DESAIN STUDI EPIDEMIOLOGI
WAHYU KUSUMO WIDOYONO (D22.2018.02286)
MARTINUS KELYN ERVIANDO (D22.2018.02287)
DHEANITA NUR FADHILA (D22.2018.02289)
CHOERUL CHAFIF ASADULLAH (D22.2018.02290)
DESAIN STUDI EPIDEMIOLOGI
01 Tujuan Studi Epidemiologi
02 Jenis – jenis Penelitian Epidemiologi
03 Epidemiologi Deskriptif
04 Studi Ekologis Epidemiologi
Perbandingan antara studi potong lintang, studi kasus
05 control, studi kohor
01 Tujuan studi epidemiologi
Tujuan penelitian epidemiologi adalah pen-
gendalian penyakit yang diperkirakan akan
membebani individu maupun masyarakat di-
masa mendatang.
Penelitian Observasional Penelitian Eksperimental
Penelitiandeskriptif Penelitian analitik 1. Studi pra-Eksperimenta
2. Studi kuasi Eksperimental
3. Studi eksperimental benar
Ekologis Cross sec- Case Control Cohort
tional
Yaitu peneliti melakukan pengamatan ataupun pengukuran terhadap vari-
A. Penelitian Observasional able subyek penelitian menurut keadaan alamiah, tanpa manipulasi/ inter-
vensi/ perlakuan. Penelitian observasional terbagi menjadi :
1 Penelitian Deskriptif
Menggambarkan status kesehatan masyarakat, diambil dari data yang sudah
ada atau dari sebuh survei. Menggambarkan pola-pola kejadian penyakit
menurut variable orang,tempat dan waktu.
Penelitian Analitik
2
Studi analitik adalah riset epidemiologi yang bertujuan untuk memperoleh
penjelasan tentang faktor-faktor risiko dan penyebab penyakit.
Faktor risiko adalah faktor-faktor atau keadaan-keadaan yang mem-
penga-ruhi perkembangan suatu penyakit atau status kesehatan tertentu
Penelitian analitik terbagi menjadi :
1. Ekologis
2. Cross section
3. Case Control
4. Cohort
Penelitian Analitik
Ekologis Cross sectional Case Control Cohort
Rancangan studi epi- Studi epidemiologi yang
Rancangan studi epi-
demiologi yang mem- mempelajari hubungan
Unit pengamatan demiologi yang mem-
pelajari hubungan antara paparan dan
adalah populasi, bertu- pelajari hubungan antra
penyakit dan paparan penyakit dengan cara
juan untuk melihat ke- paparan (factor penel-
(factor penelitian) den- membandingkan
cenderungan tertentu tian) dan penyakit den-
gan cara mengamati kelompok terpapar (fac-
(tempat sama untuk gan cara memband-
status paparan dan tor penelitian) dan
waktu yang berbeda ingkan kelompok kasus
penyakit serentak pada kelompok tidak terpapar
atau sebaliknya) dan kelompok control
individu-individu dari berdasarkan status
berdasarkan status pa-
populasi tunggal pada penyakit
parannya
satu saat/periode
Case Control
Skema penelitian Case control
Waktu
Arah penelitian Rancangan studi epi-
demiologi yang mem-
pelajari hubungan an-
Di mulai dengan tara paparan (factor
peneltian) dan penyakit
dengan cara memband-
terpapar
ingkan kelompok kasus
Kasus orang dan kelompok control
yang berdasarkan status pa-
Tidak terpapar parannya
population
terpapar
Kontrol orang
yang
Tidak terpapar
Cohort
Skema penelitian kohort
Waktu
Studi epidemiologi
Arah penelitian yang mempelajari
hubungan antara pa-
paran dan penyakit
Di mulai dengan dengan cara mem-
bandingkan kelompok
terpapar (factor
penelitian) dan
sehat kelompok tidak terpa-
par berdasarkan sta-
terpapar tus penyakit
orang orang
population Sakit
yang sehat
sehat
Tidak terpapar
Sakit
Yaitu peneliti melakukan manipulasi terhadap satu atau lebih variabel
B. Penelitian Eksperimental subyek penelitian dan kemudian mempelajari efek perlakuan tersebut.
Contoh penelitian pengaruh pembersihan air tergenang disekitar rumah
terhadap kejadian demam berdarah dengue.
Penelitian eksperimental mempunyai tingkatan yaitu :
1 Studi pra-eksperimental
Yaitu rancangan yang digunakan memngungkapkan hubungan sebab-
akibat hanya dengan cara melibatkan satu kelompok subyek sehingga
tidak ada control yang ketat terhadap variable.
2 Studi kuasi eksperimental
Yaitu penelitian yang dilaksanakan dengan menggunakan sekluruh sub-
yek dalam kelompok belajar untuk diberi perlakuan dan bukan menggu-
nakan subyek yang diambil secara acak.
3 Studi eksperimental benar/ murni
Yaitu rancangan yang digunakan memngungkapkan hubungan sebab-
akibat dengan cara melibatkan kelompok control disamping kelompok
eksperimental, yang pemilihan kedua kelompok tersebut menggunakan
teknik acak.
03 Epidemiologi Deskriptif
Tujuan penelitian Deskriptif
1. Menyediakan informasi tentang pola keja-
dian penyakit menurut karakteristik ter-
tentu seperti umur, gender, ras, pekerjaan,
daerah geografik.
2. Menyediakan data dasar bagi peren-
canaan,penyediaan dan penilaian
pelayanan kesehatan.
