PROGRAM DINAMIS
PRAKTIKUM RISET
OPERASI
LABORATORIUM PERENCANAAN DAN OPTIMASI TRANSPORTASI
APA ITU DYNAMIC PROGRAMMING?
Sebuah metode pemecahan masalah dengan cara menguraikan solusi
menjadi sekumpulan langkah (step) atau tahapan (stage) sedemikian
rupa sehingga solusi dari persoalan dapat dipandang dari serangkaian
keputusan yang saling berkaitan.
Pada penyelesaian persoalan dengan metode ini:
1. terdapat sejumlah pilihan yang memungkinkan,
2. solusi pada setiap tahap dibangun dari hasil solusi tahap
sebelumnya,
3. menggunakan persyaratan optimasi dan kendala untuk membatasi
sejumlah pilihan yang harus dipertimbangkan pada suatu tahap.
PRINSIP OPTIMALITAS
Pada program dinamis, rangkaian keputusan yang optimal dibuat
dengan menggunakan Prinsip Optimalitas. Prinsip ini menyatakan
jika solusi total optimal, maka bagian solusi sampai tahap ke-k
juga optimal.
Artinya jika kita bekerja dari tahap k ke tahap k + 1, kita dapat
menggunakan hasil optimal dari tahap k tanpa harus kembali ke
tahap awal.
Ongkos pada tahap k +1 =
(ongkos yang dihasilkan pada tahap k ) + (ongkos dari tahap k ke tahap k + 1)
Dengan Prinsip Optimalitas ini V1 V2 V3 V4 V5
dijamin bahwa pengambilan
keputusan pada suatu tahap
2
adalah keputusan yang benar 6
untuk tahap-tahap selanjutnya. 3
7 10 12
1
Pada Metode Greedy hanya 4
8
satu rangkaian keputusan yang 11
pernah dihasilkan, sedangkan 5
pada Metode Program Dinamis Graf multitahap (multistage graph). Tiap
lebih dari satu rangkaian
keputusan dan hanya rangkaian simpul di dalam graf tersebut menyatakan
keputusan yang memenuhi status, sedangkan V1, V2, … menyatakan
prinsip optimalitas yang akan tahap.
dihasilkan.
KARAKTERISTIK PERSOALAN PROGRAM
DINAMIS
1. Persoalan dapat dibagi menjadi beberapa tahap (stage), yang
pada setiap tahap hanya diambil satu keputusan.
2. Masing-masing tahap terdiri dari sejumlah status (state) yang
berhubungan dengan tahap tersebut. Secara umum, status
merupakan bermacam kemungkinan masukan yang ada pada
tahap tersebut.
3. Hasil dari keputusan yang diambil pada setiap tahap
ditransformasikan dari status yang bersangkutan ke status
berikutnya pada tahap berikutnya.
4. Ongkos (cost) pada suatu tahap meningkat secara teratur (steadily)
dengan bertambahnya jumlah tahapan.
5. Ongkos pada suatu tahap bergantung pada ongkos tahap-tahap yang
sudah berjalan dan ongkos pada tahap tersebut.
6. Keputusan terbaik pada suatu tahap bersifat independen terhadap
keputusan yang dilakukan pada tahap sebelumnya.
7. Adanya hubungan rekursif yang mengidentifikasikan keputusan terbaik
untuk setiap status pada tahap k memberikan keputusan terbaik untuk
setiap status pada tahap k + 1.
8. Prinsip optimalitas berlaku pada persoalan tersebut.
DUA PENDEKATAN PROGRAM DINAMIS
Misalkan x1, x2, …, xn menyatakan peubah (variable) keputusan
yang harus dibuat masing-masing untuk tahap 1, 2, …, n. Maka,
Dua pendekatan yang digunakan dalam Program Dinamis adalah:
1) Maju (forward atau up-down)
Program dinamis maju. Program dinamis bergerak mulai dari
tahap 1, terus maju ke tahap 2, 3, dan seterusnya sampai tahap
n. Runtunan peubah keputusan adalah x1, x2, …, xn.
