QUOTA & ACCIDENTAL SAMPLING
Kelompok 4
Abdurohim F Annisa Q Dessyana T
(201151001) (201151012) (201151030)
Diyan Sugiarto Ghulam Ihsani M Luthfan M A
(201151034) (201151049) (201151066)
M Ridwan S Sandra D Sindy A
(201151098) (201151127) (201151129)
TEKNIK QUOTA SAMPLING
Teknik pengambilan sampel dengan cara menetapkan jumlah tertentu
sebagai target yang harus dipenuhi dalam pengambilan sampel dari populasi
(khususnya yang tidak terhingga atau tidak jelas), kemudian dengan patokan
jumlah tersebut peneliti mengambil sampel secara sembarang asal memenuhi
persyaratan sebagai sampel dari populasi tersebut.
Beberapa ahli pernah menguraikan
pendapatnya tentang quota sampling sebagai
berikut :
SUGIYONO
Sampling berjatah atau quota sampling menurut Sugiyono merupakan
teknik penentuan sampel atas populasi tertentu untuk diklasifikasikan
sesuai ciri khas hingga mencapai jumlah kuota yang dibutuhkan.
MARGONO
Teknik pengambilan sampel berjatah tidak terpaku pada total keseluruhan
populasi yang dipilih sebagai sampel. Justu, peneliti membagi populasi total
tersebut dalam beberapa kategori berbeda untuk kemudian diambil sampel
sesuai kuota dari masing-masing kelompok.
TEKNIK PENGAMBILAN SAMPLING
membagi populasi mengidentifikasi proporsi melakukan analisa akhir
kedalam unit-unit masing-masing kelompok perbandingan proporsi
kelompok dengan pertimbangan sub-grup dengan total
keseluruhan populasi populasi
KELEBIHAN KEKURANGAN
Prosedur yang relatif mudah
dan sederhana Potensi bias dalam penerapan Quota
Rendahnya biaya penelitian Sampling tinggi sehingga kesimpulan akhir
yang dikeluarkan kadang cenderung subjektif atau berpihak.
Ada keleluasaan peneliti untuk
menentukan elemen - elemen Terdapat prosentase Human error yang
untuk setiap quotanya cukup tinggi sehingga hasil penelitian
gagal mewakili keseluruhan populasi.
CONTOH TEKNIK QOUTA SAMPLING
Seorang dokter muda ingin melakukan penelitian tentang dampak penyakit demam berdarah yang
lagi menjadi wabah di suatu daerah. Untuk tujuan ini, dokter tersebut telah menentukan jumlah
sampel pasien demam berdarah sebanyak 50 pasien. Penentuan jumlah sampel didasarkan kepada
waktu, biaya, dan tenaga yang disediakan dokter tersebut. Untuk tujuan penelitian di atas, dokter
tersebut mengambil sampel sebanyak 50 pasien. Penelitian belum dihentikan jika jumlah pasien
belum mencapai kuota (50 pasien) dan akan dihentikan jika telah memenuhi kuota.
Accidental Sampling
Teknik accidental sampling
Pengertian
merupakan teknik penentuan sampel berdasarkan
kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu
dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel.
Objek Sampling
Objek Peneliti bebas memilih target sampling tanpa batasan kriteria
khusus,hanya bergantung pada presentase kemungkinan dan
kesediaan objek atau subjek untuk menjadi sampel penelitian.
Ciri-ciri
Accidental Sampling
1 Peneliti tidak menekankan 2
pada tujuan sampling tapi Peneliti memilih sampel dari
pada kemudahan proses riset populasi di mana informasi
sehingga tidak menetapkan yang diperlukan bisa didapat
kriteria yang rumit tentang dengan mudah
sampel.
3 4
Sampel yang dipilih Akses yang mudah menjadi
mayoritas karena berada di pertimbangan utama peneliti
lokasi saat dibutuhkan menggunakan teknik accidental
atau yang familier bagi sampling.
peneliti
Metode Pengambilan
Sampel
Pengamatan sampel
secara manual Metode 1
Jika penelitian yang dilakukan
bersifat untuk mengumpulkan data
kuantitas, maka peneliti dapat
Pengertian melakukan pengamatan secara
manual atau meminta referensi data
pihak ketiga
Kuesioner Metode 2
Jika penelitian dilakukan untuk
mendapatkan data kualitas,maka
peneliti dapat menggunakan
Pengertian kuesioner atau bisa melalui
wawancara langsung maupun
berupa jajak pendapat di sosial
media.
Kelebihan
Accidental Sampling
Teknik ini sangat hemat bagi peneliti,
penerapannya tidak membutuhkan
01 banyak usaha maupun memerlukan
banyak biaya
Memberikan kebebasan terhadap peneliti
02 yang bersangkutan untuk menentukan sampel
yang dirasa paling memenuhi syarat
Penelitian dapat dengan cepat diselesaikan
03 karena metode penarikkan sampel tidak
membutuhkan durasi yang lama.
Teknik pengambilan sampelnya
04 mudah dan memiliki fleksibilitas
tinggi karena tidak terikat banyak
aturan.
Kekurangan
Accidental Sampling
01 02 03
Hasil penelitian tidak terlalu Analis yang memilih metode ini
Mayoritas penelitian dengan
akurat sehingga kurang dapat biasanya tidak terlalu serius, hanya
teknik ini menghasilkan
dipertanggungjawabkan mengejar ketepatan waktu
kesimpulan yang berpihak.
penyelesaian riset.
Tidak terlalu cocok untuk Teknik pengambilan sampelnya
mudah dan memiliki fleksibilitas
penelitian dengan tujuan
tinggi karena tidak terikat
akhir kualitas. banyak aturan.
04 05
Contoh Penelitian
Teknik Accidental Sampling
Media Sampling Metode Sampling
Peneliti membuat jajak pendapat terbuka
Instagram di Instagram dengan pilihan jawaban
“Puas” atau “Tidak Puas” dengan
pertanyaan “Apakah pengguna merasa
puas dengan Instagram”.
–Semua pengguna sosial media
Survei Kepuasan Instagram yang dapat merespon
Pengguna Instagram survei. 24 jam
– Pernah dan masih menggunakan
Judul Instagram. Durasi survei
Kriteria Sampel
Kesimpulan
• 37% pengguna Instagram
menyatakan
ketidakpuasan mereka
terhadap aplikasi
instagram, sedangkan
63% lainnya menyatakan
puas.
• Angka ketidakpuasan
tersebut dapat dijadikan
acuan bagi developer untuk
melakukan perbaikan
aplikasi.
PENGGUNAAN
TEKNIK Jenis sampel ini sangat baik jika dimanfaatkan
ACCIDENTAL untuk penelitian penjajagan, yang kemudian
diikuti oleh penelitian lanjutan yang sampelnya
SAMPLING diambil secara acak (random). Beberapa kasus
penelitian yang menggunakan jenis sampel ini,
hasilnya ternyata kurang obyektif
PENGGUNAAN
TEKNIK Teknik ini biasanya digunakan dan didesain
QUOTA untuk penelitian yang menginginkan sedikit
sampel dimana setiap kasus dipelajari secara
SAMPLING mendalam. Dan bahayanya, jika sampel terlalu
sedikit, maka tidak akan dapat mewakili populasi.
TERIMAKASIH