0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
74 tayangan21 halaman

Pengauditan Sistem Informasi Komputer

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut membahas proses audit sistem informasi mulai dari perencanaan, pengumpulan bukti, evaluasi bukti, hingga komunikasi hasil audit. 2. Tujuan audit sistem informasi adalah memastikan keamanan sistem, integritas data, dan efektivitas penggunaan sumber daya. 3. Software audit seperti CAS dan ACL digunakan untuk memeriksa file data besar dan mengidentifikasi catatan

Diunggah oleh

Intan Kartika
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
74 tayangan21 halaman

Pengauditan Sistem Informasi Komputer

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut membahas proses audit sistem informasi mulai dari perencanaan, pengumpulan bukti, evaluasi bukti, hingga komunikasi hasil audit. 2. Tujuan audit sistem informasi adalah memastikan keamanan sistem, integritas data, dan efektivitas penggunaan sumber daya. 3. Software audit seperti CAS dan ACL digunakan untuk memeriksa file data besar dan mengidentifikasi catatan

Diunggah oleh

Intan Kartika
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB 11

PENGAUDITAN SISTEM INFORMASI


BERBASIS KOMPUTER

KELOMPOK 8 :

FITRI HANDAYANI ( B.231.20.0256 )


INTAN KARTIKA ( B.231.20.0259 )
ADELIA D PASHA ( B.231.20.0261 )
SIFAT PENG-AUDITAN

a) Tinjauan Menyeluruh Proses Audit


Seluruh audit mengikuti urutan aktivitas yang serupa. Audit dapat
berupa empat tahap yaitu : perencanaan, pengumpulan bukti,
pengevaluasian bukti, dan pengkomunikasian hasil audit.
Tinjauan Menyeluruh Proses Audit
Merencanakan Audit
Tetapkan lingkup dan tujuan; Organisisr tim audit; Kembangkan pengetahuan mengenai
operasional bisnis; Tinjauan hasil audit audit sebelumnya;Identifikasi faktor
-faktor resiko; Siapkan program audit.

Mengumpulkan Bukti Audit


Pengamatan atas kegiatan-kegiatan operasional; Tinjauan dokumentasi; Kuesioner:
Berdiskusi dengan pegawai; Pemeriksaan fisik aset; Konfirmasi melalui pihak ketiga:
Melakukan ulang prosedur; Pembuktian dengan dokumen sumber; Review analitis;
Pengambilan sampel audit

Mengevaluasi Bukti Audit


Nilai kualitas pengendalian internal; Nilai keandalan informasi; Nilai kinerja Operasional;
Pertimbangkankebutuhan atas bukti tambahan; Pertimbangkan faktor- faktor resiko;
Pertimbangkan faktor materialitas; Dokumentasikan penemuan2 audit

Mengkomunikasikan Hasil Audit


Memformulasikan kesimpulan audit; Membuat rekomendasi bagi pihak manajemen;
Mempersiapkan laporan audit; Menyajikan hasil-hasil audit kepada pihak manajemen
b) Perencanaan Audit
Langkah pertama adalah untuk menetapkan lingkup dan tujuan
keuangannyadisajikan dengan wajar. Sebaliknya, sebuah audit internal
mungkin memeriksa satu departemen tertentu atau aplikasi computer.
Audit direncanakan, sehungga jumlah terbesar pekerjaan audit
berfokus pada area dengan faktor-faktor resiko tertinggi.
Tiga jenis resiko audit yaitu :
(-) Resiko bawaan, merupakan kelemahan terhadap resiko material
karena tidak tersedianya pengendalian internal. Contoh : sistem yang
menggunakan pemrosesan secara online, jaringan, database,
telekomunikasi, dan bentuk lain dari teknologi maju memiliki bawaan
resiko lebih banyak.
(-) Resiko pengendalian, merupakan resiko saat salah satu material akan melampaui
struktru pengendalian internal ke dalam laporan keuangan. Resiko pengendalian
dapat ditentukan dengan meninjau lingkungan pengendalian, menguji pengendalian
internal, dan mempertimbangkan kelemahan – kelemahan pengendalian yang
diidentifikasi dalam audit sebelumnya serta mengevaluasi bagaimana mereka
diperbaiki.
(-) Resiko deteksi, merupakan resiko saat para auditor dan prosedur auditnya akan
gagal mendeteksi sebuah kesalahan atau salah satu yang material.

