0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan17 halaman

Rancangan Campuran Beton Non Air-Entrained

Dokumen tersebut merupakan rangkaian langkah-langkah perhitungan campuran beton non air-entrained dengan mutu beton 23 MPa, ukuran maksimum agregat 40 mm, dan slump 80-100 mm. Langkah-langkah tersebut meliputi penentuan kuat tekan rata-rata beton, kebutuhan air, faktor air semen, berat dan volume material campuran beton, serta koreksi campuran berdasarkan kondisi nyata agregat.

Diunggah oleh

Dewa Saputra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan17 halaman

Rancangan Campuran Beton Non Air-Entrained

Dokumen tersebut merupakan rangkaian langkah-langkah perhitungan campuran beton non air-entrained dengan mutu beton 23 MPa, ukuran maksimum agregat 40 mm, dan slump 80-100 mm. Langkah-langkah tersebut meliputi penentuan kuat tekan rata-rata beton, kebutuhan air, faktor air semen, berat dan volume material campuran beton, serta koreksi campuran berdasarkan kondisi nyata agregat.

Diunggah oleh

Dewa Saputra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Rencanakan campuran beton non air-entrained dengan data sebagai

berikut :

1. Mutu beton, f’c = 23 Mpa


2. Benda uji silinder, umur 28 hari
3. Cacat maksimum 5%, kadar udara 1%
4. Volume pekerjaan <1000
5. Lingkungan non korosif
6. Pengawasan pelaksanaan baik
7. Ukuran butir agregat maksimum 40 mm
8. Semen tipe I. Agregat halus alami
9. Agregat kasar batu pecah, slump 80-100 mm
Saringan Butir tertahan
(mm) (gram)
10. Berat kering agregat kasar = 1600 9,52 0
11. Berat jenis agregat kasar = 2,63 4,76 75
12. Berat jenis agregat halus = 2,56
13. Durabilitas tidak dipertimbangkan 2,4 250
14. Resapan agregat halus = 2,3% 1,1 395
15. Resapan agregat kasar = 3,6% 0,6 890
16. Kadar air agrgeat halus = 6,3%
17. Kadar air agregat kasar = 2,6% 0,3 575
18. Hasil Analisa saringan agregat halus (disamping) 0,15 200
19. Bobot isi kering lepas Sisa 115

a. Agregat halus = 1,23 Jumlah 2500


b. Agregat kasar = 1,36
c. Semen Portland = 1,23
Saringan Butir tertahan % tertahan Butir lolos Syarat
(mm) kumulatif
Gram % % kumulatif

9,52 0 0 0 100 100


4,76 100 3 3 97 95-100
2,4 250 10 13 87 80-100
1,1 395 15,8 28,8 71,2 50-85
0,6 890 35,6 64,4 35,6 25-60
0,3 575 23 87,4 12,6 10-30
0,15 200 8 95,4 4,6 2-10
Untuk menghitung
Sisa 115 4,6
Modulus Kehalusan
Jumlah 2500 292
Langkah-langkah penyelesaian :

1. Volume pekerjaan <1000 . Pengawasan pelaksanaan baik. Dari tabel 4 (pertemuan SNI 2000),
standar deviasi 5,5 < S < 6,5 Mpa, diambil S = 6 Mpa.
Kuat tekan rata-rata, f’cr = 23 + 1,64 × 6 = 32,84 Mpa

2. Slump 80 – 100 mm
Ukuran butir agregat maksimum = 40 mm
3. Jumlah air yang dibutuhkan berdasarkan nilai slump dan Data yang digunakan
ukuran butir maksimum agregat, menurut tabel 1.
a. Slump 80-100 mm
b. Ukuran butir agregat kasar maks = 40 mm

40 Dari tabel didapat:


AG maks = 37,5 mm  jumlah air = 181 lt
AG maks = 50 mm  jumlah air = 169 lt
?
AG maks = 40 mm  jumlah air = ?

Dengan interpolasi didapat :

Kebutuhan air untuk AG maks 40 mm =


Kebutuhan air untuk AG maks 40 mm =
4. Tentukan faktor air semen
Dengan f’cr = 32,84 Mpa, faktor air semen (fas) menurut table 2

Dari tabel didapat:


Kuat tekan pada 28 hari = 35 Mpa  fas = 0,47
Kuat tekan pada 28 hari = 30 MPa  fas = 0,54
40 ?
Kuat tekan pada 28 hari = 33 Mpa  fas = ?

