KETOASIDOSIS
DIABETIK
Riansyah A. S. Bugis
Defenisi
Ketoasidosi diabetik adalah keadaan dekompensasi-kekacauan
metabolik yang ditandai oleh trias hiperglikemia, asidosis dan ketosis,
terutama di sebabkan oleh defisiensi insulin absolut atau relatif. KAD
dan hipoglikemia merupakan komplikasi akut diabetes melitus yang
serius dan membutuhkan pengelolaan gawat darurat. Akibat diuresis
osmotik, KAD biasanya mengalami dehidrasi berat dan bahkan dapat
menebabkan syok.
Faktor Pencetus
Ada sekitar 20% pasien KAD yang baru diketahui menderita DM untuk
pertama kali. Pada pasien KAD yang sudah diketahui DM sebelumnya,
80% dapat dikenali adanya faktur pencetus. Mengatasi faktor pencetus
ini penting dalam pengobatan dan pencegahan ketoasidosis berulang.
Faktor pencetus yang berperan untuk terjadinya KAD adalah infeksi,
infark miokard akut, pankreatitis akut, penggunaan obat golongan
steriod, menghentikan atau mengurangi dosis insulin.
Gejala Klinis
Diagnosis
Prinsip Pengobatan
Komplikasi
Komplikasi yang paling sering dari KAD adalah hipoglikemia oleh karena
penanganan yang berlebihan dengan insulin, hipokalemia yang disebabkan
oleh pemberian insulin dan terapi asidosis dengan bikarbonat, dan
hiperglikemia sekunder akibat pemberian insulin yang tidak kontinu setelah
perbaikan tanpa diberikan insulin subkutan. Umumnya pasien KAD yang telah
membaik mengalami hiperkloremia yang disebabkan oleh penggunaan cairan
saline yang berlebihan untuk penggantian cairan dan elektrolit dan non-anion
gap metabolic acidosis seperti klor dari cairan intravena mengganti hilangnya
ketoanion seperti garam natrium dan kalium selama diuresis osmotik.
Kelainan biokemikal ini terjadi sementara dan tidak ada efek klinik signifikan
kecuali pada kasus gagal ginjal akut atau oliguria ekstrem.
Prognosis
Pada DM yang tidak terkendali dengan kadar gula darah yang terlalu
tinggi dan kadar hormon insulin yang rendah, tubuh tidak dapat
menggunakan glukosa sebagai sumber energi. Sebagai gantinya tubuh
akan memecah lemak untuk sumber energi.
Pemecahan lemak tersebut akan menghasilkan benda-benda keton
dalam darah(ketosis). Ketosis menyebabkan derajat keasaman (pH) darah
menurun atau disebutsebagai asidosis. Keduanya disebut sebagai
ketoasidosis. Oleh karena itu prognosis pada KAD masih tergolong dubia,
tergantung pada usia,adanya infark miokard akut, sepsis, syok. Pasien
membutuhkan insulin dalam jangka panjang dan kematian pada penyakit
ini dalam jumlah kecil sekitar 5%.
Kesimpulan
KAD adalah keadaan dekompensasi kekacauan metabolik yang
ditandai oleh trias hiperglikemia, asidosis, dan ketosis yang merupakan
salah satu komplikasi akut metabolik diabetes mellitus yang paling
serius dan mengancam nyawa. Walaupun angka insidennya di
Indonesia tidak begitu tinggi dibandingkan negara barat, kematian
akibat KAD masih sering dijumpai, dimana kematian pada pasien KAD
usia muda umumnya dapat dihindari dengan diagnosis cepat,
pengobatan yang tepat dan rasional sesuai dengan patofisiologinya.
Kesimpulan
Keberhasilan penatalaksanaan KAD membutuhkan koreksi dehidrasi,
hiperglikemia, asidosis dan kelainan elektrolit, identifikasi faktor
presipitasi komorbid, dan yang terpenting adalah pemantauan pasien
terus menerus. Penatalaksanaan KAD meliputi terapi cairan yang
adekuat, pemberian insulin yang memadai, terapi kalium, bikarbonat,
fosfat, magnesium, terapi terhadap keadaan hiperkloremik serta
pemberian antibiotika sesuai dengan indikasi. Faktor yang sangat
penting pula untuk diperhatikan adalah pengenalan terhadap
komplikasi akibat terapi sehingga terapi yang diberikan tidak justru
memperburuk kondisi pasien.