Pengantar tentang pendekatan teoritis
Tokoh yang mengembangkan teori psikologi individual adalah Alfred Adler (1870-
1937), yang pada mulanya bekerja sama dengan dalam mengembangkan
psikoanalisis. Karena ada perbedaan pendapat yang tidak bisa diselesaikan akhirnya
Adler keluar dari organisasi psikoanalisis dan bersama pengikutnya dia
mengembangkan aliran psikologi yang dia sebut Psikologi Individual (Idividual
Psychology).
Pendekatan Adler membahas mengenai perkembangan manusia mengeksplorasi
gaya hidup, urutan kelahiran, konstelasi keluarga, dan ingatan awal. Adler (dalam
Capuzzi dan Gross, 2011) menganggap proses perkembangan sebagai formasi dari
gaya hidup individu. Adler (dalam Capuzzi dan Gross, 2011) percaya bahwa manusia
memiliki atribut yang bertujuan, sosial, subjektif, dan interpretatif dalam kehidupan.
Pandangan tentang manusia, sifat dan permasalahannya
Interaksi semua anggota di keluarga dan pola komunikasi selanjutnya
menciptakan iklim hubungan yang Adler menyebut suasana keluarga. Suasana
keluarga adalah unik untuk setiap sistem keluarga. Anggota keluarga' reaksi
dalam lingkungan itu dapat menciptakan kondisi yang dapat dicirikan oleh
reaksi seperti tegang, jujur, tidak fleksibel, dan takut. Seorang anak belajar
untuk bernegosiasi dalam batas dipaksakan oleh suasana keluarga dan pola
komunikasi yang terjalin di antara anggota keluarga.
1. Anak tertua
Adler percaya bahwa anak sulung atau anak tunggal akan dicintai dan diasuh
dalam pola perilaku tertentu oleh orang tua sampai anak kedua lahir. Adler
menemukan bahwa yang tertua mungkin lebih mungkin menjadi anak
bermasalah karena: perubahan dalam konstelasi keluarga. Jika ada tiga anak
atau lebih dalam keluarga, tertua mungkin bertindak dewasa sebelum waktunya,
konservatif, atau introvert, setidaknya lebih dari saudara lainnya
2. Anak kedua
Adler percaya bahwa anak kedua mungkin bereaksi dengan cara yang
kompetitif, melihat anak pertama sebagai penentu kecepatan (dalam Capuzzi dan
Gross, 2011). Terkadang anak kedua berhasil dalam kompetisi, tetapi banyak
anak kedua bertindak seolah-olah kompetisi tidak pernah dilakukan. Ini
persaingan yang konstan mempengaruhi gaya hidup setiap anak.
3. Anak tengah
Anak tengah menjadi sensitif terhadap kritik dan mudah marah. Aliansi anak
tengah mungkin pergi ke kelompok sebaya, memberontak melawan keluarga
harapan dan tradisi. Perbandingan diri dengan orang lain ini menjadi konstan
dalam hidup.
4. Anak Bungsu
Anak bungsu biasanya yang paling dimanjakan dan dimanjakan dalam sebuah
keluarga. Penempatan dalam keluarga sebagai "bayi" tidak akan pernah
berubah (dalam Capuzzi dan Gross, 2011). Seorang anak bungsu adalah anak
kedua yang paling mungkin menjadi masalah, setelah anak pertama.
Konsep Utama Psikoterapi Menurut Teori Adler
Dalam psikoterapi yang dikembangkan oleh adler, adapun
yang menjadi konsep utama nya adalah mengembangkan
dan meningkatkan “sense of belonging”Ketiga konsep pokok
dalam terapi ini adalah rasa rendah diri(inferiority feeling),
usaha untuk mencapai keunggulan (strivng for superiority),
dan gaya hidup perseorangan (a person’s lifestyle).
