E FI GH TI NG
BASIC F I R
Tujuan Pelatihan
Membekali peserta dengan Pengetahuan dan Kemampuan untuk:
• Menghadapi dan Memadamkan Api Kecil Menggunakan
Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan Selimut Api (Fire
Blanket)
Diakhir dari Pelatihan ini, perserta akan memiliki Pengetahuan dan
mengerti tentang :
• FENOMENA KEBAKARAN • Pemasangan Apar
• BAHAYA KEBAKARAN
• TEORI API
• Penggunaan Fire Blanket
• 4 Cara Penyebaran Api
• Metode Memadamkan Api
• 4 Klas Kebakaran
• 4 Jenis Media Pemadam &
Klasifikasi Penggunaan
Dasar Hukum.
Undang – Undang No. 1 Tahun 1970
BAB III Syarat – syarat keselamatan
Pasal 1 Huruf b., Bab V Pembinaan
Pasal 9
Permenaker 04/Men/1980, Tentang
syarat – syarat pemasangan dan
pemeliharaan APAR.
Suatu proses kimia yaitu
proses oksidasi cepat yang
menghasilkan panas dan
cahaya.
Api yang tidak terkontrol dan
tidak dikehendaki karena
dapat menimbulkan kerugian
baik harta benda maupun
korban jiwa.
Fire triangle
Untuk Mencapai Suhu penyalaan /
Udara normal Sumber Energi
mengandung O² = 21%
Beberapa bahan bakar
6%
PA
mengandung oksigen yang Udara Terbuka – Matahari
1
cukup untuk mendukung Permukaan yg Panas, Percikan,
EN
NA
terjadinya proses pembakaran Gesekan – Proses Kimia
YG
Sumber Listrik
S
OX Semburan Gas
BAHAN BAKAR
Gas
Padat
Natural Gas Cair
Propane, Butane, Batubara Lilin
Hydrogen Bensin, Minyak Tanah,
Kayu Kulit
Acetylene, CO, Alkohol, Cat, Pernis,
Kertas Plastik
others Lacquer, Minyak zaitun
Kain
ove r
h
Flas
ad y
SteFire
De
th
stag
ca
w
e
ro
y
Initiation G
NON THERMAL
(ASAP & GAS)
Mengancam
keselamatan manusia
THERMAL
Kerusakan/kerugian
Asset & Lingkungan
Respon Manusia Terhadap Temperatur
o
C
200
Kerusakan fatal berupa kekeringan kulit dalam
waktu 30 detik
180
150
Tidak dapat ditolerir dalam 5 menit
120 Tidak dapat ditolerir dalam 15 menit
Tidak dapat ditolerir dalam 25 menit
95
65 Masih dapat ditolerir selama kurang dari 1 jam
(tergantung kelembaban, pakaian, dan aktivitas)
35
Daerah nyaman termal (tergantung kelembaban,
10 gerakan udara, dan faktor-faktor lain)
0
SUHU PENYALAAN SENDIRI
(auto ignition temperature)
Suhu dimana suhu
terendah dari suatu zat
dapat menyala dengan
sendirinya tanpa ada
perlakuan (treatment) dari
luar.
Suhu penyalaan sendiri untuk beberapa
jenis bahan bakar
Bensin 257,2oC Arang 125oC
Kerosin 228oC Kertas Koran 185oC
Parafin 316oC
Kapas 225oC
Asetelin 335oC
Jerami 170oC
Propan 467oC
Serbuk Gergaji 195oC
Butan 405 Co
Teknik Penyebaran API
Radiasi
Konveksi
Konduksi
Kotak Langsung
Radiasi
Suatu benda dapat terbakar apabila diletakkan di dekat sumber
panas yang menyala. Energi panas akan berpindah melalui gas /
udara secara langsung dan tegak lurus ke segala arah
Konveksi
Penyebaran api dapat terjadi dari tingkat yang lebih rendah
ke tingkat yang lebih tinggi sejalan dengan meningkatnya gas
panas yang diproduksi sumber api tersebut
IP-OPR/HO BFF/Rev.5
Konduksi
Panas dari api dapat menjalar melalui benda padat
antara lain dari bahan logam yang tak terlindung
Kontak langsung
Kontak nyala api secara langsung pada
suatu benda sehingga menghasilkan
pembakaran.