c) Pengumpulan Bukti Audit


Cara yang paling umum untuk mengumpulkan bukti audit yaitu :
• Observasi, misalnya menyaksikan bagaimana personel pengendalian data
menangani pekerjaan pengolahan data saat diterima.
• Pemerikasaan atas dokumentasi untuk memahami bagaimana sebuah proses
atau sistem pengendalian internal tertentu harusnya berfungsi
• Diskusi dengan para pegawai mengenai pekerjaan mereka dan bagaimana
mereka melakukan prosedur – prosedur tertentu
• Kuesioner untuk mengumpulkan data
• Pemeriksaan fisik atas kuantitas dan atau kondisi dari asset berwujud, seperti
peralatan dan persediaan
• Konfirmasi atas ketepatan informasi, seperti saldo akun pelanggan melalui
komunikasi dengan pihak ketiga yang independen
• Melakukan ulang atas perhitungan untuk melakukan verifikasi informasi
kuantitatif misalnya menghitung ulang biaya depresiasi tahunan
• Pemeriksaan bukti pendukung untuk validitas dari sebuah transaksi dengan
memeriksa dokumen pendukung, seperti pesanan pembelian, laporan
penerimaan, dan faktur penjualan yang mendukung sebuah transaksi utang
• Tinjauan analitis, contohnya seorang auditor untuk sebuah toko pengecer
menemukan bahwa rasio atas piutang terhadap pendapatan atas satu toko terlalu
tinggi. Sebuah penyelidikan mengungkapkan bahwa manajer mengalihkan dana
yang dikumpulkan untuk penggunaan pribadinya.
d) Evaluasi Atas Bukti Audit
Auditor mengevaluasi bukti yang dikumpulkan dan memutuskan apakah bukti
tersebut mendukung kesimpulan yang menguntungkan atau tidak. Jika tidak
menyakinkan, auditor menjalankan prosedur tambahan untuk mencapai sebuah
kesimpulan pasti. Auditor mencari penjaminan memadai bahwa tidak ada
kesalahan material yang ada dalam informasi atau proses yang diaudit. Oleh karena
untuk mencari penjaminan penuh memerlukan biaya yang sangat mahal, auditor
memiliki beberapa resiko bahwa kesimpulan auditnya salah. Ketika resiko bawaan
atau pengendalianya tinggi, auditor harus mendapatkan penjaminan yang lebih
besar untuk mengimbangi yang lebbih besar untuk mengimbangi ketidak pastian
dan resiko yang lebih besar.
e) Komunikasi Hasil Audit
Auditor mengirimkan sebuah laporan tertulis yang merangkum temuan –
temuan audit dan rekomendasi kepada manajemen, komite, audit, dewan direksi
dan pihak – pihak lain yang berkepentingan. Lalu auditor biasanya melakukan studi
tindak lanjut untuk mematiskan apakah rekomendasinya dilaksanakan.
Pendekatan Audit Berbasis Resiko
1. Menentukan ancaman (penipuan dan kesalahan) yang akan dihadapi
perusahaan, merupakan sebuah daftar dari penyalahgunaan dan perusakan
yang secara kebetulan atau disengaja pada sistem terbuka.
2. Mengidentifikasi prosedur pengendalian yang mencegah, mendeteksi, atau
memperbaiki ancaman, merupakan pengendalian yang harus dipertimbangkan
manajemen dan yang harus diperiksa, diuji oleh auditor untuk meminimalkan
ancaman
3. Mengevaluasi prosedur pengendalian, yaitu dengan sebuah tinjauan sistem
yang menentukan apakah prosedur pengendalian prosedur benar dilaksanakan
atau dengan uji pengendalian yang dilakukan untuk menentukan apakah
pengendalian yang ada berjalan seperti yang dikehendaki
4. Mengevaluasi kelemahan pengendalian untuk menentukan dampaknya dalam
jenis, waktu atau tingkatan prosedur pengauditan
Audit Sistem Informasi
Audit sistem informasi adalah suatu upaya penghimpunan dan juga
penilaian berbagai bukti agar bisa menentukan apakah sistem informasi
yang digunakan pada sebuah perusahaan mampu mengamankan aset,
menjaga integritas data, dan mampu mendorong perusahaan dalam
mencapai tujuannya secara efektif serta menggunakan sumber daya
yang ada secara lebih efisien.
Tujuan Audit Sistem Informasi
Dalam melakukan audit sistem informasi auditor harus memastikan bahwa tujuan-
tujuan berikut terpenuhi yaitu :

