0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
43 tayangan47 halaman

Ciri dan Risiko Infeksi Menular Seksual

Infeksi menular seksual (IMS) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting. Jenis IMS antara lain gonore, sifilis, klamidia, HIV/AIDS, yang menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan seperti radang panggul, infertilitas, keguguran, bahkan kanker. IMS dapat dicegah dengan menghindari kontak seksual, menggunakan kondom, serta skrining dan pengobatan tepat waktu bag

Diunggah oleh

Mutia Lubis
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
43 tayangan47 halaman

Ciri dan Risiko Infeksi Menular Seksual

Infeksi menular seksual (IMS) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting. Jenis IMS antara lain gonore, sifilis, klamidia, HIV/AIDS, yang menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan seperti radang panggul, infertilitas, keguguran, bahkan kanker. IMS dapat dicegah dengan menghindari kontak seksual, menggunakan kondom, serta skrining dan pengobatan tepat waktu bag

Diunggah oleh

Mutia Lubis
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Infeksi Menular

Seksual
Adalah
berbagai infeksi
yang dapat menular
dari satu orang
ke orang lain
melalui kontak
seksual
Infeksi Saluran Reproduksi (ISR)
Infeksi Menular Seksual (IMS) 
*penting dalam kesehatan masyarakat.
*1 juta orang / hari yang terinfeksi IMS

WHO 1999 340 juta kasus baru PMS dapat disembuhkan


(sifilis, gonore, klamidia dan trikomoniasis) /tahun di
seluruh dunia pada orang dewasa berusia 15-49 tahun.
(publikasi menjelang akhir 2007.)

Di negara berkembangperingkat
lima
Komplikasi IMS
Pada perempuan Pada bayi baru lahir Pada laki – laki

·         Radang panggul ·         Prematuritas ·         Epididimis

·         Infertilitas ·         BBLR ·         Prostatitis

·    Kehamilan ektopik ·         Sifilis kongenital ·         Striktur uretra

·         Keguguran ·   Oftalmia neonaturum ·         Infertilitas

·         Lahir mati ·         Pneumonia klamidia ·         AIDS

·         Kanker servik ·         Septikemia ·         Hepatitis

·         AIDS ·         AIDS


• 10% - 40% infeksi klamidia radang panggul. 30% - 40%  infertilitas , 40% -50% KET
dikaitkan
·         dengan radang panggul
Hepatitis ·         .Hepatitis
HPVkanker kelamin, kanker serviks.
28/02/2023 4
Peran petugas kesehatan pada pelayanan
kontrasepsi/ kesehatan reproduksi

70% perempuan dan 30% laki-laki yang terinfeksi tidak mempunyai


gejala.

tidak mendapatkan informasi tentang cairan vagina yang normal atau


tidak sehingga mereka akan menganggap cairan vagina yang keluar
walaupun akibat ISR/IMS

Tidak segera berobat tidak penting,


Merasa malu,
Stigma social,
Tidak mengetahui akses berobat
Tdak dapat menjangkau pengobatan.
Skrining atau penapisan

• Anamnesis : riwayat penyakit sama pd


pasangan
• Riwayat hubungan seks terakhir.
• Riwayat berganti pasangan dalam waktu satu
bulan
• Riwayat pekerjaan
• Usaha yang dilakukan sebelum datang berobat
Diagnosis dan pengobatan ISR/IMS
• Berdasarkan pendekatan sindrom : gejala yang spesifik
sesuai dengan jenis mikroorganisme dan risiko
penularan.
• Pemeriksaan laboratorium dan serologi.
• Diagnosis meragukan rujuk
“ Konseling, edukasi, pelayanan kontrasepsi dan
pengobatan IMS secara terpadu merupakan bagian yang
penting untuk pencegahan dan mengurangi insidens IMS

Pelayanan kontrasepsi dapat sekaligus memberikan pelayanan
terhadap ISR maupun IMS seperti :

Pendidikan tentang pencegahan IMS , pengenalan


gejala
dan tanda ISR/IMS serta komplikasi IMS.
• Konseling perilaku yang beresiko, alternative perilaku
seksual yang aman, kepatuhan berobat dan pasangan

Skrining /penapisan ISR/IMS termasuk pemeriksaan


vagina orang yang beresiko
Pengobatan ISR/IMS

Merujuk ke fasilitas yang lebih lengkap.