METODE PEMADAMAN API
Pemadaman api pada prinsipnya adalah menghilangkan salah satu
atau lebih dari ketiga faktor tersebut dengan melakukan salah satu
atau lebih dari cara-cara sbb:
HE
AT
N E
YG
OX
FUEL
- Cooling
- Smothering
- Starvation
- Breaking Chain Reaction
Prinsip
PEMADAMAN Udara
Smothering
Starving Cooling
Bahan bakar
API Heat
BAHAN BAKAR
COOLING/PENDINGINAN
I
RANTA
OKSIGE
N REAKSI
KIMIA
Memadamkan api dengan air, FOAM
SMOTHERING/ MENGISOLASI OKSIGEN
BAHAN BAKAR
I
RANTA
OKSIG
EN REAKSI
KIMIA
Menutup drum yang terbakar
STARVATION/
MENSTOP SUPLAY BAHAN BAKAR
BAHAN BAKAR
I
RANTA
OKSIG
EN REAKSI
KIMIA
Menutup kerangan pada
Tangki yang terbakar
BREAKING CHAIN REACTION
MEMECAHKAN RANTAI REAKSI KIMIA
BAHAN BAKAR
AN TAI
R
OKSIG SI
EN REAK
KIMIA
Memadamkan API dengan APAR type HALON
Fenomena Terjadinya Flashover
Back Draft
BACKDRAFT
Masuknya oksigen secara tiba-tiba pada suatu ruangan
tertutup pada tahap kebakaran mulai surut dengan
kondisi material bahan bakar masih cukup banyak dan
oksigen kurang, sehingga mengakibatkan ledakan dari
arah sumber masuknya oksigen tersebut
BACK DRAFT
a
ar
KEBAKARAN DALAM
RUANG TERTUTUP
Ud
KEHABISAN OKSIGEN
BILA ADA KESEMPATAN
UDARA MASUK
AKAN TERJADI LEDAKAN
Tanda-tanda backdraft
Panas Pintu dan
pegangannya
Asap masuk kembali
melalui bukaan
Suara mendesis atau
raungan
KLASIFIKASI KEBAKARAN
Pemahaman jenis-jenis api kebakaran sangat
diperlukan untuk membantu anda memilih
jenis media pemadam (APAR) yang sesuai
dengan jenis api (Kebakaran) yang akan
dipadamkan.
KLASIFIKASI KEBAKARAN
Tujuan:
memudahkan pemililhan media pemadam yang tepat
dari berbagal tipe bahan bakar.
Klasifikasi kebakaran:
Klas A : Bahan padat (kertas, kayu, plastik,
dll.)
Klas B : Bahan cair atau gas mudah terbakar
Klas C : Instalasi listrik
Klas D : Bahan logam
KEBAKARAN KELAS “A”
Dari bahan-bahan mudah terbakar seperti kayu, kertas, karet, plastik
KEBAKARAN KELAS “B”
Dari cairan dan gas mudah menyala / terbakar seperti
cairan minyak, pelumas, gas
KEBAKARAN KELAS “C”
Dari peralatan listrik yang masih berenergi
KEBAKARAN KELAS “D”
Dari bahan logam yang dapat menyala
ALAT PEMADAM API RINGAN
Ref :
Pert. Menaker No Per-04/Men/1980
• DAPAT DIOPERASIKAN SATU ORANG
(maksimum berat 23 kg)
• UNTUK PEMADAMAN MULA KEBAKARAN
SESUAI RATINGNYA
• SEBATAS VOLUME API KECIL
HARUS SIAP PAKAI PADA WAKTUNYA
MUDAH DILIHAT DAN MUDAH DIAMBIL
KONDISI BAIK
SETIAP ORANG DAPAT MENGOPERASIKAN
DENGAN BENAR, TIDAK MEMBAHAYAKAN
DIRINYA.
