PJ
MUTU
* STRUKTUR ORGANISASI MUTU
Ketua : dr. Arriyassatul Mutaqiyah
Sekertaris : Ani Sulistiyo, AMKeb
KMKP : Dwi Rizki Amalia, Lutfi Nur F, Musripah
PPI : Kristina Ratna D, Damia Ernanda, Yuninda Riandini
Manrisk : dr. Ika Wahyuningsih, Heni Hafsah
Audit Internal : Rina Purwanti, Lutfiasih, Uswatun Hasanah,
dr. Ika Wahyuningsih
K3 : Gustin Isniarti, Maili Wijhah, Dini Kusumastuti
Mutu KMP : Kislam, Dinarviana, Alifatun Sani, Panji Indri
Mutu UKP : drg. Nindya Asri, Dewi Antika, Anisa Fitri, Listyaningsih
Mutu UKM : Sarwiyah, Widayati, Anita Bahar, Hanitya
*Struktur Organisasi Mutu
1. Kepala Puskesmas dan seluruh staff Puskesmas Kembaran II berkomitmen untuk
memberikan pelayanan kesehatan dasar yang merata dan berkualitas kepada masyarakat
dengan memperhatikan kebutuhan dan harapan masyarakat serta perbaikan kualitas SDM
dan sarana prasarana untuk meningkatkan kinerja dan mutu. Bekerja adalah ibadah,
dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT.
2. Pedoman mutu dan perencanaan mutu disusun berdasarkan visi, misi, tata nilai dan tujuan
Puskesmas.
3. Perencanaan mutu meliputi perencanaan mutu manajemen, perencanaan mutu UKM dan
perencanaan mutu pelayanan klinis.
4. Setiap Penanggungjawab program dan Penanggungjawab ruangan membuat perencanaan,
jadwal pelaksanaan dan melakukan monitoring selama pelaksanaan, lalu melakukan
evaluasi serta rencana tindak lanjut dan tindak lanjut dengan mekanisme PDSA ( Plan, Do,
*Kebijakan Mutu
Study, Action )
5. Proses Peningkatan Mutu Manajemen, Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM)
dan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) dimonitoring setiap bulan oleh masing-
masing penanggung jawab Upaya, dievaluasi setiap Triwulan oleh
Penanggungjawab Upaya dan Tim Mutu, dilaporkan kepada Kepala Puskesmas.
6. Evaluasi Kinerja tahunan direkap dalam dokumen PKP dan dilaporkan kepada
Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung.
7. Audit Internal dilakukan dua kali dalam satu tahun, pada bulan Maret dan
September, dilakukan berdasarkan prioritas yang dilakukan oleh Tim Audit
Internal, salah satu layanan di KMP atau UKM atau UKP.
8. Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) dilaksanakan setelah pelaksanaan audit
internal sebanyak dua kali dalam satu tahun, bulan April dan Oktober.
9. Salah satu upaya untuk mengetahui kualitas pelayanan yang diselenggarakan
adalah dengan melakukan perbandingan dengan fasilitas pelayanan yang sejenis
yaitu kaji banding, dilakukan minimal setahun satu kali.
11. Untuk mempermudah berjalannya kegiatan mutu di Puskesmas Kembaran II,
Team mutu menetapkan hari mutu yaitu Selasa, Kamis dan Sabtu untuk
melakukan observasi , penilaian dan perekapan kegiatan mutu.
12. Survey kepuasan pelanggan dilakukan sesuai jadwal berdasarkan kriteria
penilaian 9 unsur kepuasan pelanggan diidentifikasi setiap hari sabtu, dianalisis,
ditindaklanjuti dan didokumentasikan setiap bulan.
13. Mendampingi pasien di setiap hari mutu untuk mengentry Survey Kepuasan
Masyarakat Banyumas melalui web Susanmas.
14. Kotak saran dan Kotak Kepuasan diidentifikasi setiap hari sabtu, dianalisis,
ditindaklanjuti dan didokumentasikan setiap bulan.
15. Indeks Kepuasan Masyarakat dilakukan setiap dua kali dalam satu tahun dan
dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kab. Banyumas.
