0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan33 halaman

Pencegahan Demam Berdarah Dengue

Demam berdarah dengue merupakan penyakit menular yang disebabkan virus dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes. Penyakit ini ditandai dengan demam tinggi mendadak dan nyeri otot. Pencegahannya meliputi pengendalian vektor nyamuk, pemberantasan sarang nyamuk, serta penemuan dan pelaporan kasus awal. Upaya ini bertujuan mencegah penularan lebih lanjut dan menurunkan angka kematian.

Diunggah oleh

Regi Anastasya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan33 halaman

Pencegahan Demam Berdarah Dengue

Demam berdarah dengue merupakan penyakit menular yang disebabkan virus dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes. Penyakit ini ditandai dengan demam tinggi mendadak dan nyeri otot. Pencegahannya meliputi pengendalian vektor nyamuk, pemberantasan sarang nyamuk, serta penemuan dan pelaporan kasus awal. Upaya ini bertujuan mencegah penularan lebih lanjut dan menurunkan angka kematian.

Diunggah oleh

Regi Anastasya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Demam Berdarah Dengue

dan
pencegahannya
Puksesmas Rantepangli
dr. Regi Anastasya M
Sabtu, 29 Oktober 2022
Pendahuluan

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)


adalah penyakit menular yang disebabkan
oleh virus dengue dan ditularkan oleh
nyamuk Aedes aegypti dan Aedes
albopticus, yang ditandai dengan demam
mendadak dua sampai tujuh hari tanpa
penyebab yang jelas, lemah/lesu, gelisah,
nyeri hulu hati
Pengertian Penyakit
- Demam Dengue: Demam Tinggi Mendadak 3-7 hari, nyeri otot,
mual, muntah, nyeri belakang mata (Tdk Jelas Penyebabnya),
Uji Tourniquet (+) BISA RAWAT DI RUMAH / PKM –
Terapi cairan, obat demam, kompres

- Demam Berdarah Dengue: DD + Perdarahan Spontan (gusi


berdarah, muntah darah, BAB campuir darah, mimisan) –
Harus di infus; BISA RAWAT PKM / RS

- DBD derajat berat: kegagalan sirkulasi (pre syok) dg gejala,


nadi lemah, cepat,tekanan nadi menurun < 20 mm hg, gelisah,
RUJUK SEGERA ke UGD RS

- Syok Berat (Nadi Tdk Teraba, [Link] Tdk Terukur),


POTENSI KEMATIAN TINGGI !
Demam Berdarah Dengue di Indonesia
masih menjadi masalah kesehatan
masyarakat dan merupakan penyakit
endemis hampir di seluruh provinsi.
Kab. Toraja Utara mengalami WABAH tahun
2022 karena ada 2 kasus kematian karena DBD
Penyebab peningkatan kasus

Pengenalan dini penyakit DBD masih kurang


Lingkungan yg kotor dan banyak sampah
Penyimpanan air tradisional masih dipertahankan
Perilaku masyarakat terhadap pembersihan sarang
nyamuk masih kurang
Terlambat dilakukan penanganan di layanan
kesehatan
Upaya pengendalian penyakit DBD yang
telah dilakukan sampai saat ini adalah
memberantas nyamuk penularnya baik
terhadap nyamuk dewasa atau jentiknya
karena obat dan vaksinnya untuk
membasmi virusnya belum ada.

Namun tahun depan 2023 ada rencana


vaksin DBD yang telah dikerjakan sejak
beberapa tahun yang lalu.
Penularan Virus Dengue
Vektor Penular
Nyamuk Aedes aegypti (nyamuk kota)
Nyamuk Aedes albopictus (nyamuk desa)
Aedes aegypti merupakan vektor penting di
daerah perkotaan (daerah urban)
Daerah pedesaan (daerah rural) kedua spesies
nyamuk tersebut berperan dalam penularan
BAGAIMANA CARA
PENULARANNYA?
Demam berdarah dengue tidak menular melalui
kontak manusia dengan manusia
Virus dengue sebagai penyebab demam berdarah
hanya dapat ditularkan melalui gigitan /
Hisapan(tusukan) nyamuk
Nyamuk yang telah menggigit orang yang
terinfeksi DBD, berarti telah membawa virus,
selanjutnya akan menularkan kepada orang yang
sehat pada gigitan berikutnya.
Penular DBD adalah nyamuk Aedes aegypti /
albopictus betina,yang menghisap di pagi dan
siang hari
Tiga faktor yang memegang peran pada
penularan infeksi dengue,
Host = manusia,
Vektor perantara = nyamuk
Environtment = Lingkungan
Siklus