1. Perlengkapan keamanan melindungi perlengkapan komputer,program,


komunikasi dan data dari akses yang tidak sah, modifikasi atau penghancuran.
2. Pengembangan dan perolehan program dilaksnakan sesuai dengan otorisasi
khusus dan umum dari pihak manajemen.
3. Modifikasi program dilaksanakan dengan otorisasi dan persetujuan pihak
manajemen.
4. Pemrosesan transaksi, file, laporan dan catatan komputer lainnya telah akurat dan
lengkap
5. Data sumber yang tidak akurat atau yang tidak memiliki otorisasi yang tepat
diidentifikasi dan ditangani sesuai dengan kebijakan manajerial yang telah
ditetapkan.
6. File data komputer telah akurat, lengkap dan dijaga kerahasiaannya.
Pengembangan Program

Dua hal yang dapat salah dalam pengembangan program yaitu :

1. Kesalahan yang tidak disengaja karena karena adanya kesalahpahaman atas


spesifikasi sistem pemrograman.
2. Perintah yang tidak sah yang dengan sengaja dimasukkan kedalam program
Perangkat Lunak Audit
Audit Software, penggunaan software dalam melaksanakan audit dengan
komputer dapat membantu dalam pengujian substantive catatan dan file
perusahaan
Tipe software audit yang utama :
• GAS (Generalized Audi Software), yang terdiri dari satu atau lebih program
yang applicable pada berbagai situasi audit pada suatu perusahaan.
• ACL (Audit Comand Language) merupakan interaktif, yang
menghubungkan user dengan computer. ACL membantu auditor untuk
untuk menganalisis data klien dengan beberapa fungsi, misalnya attribute
sampling, histogram generation, record aging, file comparation, duplicate
checking, dan file printing. Yang relative powerful, fleksibel dan mudah
[Link] auditor dapat memodifikasi program untuk situasi
khusus.
Computer Audit Software (CAS) atau
Generalized Audit Software (GAS)

CAS :
Program komputer yang (berdasarkan spesifikasi dari auditor)
menghasilkan program yang melaksanakan fungsi-fungsi audit.

CAS idealnya sesuai untuk :


• pemeriksaan file data yang besar
• Mengidentifikasi catatan-catatan yang membutuhkan
pemeriksaan audit lebih lanjut.
Manfaat GAS:

a. Memungkinkan auditor untuk mengakses catatan computer yang dapat dibaca untuk
berbagai macam aplikasi dan organisasi.

b. Memungkinkan auditor untuk memeriksa lebih banyak data daripada jika auditor masih
menggunakan proses manual.

c. Dapat melakukan berbagai macam fungsi audit secara cepat dan akurat, termasuk pemilihan
sample secara statistic.

d. Mengurangi ketergantungan pada nonauditing personel untuk melakukan peringkasan data,


dengan demikian auditor dapat mengelola pengendalian audit yang lebih baik.

e. Auditor hanya memerlukan pengetahuan yang cukup (tidak begitu dalam) tentang computer.

