SEMINAR PROPOSAL
Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Dana Desa Merpak Kecamatan
Kelam Permai Kabupaten Sintang
Nama Penulis : Alpha Amdra Pragoga
NIM : B1033171035
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2021
LATAR BELAKANG
● Terselenggaranya pemerintah yang baik (good government) menjadi prasyarat utama untuk
mewujudkan aspirasi masyarakat dalam mencapai tujuan bangsa dan negara. Oleh karena itu, tidak
berlebihan jika good governance menjadi pertanda tercapainya demokratisasi sebagai upaya
mengembalikan kedaulatan rakyat.
● Dalam konteks ini, perlu dikembangkan dan dilaksanakan sistem pertanggungjawaban dan
transparansi yang tepat, jelas dan nyata sehingga penyelenggaraan dan pembangunan negara dapat
dilaksanakan secara efisien, berhasil dan bersih, bertanggung jawab dan bebas dari praktik korupsi,
kolusi, dan nepotisme (Apriliani, 2014).
● Pemerintah daerah menurut undang-undang nomor 32 tahun 2004 adalah hak, kewenangan, dan
kewajiban daerah otonom untuk menyelenggarakan dan mengurus sendiri kegiatan pemerintahan
dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan ketentuan undang-undang. Dalam hal ini
pemerintah memberikan hak, kewewenang dan kewajiban kepada setiap daerah agar mampu
mengelola apa yang dimiliki oleh daerah tersebut untuk mencapai kesejahteraan masyarakat
(romantis, 2015).
LATAR BELAKANG
● Selanjutnya, pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 Tahun
2014 tentang Ketentuan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
Pemerintah daerah memiliki kontrol lebih besar atas pengelolaan wilayahnya.
● Salah satu bentuk kepentingan negara dalam pembangunan pedesaan adalah pemerintah
menyediakan dana desa bagi desa dalam APBN untuk pendapatan dan belanja setiap tahun
anggaran, yang ditransfer untuk pembangunan desa dalam bentuk dana desa melalui anggaran
pendapatan dan belanja daerah kabupaten/kota.
● Sukasmanto dalam Sumpeno (2011) mendefinisikan akuntabilitas dalam pemerintahan desa sebagai
kemampuan perangkat desa untuk bertanggung jawab atas kegiatan yang berhubungan dengan
pemerintahan dan pembangunan desa.
● Akuntabilitas mencakup lebih dari sekadar kepatuhan terhadap undang-undang dan peraturan saat
ini. Akuntabilitas, di sisi lain, memastikan bahwa sumber daya digunakan dengan bijak, efisien,
efektif, dan hemat biaya. Tata kelola pemerintahan dan administrasi bisnis harus fokus pada tujuan
utama akuntabilitas, sehingga setiap pengelola dapat menyampaikan tanggung jawab keuangan
dengan menyusun laporan keuangan.
FOKUS PENELITIAN
Penelitian yang dilakukan di Desa Merpak Kecamatan
Kelam Permai Kabupaten sintang difokuskan pada
penerapan prinsip akuntabilitas yang dilakukan oleh tim
pelaksana yang di bentuk Perangkat Desa Merpak
RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan hal tersebut di atas, maka masalah yang akan
dipecahkan dalam penelitian ini adalah bagaimana akuntabilitas
pengelolaan keuangan Dana Desa di Desa Merpak Kecamatan Kelam
Permai Kabupaten Sintang?
TUJUAN PENELITIAN
Sesuai dengan rumusan masalah yang akan dipecahkan
maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
bagaimana akuntabilitas pengelolaan keuangan Dana
Desa di Desa Merpak Kecamatan Kelam Permai
Kabupaten Sintang.
MANFAAT PENELITIAN
Manfaat penelitian Penelitian ini diharapkan dapat
membawa manfaat bagi beberapa pihak, antara lain:
Bagi Peneliti
Bagi peneliti Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperdalam pengetahuan
tentang tanggung jawab pengelolaan Dana Desa.
Bagi Akademisi
Bagi akademisi Hasil penelitian ini hendaknya memberikan tambahan
pengetahuan untuk kemajuan studi dan dapat dijadikan sebagai tolak ukur atau
benchmark untuk penelitian selanjutnya.
Bagi Instansi yang bersangkutan
Sebagai kontribusi kepada pemerintah kabupaten khususnya desa Merpak
Kecapatan Kelam Permai dalam meningkatkan akuntabilitas pengelolaan dana
desa.
TINJAUAN PUSTAKA
• Landasan Teori Dan Kajian Empiris
Otonomi Daerah
Otonomi daerah mengacu pada kemampuan dan kewajiban daerah
otonom untuk mengendalikan dan menyelenggarakan peraturan perundang-
undangannya sendiri. Kemandirian daerah untuk menjalankan kewenangan
pemerintahan di daerah-daerah tertentu yang keberadaan dan kebutuhannya
nyata, serta untuk berkembang, hidup, dan berkembang di daerahnya, itulah
yang dimaksud dengan otonomi yang sesungguhnya.
