Perencanaan Kapasitas
5
Prepared by Hasmaynelis Fitri,[Link].E
Perencanaan Kapasitas
KAPASITAS
Kapasitas dapat diartikan sebagai hasil produksi atau
jumlah unit yang dapat ditahan, diterima, disimpan
atau diproduksi oleh sebuah fasilitas dalam suatu
periode waktu tertentu.
Menurut pembagian waktu, kapasitas dibedakan :
Kapasitas jangka panjang dengan durasi lebih dari
1 tahun, merupakan fungsi penambahan fasilitas dan
peralatan yang memiliki lead time yang panjang.
Kapasitas jangka menengah dengan durasi 3-18
bulan , yang dapat dengan menambahkan peralatan,
karyawan, jumlah shift /giliran kerja, subkontrak juga
membuatatau menggunakan persediaan.
Kapasitas jangka pendek biasanya sampai dengan
3 bulan, perhatian utamanya pada penjadwalan tugas
dan karyawan serta pengalokasian mesin. Mengubah
kapasitas dalam jangka pendek sangat sulit sehingga
kapasitas yang digunakan biasanya yang sudah ada
2
Kapasitas Desain
Adalah output maksimum system secara teoritis dalam
suatu periode waktu tertentu dengan kondisi yang ideal,
biasanya dinyatakan dalam satu tingkatan tertentu seperti
jumlah yang diproduksi per minggu, per bulan, per tahun.
Sebagian besar organisasi mengoperasikan fasilitasnya pada
tingkat yang lebih rendah dari kapasitas desain. Mereka
menyadari bahwa mereka dapat beroperasi dengan lebih
efisien bila sumber daya mereka miliki tidak dimanfaatkan
pada batas maksimum dan berharap dapat beroperasi
sekitar 82% dari kapasitas desain.
Kapasitas Efektif
Adalah kapasitas yang diharapkan dapat dicapai oleh sebuah
perusahaan dengan bauran produk, metode penjadwalan,
pemeliharaan, dan standar kualitas yang diberikan.
Dua pengukuran kinerja system adalah
1. Utilisasi yaitu persentase kapasitas desain yang
sesungguhnya telah dicapai,
2. serta Efisiensi yaitu persentase kapasitas efektif yang
sesunguhnya telah dicapai
3
Kapasitas Desain: Menunjukkan output maksimum pada kondisi
ideal dimana tidak ada produk yang rusak atau cacat, hanya
untuk perawatan yang rutin.
Kapasitas Efektif: Menunjukkan output maksimum pada tingkat
operasi tertentu. Pada umumnya kapasitas efektif lebih rendah dari
pada kapasitas desain. Kapasitas efektif sering kali lebih rendah
daripada kapasitas desain karena fasilitas yang ada mungkin telah
didesain untuk versi produk sebelumnya atau bauran produk yang
berbeda daripada yang sekarang sedang diproduksi.
Kapasitas Aktual: Menunjukkan output nyata yang dapat
dihasilkan oleh fasilitas produksi. Kapasitas aktual sedapat mungkin
harus diusahakan sama dengan kapasitas efektif.
Contoh soal: Menentukan utilisasi dan Efisiensi kapasitas
Sara James bakery memiliki pabrik yang memproduksi roti deluxe untuk
sarapan dan ingin memahami kapasitasnya dengan lebih baik. Tentukan
kapasitas desain, utilisasi, dan efisiensi pabrik saat memproduksi roti deluxe
Pendekatan :
Minggu lalu fasilitas ini memproduksi 148.000 roti. Kapasitas efektif pabrik
adalah 175.000 roti. Lini produksinya beroperasi 7 hari seminggu dengan tiga
giliran kerja masing2 8 jam perhari. Lini tersebut dirancang untuk
memproduksi roti Deluxe isi kacang dan rasa kayu manis dg tingkat output
1.200 roti perjam.
Ditanya : 1. hitung kapasitas desain
2. Hitung utilisasi
3. Hitung efisiensi
Jawab:
1. Kapasitas desain = ( 7 hari X 3 giliran kerja X 8 jam ) X ( 1.200 roti perjam)
= 201.600 roti
2. Utilisasi = Output aktual/kapasitas desain = 148.000/201600 = 73,4 %
3. Efisiensi = Output aktual/ kapasitas efektif = 148.000/ 175.000 = 84,6 %
PERTIMBANGAN KAPASITAS
Ada 4 pertimbangan khusus untuk integrasi strategi dan
investasi berkaitan dengan kapasitas yaitu :
1. Peramalan permintaan harus akurat.
Sebuah peramalan yang akurat merupakan hal paling utama
bagi keputusan kapasitas, manajemen harus mengetahui
produk mana yang sedang ditambahkan dan mana yang
sedang dihentikan , begitu juga volume yang diharapkan.
2. Memahami teknologi dan peningkatan kapasitas.
Volume ditentukan dengan peninjauan ulang pada beberapa
alternative saja dan teknologi juga ikut menentukan
kapasitas.
3. Menentukan tingkat operasi yang optimum (volume)
Sering ditentukan dengan istilah skala ekonomis dan
disekonomis.
4. Membangun untuk perubahan
Manajer operasi membangun fleksibilitas dalam fasilitas dan
peralatan, dan mengadakan sensitivitas keputusan dengan
menguji beberapa skenario.