Keterbatasan GAS:
GAS tidak memeriksa application programe dan programmed check secara langsung sehingga
tidak dapat menggantikan audit –through-the-computer-techniques.
ACL
• ACL (Audit Command Language) merupakan sebuah software CAAT
(Computer Assisted Audit Techniques) yang sudah sangat populer
untuk melakukan analisa terhadap data dari berbagai macam sumber.
• ACL for Windows (sering disebut ACL) adalah sebuah software TABK
(Teknik Audit Berbasis Komputer) untuk membantu auditor dalam
melakukan pemeriksaan di lingkungan sistem informasi berbasis
komputer atau Pemrosesan Data Elektronik.
Manfaat menggunakan ACL Software Tools :
• Dapat membantu dalam mengAkses data baik langsung (Direct) kedalam system jaringan ataupun tidak
langsung (InDirect) melalui media lain seperti softcopy dalam bentuk teks file/report.
• Menempatkan kesalahan dan potensial fraud sebagai pembanding dan menganalisa file-file menurut
aturan-aturan yang ada.
• Mengidentifikasi kecenderungan/gejala-gejala, dapat juga menunjukan dengan tepat/sasaran
pengecualian data dan menyoroti potensial area yang menjadi perhatian.
• Mengidentifikasi proses perhitungan kembali dan proses verifikasi yang benar.
• Mengidentifikasi persoalan sistem pengawasan dan memastikan terpenuhinya permohonan dengan
aturan-aturan yang telah ditetapkan.
• Aging dan menganalisa Account Receivable/Payable atau beberapa transaksi lain dengan menggunakan
basis waktu yang sensitif.
• Memulihkan biaya atau pendapatan yang hilang dengan pengujian data pada data-data duplikasi
pembayaran, menguji data-data nomor Invoice/Faktur yang hilang atau pelayanan yang tidak tertagih.
• Menguji terhadap hubungan antara authorisasi karyawan dengan supplier.
• Melakukan proses Data Cleansing dan Data Matching atau pembersihan data dari data-data duplikasi
terutama dari kesalahan pengetikan oleh End-User.
• Dapat melaksanakan tugas pengawasan dan pemeriksaaan dengan lebih fokus, cepat, efisien, dan efektif
dengan lingkup yang lebih luas dan analisa lebih mendalam. Mengidentifikasi penyimpangan (Fraud
Detection) dapat dilakukan dengan cepat dan akurat sehingga memiliki waktu lebih banyak alam
menganalisa data dan pembuktian.
Wireshark
Wireshark merupakan aplikasi analisa network protokol paling digunakan di dunia,
Wireshark bisa mengcapture data dan secara interaktif menelusuri lalu lintas yang
berjalan pada jaringan komputer, berstandartkan de facto dibanyak industri dan
lembaga pendidikan. Tujuan dari monitoring dengan wireshrak adalah :
•   Memecahkan masalah jaringan
•  Memerikasa Keamanan Jaringan
•   Men-debug implementasi protocol
•   Mempelajari protocol jaringan internal

Wireshark ini memiliki beberapa keuntungan, diantaranya dapat memantau paket


paket data yang diterima dari internet. WireShark ini bekerja pada layer Aplikasi.
Yaitu layer terakhir dari OSI Layer. Dengan menggunakan protocol protocol di layer
application HTTP, FTP, TELNET, SMTP, DNS kita dengan mudah memonitoring
jaringan yang ada.
Fungsi-Fungsi Umum Software Audit Komputer

• Pemformatan ulang
• Manipulasi file
• Perhitungan
• Pemilihan data
• Analisis data
• Pemrosesan file
• Statistik
• Pembuatan laporan.
Audit Operasional Atas Suatu SIA
Langkah pertama adalah perencanaan audit, yaitu masa pembuatan lingkup
dan tujuan audit, tinjauan awal atas sistem dilakukan dan program audit
sementara dipersiapkan.

Selanjutnya pengumpulan bukti yang mencakup kegiatan-kegiatan:


1. Meninjau kebijakan dokumentasi operasional
2. Melakukan konfirmasi atas prosedur dengan pihak manajemen serta
personil operasional
3. Mengamati fungsi-fungsi dan kegiatan operasional
4. Memeriksa rencana dan laporan keuangan serta
operasional
5. Menguji akurasi informasi operasional
6. Menguji pengendalian.
DAFTAR PUSTAKA
Marshall [Link], Paul John Steinbart, Accounting Information
Systems, 13th ed., Pearson, 2012.
(Mar) Bagranoff, Simkin, Strand, Accounting Information System, 11 th
edition, Wiley, 2010 (Bag)
Terima Kasih 

Anda mungkin juga menyukai