MANAJEMEN KEUANGAN
KRISTIANTO PURWOKO WIDODO. [Link]., ASEANCPA
ANALISA RASIO KEUANGAN
Laporan keuangan yang disajikan oleh perusahaan dalam beberapa kurun waktu dapat
digunakan untuk memprediksi laba atau deviden di waktu yang akan datang.
Dari sudut pandang investor analisa laporan keuangan dapat digunakan sebagai alat
prediksi prospek masa depan perusahaan tersebut.
Rasio keuangan dirancang untuk membantu mengevaluasi laporan keuangan atau
membantu kita mengidentifikasi beberapa kekuatan dan kelemahan keuangan perusahaan.
Rasio keuangan juga sebagai alat pembanding pososi perusahaan dengan pesaing, untuk
kebijakan keuangan perusahaan ke depan
Rasio keuangan dapat dikelompokkan ke dalam lima kelompok yaitu:
1. Rasio Likuiditas. Resiko likuiditas (liquidity ratio)
2. Rasio Solvabilitas /Leverage
3. Rasio Aktivitas
4. Rasio Profitabilitas
5. Rasio Pasar
1. Rasio Likuiditas.
Resiko likuiditas (liquidity ratio) adalah kemampuan suatu perusahaan memenuhi kewajiban jangka
pendeknya secara tepat. Rasio likuiditas sering disebut dengan short term liquidity. Rasio likuididas
menunjukkan tingkat kemudahan relative suatu aktiva untuk segera dikonversi ke dalam kas dengan sedikit
atau tanpa penurunan nilai; serta tingkat kepastian tentang jumlah kas yang dapat diperoleh.
Kas merupakan suatu aktiva yang paling likuid. Antara lain:
a. Current Ratio
Adalah ukuran yang umum digunakan atas solvensi jangka pendek, kemampuan suatu perusahaan
memenuhi kebutuhan hutang jangka pendek ketika jatuh tempo.
𝑨𝒌𝒕𝒊𝒗𝒂 𝒍𝒂𝒏𝒄𝒂𝒓 = 𝑨𝒌𝒕𝒊𝒗𝒂 𝑳𝒂𝒏𝒄𝒂𝒓 / 𝑯𝒖𝒕𝒂𝒏𝒈 𝑳𝒂𝒏𝒄𝒂𝒓
b. Quick Ratio (Acit Test Ratio)
Adalah rasio cepat dimana ukuran uji solvensi jangka pendek yang lebih teliti daripada rasio lancar
karena pembilangnya mengeliminasi persediaan yang dianggap aktiva lancar yang sedikit tidak
likuid dan kemungkinan menjadi sumber kerugian.
𝑸𝒖𝒊𝒄𝒌 𝑹𝒂𝒕𝒊𝒐 = 𝑨𝒌𝒕𝒊𝒗𝒂 𝑳𝒂𝒏𝒄𝒂𝒓 − 𝑷𝒆𝒓𝒔𝒆𝒅𝒊𝒂𝒂𝒏
𝑯𝒖𝒕𝒂𝒏𝒈 𝑳𝒂𝒏𝒄𝒂r
c. Cash Ratio
Adalah rasio kas dan Bank dengan Hutang lancar, untuk mengetahui kemampuan perusahaan
untuk melunasi hutang lancarnya tanpa menggunakan piutang dan persediaan.
𝑪𝒂𝒔𝒉 𝒍𝒂𝒏𝒄𝒂𝒓 = 𝑲𝒂𝒔 / 𝑯𝒖𝒕𝒂𝒏𝒈 𝑳𝒂𝒏𝒄𝒂𝒓
2. Rasio Solvabilitas /Leverage
Adalah rasio untuk mengukur seberapa besar perusahaan dibiayai dengan hutang. Rasio ini
memberikan ukuran atas dana yang disediakan pemilik dibandingkan dengan keuangan yang diberikan
oleh kreditor.
Rasio solvabilitas/ leverage terdiri dari 8, antara lain ;
a. Debt to Total Asset/Debt Ratio
Dimana ratio ini desebut sebagai rasio yang melihat perbandingan hutang
perusahaan.