3. Menilai kecenderugan pemaparan faktor
resiko dalam populasi atau antar populasi
4. Memperoleh petunjuk awal tentang etiologi
penyakit, untuk dilanjutkan dengan studi
analitik.
04 Studi ekologis epidemiologi
Studi Ekologis termasuk dalam penelitian Kelemahan studi ekologi, meliputi:
Analitik. Studi ekologi tak dapat dipakai untuk
menganalisis hubungan sebab akibat karena
Unit pengamatan adalah populasi, bertujuan
dua alasan.
untuk melihat kecenderungan tertentu (tem- 1. Alasan pertama adalah, ketidak mampuan
pat sama untuk waktu yang berbeda atau se- menjembatani kesenjangan status paparan dan
baliknya) status penyakit pada tingkat populasi dan
individu.
Kekuatan studi ekologi,
Insertmeliputi:
Your Image 2. Sedangkan alasan kedua adalah studi
ekologi tak mampu untuk mengontrol faktor
1. Kekuatan pada studi ekologikal adalah dapat perancu
menggunakan data insidensi, prevalensi maupun potensial.
mortalitas( data sekunder).
2. Rancangan ini tepat sekali digunakan pada penye- Tujuan Studi Ekologis :
lidikan awal hubungan penyakit, sebab mudah di- Untuk mendeteksi sejauh mana variasi-variasi
lakukan dan murah dengan memanfaatkan informasi pada suatu faktor berkaitan dengan variasi-
yang tersedia. variasi pada satu atau lebih faktor lain
3. Dapat mengevaluasi program, kebijakan dan berdasarkan koefisien korelasi
regulasi.
Perbandingan antara studi potong lintang, studi kasus
05 control, studi kohor
1. Studi Potong Lintang/Cross Sectional.
A. Pengertian D. Kekurangan
Rancangan studi epidemiologi yang mempelajari 1. Pada pencuplikan nono acak
hubungan penyakit dan paparan (factor penelitian) sulit diketahui probabilitas sub-
dengan mengamati status paparan dan penyakit yek untuk terpilih dari populasi
serentak pada individu dari populasi tunggal,pada satu sasaran, makaakan terjadi bias.
saat atau periode. 2. Tidak dapat menganalisa
B. Tujuan hubungan kausal penyakit dan
Memperoleh gambaran pola penyakit dan deter- paparan
minan-determinannya pada populasi sasaran. 3. Penggunaan data pravelensi
menyebabkan hasil studi ini
mencerminkan tidak hanya as-
C. Kelebihan pek etiologi tetapi juga survivali-
1. Mudah dilakukan, sederhana dan murah karena tidak tas penyakit.
memerlukan follow up
2. Dalamwaktu yang bersamaan dapat di kumpulkan vari-
able resiko ataupun variable efek
3. Tidak memaksa subjek untuk mengalami factor yang
diperkirakan bersifat merugikan kesehatan (factor re-
siko)
Perbandingan antara studi potong lintang, studi kasus
05 control, studi kohor
1. Studi Kasus Kontrol
A. Pengertian D. Kekurangan
Rancangan studi epidemiologi yang mempelajari 1. Ketidaklengkapan dan ketidak-
hubungan antara penyakit dan paparan (factor peneli- teraturan data tentang paparan
tian) dengan membandingkan kelompok kasus dan atau pencatatan informasi
kelompok control berdasarkan status paparan. 2. Tidak efisien jika digunakan un-
B. Tujuan tuk mempelajari paparan pa-
Memperoleh data terpapar dan tidak terpapar dari paran yang langka, jika beda re-
kasus yang di teliti pada suatu populasi siko antara populasi yang
berpenyakit dan tak berpenyakit
C. Kelebihan 3. Tidak dapat menghitung laju in-
1. Relatif murah dan mudah dilakukan sidensi (kecepatan kejadian
2. Cocok untuk meneliti penyakit dalam periode yang pan- penyakit) baik yang terpapar
jang maupun yang tidak terpapar
3. Subjek dipilih berdasarkan status penyakit 4. Tidak mudah memastikan
4. Dapat meniliti pengaruh sejumlah paparan terhadap se- hubungan antara paparan dan
jumlah penyakit penyakit
Perbandingan antara studi potong lintang, studi kasus
05 control, studi kohor
1. Studi Kohor
A. Pengertian D. Kekurangan
Studi epidemiologi yang mempelajari hubungan an-
tara paparan dan penyakit dengan cara memband- 1. Rancangan lebih mahal dan bu-
ingkan kelompok terpapar (factor penelitian) dan tuh waktu lebih lama
kelompok 2. Tidak efisien dan tidak praktis
tidak terpapar berdasarkanstatus penyakit untuk mempelajari penyakit
B. Tujuan yang langka
Untuk mengetahui populasi sehat dan sakit dari 3. Tidak cocok untuk merumuskan
total populasi yang di teliti hipotesis tentang factor etiologi
C. Kelebihan
1. Penelitian telah dipastikan semua subjek tidak
berpenyakit sehingga waktu (antara paparan dan
penyakit) dapat diketahui dengan jelas
2. Dapat menghitung laju insidensi
3. Dapat meneliti paparan yang langka (misal, factor
lingkungan)
4. Mempelajari sejumlah efek dari sebuah paparan
Daftar Pustaka
[Link]
[Link]
[Link]
Buku modul dasar epidemiologi universitas diannuswantoro
INSERT THE TITLE
OF YOUR PRESENTATION HERE
Thank you