TYPE OF EXTINGUISHING AGENTS
WET TYPE DRY TYPE
-AIR - POWDER
-FOAM - CO2 (GAS)
FOA
POWDE
CO
AIR
2
R
JENIS AGENTS (BAHAN) ALAT PEMADAM API RINGAN BESERTA KELAS
API YANG SESUAI :
KARBON DIOKSIDA (CO2)
Cara kerja CO2 ini menghilangkan oksigen sehingga api berhenti membakar, Fire
CO2
extinguisher CO2, sangat ramah lingkungan dan tidak meninggalkan bekas.
Biasanya digunakan ditempat-tempat yang sensitif dengan kontaminasi seperti
ruang komputer, laboratorium, tempat penyimpanan makanan dan sebagainya.
Pemadam ini digunakan untuk api kelas B dan C.
KIMIA KERING UNTUK MULTI PURPOSE (POWDER)
Jenis ini biasa disebut dengan POWDER, digunakan untuk api kelas A, B, dan C
POWDER
zat yang digunakan disebut mono ammonium phosphate. Zat kimia ini tidak
bersifat konduktif dan sedikit bersifat korosif dalam keadaan lembab. Fire
extinguisher dengan agent ini biasanya digunakan di gedung sekolah, rumah
sakit, perkantoran dan perumahan.
FOAM (BUSA)
Fire extinguisher dengan agent foam atau busa bekerja dengan
FOAM
mengapung diatas api yang berkobar agar api bisa lebih dikendalikan
dan mencegah terjadinya percikan. Biasanya digunakan di garasi,
perumahan, kendaraan dan workshop. Cocok digunakan untuk kelas A
dan B.
KEKURANGAN
APAR
POWDER
CO
FOAM
2
Jenis tidak sesuai
Ukuran tidak sesuai Tidak bertekanan
- bocor
Macet/tidak berfungsi
Menggumpal
Salah penempatan - tunda refill
• belum ditunjuk
Petugas
• tidak trampil
Bagian-Bagian APAR pada Umumnya
Pin Pengaman
Handle / Pegangan
Pressure gauge
Label :
Tipe (Air, C02, Dry Chemical)
Klasifikasi (A, B, C)
Rating Apar
Petunjuk Penggunaan
Nozzle
Tipe konstruksi
STORED
CO2
PRESSURE
( N2 )
CARTRIDGE
Dry Chemical Powder
Prinsip :
Nyala api diselimuti
kabut (serbuk kimia) secara fisik
memutuskan oksigen
Reaksi indotermal
JENIS BUSA/FOAM
FOAM
A
STORED B
PRESSURE B
( N2 )
Foam
Liquid
Chemical Foam
Mechanical
(A) + (B)
Foam
Tipe konstruksi
POWDER
CO2
STORED
PRESSURE
10-15 kg/cm2 CARTRIDGE
( N2 )
Dry Chemical Powder
JENIS MEDIA PEMADAM KEBAKARAN DAN APLIKASINYA
Jenis media pemadam
si
ka
Jenis kebakaran Tipe basah Tipe kering
if i
as
Air Busa Powder Gas
Kl
Bahan spt (kayu, kertas, kain dsb. VVV V VV V*)
Klas A
Bahan berharga XX XX VV**) VVV
Bahan cair XXX VVV VV V*)
Klas B
Bahan gas X X VV V *)
Klas C Panel listrik, XXX XXX VV VVV
Klas D Kalium, litium, magnesium XXX XXX Khusus XXX
Keterangan :
VVV : Sangat efektif X : Tidak tepat
VV : Dapat digunakan XX : Merusak
V : Kurang tepat / tidak dianjurkan XXX : Berbahaya
*) : Tidak efisien **) : Kotor / korosif
Kemampuan APAR Tanpa Pengujian
Kemampuan APAR Tanpa Pengujian
• Mudah terlihat
• Mudah terjangkau
PEMASANGAN APAR
Ref : Pert. Menaker No Per-04/Men/1980 PASAL 4
Tinggi pemasangan TANDA APAR 125 cm dari dasar lantai
dimana APAR ditempatkan
Jarak Penempatan APAR tidak boleh lebih dari 15 m,
kecuali ditentukan lain
Tabung APAR berwarna merah
APAR digantung di DINDING dengan tinggi 120 cm dari
lantai, kecuali utk CO2 atau Dry Chemical dengan syarat
jarak antar lantai dan APAR tidak kurang dari 15 cm
APAR tidak boleh ditempatkan pada ruangan atau tempat
dgn temperatur diatas 49oC, kecuali rekomendasi pabrik
Jika ditempatkan di ruang terbuka agar dilindungi dengan
penutup
TANDA PEMASANGAN
Suhu APAR :
SUHU MAX = 49°C
SUHU MIN = -44°C
Ref : Pert. Menaker No Per-
04/Men/1980 Pasal 9
1,25 Meter
PEMELIHARAAN APAR
APAR harus diperiksa 2 (dua) kali dalam setahun :
Pemeriksaan dalam jangka 6 (enam) bulan
sekali.
