MENGIDENTIFIKASI
SUMBER-SUMBER
MASALAH PENELITIAN
KEPERAWATAN
OLEH:
KELOMPOK II
M. AZMI YAHYA NIM : 2120243122
ARIANTI NIM : 2220243131
YENITA GUSTI NIM : 2220243137
Identifikasi Topik Penelitian
Menurut Gay, Mills dan Airasian (2011:61) berpendapat bahwa:
topik penelitian (disebut juga masalah penelitian) yang memberikan fokus dan struktur
untuk langkah-langkah penelitian. Topik masalah menjadi penghubung yang mengikat
semuanya secara bersama-sama. Memilih dan mendefinisikan sebuah topik harus
memerlukan pemikiran yang cukup global. Topik awal yang luas dan kompleks sulit
dikontrol untuk dikaji, dan peneliti harus mempersempit ruang lingkup penelitian untuk
melaksanakan atau menyelesaikannya. Ketika definisi sudah tepat, topik penelitian
Berikut adalah contoh kasus mengenai perbedaan antara Topik dan Masalah Penelitian menurut Creswell:
Topik: Kelas Jarak Jauh
Masalah Penelitian: Kurangnya siswa peserta kelas jarak jauh
Tujuan Penelitian: Untuk meneliti mengapa siswa tidak mengikuti pembelajaran (kelas) jarak jauh
Rumusan Masalah: Apakah penggunaan teknologi web menghambat peran serta siswa dalam
mengikuti kelas jarak jauh?
Sumber Penemuan Masalah Penelitian
Menurut Arikunto (2002),
penemuan masalah dan
sumber-sumber masalah Temuan dan
Analogi:
juga dapat dilihat rekomendasi penelitian:
melalui beberapa hal,
yaitu sebagai berikut:
Renovasi: Pengalaman: Literatur:
Identifikasi masalah adalah pengenalan
masalah atau inventarisir masalah.
Identifikasi masalah adalah salah satu
proses penelitan yang boleh dikatakan
Identifikasi paling penting diantara proses lain. Masalah
penelitian akan menentukan kualitas dari
Masalah penelitian, bahkan juga menentukan apakah
sebuah kegiatan bisa disebut penelitian atau
tidak. Masalah penelitian secara umum bisa
kita
Selain mengetahui hal-hal apa saja yang harus diperhatikan
dalam perumusan masalah penelitian, calon peneliti juga harus
mengetahui beberapa bentuk permasalahan dalam penelitian
yang diungkapkan oleh Sugiyono (2014) yaitu:
Permasalahan Deskriptif
Tipe Masalah
Permasalahan Komparatif Penelitian
Permaasalahan Assosiatif
Menurut Sukardi (2009),
beberapa hal yang perlu
diperhatikan dalam memilih
Kriteria masalah penelitian adalah:
Masalah • Memiliki nilai penelitian:
• Memiliki fisibilitas:
• Sesuai dengan kualitas peneliti:
• Actual: Actual atau Up to date
• Urgent: Urgent,
Terdapat beberapa hal untuk membedakan antara aktivitas penelitian dengan aktivitas yang bukan
penelitian atau aktivitas lain pada umumnya, yaitu adalah karakteristiknya. Oleh karena itu,
penelitian hendaknya mengandung beberapa karakteristik aktifitas penelitian, antara lain:
Penelitian harus sistematis
Penelitian harus logis dan rasional
Karakteristik Penelitian harus empiris
Permasalahan Penelitian bersifat reduktif
Penelitian bersifat replicable
Penelitian harus memiliki kegunaan
Batasan masalah adalah ruang lingkup masalah atau
membatasi ruang lingkup masalah yang terlalu luas / lebar
sehingga penelitian lebih bisa focus untuk dilakukan. Hal ini
dilakukan agar pembahasan tidak terlalu luas kepada aspek-
aspek yang jauh dari relevan sehingga penelitian bisa lebih
fokus untuk dilakukan. Batasan masalah itu dalam arti lain
sebenarnya menegaskan atau memperjelas yang menjadi
masalah. Dengan kata lain, merumuskan pengertian dan
Hal yang Perlu menegaskannya dengan dukungan data-data hasil penelitian
pendahuluan seperti apa “sosok” masalah tersebut. Misal,
Dipertimbangkan jika yang dipilih mengenai “prestasi kerja karyawan yang
rendah” dipaparkanlah (dideskripsikanlah) “kerendahan”
prestasi kerja itu seperti apa (misalnya kehadiran kerja
dalam Penentuan seberapa rendah, keseriusan kerja seberapa rendah, kuantitas
hasil kerja seberapa rendah, kualitas kerja seberapa rendah).
Masalah Pilihan makna yang mana yang akan diikuti sebenarnya tidak
masalah. Idealnya:
1. membatasi (memilih satu atau dua) masalah
yang akan diteliti (pilih
satu atau dua dari yang sudah diidentifikasi),
2. menegaskan pengertiannya, dan
3. memaparkan data-data yang memberikan
gambaran lebih rinci mengenai “sosoknya.”.