• Menyediakan kontrasepsi dengan perlindungan
ganda (dual action) seperti kondom
• Merusak
4 tipesaluran
infeksireproduksi.
• Akibat pertumbuhan berlebih bakteri yang
normal vagina (bakteri vaginosis dan jamur).
• Melalui hubungan seks (sifilis dan
HIV/AIDS).
• Akibat komplikasi tindakan kasus persalinan,
keguguran dan pengguguran, insersi AKDR
atau operasi obstetric ginekologi.

DIV kebidanan 2015 28/02/2023 9


Menurut data CDC
(Centers of Desease Control)

• Lebih dari 15 juta kasus IMS dilaporkan per tahun


• Kelompok remaja dan dewasa muda (15-24 tahun):
Kelompok usia yang memiliki risiko tertinggi untuk
teertular IMS
• Pada usia ini : 3 juta kasus baru per tahun
Jenis IMS yang disebabkan karena Bakteri

• Gonore
• Sifilis
• Klamidia
Jenis IMS yang disebabkan karena Virus

Herpes, Kutil Kelamin , AIDS, Hepatitis


Beberapa IMS berlanjut

a k i t R a da n g
• PRP (Peny
Panggul)
ke r se r v i k s
• Ka n
s i k e ha m i lan
• Komplika
Kontak seksual

• Tidak hanya berhubungan seksual


• Meliputi ciuman, kontak oral-genital, & Mainan seks (sex toys)
• Tidak ada kontak seksual yang benar-benar aman
Kondom
• Berguna mencegah HIV dan Gonore
• Proteksi yang rendah terhadap HPV penyebab Kutil
kelamin
Gejala secara umum IMS pada perempuan

• Cairan yang tidak biasa keluar dari alat


kelamin perempuan, biasanya berwarna
kuning kehijauan dan berbau tidak seperti
biasanya, serta gatal
• Keluarnya darah bukan pada masa haid
(infeksi vagina)
• Rasa sakit pada vagina, perut bagian bawah,
dan saat melakukan hubungan seksual
• Muncul bintil-bintil kecil pada alat kelamin
• Luka / lecet pada alat kelamin dan
sekitarnya
Gejala-gejala IMS pada laki-

laki
Rasa sakit saat kencing, jika diurut keluar cairan nanah dari alat
kelamin
• Pembengkakan pada buah pelir dan terasa sakit/ panas
• Muncul bintil-bintil kecil pada alat kelamin
• Luka atau lecet pada alat kelamin dan sekitarnya
Penyebab remaja rentan
terhadap IMS

• Ketidaktahuan
• Tidak ada perlindungan seksual
• Aktif secara seksual pada usia muda
• Lapisan mukosa mulut rahim lebih rentan
• Perilaku mencari pengobatan yang buruk
• Remaja wanita berhubungan seksual dengan pria beda usia jauh lebih tua
Cara penularan IMS

• Cairan darah
• Cairan vagina
• Cairan sperma
• ASI dan atau Proses menyusui
Antara ASI yang mengandung virus,
Dan proses menyusui karena ada luka
(lecet pada puting saat menyusui)
IMS tidak menular melalui
• Duduk di samping orang yang terkena IMS
• Menggunakan WC umum
• Bekerja terlalu keras
• Menggunakan kolam renang umum
• Memegang gagang pintu
• Salaman dan pelukan
• Melalui peralatan makanan
• Melalui bersin/ batuk
• Melalui keringat
Perempuan lebih rentan terkena IMS

• Perempuan menampung air mani/ sperma jika berhubungan seks


• Lapisan dinding vagina sangat halus dan mudah terluka
meskipun dalam hubungan seks biasa
• Perempuan sulit menunjukkan tanda dan gejala IMS
• Perempuan seringtidak berani meminta pasangannya memakai
kondom
• Perempuan sering tidak tahu pasangannya sering berganti-ganti
pasangan
Apakah alkohol & NAPZA meningkatkan risiko
IMS