𝑫𝒆𝒃𝒕 𝒕𝒐 𝑻𝒐𝒕𝒂𝒍 𝑨𝒔𝒔𝒆𝒕 = 𝑻𝒐𝒕𝒂𝒍 𝑯𝒖𝒕𝒂𝒏𝒈 / 𝑻𝒐𝒕𝒂𝒍 𝑨𝒔𝒔𝒆t
b. Debt to Equity Ratio
Adalah ukuran yang dipakai dalam menganalisis laporan keuangan untuk
memperlihatkan besarnya jaminan yang tersedia untuk kreditor.
𝑫𝒆𝒃𝒕 𝒕𝒐 𝑬𝒒𝒖𝒊𝒕𝒚 𝑹𝒂𝒕𝒊𝒐 = 𝑻𝒐𝒕𝒂𝒍 𝑯𝒖𝒕𝒂𝒏𝒈 / 𝑴𝒐𝒅𝒂𝒍 𝑺𝒆𝒏𝒅𝒊𝒓𝒊
c. Time Interst Earned
Adalah rasio kelipatan atas kemampuan membayar bunga, semakin banyak rasio
kelipan membayar bunga, maka perusahaan mampu untuk membayar bunga
dengan baik.
𝑻𝒊𝒎𝒆 𝑰𝒏𝒕𝒆𝒓𝒆𝒔𝒕 𝑬𝒂𝒓𝒏𝒆𝒅 = 𝑳𝒂𝒃𝒂 𝑩𝒆𝒓𝒔𝒊𝒉 𝑶𝒑𝒆𝒓𝒂𝒔𝒊𝒐𝒏𝒂𝒍 / 𝑩𝒆𝒃𝒂𝒏 𝑩𝒖𝒏𝒈𝒂
d. Total Assets to Equity
Adalah rasio antara total asset dengan modal sendiri yang ada di dalam
perusahaan.
𝑻𝒐𝒕𝒂𝒍 𝑨𝒔𝒔𝒆𝒕𝒔 𝒕𝒐 𝑬𝒒𝒖𝒊𝒕𝒚 = 𝑻𝒐𝒕𝒂𝒍 𝑨𝒔𝒔𝒆𝒕 / 𝑴𝒐𝒅𝒂𝒍 𝑺𝒆𝒏𝒅𝒊𝒓i
e. Fixed Asset to Equity
Adalah rasio yang membandingkan antara total aktiva tetap dengan modal sendiri.
𝑭𝒊𝒙𝒆𝒅 𝑨𝒔𝒔𝒆𝒕 𝒕𝒐 𝑬𝒒𝒖𝒊𝒕𝒚 = 𝑭𝒊𝒙𝒆𝒅 𝑨𝒔𝒔𝒆𝒕 / 𝑴𝒐𝒅𝒂𝒍 𝑺𝒆𝒏𝒅𝒊𝒓𝒊
f. Current Asset to Equity
Adalah rasio yang membandingkan antara total aktiva Lancar dengan modal sendiri.
𝑪𝒖𝒓𝒓𝒆𝒏𝒕 𝑨𝒔𝒔𝒆𝒕 𝒕𝒐 𝑬𝒒𝒖𝒊𝒕𝒚 = 𝑪𝒖𝒓𝒓𝒆𝒏𝒕 𝑨𝒔𝒔𝒆𝒕 / 𝑴𝒐𝒅𝒂𝒍 𝑺𝒆𝒏𝒅𝒊𝒓i
g. Inventory to Equity
Adalah rasio yang membandingkan antara total Persediaan Barang dengan modal sendiri.
𝑰𝒏𝒗𝒆𝒏𝒕𝒐𝒓𝒚 𝒕𝒐 𝑬𝒒𝒖𝒊𝒕𝒚 = 𝑷𝒆𝒓𝒔𝒆𝒅𝒊𝒂𝒂𝒏 𝑩𝒂𝒓𝒂𝒏𝒈 / 𝑴𝒐𝒅𝒂𝒍 𝑺𝒆𝒏𝒅𝒊𝒓𝒊
h. Receivable to Equity
Adalah rasio yang membandingkan antara total Piutang dengan modal sendiri.
