0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
196 tayangan24 halaman

Penggolongan dan Resep Salep Unguentum

Dokumen menjelaskan tentang pengertian, jenis, bahan dasar, dan cara pembuatan salep. Salep adalah sediaan setengah padat yang mudah dioleskan dan digunakan sebagai obat luar. Terdapat beberapa jenis salep berdasarkan konsistensinya dan bahan dasarnya, seperti vaselin, lanolin, atau bahan yang dapat larut air. Cara pembuatan salep bergantung pada kelarutan bahan aktifnya, misalnya dilar

Diunggah oleh

Alfian Yuda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
196 tayangan24 halaman

Penggolongan dan Resep Salep Unguentum

Dokumen menjelaskan tentang pengertian, jenis, bahan dasar, dan cara pembuatan salep. Salep adalah sediaan setengah padat yang mudah dioleskan dan digunakan sebagai obat luar. Terdapat beberapa jenis salep berdasarkan konsistensinya dan bahan dasarnya, seperti vaselin, lanolin, atau bahan yang dapat larut air. Cara pembuatan salep bergantung pada kelarutan bahan aktifnya, misalnya dilar

Diunggah oleh

Alfian Yuda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SALEP (UNGUENTUM)

DEVI RATNASARI, [Link], APT


 Salep/Unguenta adalah sediaan setengah padat yang mudah dioleskan dan digunakan
sebagai obat luar
 Bahan obat harus larut atau terdispersi homogen ke dalam dasar salep yang cocok

 BAHAN OBAT
 DASAR SALEP ?
Penggolongan Salep Menurut Konsistensinya

 Unguenta ; Salep yang mempunyai konsistensi seperti mentega, tidak mencair pada suhu biasa, tetapi
mudah dioleskan tanpa memakai tenaga
 Cream (krim); salep yang banyak mengandung air, mudah diserap kulit, suatu tipe yang dapat dicuci
dengan air
 Pasta ; Salep yang mengandung lebih dari 50% zat padat (serbuk), suatu salep tebal, karena merupakan
penutup atau pelindung bagian kulit yang diolesi
 Cerata; Salep berlemak yang mengandung persentase lilin (wax) yang tinggi sehingga konsistensinya
lebih keras (ceratum labiale)
 Gelones/Spumae/jelly ; salep yang lebih halus, umumnya cair biasanya terdiri atas campuran sederhana
dari minyak dan lemak dengan titik lebur rendah
Dasar Salep Hidrokarbon

 Dasar salep ini dikenal sebagai dasar salep berlemak, antara lain vaselin putih. Hanya sejumlah
kecil komponen berair yang dapat dicampurkan kedalamnya. Salep ini dimaksudkan untuk
memperpanjang kontak bahan obat dengan kulit dan bertindak sebagai pembalut penutup. Dasar
salep hidrokarbon digunakan terutama sebagai emolien, sukar dicuci, tidak mengering dan tidak
tampak berubah dalam waktu lama
 Vaselin putih (album)
 Vaselin kuning (flavum)
 Malam Putih/kuning
 Parafin encer
 Parafin padat
 Minyak tumbuh-tumbuhan
 Jelene
Dasar Salep Serap

 Dasar salep serap ini  dibagi dalam 2 kelompok. Kelompok pertama terdiri atas dasar
salep yang dapat bercampur dengan air membentuk emulsi air dalam minyak (parafin
hidrofilik dan lanolin anhidrat), dan kelompok kedua terdiri atas emulsi air dalam minyak
yang dapat bercampur dengan sejumlah larutan air tambahan (lanolin). Dasar salep ini
juga berfungsi sebagai emolien.
 Adeps lanae, lanoline
 Unguentum simplex (Campuran 30 bagian malam kuning dan 70 bagian minyak wijen)
 Hydrophilic petrolatum (Vaselin album : Cera alba : Stearyl alcohol : Kolesterol = 86 : 8 :
3:3:)
Dasar salep dapat dicuci dengan air

 Dasar salep ini adalah emulsi minyak dalam air, antara lain salep hidrofilik (krim).
 Dasar salep ini mudah dicuci dari kulit atau dilap basah sehingga lebih dapat diterima
untuk dasar kosmetika.
 Keuntungan lain dari dasar salep ini adalah dapat diencerkan dengan air dan mudah
menyerap cairan yang terjadi pada kelainan dermatologik.
 Dasar salep seperti vanishing cream
R/ Lanolini 2,0
Cetylalkohol 1,0
Parafin Liquid 5,0
Acidi Stearinici 9,0
Kalii Hydoxidii 0,5
Propylene Glycol 5,0
Aquadest 77,5
 Hydrophilic ointment, dibuat dari minyak mineral, stearyl alcohol, aquadest
Dasar Salep Larut Air

 Kelompok ini disebut juga dasar salep tak berlemak dan terdiri dari konstituen larut air.
 Dasar salep jenis ini memberikan banyak keuntungannya seperti dasar salep yang dapat
dicuci dengan air dan tidak mengandung bahan tak larut dalam air, seperti paraffin,
lanolin anhidrat atau malam. Dasar salep ini lebih tepat disebut gel.
 Polyethilenglycol ointment USP
R/ P.E.G 4000 ………………. 40%
P.E.G 400 …………………60 %
 Tragacanth
 P.G.A
CARA PEMBUATAN SALEP
(Aturan Umum)