• Ya, karena alkohol dan NAPZA membuat seseorang


tidak berfikir panjang dan membuat seseorang mengikuti
perasaan sesaat tanpa pertimbangan yang matang.
Apa hubungan IMS dan HIV&AIDS
• Jika terkena IMS maka akan meningkatkan risiko menjadi
lebih mudah terkena HIV dan AIDS. (meningkat 2x sampai
lipat)
Jika terkena IMS Risiko terkena HIV dan
AIDS
Sipilis 2-10 kali lebih besar
Herpes 2-9 kali lebih besar
Kutil Kelamin 3-10 kali lebih besar
Trikomonas 3 kali lebih besar
Gonorhoe 2-9 kali lebih besar
Clamidia 3-6 kali lebih besar
Chancroid 2-18 kali lebih besar
Sifilis
• Tipe: bakterial
• Cara penularan: hubungan seks vaginal, anal atau oral. Kontak dengan bagian
yang terinfeksi
• Gejala:
• TAHAP 1(sifilis primer): Terjadi 9-90 hari setelah terinfeksi, timbul luka yang tidak nyeri
dipenis
• TAHAP 2 (sifilis sekunder): terjadi beberapa bulan setelah tahap pertama, bercak merah tidak
gatal ditangan dan kaki, pembesaran kelenjar limfa, kutil disekitar alat kelamin dan anus.
• TAHAP 3(sifilis laten): tidak ada keluhan namun infeksi menyerang oragn tubuh lain.
Diketahui hanya lewat pemeriksaan darah
• TAHAP 4 (sifilis tersier): timbul 5-50 tahun setelah sifilis
sekunder. Kerusakan menetap pada otak, pembuluh
darah, jantung, serabut saraf dan sumsum tulang
belakang.
• TAHAP 5 (sifilis congenital): ibu hamil terkena sifili dan
melahirkan anak menyebabkan kelainan bentuk muka,
kelainan tulang, kebutaan, ketulian,kelainan bentuk gigi,
kelainan kulit, lahir mati
• Pengobatan: penisilin, namun kerusakan orgamn tubuh tidak
dapat diperbaiki
• Konsekuensi: memperbesar resiko tertular HIV,
• Pencegahan: tidak melakukan hubungan seks, hindari kontak
luka dengan penderita sifilis
Sifilis
Klamidia
Tipe : bakterial
Cara penularan: hubungan seks per vaginal dan anal
Gejala : 75% kasus pada perempuan, 25% kasus pada pria tidak menunjukkan gejala.
- Keputihan abnormal,
- Rasa nyeri saat kencing (laki-laki & perempuan)
- Nyeri pada perut bawah, nyeri saat berhubungan seksual (perempuan)
- Nyeri atau pembengkakan pada testis (laki-laki)
Pengobatan: Antibiotik
Jika tidak diobati:
- 30% perempuan akan mengalami PRP, kehamilan ektopik, kemandulan, nyeri
panggul kronis
- Laki-laki  epididymitis (peradangan pada testis), kemandulan, berisiko HIV
Gonore
Tipe : bakterial
Cara penularan: hubungan seks per vaginal, anal, dan oral
Gejala :
Laki-laki:
- Gejala timbul dalam waktu 1 minggu setelah terinfeksi,
- Rasa sakit saat kencing/ ereksi
- Keluar nanah pada saluran kencing terutama pagi hari
GO stadium dini sering tidak bergejala
Perempuan:
- Sulit dilihat kasat mata
- Nyeri di perut bawah, kadang keputihan tidak sedap
- Alat kelamin sakit/ gatal
- Rasa sakit/ panas saat kencing
- Perdarahan setelah berhubungan seksual

