0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
180 tayangan15 halaman

Jenis dan Manfaat Leasing dalam Keuangan

a. Leasing adalah kontrak sewa untuk pemanfaatan harta dengan pembayaran secara angsuran dalam kurun waktu tertentu. b. Terdapat berbagai jenis leasing seperti capital lease, operating lease, sales type lease, leverage lease, dan cross border lease. c. Leasing memiliki berbagai manfaat seperti bersifat fleksibel, tidak membutuhkan jaminan, dan memberikan pelayanan cepat.

Diunggah oleh

Netty Rain
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
180 tayangan15 halaman

Jenis dan Manfaat Leasing dalam Keuangan

a. Leasing adalah kontrak sewa untuk pemanfaatan harta dengan pembayaran secara angsuran dalam kurun waktu tertentu. b. Terdapat berbagai jenis leasing seperti capital lease, operating lease, sales type lease, leverage lease, dan cross border lease. c. Leasing memiliki berbagai manfaat seperti bersifat fleksibel, tidak membutuhkan jaminan, dan memberikan pelayanan cepat.

Diunggah oleh

Netty Rain
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Manajemen keuangan II

LEASING
Neti Hadianti
1612120036
manajemen
Leasing adalah suatu kegiatan pembiayaan
yang berbentuk penyediaan barang atau
modal yang bias dilakukan oleh siapapun
yang membutuhkannya, baik itu
perusahaan atau perorangan yang
PENGERTIAN menggunakan barang tersebut. Kegiatan
leasing umumnya mempunyai kurun waktu
LEASING tertentu dan cara pembayarannya juga
dicicil atau diangsur.
1. Capital Lease
Capital lease merupakan jenis perusahaan yang bergerak di bidang leasing dan
berasal dari lemaga keuangan. Jenis leasng yang satu ini biasanya dapat
melayani pihak nasabah yang membutuhkan kebebasan dalam hal menentukan
modal atau barang dengan spesifikasi tertentu. Dalam penggunaannya, pihak
lessor akan memberikan sejumlah dana untuk digunakan membayar barang
yang dibutuhkan pihak supplier. Kemudian akan diserahkan kepada pihak
lesseee. Setelah itu, pihak lessor akan mendapatkan imbalan berupa

Jenis-Jenis pembayaran secara dicicil atau mengangsur dalam kurun waktu yang telah
disepakati bersama.

Leasing
2. Operating Lease
Operating Lease merupakan salah satu jenis perusahaan
leasing yang mana pihak lessor akan membeli suatu
barang dan kemudian disewakan kepada para nasabah
dalam kurun waktu yang telah disepakati. Untuk hal
tersebut pihak nasabah biasanya hanya perlu membayar
biaya rental barang saja. Sedangkan untuk harganya dan
biaya lainnya akan ditanggung oleh pihak lessor
3. Sales Type Lease
Lease penjualan adalah salah satu jenis leasing yang
umumnya dikerjakan oleh perusahaan yang bergera di
bidang industri. Kemudian mereka akan melakukan
penjualan lease barang dari hasil produk yang mereka buat.
Ada dua jenis pendapatan yang bisa diakui, pertama adalah
pendapatan yang berasal dari hasil jual barang. Lalu yang
kedua adalah pendapatan yang berasal dari bunga
pembelanjaan selama kurun waktu tertentu.

