0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
28 tayangan18 halaman

Prinsip Penanganan Gawat Darurat

Dokumen tersebut membahas tentang konsep dan prinsip gawat darurat yang mencakup definisi gawat darurat, kegawatdaruratan dalam kebidanan, perspektif gawat darurat, konsep gawat dan darurat, serta prinsip dasar penanganan gawat darurat yang cepat dan tepat."
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
28 tayangan18 halaman

Prinsip Penanganan Gawat Darurat

Dokumen tersebut membahas tentang konsep dan prinsip gawat darurat yang mencakup definisi gawat darurat, kegawatdaruratan dalam kebidanan, perspektif gawat darurat, konsep gawat dan darurat, serta prinsip dasar penanganan gawat darurat yang cepat dan tepat."
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KONSEP DAN PRINSIP GAWAT DARURAT

Gawat darurat : keadaan


Istilah kegawatdaruratan :
klinis pasien →tindakan
keadaan yang serius, yang
medis segera→ keselamatan
harus mendapatkan
nyawa/mencegah kecacatan
pertolongan segera
(PMK No.19/2016).

Kegawatdaruratan dalam
kebidanan : kegawatan atau
kegawatdaruratan yang
terjadi pada wanita hamil,
melahirkan atau nifas
Perspektif (gambaran) Gawat Darurat
hal yg sangat mencemaskan baik pasien, keluarga dan SDM,
pemerintah serta masyarakat secara luas

dapat terjadi dimana saja & kapan saja.

Perlu adanya sisitem penanggulangan gawat darurat terpadu


yang jelas

tidak dapat diprediksi baik jumlah korban maupun kondisi


pasiennya.

Masyarakat perlu memahami hal-hal yg dpt


menyebabkan keadaan gawat darurat dan cara
menolongnya.

Evaluasi setelah kejadian


Konsep Gawat Darurat

Gawat Darurat Gawat dan Darurat

• mengancam nyawa • sifatnya memerlukan • Keadaan gawat dan


namun tidak penanganan yang darurat dapat juga
memerlukan segera. terjadi bersamaan.
penanganan yang • Contoh: pasien digigit Dalam hal ini, nyawa
segera. ular berbisa, sedang pasien benar-benar
• Contoh: pasien yang mengalami pendarahan dalam keadaan yang
menderita penyakit hebat, patah tulang mengkhawatirkan dan
kanker akibat kecelakaan, diperlukan penanganan
kehilangan cairan yang segera
karena diare hebat, dsb. terhadapnya.
• keadaan darurat tidak • Contoh pada kasus
selalu mengancam seseorang yang telah
nyawa, namun menderita penyakit
penanganan yang jantung dalam waktu
lambat bisa saja yang lama dan tiba-tiba
berdampak pada saja mendapatkan
terancamnya nyawa serangan jantung (heart
seseorang attack)
• gawat darurat : pasien yang tiba-tiba berada dalam
keadaan gawat atau akan menjadi gawat dan
terancam nyawanya atau anggota badannya (akan
menjadi cacat) bila tidak mendapat pertolongan
secepatnya
• gawat tidak darurat adalah pasien berada dalam
keadaan gawat tetapi tidak memerlukan tindakan
darurat, misalnya kanker

• darurat tidak gawat adalah pasien akibat musibah yang


datang tiba-tiba, tetapi tidak mêngancam nyawa dan
anggota badannya, misanya luka sayat dangkal

• tidak gawat tidak darurat, misalnya pasien batuk,pilek.


