Maurits, MS. SpOk.
Spesialis K3 & Kedokteran Okupasi
E-Mail : lientjemaurits@[Link]

Disampaikan secara Daring via Zoom pada Pelatihan Hiperkes


dan Keselamatan Kerja bagi Dokter, Yogyakarta, 07 November
2022, Hari Senin, Jam : 14.00 – 15.30
OUTLINE
🞂PENDAHULUAN
🞂PELAYANAN KESEHATAN KERJA
🞂PEMERIKSAAN KESEHATAN KERJA
🞂HEALTH HAZARD CONTROL
🞂PERAN DOKTER PERUSAHAAN
🞂TUGAS POKOK DOKTER PERUSAHAAN
🞂FUNGSI DOKTER PERUSAHAAN

Lientje Setyawati K. Maurits 2


PENDAHULUAN
🞂In principle, all occupational injury
and disease is preventable, and it is
the business of the occupational
physician to urge management as far
as possible.

Lientje Setyawati K. Maurits 3


ISO 45001 & OHSAS 18001
ISO 45001 OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY
MANAGEMENT SYSTEM – REQUIREMENTS (MARET
2018)
🞂Latar belakang : lebih dari 7.600 orang meninggal karena
kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja (2,78 million
tiap tahun).
🞂Yang terkena dampak : pekerja, manajemen, ekonomi 🡪
pensiun awal, sering tidak masuk kerja, pembiayaan
meningkat.
🞂Tujuan : membantu organisasi, memperbaiki sistem K3,
menurunkan risiko ditempat kerja, menciptakan kondisi
kerja yang lebih aman di seluruh dunia.

Lientje Setyawati K. Maurits 4


🞂OHSAS 18001 is the internationally recognized
assessment specification for occupational health and
safety management systems. It was developed by a
selection of leading trade bodies, international standards
and certification bodies to address a gap where no third-
party certifiable international standard exists.

🞂OHSAS 18001 has been designed to be compatible with


ISO 9001OHSAS 18001 has been designed to be
compatible with ISO 9001 and ISO 14001, to help your
organization meet their health and safety obligations in an
efficient manner.

Lientje Setyawati K. Maurits 5


PELAYANAN KESEHATAN KERJA
PERMENAKERTRANS NO. 03 /1982
PELAYANAN KESEHATAN KERJA
PERMENAKERTRANS NO. 03 /1982
❑ TUGAS POKOK :
PROMOTIF, PREVENTIF, KURATIF,
DAN REHABILITATIF.
❑ DIPIMPIN DAN DIJALANKAN OLEH
DOKTER KESEHATAN KERJA
❑ BENTUK :
❑ Diselenggarakan sendiri
❑ Bekerja sama
❑ Bersama-sama perusahaan lain

Lientje Setyawati K. Maurits 6


PELAYANAN KESEHATAN KERJA
PERMENAKERTRANS NO. 03 /1982
❑ TUGAS POKOK PELAYANAN KESEHATAN
KERJA:
1. Pemeriksaan kesehatan tenaga kerja
2. Penyesuaian pekerjaan thd tenaga kerja
3. Pembinaan & pengawasan Lingk Kerja
4. Pembinaan & pengawasan sanitair
5. Pembinaan & pengawasan perlengkapan utk
kes. tenaga kerja
6. Pencegahan thd penyakit umum & PAK

Lientje Setyawati K. Maurits 7


7. Koordinasi FA
8. Latihan Petugas Pertolongan Pertama ( FA )
9. Perencanaan tempat kerja, APD, gizi, &
penyelenggaraan makanan di tempat kerja
[Link] akibat Kecelakaan kerja atau PAK
[Link] thd pekerja yg punya kelainan
[Link] berkala

Lientje Setyawati K. Maurits 8


STANDAR KESELAMATAN DAN KESEHATAN
KERJA DI FASILITAS PELAYANAN
KESEHATAN (PMK NO.52 TH 2018 TTG
KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI
FASYANKES)
🞂Standar K3 di Fasyankes meliputi:
1) Pengenalan potensi bahaya dan pengendalian
risiko K3 di Fasyankes;
2) Penerapan kewaspadaan standar;
3) Penerapan prinsip ergonomi;
4) Pemeriksaan kesehatan berkala;