Penerapan Otonomi daerah berdasarkan Undang-Undang No. 23 Tahun
2014 ini tetap dengan prinsip otonomi yang luas, nyata dan bertanggung
jawab. otonomi yang luas, artinya kepala daerah mempunyai hak,
wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus
pemerintahan sendiri dan kepentingan masyarakat lokal dalam Negara
Kesatuan Republik Indonesia
Pengertian Desa
Menurut Sutardjo Kartodikusumo, desa adalah suatu badan hukum dan masyarakat
tempat masyarakat itu berada berhak atas pemerintahannya sendiri. Sedangkan
menurut Saniyanti Nurmuharimah, desa adalah suatu wilayah dimana
masyarakatnya hidup dengan sistem pemerintahannya sendiri.
sementara itu menurut Undang Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang
Desa, yang dimaksud dengan desa ialah desa serta desa norma/hukum
atau yang disebut menggunakan nama lain, selanjutnya dianggap desa,
ialah kesatuan rakyat aturan yang mempunyai batas daerah yang
berwenang untuk mengatur urusan pemerintahan, Kepentingan penduduk
lokal bermula dari pandangan dan gagasan baru tentang hak-hak
masyarakat, masyarakat hukum adat, atau hak tradisional, yang diakui
dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
Dana Desa
Menurut UU No. 6 Tahun 2014 Dana desa adalah dana yang berasal
dari anggaran pendapatan dan belanja negara untuk desa yang
ditransfer melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah APBN,
yang diperuntukkan bagi yang ditransfer melalui APBD kabupaten
atau kota dan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan,
pelaksanaan pembangunan, digunakan oleh pengembangan
masyarakat.
Menurut undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa, mereka berhak
mengatur dan mengurus kekuasaannya sesuai dengan kebutuhan dan
prioritas desa. Artinya dana desa digunakan untuk kepentingan umum sesuai
dengan kebutuhan dan prioritas dana desa, namun karena dana desa berasal
dari belanja pusat, untuk mengoptimalkan penggunaan dana desa untuk
mendukung program pembangunan Pemberdayaan masyarakat.
Konsep Akuntabilitas
Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang sistem
Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah merupakan rangkaian sistematik
dari berbagai aktivitas, alat, dan prosedur yang dirancang untuk tujuan
penetapan dan pengukuran, pengumpulan data, pengklasifikasian,
pengikhtisaran, dan pelaporan kinerja pada instansi pemerintah.
Menurut Mardiasmo dalam Arifiyanto dan Kurrohman (2014) menyatakan ada tiga
prinsip utama yang mendasari pengelolaan keuangan daerah, yaitu :
1. Prinsip transparansi atas keterbukaan
Transparansi disini memberikan arti bawa anggota masyarakat memiliki hak dan
akses yang sama untuk mengetahui proses anggaran karena menyangkut aspirasi dan
keinginan masyarakat, terutama dalam pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat banyak.
2. Prinsip akuntabilitas
Akuntabilitas adalah prinsip pertanggungjawaban public yang berarti bahwa proses
penganggaran mulai dari perencanaan, penyusunan dan pelaksanaan harus benar-benar
dapat dilaporkan dan dipertanggungjawabkan kepada DPRD dan masyarakat.
3. Prinsip value for money
Prinsip ini berarti diterapkannya tigas pokok dalam proses penganggaran
yaitu ekonomis, efisien, dan efektif. Ekonomis yaitu pemilihan dan
penggunaan sember daya dalam jumkah dan kualitas tertentu dengan harga
yang murah. Efiseien dalah penggunaan dana masyarakat tersebut dapat
menghasilkan sesuatu yang maksimal atau memiliki daya guna. Efektif
dapat diatikan bahwa penggunaan anggaran tersebut harus mencapai target
atau tujuan kepentingan masyarakat.
Pengelolaan Keuangan Desa
Permendagri Nomor 113 Tahun 2014 menyebutkan bahwa pengelolaan
keuangan desa adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan,
penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan desa.
Pengelolaan keuangan desa merupakan rangkaian siklus yang terpadu
dan terintegrasi antara satu tahapan dengan tahapan lainnya.
siklus pengelolaan keuangan desa
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Nomor 45 merupakan khusus untuk organisasi
niralaba. Karakteristik organisasi niralaba sangat berbeda dengan organisasi bisnis yang
berorientasi untuk memperoleh laba. Perbedaan terletak pada cara organisasi memperoleh
sumber daya yang dibutuhkan untuk melakukan berbagai aktivitas operasionalnya.