16. Indeks Nasional Mutu yang terdiri dari :
- Kepatuhan kebersihan tangan
- Kepatuhan penggunaan APD
- Kepatuhan identifikasi Pasien
- Keberhasilan pengobatan pasien TB semua kasus SO
- Ibu hamil memperoleh pelayanan ANC, sesuai standar
- Kepuasan pasien
* Ke 6 indikator tersebut, dilakukan pengamatan dan penilaian pada hari mutu oleh observer yang ditunjuk lalu direkap dan dilaporkan
setiap bulan melalui web mutufasyankes.
17. Upaya perbaikan mutu layanan klinis, area prioritas, diprioritaskan berdasarkan kriteria tertentu seperti high risk, high volume, high cost
dan kecenderungan terjadi masalah, atau didasarkan atas penyakit, kelompok sasaran, program prioritas atau pertimbangan lain.
18. Area prioritas yang perlu mendapat perhatian dalam peningkatan mutu/kinerja pelayanan klinis dan keselamatan pasien adalah:
a. Pelayanan Pendaftaran;
b. Pelayanan Farmasi;
c. Pelayanan Laboratorium;
6 Sasaran Keselamatan Pasien:
- Ketepatan identifikasi pasien
- Peningkatan komunikasi yang efektif
- Peningkatan keamanan obat
- Ketepatan tindakan medis dan keperawatan
- Pengurangan resiko infeksi
- Pengurangan resiko jatuh
19. Setiap tenaga klinis wajib melakukan upaya peningkatan mutu klinis dan memperhatikan keselamatan
pasien dalam memberikan pelayanan kesehatan.
20. Kejadian Tidak Diharapkan (KTD), Kejadian Tidak Cedera (KTC), Kejadian Nyaris Cedera (KNC) dan
Kejadian Potensial Cedera (KPC) diidentifikasi, dianalisis, ditindaklanjuti dan didokumentasikan, dilaporkan
dalam laporan IKP setiap bulan melalui web mutufasyankes..
21. Dokumen Puskesmas harus dikendalikan mencakup semua dokumen yang digunakan dalam Sistem
Manajemen Mutu yang dijalankan.
22. Kajian Kebijakan dan SOP dilakukan minimal 3 tahun sekali, kecuali kebijakan yang terkait dengan
pembagian tugas dan wewenang atau ada kebijakan baru dari Dinas Kesehatan Kabupaten, Propinsi dan
Kementrian Kesehatan.
*
*1. Pedoman Tata Naskah
*2. Pedoman Mutu
*3. SK Kebijakan Mutu
*4. SK Indikator Mutu
*5. SK Akreditasi
*6. Peraturan Internal
*7. SK Tim Asupan Pelanggan / Masyarakat dan alurnya
*8. SK Tim PPI
*9. SK Tim Mutu
*10 Membentuk Tim Observer INM dan IKP
*Progres Tim Mutu
* TUGAS DAN FUNGSI PJ * 4. MELAKSANAKAN PENGUKURAN
INDIKATOR MUTU DAN INSIDEN
MUTU KESELAMATAN PASIEN
1. MENYUSUN PROGRAM MUTU; MUTU * 5. MENYELENGGARAKAN AUDIT INTERNAL
LAYANAN, PPI, SASARAN KESELAMATAN * 6. MELAKUKAN ANALISIS HASIL PENILAIAN
PASIEN, K3, MANAJEMEN FASILITAS DAN EVALUASI, MENYUSUN TINDAK
DAN KESELAMATAN, MANRIS LANJUT, UMPAN BALIK,DAN
2. MELAKSANAKAN PROGRAM MUTU PERENCANAAN PENINGKATAN MUTU
PADA MASING2 BAGIAN, KMP, UKM DAN SECARA BERKESINAMBUNGAN
UKP * 7. MEMASTIKAN KETERSEDIAAN PEDOMAN,
3. MELAKSANAKAN PEMANTAUAN DAN KEBIJAKAN DAN SOP MUTU PELAYANAN
EVALUASI IMPLEMENTASI PADA KESEHATAN DI PUSKESMAS
MASING2 BAGIAN TERMASUK
PENGUKURAN INDIKATOR MUTU
* 8. PENINGKATAN PENGETAHUAN SKILL
SDM SECARA BERKESINAMBUNGAN