Pengobatan: Antibiotik
Gonore
Tipe: Bakterial
Gonore
Menular pada Bayi
Herpes Genital (HSV-2)
• Tipe : Virus
• Cara penularan : kontak seksual antar kulit baik vaginal, anal maupun oral
• Gejala :
• pada perempuan terdapat luka lecet disekitar kelamin, dinding liang kemaluan dan anus.
• Pada laki-laki terdapat luka lecet dibatang maupun kepala penis atau anus.
• Masa inkubasi: 1-26 hari atau 6-7 hari
• Pengobatan: obat antivirus (achiclovir)
• Akibat: peningkatan risiko terinfeksi HIV, kelahiran prematur pada wanita
hamil
• Pencegahan: tidak melakukan hubungan seks anal, vaginal maupun oral
dengan orang yang terinfeksi. Pemakaian kondom
Herpes Genital
Human Papilloma Virus (HPV)
• Cara penularan: hubungan seksual vaginal, oral, anal
• Gejala: tonjolan yang tidak sakit, kutil yang menyerupai bunga kol
tumbuh pada atau didalam alat kelamin, anus dan tenggorokan
• Pengobatan: tidak ada pengobatan, kutil dapat dihilangkan menggunakan
operasi, laser
• Konsekuensi yang mungkin terjadi: HPV merupakan virus yang dapat
menyebabkan kutil kelamin. Beberapa strain berhubungan dengan
terjadinya kanker serviks, vulva, vagina, anus dan penis.
• Konsekuensi: pada bayi dapat menyebbakan timbulnya kutil pada
tenggorokan yang menyumbat jalan nafas sehingga harus di keluarkan.
• Pencegahan: tidak melakukan seks
HPV
Trikomoniasis
• Tipe: disebabkan oleh protozoa Trichomonas Vaginalis
• Prevalensi: terjadi paling banyak pada perempuan muda dan
aktif seksual, diperkirakan 5 juta kasus baru terjadi pada
perempuan dan laki-laki.
• Cara penularan: kontak seksual, pemakaian baju penderita
• Gejala:
• Pada Perempuan terjadi keputihan, berbusa dan berwarna
kehijauan, rasa sakit saat buang air kecil dan saat
berhubungan seksual, nyeri vagina, gatal atau tidak ada
gejala sama sekali.
• Laki-laki: terjadi radang saluran kencing, luka pada
penis, namun pada umumnya tanpa gejala.
• pengobatan: dapat disembuhkan dengan kombinasi
obat
• Konsekuensi: pada ibu hamil menyebabkan ketuba
pecah dini dan kelahiran bayi prematur
• Pencegahan: tidak melakukan hubungan seksual,
kondom dapat mengurangi resiko tertular
Mitos-mitos seputar IMS

• Minum antibiotik sebelum berhubungan seks


menurunkan risiko terkena IMS
• Mencuci alat kelamin dengan sabun dapat
menurunkan risiko tertular IMS
• Pasangan yang menawan dan bersih pasti bebas IMS
• Pasangan usia muda tidak mungkin kena IMS
• IMS dapat dilihat langsung
• IMS bisa sembuh dengan minum alkohol
• IMS menular melalui pemakaian toilet umum
• Hubungan seks pada waktu tertentu
• Mencuci liang senggama dengan odol, betadine untuk
cegah IMS
• Naik ke tempat tidur dari sisi tertentu
• Hubungan seks dengan perawan tidak akan terkena IMS
Komplikasi yang terjadi ketika ibu hamil mengidap
PMS, yaitu :
1. HIV : ibu bias menularkan HIV ke bayi selama
kehamilan, persalinan, dan menyusui.
2. Klamidia : klamidia selama kehamilan telah dikaitkan
dengan persalinan yang lebih awal, KPD, dan BBLR.
Klamidia dapat ditularkan selama proses persalinan
3. Sifilis : sifilis selama kehamilan dikaitkan dengan
prematur dan lahir mati.
4. Gonorhea : gonorhe yang tidak diobati selama
kehamilan dikaitkan dengan kelahiran prematur,
KPD, dan BBLR
5. Herpes genetalia : risiko infeksi sangat tinggi
selama persalinan dan berpotensi mengancam jiwa.
Infeksi virus herpes selama kehamilan dapat
menyebabkan kerusakan otak, kebutaan, dan
kerusakan organ lain.
Efek lain dari IMS adalah
• Infeksi mata
• Pneumonia
• Infeksi darah
• Kerusakan otak
• Kebutaan
• Tuli
• Penyakit hati kronis
• Pengobatan IMS pada masa kehamilan
• Untuk beberapa penyakit seperti klamidia, gonore,
sifilis dan trikomoniasis, antibiotic diberikan selama
kehamilan
• PMS seperti herpes genetalia, Hep B dan HIV, adalah
kondisi krosis yang tidak dapat disembuhkan. Cara
penangannya adalah dengan mengkonsumsi obat
antivirus untuk mencegah penularannya ke janin.

Anda mungkin juga menyukai