Organisasi memperoleh sumber daya dari sumbangan para anggota dan
penyumbanganlain yang tidak mengharapkan imbalan apapun dari organisasi yang
bersangkutan. Sebagai akibat dari karakteristik tersebut, dalam organisasi niralaba timbul
transaksi tertentu yang jarang atau bahkan tidak pernah terjadi dalam organisasi bisnis,
contohnya penerimaan sumbangan.
Penelitian Terdahulu
Peneliti Judul Penelitian Jenis Penelitian Hasil Penelitian
Okta Pengelolaan Deskriptif Analitis Tata kelola dana ADD masih nampak
Rosalida Alokasi Dana Desa
LPD (ADD) Dalam belum efektif, hal ini terlihat pada
(2014) Menunjang mekanisme perencanaan yang belum
Pembangunan
Pedesaan (Studi memperlihatkan sebagai bentuk
Kasus; Desa Ploso perencanaan yang efektif karena waktu
Kerep, Kecamatan
Sumobito, perencanaan yang sempit, kurang
Kabupaten berjalannya fungsi lembaga desa,
Jombang)
partisipasi masyarakat rendah karena
dominasi kepala desa dan adanya pos-pos
anggaran dalam pemanfaatan ADD
sehingga tidak ada kesesuain dengan
kebutuhan desa.
Kerangka Konseptual
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif
deskriptif. Menurut Moleong ( dalam Arifiyanto, 2014 ), penelitian kualitatif
adalah suatu penelitian yang bersifat objektif, dan pengumpulan data
diperoleh dengan cara observasi, wawancara, dan juga studi dokumentasi
untuk melakukan pengumpulan data, pengolahan data atau analisis data,
penyusunan laporan, serta penarikan kesimpulan dari data yang diperoleh.
Penelitian kualitatif digunakan untuk lebih memahami fenomena seperti
perilaku, persepsi, dan motivasi, di antara topik-topik lainnya.
Jenis dan Sumber Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu;
• Data Premier
Data premier adalah data yang berasal dari sumber asli atau pertama.
Data ini tidak tersedia dalam bentuk terkompilasi ataupun dalam
bentuk file-file. Data tersebut harus disediakan melalui sumber atau
secara teknis penyedia informasi, orang yang kami amati sebagai
objek penyelidikan atau yang membantu kami memperoleh informasi
atau data (Narimawati, 2008 : 98).
• Data Sekunder
Data sekunder merupakan data penelitian yang diperoleh peneliti secara
tidak langsung melalui media perantara atau diperoleh dan dicatat oleh
pihak lain. (Sugiono, 2008 : 402) Dalam penelitian ini, data sekunder
diperoleh dari dokumen-dokumen yang terdapat di Desa Merpak terkait
dengan Dana Desa Tahun 2020.
Teknik Pengumpulan Data
• Wawancara
Wawancara adalah metode pengumpulan informasi melalui survei yang mengajukan
pertanyaan lisan kepada orang-orang. Wawancara dengan individu yang benar-benar
kompeten dilakukan untuk mendapatkan data yang lebih kuat dan valid yang tidak
dicantumkan dalam dokumen.
• Dokumentasi
Teknik Dokumentasi adalah proses sistematis yang dimulai dengan pengumpulan,
analisis, dan pengelolaan data, sehingga menghasilkan kumpulan dokumen yang berisi
informasi tentang hal-hal yang mendukung kegiatan yang sedang berlangsung
• Observasi
Menurut Sanusi (2011: 77), observasi adalah kegiatan yang dilakukan secara langsung
untuk melihat kondisi subjek sehingga peneliti dapat mengumpulkan data yang sesuai
dengan tujuan studi kasus terlebih dahulu peneliti mempersiapkan catatan atau alat
observasi, baik hanya sekedar daftar cek atau sekedar penilaian.
• Kuisioner
Kuesioner adalah kegiatan tanya jawab secara tidak langsung dalam bentuk tertulis
yang berisi pertanyaan tentang pengelolaan keuangan desa yang diketahui oleh
perangkat desa.
• Studi Keperpustakaan
Studi Keperpustakaan mempelajari data-data dari literatur,
buku-buku dan menggunakan fasilitas internet untuk mencari
data-data yang berhubungan dengan pokok bahasan
penelitian.
Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian untuk Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa ini adalah di Desa Merpak
Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang tahun 2020.
Teknik Analisa Data
Guna menganalisis data yang telah didapatkan, maka peneliti akan menggunakan Peraturan
Dalam Negeri Nomor 113 Tahun 2014 tentang pedoman pengelolaan keuangan desa dan
wawancara serta kuisioner sebagai alat analisis yang saat ini dianggap paling tepat dalam
menggambarkan hasil penelitian ini.
TERIMA KASIH