Prinsip Dasar Penanganan Gawat Darurat

Penanganan cepat dan tepat

Pertolongan segera diberikan oleh siapa


saja yang menemukan pasien tersebut
( awam, perawat, dokter)

Non medis : Cara meminta pertolongan,


transportasi, menyiapkan alat-alat

Medis : Kemampuan medis berupa


pengetahuan maupun ketrampilan : BLS, ALS
Prinsip Umum Penanganan Gawat Darurat

Airway harus segera dibebaskan

Breathing harus adekuat

Circulation stabil dan adekuat

Mencari penyebab gangguan kesadaran dan


neurologis

Tindakan CITO bila diperlukan

Dokumentasi
Sistem Pelayanan Gawat Darurat (SPGT)

SPGDT : mekanisme
pelayanan korban/pasien
gawat darurat yang
terintegrasi dan berbasis Call Center 119 adalah
call center → kode akses suatu desain sistem dan
telekomunikasi 119 → teknologi → konsep pusat
masyarakat (PMK No.19 panggilan terintegrasi yang
tahun 2016). merupakan layanan
berbasis jaringan
telekomunikasi khusus di
bidang kesehatan
Pusat Komando Nasional (National Command
Center) adalah pusat panggilan
kegawatdaruratan bidang kesehatan dengan
nomor kode akses 119 yang digunakan di
seluruh wilayah Indonesia

Pusat Pelayanan Keselamatan Terpadu (Public


Safety Center ) : pusat pelayanan yang menjamin
kebutuhan masyarakat → berhubungan dengan
kegawatdaruratan → kabupaten/kota yang
merupakan ujung tombak pelayanan untuk
mendapatkan respon cepat.
P
Pelayanan R
Tujuan I
cepat,
cermat, menyelamatkan jiwa
dan mencegah N
dan tepat kecacatan (time saving S
is life and limb saving)
I
P
SPGDT
Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu Sehari-
hari (SPGDT-S )
PRA RUMAH SAKIT

Toolong

DI RUMAH SAKIT

ANTAR RUMAH SAKIT


SPGDT-B : kerja sama antar unit pelayanan Pra Rumah
Sakit dan Rumah Sakit dalam bentuk pelayananan
gawat darurat terpadu ,khususnya pada terjadinya
korban massal yang memerlukan peningkatan kegiatan
pelayanan sehari-hari.
Tujuan: untuk menyelamatkan korban sebanyak
banyaknya.

Bencana : peristiwa/kejadian pada suatu daerah yang


mengakibatkan kerusakan ekologi, kerugian
kehidupan manusia serta memburuknya kesehatan
dan pelayanan kesehatan yang bermakna sehingga
memerlukan bantuan luar biasa dari pihak luar
(Depkes RI, 2006).
Keberhasilan Penanggulangan
Tujuan Pasien Gawat Darurat
Tergantung 4 Kecepatan

Kecepatan ditemukan adanya


Mencegah kematian dan cacat
penderita gawat darurat
Merujuk utk memperoleh
Kecepatan dan respon petugas
pelayanan yg memadai

Menaggulangi korban bencana Kemampuan dan kualitas

Kecepatan minta tolong


Korban dalam keadaan stabil dan
memungkinkan untuk dievakuasi
Syarat

E Korban telah disiapkan/diberi peralatan yang


memadai untuk transportasi
V
A
K Fasilitas kesehatan penerima telah diberitahu
U dan siap menerima korban
A
S Kendaraan dan pengawalan yang dipergunakan
I merupakan yang paling layak tersedia
Evakuasi darurat
Korban harus cepat dipindahkan dikarenakan
lingkungan yang membahayakan, keadaan yang
mengancam jiwa dan membutuhkan pertolongan
segera.
Bentuk
Evakuasi segera
Evakuasi Korban harus segera dilakukan penanganan kerena
adanya ancaman bagi jiwanya dan tidak bisa
dilakukan di lapangan, misalnya pasien shock,
pasien stres di lingkungan kejadian.
Evakuasi biasa
Korban biasanya tidak mengalami ancaman jiwa,
tetapi perlu pertolongan di rumah sakit. Pasien
akan dievakuasi bila sudah dalam keadaan baik
atau stabil dan sudah mungkin bisa dipindahkan,
khususnya pada pasien patah tulang.
JENIS BENCANA
BENCANA
BENCANA ALAM NON ALAM

BENCANA
SOSIAL

TERRORISM

WABAH
PENYAKIT MENULAR
Siklus penangulangan Bencana
Dampak Bencana Terhadap Kesehatan

Anda mungkin juga menyukai