Teori Adlerian memberikan dalil bahwa psikopatologi
berasal darikurangnya keberaninan, perasaan inferior yang
berlebihan, dan minat sosial yang kurang [Link]
memfokuskan pada bagaimana persepsi seseorang dimasa
lalu dan interpretasi mereka terhadap kejadian yang
terlebih dahulu telah terjadi tetap berpengaruh sampai
sekarang.
Prinsip yang dipegang Adler dalam melakukan psikoterapi adalah sebagai
berikut :
a. Terapis hendaknya tidak bersikap otoriter terhadap pasiennya.
b. Terapis hendaknya secara perlahan-lahan membawa pasiennya ke
arah pemahaman akan gaya hidup pasien yang sebenarnya dan hal
ini dilakukan bukan dengan paksaan.
c. Terapis harus memberikan dorongan kepada pasien akan
kesadaran sosial dan memberi kekuatan padanya untuk menjalani
kehidupan sosial.
PROSEDUR PELAKSANAAN TERAPI
ADLER
a. Fase 1 : Menciptakan Hubungan
b. Fase 2 : Menggali Dinamika Individu
c. Fase 3 : memberi semangat untuk pemahaman
d. Fase 4 : menolong agar bisa berorientasi ulang
TEKNIK YANG DIGUNAKAN
01. 02. 03.
Immediacy Encouragement Acting as if
04. 05. 06.
Catching Creating Images Spitting in The
oneself (Menciptakan client's Soup
gambar)
TEKNIK YANG DIGUNAKAN
07. 08. 09.
Avoiding the Push-button Paradoxical
tar baby technique intention
10. 11. 12.
Homework Life task and therapy Terminating and
(Pekerjaan summarizing the
Rumah) interview
KASUS
Andin adalah seorang siswi kelas X SMA di sekolah tempat saya bekerja
dulu. Andin siswi yang cukup pintar dalam bidang akademik dilihat dari
nalai-nilainya yang selalu di atas rata-rata, tetapi ia memiliki permasalahan
ketika guru memberikan tugas yang harus semua siswa presentasikan di
depan kelas, ia selalu gugup dan berkeringat jika mendapat giliran maju
kedepan. Terlebih pada suatu hari semua siswa biasanya setiap pagi sebelum
masuk ke kelas untuk belajar mereka bergantian mendapat giliran untuk
memimpin membaca Asmaul Khusna di depan seluruh siswa-siswi kemudian
mereka mengikutinya. Tibalah giliran Andin yang menjadi petugas, ketika
sedang berada di depan seluruh siswa ia terlihat sangat gugup sekali dan
matanya seperti berkaca-kaca ingin menangis ketika ia melakukan beberapa
kali kesalahan dalam mengucapkan Asmaul Khusna karena tidak hafal.
Analisis Permasalahan menggunakan Pendekatan Adler :
Menurut pendekatan Adler kasus Andin ini masuk kepada prinsip rendah diri, ketika Andin
menyadari eksistensinya sangat kurang ia akan merasa rendah diri akan perannya pada
lingkungan sekitar. Sasaran dari konselor salah satunya mengurangi rasa rendah diri Andin
yaitu dengan cara memberi dukungan pada Andin bahwa ia mempunyai kemampuan
sehingga jika rasa rendah dirinya berkurang atau hilang ia mampu mencapai kebahagiaan
hidup dan mampu menjalani interaksi sosial dengan baik. Solusi tersebut bisa konselor
lakukan dengan menggunakan teknik komparatif. Dalam teknik ini konselor melakukan
perbandingan konseli dengan konselor. Dengan empati, konselor mencoba membayangkan
permasalahan yang di alami Andin. Menolong Andin agar bisa berorientasi ulang yang
difokuskan untuk mendorong ia agar bisa melihat alternatif yang baru dan lebih fungsional.
Andin didorong semangatnya dan sekaligus ditantang untuk mengembangkan
keberaniannya mengambil resiko dan membuat perubahan yang baik dalam hidupnya agar
lepas dari trauma yang dialami nya.