Lientje Setyawati K. Maurits 9


5). Pemberian imunisasi;
6). Pembudayaan perilaku hidup bersih dan sehat
di Fasyankes;
7). Pengelolaan sarana dan prasarana Fasyankes dari
aspek keselamatan dan kesehatan kerja;
8). Pengelolaan peralatan medis dari aspek
keselamatan dan kesehatan kerja;

Lientje Setyawati K. Maurits 10


9) Kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat
atau bencana, termasuk kebakaran;
10)Pengelolaan bahan berbahaya dan beracun
dan limbah bahan berbahaya dan beracun;
dan
11)Pengelolaan limbah domestik.

Lientje Setyawati K. Maurits 11


PEMERIKSAAN KESEHATAN KERJA
1. Pemeriksaan kesehatan awal :
Dilakukan sebelum pekerja bekerja dan
disesuaikan beban kerja yang akan
diembankan dan lingkungan kerja yang akan
dihadapi.

2. Pemeriksaan kesehatan berkala


Sesuai dengan kebutuhan, jenis dan bentuk
potensi bahaya yang ada (1 - 2 kali setahun).

Lientje Setyawati K. Maurits 12


3. Pemeriksaan kesehatan khusus
Dilakukan secara khusus karena adanya
potensi bahaya yang sudah diketahui
pengaruhnya terhadap kesehatan
pekerja.

4. Pemeriksaan kesehatan Pra Purna, 3


bulan sebelum pensiun / purna tugas.
Lientje Setyawati K. Maurits 13
Health Hazard Control
Event Person(s) responsible for control
Recognition of health effect Worker/safety
representative/nurse/doctor

Diagnosis of illness Nurse/doctor

Treatment (possibly)

Discovery of environmental Doctor


cause Hygienist/nurse/doctor

Monitoring and control of Hygienist/safety engineer/ergonomist


cause and/ or doctor

Monitoring of health of Nurse/doctor/epidemiologist


workers

Lientje Setyawati K. Maurits 14


The Occupational and Environmental
Health and Safety (OEHS)
🞂Professional capabilities and management expertise
🞂OEHS practitioners must obtain approval of their
programs from corporate managers who may not
have health care expertise
🞂Plan programs, manage budgeting, and evaluate
program progress and success

Lientje Setyawati K. Maurits 15


▪ Dokter perusahaan tidak identik dengan dokter poliklinik
perusahaan. Seorang dokter perusahaan lebih beragam tugas
dan fungsinya mengingat yang diemban adalah terciptanya
status kesehatan pekerja yang baik dari sisi kecelakaan kerja
(in the job accident) maupun penyakit akibat kerja.

▪ Dengan adanya dokter perusahaan yang berkualifikasi tinggi


pekerja dapat dengan mudah:
- Mengkomunikasikan masalah kesehatan kerjanya;
- Dokter perusahaan dapat mencarikan jalan keluar bila
lingkungan kerja, beban kerja dan cara kerja pekerja tidak
memadai
- Dokter perusahaan mampu bekerjasama dalam
menyelesaikan permasalahan K3 dengan berbagai pihak.

Lientje Setyawati K. Maurits 16


PERAN DOKTER PERUSAHAAN, MELAKUKAN :

- Komunikasi dan pemeriksaan pekerja


- Komunikasi dengan unit K3 untuk faktor pekerjaan
- Komunikasi dengan Unit produksi
- Komunikasi dengan pimpinan perusahaan
- Komunikasi dengan institusi pendidikan
- Komunikasi dengan Health Provider di RS
- Komunikasi dengan industri lain tentang K3
- Komunikasi dengan asuransi, dll

Dokter perusahaan adalah penasehat medis dan K3


perusahaan; profesional dan independent
Lientje Setyawati K. Maurits 17
Contoh

Faktor
pekerjaan Waktu reaksi
KAUPK2
Pekerja

Atasan KELELAHAN
KERJA ▪Pelemahan aktivitas
▪Pelemahan motivasi
Personalia ▪Gejala fisik