4. Leverage Lease
Leverage adalah jenis perusahaan leasing yang
mengikutsertakan pihak ketiga. Itu artinya, pihak
lessor tidak akan membayar onjek leasing dengan
jumlah 100% tapi mereka hanya perlu membayar
20% sampai 40% saja. Sisanya nanti akan
ditanggung langsung oleh pihak ketiga.
5. Cross Border Lease
Ini adalah jenis perusahaan leasing
yang dilakukan oleh antar negara.
Itu artinya, pihak lessor dan juga
lesseee tidak ada di dalam satu
negara yang sama. Akan tetapi
keduanya berada di negara yang
berbeda. Umumnya, jenis leasing
yang satu ini hanya melakukan
transaksi untuk barang yang
mempunyai nominal besar. Seperti
halnya produk pesawat terbang
Boeing atau Airbus
3. Capital Saving
Pihak lembaga
leasing biasanya
2. Tidak akan memberikan
1. Bersifat Fleksibel
Membutuhkan anggaran sebanyak
Kerangka struktur
Jaminan 100% untuk para
yang ada di dalam
Hak kepemilikan nasabah. Sehingga
leasing dapat
Manfaat dan disesuaikan dengan
keperluan pihak
yang sah atas aktiva
di dalam leasing serta
lessee dapat
menggunakan dana
Keunggulan lessee. Sehingga
pembayaran lease
yang sesuai dengan
tersebut untuk
kebutuhan yang
Leasing jangka waktu leasing
dan juga nominal
aktiva dapat dijadikan
sebagai jaminan
lain dengan tujuan
untuk
yang harus
untuk lease tersebut. meningkatkan
dibayarkan dapat
produktivitas
disesuaikan dengan
perusahaan.
kondisi finansial
nasabah
4. Pelayanan Cepat 5. Terhindar dari 6. Dilindungi Oleh 7. Cara Memperoleh
Umumnya, prosedur Inflasi Hukum Aktiva
pembiayaan akan Dalam kegiatan Disini, pihak lessor dan Pihak leasing kerap
membutuhkan waktu leasing, para nasabah juga pihak lessee akan kali dijadikan sebagai
yang relatif cepat. Mulai dapat menghindari mendapatkan kepastian salah satu pilihan
dari sistem inflasi karena hukum karena sudah ada utama ketika sebuah
pengajuannya hingga pembayaran akan peraturan yang perusahaan ingin
realisasinya. Dengan laksanakan sesuai sebelumnya sudah melakukan
adanya kemudahaan dengan satuan disepakati. Dimana modernisasi guna
tersebut, maka hal itu keuangan yang telah peraturan terebut tidak meningkatkan
dapat meningkatkan disepakati. bisa dibatalkan meski produktivitas namun
efisiensi waktu untuk sedang mengalami kesulitan dalam hal
melakukan kegiatan kondisi keuangan yang pendanaan.
perusahaan. Sehingga sulit.
perusahaan juga bisa
lebih produktif.
a. Lease: Yaitu sebuah kontrak sewa untuk pemanfaatan
harta dengan jumlah sewa yang dibayarkan dalam kurun
waktu tertentu.
b. Lessee: Yaitu pihak nasabah atau pelanggan yang
biasanya berbentuk perorangan atau perusahaan. Dimana
Istilah yang Ada mereka memanfaatkan mdal dari pendanaan pihak leasing.
c. Lessor: Yaitu pihak yang memiliki aktiva atau barang
di Dalam Leasing modal, dimana selanjutnya akan di lease.
d. Lease Term: Ini adalah jangka waktu leasing yang
sifatnya mutlak dan tidak dapat dibatalkan.
e. Residual Value: Ini merupakan nilai leased asset yang
kemungkinan bisa diterapkan saat memasuki akhir periode
sewa.
Fungsi Leasing
Perlu dipahami bahwa sebenarnya fungsi leasing hampir sama dengan fungs bank. Dimana
leasing juga menyediakan pembiayaan produk dengan skala menengah. Perbedaannya
hanya terletak di bentuk pinjamannnya. Biasanya bank konvensional hanya memberikan
pinjaman dalam bentuk uang. Sementara leasing bisa memberikan pinjaman dalam entuk
barang yang nantinya pembayarannya dilakukan dengan cara dicicil.
Tujuan Leasing
Pada umumnya, tujuan dari adanya leasing yaitu untuk memberikan kemudahan bagi
masyarakat dalam mempunyai barang ataupun modal, meskipun barang tersebut
mempunyai nilai yang tinggi. Selain itu, pihak leasing juga akan mendapatkan
keuntungan dari bisnis tersebut. Biasanya mereka akan mendapatkan keuntungannya
dari bunga kredit. Apabila harga sepeda motor yang diinginkan memiliki harga normal
17 juta. Maka kita harus membayar sepeda motor itu dengan harga yang lebih tinggi
dari harga awal pada pihak leasing. Sebab, di dalam angsurannya akan ada bunga
kredit.
Contoh Perusahaan Leasing di
Indonesia