Tinjauan pustaka mempunyai arti: peninjauan kembali
pustaka-pustaka yang terkait (review of related literature).
Sesuai dengan arti tersebut, suatu tinjauan pustaka berfungsi
sebagai peninjauan kembali (review) pustaka (laporan
penelitian, dan sebagainya) tentang masalah yang berkaitan
—tidak selalu harus tepat identik dengan bidang
Tinjauan .Pustaka permasalahan yang dihadapi—tetapi termasuk pula yang
seiring dan berkaitan (collateral). Fungsi peninjauan kembali
atau Survey pustaka yang berkaitan merupakan hal yang mendasar dalam
penelitian, seperti dinyatakan oleh Leedy (1997) bahwa
semakin banyak seorang peneliti mengetahui, mengenal dan
Literature memahami tentang penelitian-penelitian yang pernah
dilakukan sebelumnya (yang berkaitan erat dengan topik
penelitiannya), semakin dapat dipertanggung jawabkan
caranya meneliti permasalahan yang dihadapi. Walaupun
demikian, sebagian penulis (usulan penelitian atau karya
tulis) menganggap tinjauan pustaka merupakan bagian yang
tidak penting sehingga ditulis “asal ada” saja atau hanya
untuk sekedar membuktikan bahwa penelitian (yang
diusulkan) belum pernah dilakukan sebelumnya
Leedy (1997, hal. 71) menerangkan bahwa suatu tinjauan
pustaka mempunyai kegunaan untuk:
a. Mengungkapkan penelitian-penelitian yang serupa dengan
penelitian yang (akan) kita lakukan; dalam hal ini, diperlihatkan
pula cara penelitian-penelitian tersebut menjawab permasalahan
dan merancang metode penelitiannya; Kegunaan
Membantu memberi gambaran tentang metoda dan teknik yang
Tinjauan
b.
dipakai dalam penelitian yang mempunyai permasalahan serupa
atau mirip penelitian yang kita hadapi;
c. Mengungkapkan sumber-sumber data (atau judul-judul pustaka
yang berkaitan) yang mungkin belum kita ketahui sebelumnya;
Pustaka
d. Mengenal peneliti-peneliti yang karyanya penting dalam
permasalahan yang kita hadapi (yang mungkin dapat dijadikan
nara sumber atau dapat ditelusuri karya -karya tulisnya yang
lain—yang mungkin terkait);
E. Memperlihatkan kedudukan penelitian yang (akan) kita lakukan dalam sejarah perkembangan
dan konteks ilmu pengetahuan atau teori tempat penelitian ini berada;
F. Menungkapkan ide-ide dan pendekatan-pendekatan yang mungkin belum kita kenal
sebelumya;
G. Membuktikan keaslian penelitian (bahwa penelitian yang kita lakukan berbeda dengan
penelitian-penelitian sebelumnya); dan
H. Mampu menambah percaya diri kita pada topik yang kita pilih karena telah ada pihakpihak
lain yang sebelumnya juga tertarik pada topik tersebut dan mereka telah mencurahkan tenaga,
waktu dan biaya untuk meneliti topik tersebut.
Dalam penjelasan yang
hampir serupa, Castetter
dan Heisler (1984, hal. 38- Mendalami landasan teori
Mengkaji sejarah Membantu pemilihan
43) menerangkan bahwa yang berkaitan dengan
permasalahan; prosedur penelitian;
tinjauan pustaka permasalahan;
mempunyai enam
kegunaan, yaitu:
Mengkaji kelebihan dan
Menghindari duplikasi Menunjang perumusan
kekurangan hasil
penelitian; dan permasalahan.
penelitian terdahulu;
Perumusan Masalah
Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan
Rumusan masalah adalah tahapan dari beberapa dalam merumuskan masalah penelitian seperti
tahapan untuk membuat sebuah karya ilmiah yang dikatakan oleh Hanafi (2007:31) yaitu
penelitian atau lainnya. Rumusan masalah sebagai berikut.
memiliki posisi yang sangat penting di dalam • Masalah dirumuskan dalam bentuk kalimat Tanya, misalnya
kegiatan sebuah penelitian. Apabila sebuah dengan menggunakan kata “apakah” atau “bagaimanakah”.
• Rumusan masalah dapat diuji secara kuantitatif atau kualitatif.
penelitian tidak ada maka penelitian yang • Perumusan masalah hendaknya memberi petunjuk cara
nantinya dilakukan akan sia-sia, karena nantinya pemecahannya.
akan bingung apa saja yang perlu dilakukan
dalam penelitiannya.
Sependapat dengan pendapat diatas, Suryabrata
(2006:17), tidak ada aturan umum mengenai
cara merumuskan masalah itu, namun daoat
disarankan hal-hal berikut ini:
• Masalah hendaknya dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya,
• Rumusan itu hendaknya padat dan jelas,
• Rumusan itu hendaklah memberikan petunjuk tentang
mungkinnya mengumpukan data guna menjawab pertanyaan-
pertanyaan yang terkandung dalam rumusan itu.