Asuransi Keluarga

Lientje Setyawati K. Maurits 18


TUGAS POKOK DOKTER PERUSAHAAN :
❖ Memberikan perlindungan bagi pekerja maupun
pihak lain yang berada di tempat kerja;
❖ Mengadaptasikan pekerjaan dengan pekerja dalam
status kesehatan terkini dari yang bersangkutan;
❖ Memberikan kontribusi ke arah pemeliharaan
kesehatan fisik dan mental yang tinggi;
❖ Mengupayakan agar pekerja ditempatkan pada
pekerjaan yang sesuai serta mempertahankan
penyesuaian tersebut sampai pada kondisi
kesehatan selanjutnya

Lientje Setyawati K. Maurits 19


RINCIAN :

1. Mempertinggi pengetahuan dirinya tentang


lingkungan kerja, pembebanan kerja, cara kerja yang
baik yang langsung maupun yang tidak langsung
akan dapat berpengaruh terhadap kesehatan pekerja
2. Melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum
dipekerjakan/prakarya; pemeriksaan kesehatan
berkala maupun pemeriksaan kesehatan khusus
/spesific
3. Secara administratif bertanggung jawab atas tindakan
para petugas perawat maupun tim pertolongan
pertama pada kecelakaan (PPPK)

Lientje Setyawati K. Maurits 20


4. Melakukan pengobatan terhadap pasien atas dasar
gejala dan kondisi kesehatan serta dengan
memperhatikan riwayat penyakit dahulu dan atau
penyakit yang menyertai pasien yang bersangkutan
5. Memberikan pendidikan dan latihan kesehatan yang
terkait dengan kesehatan diri; sanitasi hygiene dan
penularan penyakit
6. Melakukan rehabilitasi terhadap pekerja sehabis sakit
untuk dapat bekerja sesuai dengan kondisi fisik yang
bersangkutan

Lientje Setyawati K. Maurits 21


7. Mengajar dan meneliti ilmu Hiperkes yang terkait
dengan hazard di perusahaan yang bersangkutan
8. Memberi nasehat kepada pihak manajemen,
pengurus K3 maupun pekerja serta pihak lain yang
berurusan dengan perusahaan
9. Melakukan koordinasi tentang catatan medik secara
tepat dan cermat serta memelihara konfidensialitas

Lientje Setyawati K. Maurits 22


10) Memberikan perhatian khusus pada petugas rawan
seperti petugas kantin, pengemudi di perusahaan,
pekerja wanita hamil, dan menyusui serta pekerja
dengan penyakit kronis disamping penentuan shift
work
11) Mengadakan kerjasama dengan berbagai pihak antara
lain perguruan tinggi, industri lain pemerintah,
asuransi dan pihak lain yang terkait
12) Mengadakan berbagai perlindungan pada pekerja

Lientje Setyawati K. Maurits 23


FUNGSI DOKTER PERUSAHAAN :

1. Mengontrol dan mengidentifikasi hazard di


tempat kerja bersama pihak K3 perusahaan dan
yang terkait
2. Mengadakan survei awal tentang kemungkinan
dapat terjadi penyakit akibat kerja serta nearmiss
di tempat kerja
3. Melakukan pengobatan medis penderita
4. Mengadakan pelatihan dan pendidikan Hiperkes
serta konsultasi Hiperkes

Lientje Setyawati K. Maurits 24


5. Mengadakan supervisi terhadap catering,
sanitary dan kesehatan pekerja
6. Melakukan pengontrolan terhadap polusi di
lingkungan kerja untuk kepentingan pekerja
dan masyarakat
7. Melakukan pelatihan/drill untuk tindakan
kegawatdaruratan bersama dengan rumah sakit,
kepolisian, PLN, PMI maupun institusi lain
termasuk asuransi

Lientje Setyawati K. Maurits 25


Lientje Setyawati K. Maurits 26
Lientje Setyawati K. Maurits 27

Anda mungkin juga menyukai