𝑹𝒆𝒄𝒆𝒊𝒗𝒂𝒃𝒍𝒆 𝒕𝒐 𝑬𝒒𝒖𝒊𝒕𝒚 = 𝑷𝒊𝒖𝒕𝒂𝒏𝒈 𝑫𝒂𝒈𝒂𝒏𝒈 / 𝑴𝒐𝒅𝒂𝒍 𝑺𝒆𝒏𝒅𝒊𝒓𝒊
3. Rasio Aktivitas
Adalah rasio atau efisiensi digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan
sumber daya atau aktivanya.
Rasio aktivitas menunjukkan seberapa jauh manajemen dapat mengumpulkan penjualan yang cukup atas
aktiva perusahaan yang digunakan.
Semuanya rasio menunjukkan perbandingan antara penjualan dengan investasi dalam berbagai rekening
aktiva.
Di dalam menganalisis efektifitas persediaan terdapat beberapa masalah yang perlu diketahui.
Pertama, penjualan dilakukan menurut harga pasar.
Kedua, penjualan terjadi sepanjang periode (tahun dan sebagainya), sedangkan persediaan menunjukkan
posisi pada suatu tanggal tertentu.
Penggunaan persediaan rata-rata antara awal dan akhir periode dalam analisis efektivitas persediaan akan
lebih baik.
Rasio yang digunakan. Umumnya meliputi rasio-rasio sebagai berikut dengan rumus dari rasio efisiensi:
a. Sales to Liquid Assets
Adalah rasio yang membandingkan antara total Penjualan dengan Aktiva liquid.
𝑺𝒂𝒍𝒆𝒔 𝒕𝒐 𝑳𝒊𝒒𝒖𝒊𝒅 𝑨𝒔𝒔𝒆𝒕𝒔 = 𝑷𝒆𝒏𝒋𝒖𝒂𝒍𝒂𝒏 / 𝑨𝒌𝒕𝒊𝒗𝒂 𝑳𝒊𝒒𝒖𝒊d
b. Sales to Receivable
Adalah rasio yang membandingkan antara total Penjualan dengan Piutang.
𝑺𝒂𝒍𝒆𝒔 𝒕𝒐 𝑹𝒆𝒄𝒆𝒊𝒗𝒂𝒃𝒍𝒆 = 𝑷𝒆𝒏𝒋𝒖𝒂𝒍𝒂𝒏 / 𝑷𝒊𝒖𝒕𝒂𝒏𝒈 𝑫𝒂𝒈𝒂𝒏𝒈
c. Sales to Inventories
Adalah rasio yang membandingkan antara total Penjualan dengan Persediaan Barang.
𝑺𝒂𝒍𝒆𝒔 𝒕𝒐 𝑰𝒏𝒗𝒆𝒏𝒕𝒐𝒓𝒊𝒆𝒔 = 𝑷𝒆𝒏𝒋𝒖𝒂𝒍𝒂𝒏 / 𝑷𝒆𝒓𝒔𝒆𝒅𝒊𝒂𝒂𝒏 𝑩𝒂𝒓𝒂𝒏𝒈
d. Sales to Current Assets
Adalah rasio yang membandingkan antara total Penjualan dengan Aktiva
Lancar.
𝑺𝒂𝒍𝒆𝒔 𝒕𝒐 𝑪𝒖𝒓𝒓𝒆𝒏𝒕 𝑨𝒔𝒔𝒆𝒕𝒔 = 𝑷𝒆𝒏𝒋𝒖𝒂𝒍𝒂𝒏 / 𝑨𝒌𝒕𝒊𝒗𝒂 𝑳𝒂𝒏𝒄𝒂𝒓
e. Sales to Fixed Assets
Adalah rasio yang membandingkan antara total Penjualan dengan Aktiva
Tetap.
𝑺𝒂𝒍𝒆𝒔 𝒕𝒐 𝑭𝒊𝒙𝒆𝒅 𝑨𝒔𝒔𝒆𝒕𝒔 = 𝑷𝒆𝒏𝒋𝒖𝒂𝒍𝒂𝒏 / 𝑨𝒌𝒕𝒊𝒗𝒂 𝑻𝒆𝒕𝒂𝒑
f. Sales to Total Assets
Adalah rasio yang membandingkan antara total Penjualan dengan Total Aktiva.