POWDER
FOAM
CO
2
G ET THE FIRE EXTINGUISHER
R EMOVE THE SAFETY PIN
A IM AT THE BASE OF THE FIRE
P RESS THE LEVER
E XTINGUISH THE FLAME
Metode Dasar
Pemadaman Api
BUKA KUNCI PENGAMAN
ARAHKAN SEMPROTAN KE DASAR SUMBER API
TEST
PERGUNAKAN TEGAK
TEKAN GENGGAMAN !
DI UDARA TERBUKA JANGAN MELAWAN ARAH ANGIN!
PENGGUNAAN APAR
CEPAT, AMAN & TEPAT (CAT)
Jarak
terlalu dekat ikuti arah angin
Melawan arah angin
Sudut + 30O – 60O
Ke lidah api
Sumber dasar api
SELIMUT API (FIRE BLANKET)
Cara Menggunakan Selimut Api
Bila Anda menemukan api :
Pastikan Anda berada diantara api dan jalan keluar
Keluarkan selimut api dari paket / bungkusnya
Tahan pegangan selimut apinya, pastikan tangan Anda dilindungi
oleh selimut
Perhatikan arah angin
Letakkan selimut api diatas api (jangan dilempar)
Biarkan menutupi benda yang terbakar hingga api padam.
Pastikan tidak ada oxygen yang masuk
Setelah yakin api padam, angkat selimut api dari sisi kiri dan kanan,
kemudian mundur kebelakang
Tindakan dasar pemadaman kebakaran
Jika terjadi kebakaran ingat saja kata FIRE sebagai pedoman
pemadaman kebakaran di tempat kerja anda :
F FIND :Temukan lokasi terjadinya kebakaran
I INFORM : Informasikan dengan menyalakan alarm
R RESTRICT : Lokalisir area dari benda2 mudah terbakar
E EXTINGUISH / EVACUATION: Coba padamkan, jika api
terlalu besar, Evakuasi sesuai koordinasi
Remember: your personal protection (the ideal) : - full clothing
(coveralls), gloves, safety helmets, protective glasses/goggles,
boots – consider breathing apparatus
PENTING DIIN
G AT
JANGAN PERNAH memadamkan api jika kondisi berikut terjadi:
• Tidak mempunyai peralatan pemadam
yang memadai
• Api telah menjalar melampaui titik
aslinya
• Naluri Anda mengatakan kepada anda
untuk KELUAR..!!
1. Kebakaran tidak akan dihapus dari muka bumi karena api merupakan
bagian dari kehidupan. Kebakaran dapat dicegah sekecil mungkin
bila kita memahami penyebab kebakaran dan langkah tindak
pencegahan.
2. Kebakaran dapat terjadi dimanapun, kapanpun pada siapapun.
3. Pencegahan kebakaran merupakan langkah yang paling efisien,
efektif karena dilakukan SEBELUM kehadiran api kebakaran sehingga
kerugian harga benda dan jiwa dapat dihindari.
4. Sarana Fire Protection (APAR, Hydrant, dll) yang tersedia akan tidak
menghasilkan OPTIMAL bila tidak didukung OPERATOR yang trampil.
5. Ketrampilan apapun hanya diperoleh dengan berlatih secara tepat +
Konsisten !
SEKIAN & TERIMA KASIH
BE SAFE....!!
Literatur :
NFPA (National Fire Protection Association)
PERMEN NAKERTRANS 04/1980
Teknik Pemadaman Api