DUA PENDEKATAN PROGRAM DINAMIS
2) Mundur (backward atau bottom-up)
Program dinamis mundur. Program dinamis bergerak mulai dari
tahap n, terus mundur ke tahap n – 1, n – 2, dan seterusnya sampai
tahap 1. Runtunan peubah keputusan adalah xn, xn-1, …, x1.
LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN
ALGORITMA PROGRAM DINAMIS
1. Karakteristikkan struktur solusi optimal.
2. Definisikan secara rekursif nilai solusi optimal.
3. Hitung nilai solusi optimal secara maju atau mundur.
4. Konstruksi solusi optimal.
CONTOH ….
LINTASAN TERPENDEK (SHORTEST PATH)
Tentukan lintasan terpendek dari simpul 1 ke simpul 10 !
7
2 5
1
2 4 3 4
6 8 3
6
4
1 3 2 6 3 10
3 9 4
4
3 1
4
3
4 7
5
CONTOH ….
LINTASAN TERPENDEK (SHORTEST PATH)
Penyelesaian dengan Program Dinamis Mundur
Misalkan x1, x2, …, x4 adalah simpul-simpul yang
dikunjungi pada tahap k (k = 1, 2, 3, 4).
Maka rute yang dilalui adalah 1x1x2x3x4 , yang
dalam hal ini x4 = 10.
CONTOH ….
LINTASAN TERPENDEK (SHORTEST PATH)
Pada persoalan ini,
• Tahap (k) adalah proses memilih simpul tujuan berikutnya
(ada 4 tahap).
• Status (s) yang berhubungan dengan masing-masing
tahap adalah simpul-simpul di dalam graf.
Relasi rekurens berikut menyatakan lintasan terpendek
dari status s ke x4 pada tahap k:
f ( s) c
4 sx4
(basis)
f ( s ) min{c f ( x )} ,
k xk sxk k 1 k
(rekurens)
k = 1, 2, 3
Keterangan:
a. xk : peubah keputusan pada tahap k (k = 1, 2, 3).
b. c : bobot (cost) sisi dari s ke xk
sxk
c. fk(s, xk) : total bobot lintasan dari s ke xk
d. fk(s) : nilai minimum dari fk(s, xk)
Tujuan program dinamis mundur: mendapatkan f1(1)
dengan cara mencari f4(s), f3(s), f2(s) terlebih dahulu.
SESI 2
PROGRAMA DINAMIS
DETERMINISTIK
Sesi Tambahan
PROGRAMA DINAMIS
DETERMINISTIK
Setiap state pada stage ditentukan sepenuhnya oleh state dan keputusan
pada stage saat ini. Suatu cara untuk mengkategorikan persoalan programa
dinamis deterministic ini adalah dengan melihat bentuk fungsi tujuannya.
Sebagai contoh, fungsi tujuannya mungkin meminimumkan jumlah
kontribusi dari masing-masing stage atau dapat pula memaksimumkannya
atau meminimumkan hasil perkaliannya dan sebagainya.
Cara pengkategorian yang lain didasarkan pada keadaan dari kumpulan (set)
state pada suatu stage. Artinya, apakah state Sn dapat direspresentasikan
sebagai variable state diskrit atau continue, atau mungkin diperlukan suatu
vektor state (lebih dari satu variable)
Contoh Soal
Badan kesehatan dunia (WHO) bermaksud akan menyempurnakan
pelayanan kesehatan di Negara-negara yang sedang berkembang.
Saat ini WHO mempunyai 5 team kesehatan yang harus di tempatkan di tiga
Negara untuk menyempurnakan pelayanan kesehatan, pendidikan
kesehatan dan program pelatihan. Dengan demikian WHO harus
menentukan berapa team yang harus ditempatkan ditiap-tiap Negara,
sehingga keefektifan total dari kelima team itu dapat maksimum. Sebagai
ukuran dari keefektifan itu adalah pertambahan umur (yaitu berapa tahun
umur orang akan bertambah dengan adanya team tersebut)
Tabel berikut adalah taksiran pertambahan umur (tahun orang) dalam
satuan ribu untuk tiap Negara dan alokasi team yang mungkin dilakukan.