6
Mengelola Permintaan
Walaupun peramalan sudah baik, kadang terdapat
ketidakcocokan permintaan dan kapasitas sehingga bisa
terjadi permintaan melebihi kapasitas atau sebaliknya
kapasitas melebihi permintaan .
Oleh karena itu ada taktik untuk menyesuaikan kapasitas
dengan permintan yaitu dengan:
1. mengubah staff yang ada dengan menambah atau mengurangi
2. menyesuaikan peralatan dengan membeli mesin tambahan , menjual
atau
menyewakan peralatan yang ada.
3. memperbaiki proses untuk meningkatkan hasil produksi
4. mendisain ulang produk nya untuk meningkatkan hasil produksi
5. Menambahkan fleksibilitas proses untuk memenuhi preferensi produk
yang sering berubah
6. Menutup pabrik
Perencanaan kapasitas
Perencanaan kapasitas membutuhkan dua tahap,
tahap pertama permintaan di masa yang akan datang diramalkan dengan
model tradisional seperti konsep statistic,
tahap kedua peramalan digunakan untuk menentukan kapasitas serta
peningkatan ukuran untuk setiap penambahan kapasitas.
Cara untuk menetapkan kapasitas yang harus dimiliki oleh sebuah
fasilitas agar mendapatkan keuntungan adalah Analisis Titik Impas.
7
ANALISIS TITIK IMPAS
Merupakan cara untuk menetapkan kapasitas yang
harus dimiliki oleh sebuah fasilitas untuk
mendapatkan keuntungan.
Tujuan analisis ini adalah untuk menemukan sebuah
titik dalam unit dan satuan nilai uang , dimana
Biaya = Pendapatan.
Titik tersebut disebut titik impas, perusahaan harus
beroperasi di atas tingkat ini untuk mencapai
keuntungan.
Asumsi:
Asumsi yang mendasari analisis titik impas adalah
biaya dan pendapatan ditunjukkan sebagai garis
lurus sehingga berbentuk fungsi linear.
8
Pendekatan Grafik
Biaya TR (Total Revenue)
TC (Total Cost)
FC (Fixed Cost)
0 Volume
9
Pendekatan Aljabar
Rumus yang berkaitan dengan titik impas adalah:
BEP x = Titik impas dalam unit
BEP rp = Titik impas dalam rupiah
P = Harga per unit
x = Jumlah unit yang diproduksi
TR = Pendapatan total Px
F = Biaya tetap
V = Biaya variable per unit
TC = Biaya total = F + Vx
Titik impas terjadi saat : TR = TC atau Px = F +
Vx
10
F
BEP x = --------
P–V
F
BEP Rp = --------
1- ( v/p)
Biaya Tetap Total
Titik impas dalam unit = ---------------------------------
Harga jual – Biaya Variabel
Biaya Tetap Total
Titik Impas dalam mata uang = ----------------------------
Biaya Variabel
1 - --------------------
Harga Jual
11
Kasus Produk Tunggal:
Contoh: PT X memiliki biaya tetap = Rp 1.000.000,-
Biaya tenaga kerja Rp 12.500,- per unit Biaya Bahan
Baku Rp 7.500,- per unit , Harga jual Rp 40.000,- per
unit.
Maka :
Rp 1.000.000,-
BEP x = ----------------------------------------- = 50 unit
Rp 40.000 - (Rp 12.500+ Rp 7.500)
Rp 1.000.000,-
BEP rp = ------------------------------ = Rp 2.000.000
(Rp 12.500 +Rp 7.500)
1 ---- ------------------------
Rp 40.000
12
Kasus Multi produk
Hampir mirip kasus produk tunggal tetapi
dengan rumus :
F
BEP rp = -----------------------
Σ [(1-Vi/Pi) x Wi]
Dimana :
V = biaya variable per unit
P = harga per unit
F = biaya tetap
W = persentase setiap produk dari total
penjualan
i = masing-masing produk
13
Contoh:
Biaya tetap sebuah rumah makan adalah Rp 35.000.000,-
per bulan
Produk Harga/unit Biaya variabel Perkiraan
penjualan
tahunan (unit)
A Rp. 29.500,- Rp 12.500,- 7.000
B Rp. 8.000,- 3.000,- 7.000
C Rp. 15.500,- 4.700,- 5.000
D Rp. 7.500,- 2.500,- 5.000
E Rp. 28.500,- 10.000,- 3.000
14
Penyelesaian menggunakan pembobotan :
Produk Pi Vi Vi/Pi 1-Vi/Pi Penjualan Wi (1-Vi/Pi) Wi
Tahunan
A 29.500 12.500 0,42 0,58 206.500.000 0,446 0,259
B 8.000 3.000 0,38 0,62 56.000.000 0,121 0,075
C 15.500 4.700 0,30 0,70 77.500.000 0,167 0,117
D 7.500 2.500 0,33 0,67 37.500.000 0,081 0,054
E 28.500 10.000 0,35 0,65 85.500.000 0,185 0,120
---------------- --------
Total 463.000.000 0,625
Rp 35.000.000,- x 12
BEP rp = ----------------------------- = Rp 672.000.000,- per tahun
0,625
Jika 1 tahun = 52 minggu, 1 minggu = 6 hari, maka 1 tahun = 312 hari
672.000.000,-
Jadi BEP rp = -------------------- = Rp 2.153.846,20
312
WiA x BEP rp 0,446 x Rp 2.153.846,20
Kapasitas penjualan Produk A per hari = ----------------- = --------------------------- = 33
PiA Rp 29.500,-
15