 Zat yang dapat larut dalam dasar salep, dilarutkan bila perlu dengan pemanasan rendah
 Zat yang tidak cukup larut dalam dasar salep, lebih dahulu diserbuk dan diayak dengan
derajat ayakan no.100
 Zat yang mudah larut dalam air dan stabil, serta dasar salep mampu menyerap air tersebut,
dilarutkan dulu dalam airyang tersedia, setelah itu ditambahkan bagian dasar salep yang
lain
 Bila dasar salep dibuat dengan peleburan, maka campuran tersebut harus diaduk sampai
dingin
1. Zat yang dapat dilarutkan dalam dasar salep

 Umumnya kelarutan obat dalam minyak lemak lebih besar daripada dalam Vaseline
 Contoh : Camphora, mentholum, phenolum, Thymolum, Guaycolum lebih mudah dilarutkan dengan cara
digerus dalam mortar dengan minyak lemak
 Bila dasar salep mengandung vaselin, maka zat-zat tersebut digerus halus dan ditambahkan sebagian
Vaseline (sama banyak) samapi homogen, baru ditambahkan sisa vaselin dan bagian dasar salep yang lain
 Camphora dapat dihaluskan dengan ditambahkan spiritus fortiori atau eter secukupnya sampai larut
setelah itu ditambah dasar salep sedikit demi sedikit, sampai sipiritus fortiur nya menguap
 Bila zat-zat tersebut bersama-sama dalam salep, lebih mudah dicampur dan digerus dulu biar meleleh baru
ditambahkan dasar salep sedikit demi sedikit
Contoh resep…

R/ Camphora 1
Vaselin Flav 9
[Link]

R/ Camphora
Mentholumaa 0,300
lanolin 10
[Link]
m.d.s.u.e
 Garam alkaloid mudah larut dalam air, sedangkan base nya mudah larut dalam minyak.
Contoh : Efedrin
R/ Efedrin 0,100
Parafin Liq 5
Lanolin 15
[Link]
2. Zat yang mudah larut dalam air

 Bila massa salep mengandung air dan obatnya dapat larut dalam air yang tersedia maka
obatnya dilarutkan dulu dalam air dan dicampur dengan bagian dasar salep yang dapat
menyerap air, setelah seluruh obat dalam air terserap, baru ditambahkan bagian-bagian
lain dasar salep, digerus dan diaduk homogeny
 Dasar salep yang dapat menyerap air antara lain : Adeps lanae, unguentum simplex,
Hydrophilic ointment
 Dasar salep yang mengandung air Lanolin (Adeps lanae : Air = 75% ; 25%), Unguentum
leniens, unguentum cetylicum hydrosum
Contoh resep…

R/ Kalii Iodida 3
Lanolin 16
[Link] ad 30
[Link] us. ext
 Dalam keadaan terpaksa, perlu penambahan air maka dijelaskan dan dimintakan
persetujuan dokter yang menulis resep, jumlah air yang ditambahkan dikurangkan pada
bagian dasar salep. Digunakan air bila dalam resep mengandung : Iodium, Argentum
colloidal, Argentum proteinicum, ekstrak kental, Tanin (karena tannin sukar larut dalam
air maka bila air tidak cukup dapat diserbuk/digerus dengan bahan dasar salep)
 Adanya Iodium/tannin dengan garam alkaloida dalam larutan akan mengendapkan
alkaloid base. Maka kedua macam zat ini dipisah, dengan masing-masing dicampur
sendiri-sendiri dengan sebagian dasar salep baru keduanya dicampur
 Contoh :
R/ Cocain HCl 0,150
Bellad. Extr 0,250
Iodi 0,5
Lanolin
Vaselin. Flav aa 10
[Link] [Link]
3. Zat yang kurang larut atau tidak larut dalam
dasar salep

 Zat-zat tersebut diayak terlebih dahulu dengan ayakan no.100, baru kemudian dicampur
dengan dasar salep. Bila diperlukan dasar salep tersebut dilelehkan terlebih dahulu,
setelah itu sisa bahan-bahan yang lain ditambahkan sedikit demi sedikit sambil digerus
dan diaduk hingga homogeny.
 Zinx oxyd dan asam borat selalu diayak terlebih dahulu
 Pembuatan salep yang mengandung asam borat tidak boleh dengan pemanasan
4. Salep yang dibuat dengan peleburan

 Pembuatan dasar salep ini dilakukan dalam cawan porselen dan digunakan batang gelas
sebagai pengaduk
 Bahan salep yang mengandung air tidak ikut dilelehkan tetapi diambil bagian lemaknya,
sedang air ditambahkan setelah masa salep diaduk sampai dingin
 Dasar salep yang perlu dilebur : Cetaceum, cera alba, Stearyl alcohol, Cera flava
 Contoh

R/ Sulfadiazin R/ Kalium Iodida 2


Cetyl alcohol aa 2,5 Cera Flava 3
ZnO 5 [Link] 3
Ol. Sesami 20 Lanolin 10
Acidum Boricum 4 [Link]
Vaselin 16
[Link]
Contoh Soal

R/ Ungt 2-4 15 R/ Ungt 2-4 15


Contin adde
Ichtyol 5% Ichtyol 5%
[Link] [Link]
sue sue
R/ Chloramphenicol Palmitat 2%
Propylenglicol
Lanolin anhidrat aa 2
vaselin album ad 20
sue

Bagaimana pembuatan resep jika bahan aktif diganti dengan chloramphenicol base??

Anda mungkin juga menyukai