𝑺𝒂𝒍𝒆𝒔 𝒕𝒐 𝑻𝒐𝒕𝒂𝒍 𝑨𝒔𝒔𝒆𝒕𝒔 = 𝑷𝒆𝒏𝒋𝒖𝒂𝒍𝒂𝒏 / 𝑻𝒐𝒕𝒂𝒍 𝑨𝒌𝒕𝒊va
4. Rasio Profitabilitas
Adalah rasio yang menunjukkan gambaran tentang tingkat efektivitas pengelolaan perusahaan dalam
menghasilkan laba.
Rasio ini sebagai ukuran apakah pemilik atau pemegang saham dapat memperoleh tingkat pengembalian
yang pantas atas investasinya Rasio yang digunakan.
Umumnya meliputi rasio-rasio sebagai berikut:
a. Net profit margin (NPM)
Adalah rasio yang membandingkan antara Laba bersih setelah pajak dengan Penjualan.
𝑵𝒆𝒕 𝑷𝒓𝒐𝒇𝒊𝒕 𝑴𝒂𝒓𝒈𝒊𝒏(𝑵𝑷𝑴) = 𝑳𝒂𝒃𝒂 𝑩𝒆𝒓𝒔𝒊𝒉 / 𝑷𝒆𝒏𝒋𝒖𝒂𝒍𝒂n
b. Return on Investment (ROI)
Adalah rasio yang membandingkan antara Laba bersih setelah pajak
dengan Total Aktiva.
𝑹𝒆𝒕𝒖𝒓𝒏 𝑶𝒏 𝑰𝒏𝒗𝒆𝒔𝒕𝒎𝒆𝒏𝒕 (𝑹𝑶𝑰) = 𝑳𝒂𝒃𝒂 𝑩𝒆𝒓𝒔𝒊𝒉 / 𝑻𝒐𝒕𝒂𝒍 𝑨𝒌𝒕𝒊𝒗𝒂
c. Return on Equity (ROE)
Adalah rasio yang membandingkan antara Laba bersih setelah pajak
dengan Modal sendiri.
𝑹𝒆𝒕𝒖𝒓𝒏 𝑶𝒏 𝑬𝒒𝒖𝒊𝒕𝒚 (𝑹𝑶𝑬) = 𝑳𝒂𝒃𝒂 𝑩𝒆𝒓𝒔𝒊𝒉 / 𝑴𝒐𝒅𝒂𝒍 𝑺𝒆𝒏𝒅𝒊𝒓i
5. Rasio Pasar
Adalah rasio yang menunjukkan sekelompok rasio yang berhubungan dengan harga saham
perusahaan yang dibandingkan dengan laba perusahaan, nilai buku per lembar dan nilai pasar
dibandingkan dengan nilai buku.
Rasio yang digunakan. Umumnya meliputi rasio-rasio sebagai berikut:
a. Price Earning Ratio (PER)
Adalah rasio yang membandingkan antara Harga per saham dengan laba per saham.
𝑷𝒓𝒊𝒄𝒆 𝑬𝒂𝒓𝒏𝒊𝒏𝒈 𝑹𝒂𝒕𝒊𝒐 (𝑷𝑬𝑹) = 𝑯𝒂𝒓𝒈𝒂 𝒑𝒆𝒓 𝒔𝒂𝒉𝒂𝒎 / 𝑳𝒂𝒃𝒂 𝒑𝒆𝒓 𝒔𝒂𝒉𝒂𝒎
b. Book Value Per Share
Adalah rasio yang membandingkan antara Modal Ekuitas (sendiri) dengan jumlah saham
yang beredar.
𝑩𝒐𝒐𝒌 𝑽𝒂𝒍𝒖𝒆 𝑷𝒆𝒓 𝑺𝒉𝒂𝒓𝒆 = 𝑴𝒐𝒅𝒂𝒍 𝑬𝒌𝒖𝒊𝒕𝒂𝒔 / 𝑱𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝑺𝒂𝒉𝒂𝒎 𝑩𝒆𝒓𝒆𝒅𝒂r
c. Market to Book Value ratio
Adalah rasio yang membandingkan antara Harga pasar per saham dengan Nilai buku per
saham.