Jumlah team yang Pertumbuhan umur (ribuan tahun – orang)
dialokasikan
Negara 1 Negara 2 Negara 3
0 0 0 0
1 45 20 50
2 70 45 70
3 90 75 80
4 105 110 100
5 120 150 130
Cara Mundur
Stage 3
S F3 X3*
0 0 0
1 50 1
2 70 2
3 80 3
4 100 4
5 130 5
Stage 2
X2 F2(S,X2) = P2(X2) + F2*(S – X2) F2*(s) X2 *
S
0 1 2 3 4 5
0 0+0 0 0
1 0 + 50 20 + 0 50 0
2 0 + 70 20 + 50 45 + 0 70 0, 1
3 0 + 80 20 + 70 45 + 50 75 + 0 95 2
4 0 + 100 20 + 80 45 + 70 75 + 50 110 + 0 125 3
5 0 + 130 20 + 100 45 + 80 75 + 70 110 + 50 150 + 0 160 4
Stage 1
X1 F1(S,X1) = P1(X1) + F1*(S – X1) F1*(s) X1 *
S
0 1 2 3 4 5
0 0+0 0 0
1 0 + 50 45 + 0 50 0
2 0 + 70 45 + 50 70 + 0 95 1
3 0 + 95 45 + 70 70 + 50 90 + 0 120 2
4 0 + 125 45 + 95 70 + 70 90 + 50 105 + 0 140 1,2, 3
5 0 + 160 45 + 125 70 + 95 90 + 70 105 + 50 120 + 0 170 1
Solusi Optimum Cara Mundur
X1* = 1, sehingga S = 5 – 1 = 4
Untuk Stage 2 ( n = 2). Maka akibatnya X2* = 3
Selanjutnya S = 4 – 3 = 1 untuk n = 3 sehingga X3* = 1 , sehingga
alokasi dari team adalah (1,3,1) dengan jumlah peningkatan
pertambahan umur 170.
Cara Maju
Stage 1 S F1 X 1*
0 0 0
1 45 1
2 70 2
3 90 3
4 105 4
5 120 5
Stage 2
X2 F2(S,X2) = P2(X2) + F2*(S – X2) F2*(s) X2 *
S
0 1 2 3 4 5
0 0+0 0 0
1 0 + 45 20 + 0 45 0
2 0 + 70 20 + 45 45 + 0 70 0
3 0 + 90 20 + 70 45 + 45 75 + 0 90 0,1,2
4 0 + 105 20 + 90 45 + 70 75 + 45 110 + 0 120 3
5 0 + 120 20 + 105 45 + 90 75 + 70 110 + 45 150 + 0 155 4
Stage 3
X3 F3(S,X3) = P3(X3) + F3*(S – X3) F3*(s) X3 *
S
0 1 2 3 4 5
0 0+0 0 0
1 0 + 45 50 + 0 50 0
2 0 + 70 50 + 45 70 + 0 95 1
3 0 + 90 50 + 70 70 + 45 80 + 0 120 2
4 0 + 120 50 + 90 70 + 70 80 + 45 100 + 0 140 1,2, 3
5 0 + 155 50 + 120 70 + 90 80 + 70 100 + 45 130 + 0 170 1
Solusi Optimum Cara Maju
X3* = 1 sehingga sehingga S = 5 – 1 = 4
Untuk Stage 2 ( n = 2). Maka akibatnya X2* = 3
Selanjutnya S = 4 – 3 = 1 untuk n = 3 sehingga X3* = 1 , sehingga
alokasi dari team adalah (1,3,1) dengan jumlah peningkatan
pertambahan umur 170.