± 7 hari

4-7 hari
( Viremia )

± 7 hari
Tempat Potensial Bagi
Penularan DBD
Wilayah yang banyak kasus DBD
(rawan/endemis)
Tempat-tempat umum itu antara lain :
sekolah, RS/puskesmas, kantor, hotel,
pasar, resto, tempat ibadah
Pemukiman baru di pinggiran kota
DI MANA NYAMUK DEMAM
BERDARAH BERKEMBANG BIAK ?
Tempat-tempat penampungan air untuk
keperluan sehari-hari seperti drum, tangki
reservoir, bak mandi/wc, ember, gentong
air/tempayan dan lain lain
Tempat-tempat penampungan air bukan untuk
keperluan sehari-hari seperti : tempat minum
burung, vas bunga, kaleng,
botol, plastik (sampah), BAMBU/pattung,Pot
bunga, bekas injakan kaki kerbau, kandang hewan
dll
BAGAIMANA CARA
MENCEGAH DEMAM
BERDARAH
Pencegahan penyakit DBD dapat dibagi
menjadi 3 tingkatan yaitu :
1. Pencegahan primer,
2. Pencegahan sekunder,
3. Pencegahan tersier
Pencegahan Primer
Pencegahan tingkat pertama ini merupakan upaya
untuk mempertahankan orang yang sehat agar tetap
sehat atau mencegah orang yang sehat menjadi
sakit

1. Surveilans Vektor
2. Pengendalian Vektor
3. Surveilans Kasus
4. Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk
[Link] Vektor

Surveilans untuk nyamuk Aedes aegypti


sangat penting untuk menentukan
distribusi, kepadatan populasi, habitat
utama larva, faktor resiko berdasarkan
waktu dan tempat yang berkaitan dengan
penyebaran dengue, dan tingkat kerentanan
atau kekebalan insektisida yang dipakai,
Kegiatan : survei jentik
Survei jentik

Survei jentik dilakukan dengan cara melihat atau


memeriksa semua tempat atau bejana yang dapat
menjadi tempat berkembangbiakan nyamuk Aedes
aegypti & albopticus dengan mata telanjang untuk
mengetahui ada tidaknya jentik,yaitu dengan cara
visual.
Cara ini cukup dilakukan dengan melihat ada
tidaknya jentik disetiap tempat genangan air
tanpa mengambil jentiknya
2. Pengendalian Vektor

Pengendalian vektor adalah upaya untuk menurunkan


kepadatan populasi nyamuk Aedes aegypti &
albopticus. Secara garis besar ada 3 cara
pengendalian vektor yaitu :
A. Pengendalian Cara Kimiawi : insektisida yang
ditujukan pada nyamuk dewasa atau larva.
organoklorin, organofosfor, karbamat, dan
pyrethoid Bahan-bahan insektisida dapat
diaplikasikan dalam bentuk penyemprotan (spray)
terhadap rumah-rumah penduduk.
B. Pengendalian Hayati / Biologik

menggunakan kelompok hidup, baik dari golongan


mikroorganisme hewan invertebrate atau vertebrata
Beberapa jenis ikan kepala timah (Bale Todi’)
(Panchaxpanchax), ikan gabus (Gambusia affinis)
adalah pemangsa yang cocok untuk larva nyamuk.
Beberapa jenis golongan cacing nematoda seperti
Romanomarmis iyengari dan Romanomarmis
culiforax merupakan parasit yang cocok untuk larva
nyamuk.
c. Pengendalian lingkungan Mencegah
nyamuk kontak dengan
manusia yaitu memasang kawat kasa pada
pintu, lubang jendela, dan ventilasi di
seluruh bagian rumah.
Hindari menggantung pakaian di kamar
mandi, di kamar tidur, atau di tempat yang
tidak terjangkau sinar matahari
4. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)
PSN adalah kegiatan
memberantas jentik di tempat
berkembangbiaknya nyamuk
dengan cara 3M Plus :
1. Menguras dan menyikat
tempat-tempat penampungan air,
seperti bak mandi/wc, drum, dll
seminggu sekali
2. Menutup rapat-rapat tempat penampungan
air/bak, seperti gentong air/tempayan, dan lain-lain.
3. Mengubur atau menyingkirkan atau
memanfaatkan kembali barang-barang bekas
yang dapat menampung air hujan.
4. Plus adalah tindakan memberantas jentik dan
menghindari gigitan nyamuk dengan cara :