𝑴𝒂𝒓𝒌𝒆𝒕 𝒕𝒐 𝑩𝒐𝒐𝒌 𝑽𝒂𝒍𝒖𝒆 𝑹𝒂𝒕𝒊𝒐 = 𝑯𝒂𝒓𝒈𝒂 𝑷𝒂𝒔𝒂𝒓 𝒑𝒆𝒓 𝑺𝒂𝒉𝒂𝒎 / N𝒊𝒍𝒂𝒊
𝒃𝒖𝒌𝒖 𝒑𝒆𝒓 𝒔𝒂𝒉𝒂m
CONTOH ANALISA RASIO
Di bawah ini analisa rasio untuk neraca dan laporan Laba Rugi PT. Duta Bangsa Indonesia periode
2016 dan 2017 adalah sebagai berikut:
Analisa Kerja dengan DuPont System
Analisa kerja perusahaan adalah hasil dari banyaknya keputusan individu yang dibuat secara terus menerus oleh
manajemen atau merupakan suatu catatan hasil yang dicapai dari fungsi suatu aktivitas tertentu selama satu
periode waktu tertentu.
Rasio-rasio yang digunakan dalam DuPont System adalah sebagai berikut:
1. Asset Turn Over.
Menujukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola seluruh asset/investasi untuk menghasilkan
penjualan.
2. Net Porfit Margin.
Menunjukkan berapa besar keuntungan bersih yang diperoleh perusahaan.
3. Return On Investment
Rasio. ini mengukur tingkat pengembalian dari bisnis atas seluruh asset yang ada.
4. Asset Leverage.
Sering juga disebut pengganda equitas (Equity Multiplier), menggambarkan seberapa besar ekuitas atau
modal dibandingkan dengan total aktiva perusahaan atau seberapa besar aktiva dibiayai oleh hutang.
5. Return on Equity. Rasio ini mengukur tingkat pengembalian dari bisnis atas seluruh modal yang ada,
ROE dalam DuPon System dihitung dengan mengalikan ROA dengan Equity Multiplier. Maka dengan
demikian, dapat dirumuskan sebagai berikut:
Jika Perusahaan mendanai hanya dengan modal sendiri, maka ROA = ROE, karena total aktivanya sama
dengan total Ekuitas.
Tetapi jika perusahaan menggunakan hutang, maka ROE > ROA, efek penggunaan hutang terhadap ROE
digambarkan oleh pengganda Ekuitas ( Equity Multiplier) sebagai berikut:
Dengan menggunakan kedua persamaan tersebut, maka mendapatkan formula DuPont System
sebagai berikut:
Melalui DuPont System diharapkan dapat diketahui penyebab dari tidak efisiennya suatu perusahaan yang
bersumber pada laporan keuangannya.
Sistem ini juga memiliki keunggulan lain seperti membagi Return on Equity (ROE) menjadi tiga (3) bagian
yaitu:
1. Komponen Laba Penjualan (Net Profit Margin)
Dapat ditingkatkan dengan menaikan harga dan meminimalkan biaya, agar bisa dijual dengan harga yang
tinggi maka produk atau jasa yang dihasilkan harus memiliki nilai tambah yang tinggi, sedangkan biaya
dapat diminimalkan dengan efisien.
2. Komponen efisien aktiva (Asset Turn Over)
Dapat ditingkatkan dengan meningkatkan penjualan dan mengurangi investasi pada masa aktiva yang
kurang produktif. Dalam peningkatan penjualan sebaiknya dijaga jangan sampai mengorbankan tingkat
laba bersih.
3. Penggunan komponen Leverage (Equity Multiplier)
Pengganda Ekuitas yang tinggi selain meningkatkan ROE juga meningkatkan resiko keuangan
perusahaan. Meningkatnya resiko perusahaan dapat mengakibatkan biaya bunga lebih tinggi dan harga
saham turun, oleh karena itu pengganda ekuitas harus diupayakan pada posisi yang optimal mungkin
Dari urain tersebut di atas, DuPont System memberikan suatu kerangka analisa yang menghubungkan
berbagai macam rasio, yaitu menghubungkan mata rantai Net Profit Margin (yang mengukur
Profitabilitas) dengan Asset Turn Over (yang mengidentifikasikan efisiensi perusahaan dalam
menggunakan assetnya untuk menghasilkan penjualan).
TERIMAKASIH