Perusahaan leasing yang ada di Indonesia cukup banyak. Dimana perusahaan tersebut telah
memiliki variasi layanan yang ditawarkan. Berikut ini adalah perusahaan leasing yang sekarang
ada di Indonesia yaitu PT BCA .Finance, PT Federal Internasional Finance (FIF), PT Adira
Dinamika Multi Finance, Tbk. PT Oto Multi Artha, PT Summit Oto Finance, PT Wahana Ottomira
Multiartha (WOM), dan masih banyak lagi lainnya
Perbedaan Leasing dan Kredit
1. Batas Waktu Pembayaran 2. Kepemilikan Barang
Leasing dan kredit memang mempunyai batas waktu Jika pada leasing, kepemilikan barang tetap berada
pembayaran. Akan tetapi, batas waktu yang ditentukan tidak di pihak lessor. Sehingga ketika pelanggan tidak
sama antara leasing dan juga kredit. Di dalam leasing, batas dapat melunasi pembayaran sesuai dengan waktu
waktu pembayaran ditentukan langsung oleh pihak lessor yang telah disepakati, maka barang tersebut akan
dan biasanya jangka waktu yang diberikan cukup panjang. ditarik oleh pihak lessor. Sedangkan di dalam
Bergantung dari kemampuan pihak yang menyewa untuk kredit, misalkan terjadi kasus customer terlambat
membayar leasing. Sedangkan pada kredit, biasanya baas membayar cicilan yang telah disepakati, maka akan
waktu yang diberikan lebih terbatas atau pendek. Jumlah dikenakan denda atau bunga yang ditangguhkan di
uang serta jangka waktu pembayaran adalah hasil dari bulan berikutnya. Namun jika sampai jatuh tempo
kesepakatan kedua belah pihak. Akan tetapi, batas waktu customer belum juga membayar cicilan tersebut,
untuk lredit umumnya memiliki maksimal yaitu 5 tahun. maka barang yang telah dibeli akan disita oleh
pihak kreditur dan uang cicilan sebelumnya juga
tidak akan dikembalikan
Soal Sewa Guna Usaha (Keputusan Melakukan Leasing atau Tidak)

PT. Maju Jaya membutuhkan satu unit mesin produksi seharga Rp200.000.000 dan
dperkirakan memiliki umur ekonomis 2 tahun dan tanpa nilai residu. Penyusutan
menggunakan metode garis lurus. Untuk pengadaan mesin tersebut
mempertimbangkan 2 alternatif yaitu : a. Meminjam dana kepada Bank AGM
sebesar Rp200.000.000 dengan bunga per tahun 10%. Pembayaran pokok pinjaman
dilakukan pada akhir tahun ke - 2. b. Menyewa mesin tersebut selama 2 tahun dari
perusahaan leasing dengan membayar uang sewa sebesar Rp105.000.000 / tahun.
Pembayaran sewa dilakukan setiap akhir tahun. Pertanyaan : Jika tarif pajak
perusahaan sebesar 40%, apakah pengadaan mesin tersebut sebaiknya dibeli
dengan dana pinjaman atau dileasing ? Jelaskan analisis dan perhitungan saudara.
Arus kas jika mesin yang dibeli dengan dana pinjaman dari
Bank AGM (dalam Jutaan) :
Tahun 1 Tahun 2
Cost of owning
Harga beli mesin (200)

pinjaman 200
Biaya bunga (20) (20)
Tax saving dari bunga 8 8

Pembayaran pokok pinjaman (200)

Tax saving dari penyusutan 40 40


Arus kas keluar bersih 0 28 (127)

Tax Saving dari bunga = 40% x ( 10% x 200 Juta )


Tax Saving dari penyusutan = 40% x ( 200 juta / 2 tahun)

PV Cost of Owning = 28 Juta + -172 Juta (1+0,06)1 (1+0,06)2


= Rp163.580.000 (-)
Arus Kas jika mesin disewa ( leasing ) :

- Tahun 1 Tahun 2
Cost of leasing
pembayaran sewa (105) (105)
Tax saving dari 42 42
pembayaran sewa
Arus kas keluar (63) (63)

Tax saving dari pembayaran sewa = 40% x Rp105 Juta


PV Cost of Leasing = -Rp63 Juta + -Rp63 Juta (1 – 0,06)1 (1 – 0,06)2
= Rp137.567.000 (-)

PV Cost of Owning lebih besar dari PV Cost of Leasing, jadi dari perhitungan diatas sebaiknya perusahaan
menyewa mesin karena terdapat efisiensi arus kas keluar

Anda mungkin juga menyukai