Membunuh jentik nyamuk Demam Berdarah


(Abatisasi), abate ditabur, airnya jgn diminum
Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk
Mengusir nyamuk dengan menggunakan obat nyamuk
(ganti obat semprot nyamuk 3 bulan sekali)
Mencegah gigitan nyamuk dengan memakai obat
nyamuk gosok/lotion
Rajin mandi! (nyamuk suka bau khas manusia),
Memasang kawat / jarring kasa pada jendela dan
ventilasi
Tidak membiasakan menggantung pakaian di dalam
kamar
KAPAN PENGASAPAN /FOGGING
HARUS DILAKUKAN
Hanyak utk nyamuk dewasa
Pengasapan atau fogging hanya dilakukan
bila di lokasi ditemukan 3 kasus positif DBD
dengan radius 100 meter (40 rumah) dan bila
di daerah tersebut ditemukan banyak jentik
nyamuk DBD.
Sebaiknya dilakukan >1x
Kalau terlalu sering di fogging, nyamuk
dewasa bisa kebal / resistem
Pencegahan Sekunder
1. Penemuan, Pertolongan dan Pelaporan
Penderita
Bila dalam keluarga ada yang menunjukkan gejala
penyakit DBD, berikan pertolongan pertama
dengan banyak minum, kompres dingin dan
berikan obat penurun panas (PCT) yang tidak
mengandung asam salisilat serta segera bawa ke
dokter atau unit pelayanan kesehatan
Dokter atau unit kesehatan setelah melakukan
pemeriksaan/diagnosa dan pengobatan segera
melaporkan penemuan penderita atau tersangka DBD
tersebut kepada Puskesmas,
Puskesmas yang menerima laporan segera
melakukan penyelidikan epidemiologi dan
pengamatan penyakit dilokasi penderita dan
rumah disekitarnya untuk mencegah
kemungkinan adanya penularan lebih lanjut.
Pencegahan Tersier
Pencegahan tingkat ketiga ini dimaksudkan untuk
mencegah kematian akibat penyakit DBD dan
melakukan rehabilitasi. Upaya pencegahan ini
dapat dilakukan dengan :
Transfusi Darah :Penderita yang menunjukkan gejala
perdarahan seperti hematemesis dan malena
diindikasikan untuk mendapatkan transfusi darah
secepatnya.
Stratifikasi Daerah Rawan DBD
Stratifikasi Daerah Rawan DBD

1. Endemis Kecamatan, Kelurahan, yang dalam


3 tahun terakhir selalu ada kasus DBD. Kegiatan
yang dilakukan adalah fogging Sebelum Musim
penularan(SMP), Abatisasi selektif, dan
penyuluhan kesehatan kepada masyarakat
2. Sporadis : Kecamatan, Kelurahan, yang dalam 3
tahun terakhir ada kasus DBD. Kegiatan yg
dilakukan: PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk)
dan 3M+, dan penyuluhan
3. Potensial
Kecamatan, Kelurahan, yang dalam 3 tahun terakhir
tidak ada kasus DBD. Tetapi penduduknya padat,
mempunyai hubungan transportasi dengan wilayah
lain dan persentase rumah yang ditemukan jentik >
5%. Kegiatan yang dilakukan adalah PJB, PSN, 3M
dan penyuluhan
4. Bebas
Yaitu Kecamatan, Kelurahan yang tidak pernah ada
kasus DBD. Ketinggian dari permukaan air laut >
1000 meter dan persentase rumah yang ditemukan
jentik ≤ 5%. Kegiatan yang dilakukan adalah PJB,
PSN, 3M dan penyuluhan

Anda mungkin juga menyukai