Dengan interpolasi didapat :

Fas untuk kuat tekan pada 28 hari sebesar 33 MPa =


Fas untuk kuat tekan pada 28 hari sebesar 33 MPa =
5. Jumlah semen yang diperlukan
= Jumlah air : fas
= 178,6 : 0,5
= 357,2 kg

6. Menentukan volume agregat kasar


Menentukan modulus kehalusan agregat = = 2,92

Volume agregat kasar berdasarkan ukuran butir maksimum


agregat dan modulus kehalusan agregat, menurut tabel 3
a. Modulus kehalusan agregat = 2,9 3
b. Agregat maksimum = 40 mm
c. Dari tabel didapat :

AG maks = 37,5 mm, modulus = 3  % AGK = 0,69


AG maks = 50 mm, modulus = 3  % AGK = 0,72
AG maks = 40 mm, modulus = 3  % AGK = ?

Lakukan interpolasi :
40 ?
% AGK =
= 0,69 + 0,006
= 0,696

Volume agregat kasar kering = % agregat kasar × berat kering agregat kasar
= 0,696 × 1600
= 1113,6
7. Memperkirakan berat beton segar menurut tabel 4 Dari tabel didapat berat beton untuk beton yang tidak
mengandung udara :

AG maks = 37,5 mm  berat beton segar = 2410


AG maks = 50 mm  berat beton segar = 2445
AG maks = 40 mm  berat beton segar = ??

40 ? Lakukan interpolasi :

BBS =
BBS = 2410 + 7 = 2417

Pada tabel 4 dapat ditentukan berat beton segar dengan melihat ukuran maksimum
agregat 40 mm dan dalam kondisi non air entrained maka diperoleh perkiraan berat
beton segar sebesar : 2417 Kg/m3
8. Berat agregat halus
Berat agrgeat halus = berat beton segar - berat(air + semen + kasar)
= 2417 – (178,6 + 357,2 + 1113,6)
= 767,6

Dengan perhitungan volume absolute :

Volume air = = 0,1768


Volume semen = = 0,1134
Volume agregat kasar = = 0,4234
Volume udara (1%) = 0,01000

Jumlah : 0,7254

Volume agregat halus = 1,00 – 0,7254 = 0,2746


Jadi, berat agregat halus = 0,2746 × 2,56 × 1000 = 702,98
9. Proporsi campuran beton / hasil perhitungan :

Semen = 357,2 kg
Air = 178,6 lt
Agregat halus = 702,98 kg
Agregat kasar = 1113,6 kg
10. Koreksi proporsi campuran berdasarkan kondisi agregat saat pelaksanaan

Jika diperoleh data material : resapan agregat halus = 2,3%


resapan agregat kasar = 3,6%
kadar air agregat halus = 6,3%
kadar air agregat kasar = 2,6%

Dapat dilakukan koreksi :

Semen tetap = 357,2 kg


Air = 178,6 – (0,063 – 0,023) × 702,98 – (0,026 – 0,036) × 1113,6 = 139,34 liter
Agregat halus = 702,98 + (0,063 – 0,023) ×702,98 = 731,1 kg
Agregat kasar = 1113,6 + (0,026 – 0,036) × 1113,6 = 1102,46 kg
Konversi takaran berat ke volume

Contoh hasil rancangan campuran beton dengan basis agregat kering :

Berat / beton Berat satuan

Semen = 357,2 1
Air = 178,6 0,5
Agregat halus = 702,98 1,97
Agregat kasar = 1113,6 3,12
Untuk produksi per 1 zak semen (50 kg) :
Kondisi agregat kering :

Semen = 50 kg
Air = 0,47 × 50 = 25 kg
Agregat halus = 1,97 × 50 = 98,5 kg
Agregat kasar = 3,12 × 50 = 156 kg

Koreksi :
Air = 25 – (0,063 – 0,023) × 98,5 – (0,026 – 0,036) × 156 = 22,62 liter
Agregat halus = 98,5 + (0,063 – 0,023) × 98,5 = 102,44 kg
Agregat kasar = 156 + (0,026 – 0,036) × 156 = 154, 44 kg
Konversi ke takaran volume jika bobot isi kering lepas

a. Agregat halus = 1,23


b. Agregat kasar = 1,36
c. Semen Portland = 1,23

Volume semen = =
Air = 22,62
Volume kering agregat halus = =
Takaran volume agregat halus kondisi lapangan = 1,17 × 80,08 = 93,69
Volume agregat kasar kondisi lapangan = 156/136 = 114,70
Takaran volume agregat kasar kondisi lapangan = 114,70

Anda mungkin juga menyukai