AROMATHERAPY
“ROSEMARY ESSENTIAL OIL”
KELOMPOK 2
Anjani Awijayanti 1948201008
AROMATERAPI
• Aromaterapi berasal dari kata “aroma”, yang artinya bau
yang menarik yang berasal dari tumbuhan (minyak
essensial) atau rempah, dan berasal dari kata “terapi”, yang
artinya suatu perawatan yang dirancang untuk
pengobatan.
• Aromaterapi adalah terapi atau pengobatan dengan
menggunakan bau-bauan yang berasal dari tumbuh-
tumbuhan, bunga, pohon yang berbau harum dan enak.
• Aromaterapi dapat juga didefinisikan sebagai penggunaan
terkendali esensial tanaman untuk tujuan terapeutik
(Posadzki et al,2012).
Minyak Esensial
• Kata essential oil diambil dari kata quintessence, yang
berarti bagian penting atau perwujudan murni dari suatu
material, dan pada konteks ini ditujukan pada aroma atau
essence yang dikeluarkan oleh beberapa tumbuhan
(misalnya rempah-rempah, daun-daunan dan bunga).
• Minyak atsiri didefinisikan sebagai produk hasil penyulingan
dengan uap dari bagian-bagian suatu tumbuhan. Minyak
atsiri dapat mengandung puluhan atau ratusan bahan
campuran yang mudah menguap (volatile) dan bahan
campuran yang tidak mudah menguap (non-volatile), yang
merupakan penyebab karakteristik aroma dan rasanya.
Cara Kerja Aromaterapi
• Mekanisme kerja perawatan aromaterapi didalam tubuh manusia
berlangsung melalui dua sistem fisiologis, yaitu;
sistem sirkulasi tubuh.
sistem penciuman.
• Penyerapan minyak esensial ke dalam sistem sirkulasi
membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk diserap sepenuhnya
oleh sistem tubuh.
• Aktifitas aromaterapi pada organ peraba dan pencium tergantung
dari respons bau yang dihasilkan oleh sel otak.
• Melalui sistem sirkulasi, aromaterapi bekerja melalui fungsi
humoral (cairan tubuh), seperti darah dan kelenjar- kelenjar, yang
selanjutnya akan merangsang fungsi hormonal didalam tubuh.
Efek Minyak Esensial Pada Tubuh
• Minyak esensial bekerja dalam tiga jalur:
Penciuman.
Pencernaan.
penyerapan kulit.
• Secara farmakologi, aromaterapi bekerja dalam tubuh manusia melalui
dua sistem, yaitu;
melalui sistem saraf.
sistem sirkulasi.
• Melalui jaringan saraf yang mengantarnya, sistem saraf akan mengenali
bahan aromatik sehingga sistem saraf vegetatif, yaitu sistem saraf yang
berfungsi mengatur fungsi organ seperti mengatur denyut jantung,
pembuluh darah, pergerakan saluran cerna akan terangsang.
ROSEMARY
Sejarah Rosemary
• Rosemary (Rosmarinus officinalis L.) yang merupakan
family Lamiaceae adalah tumbuhan penghasil
rempah-rempah dan bumbu masak dengan nama
yang sama. Oleh generasi Indonesia sekarang, yang
tidak mengenal nama bumbu ini dalam bahasa
Belanda, lebih dikenal dengan nama bahasa
Inggrisnya, rosemary. Rosemary biasa dipakai pada
kuliner kawasan Laut Tengah, seperti masakan Italia,
Yunani/Turki, serta daerah Levantia.
Klasifikasi Rosemary
• Klasifikasi menurut USDA (2019) tanaman rosemary adalah
sebagai berikut:
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Superdivision : Spermatophyta
Division : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Subclass : Asteridae
Order : Lamiales
Family : Lamiaceae/Labiateae
Genus : Rosmarinus L.
Species : Rosmarinus officinalis L.
Definisi Rosemary
• Rosemary (Rosmarinus officinalis L.) merupakan suatu bahan rempah dan salah
satu tanaman yang termasuk dalam tanaman herbal aromatik karena memiliki
aroma yang khas. Tanaman yang berasal dari negara Eropa ini secara luas
digunakan di dunia karena memiliki aroma khas dan kaya akan minyak atsiri dan
dipercaya sebagai aromaterapi yang mampu membantu fungsi dan kerja otak.
• Rosemary (Rosmarinus officinalis) merupakan anggota dari keluarga mint
(Lamiaceae) yang berasal dari wilayah Mediterania. Lama diperkenalkan secara
luas di Eropa. Tanaman ini digunakan sebagai bumbu untuk daging, hidangan
gurih, dan salad. Tanaman ini digunakan secara hati-hati dalam ramuan
campuran karena aromanya yang intens.
• Kandungan minyak esensialnya digunakan dalam kosmetik dan beberapa produk
farmasi. Tanaman yang daunnya hijau gelap di atas dan putih berbulu di bawah
ini berdaun sempit dan runcing memiliki panjang 2- 3,5 cm. Bunganya biru
keunguan atau keputihan ditanggung di aksila kecil (yaitu, muncul dari sudut
antara daun dan batang) racemes. Kelopak dan corolla berbibir dua, yang
panjang keduanya sekitar 1,25 cm dan didalamnya terdapat dua benang sari
(Vaughan & Geissler, 1997).
Kandungan Rosemary
Senyawa metabolit sekunder pada rosemary yang telah dilaporkan di antaranya adalah;
• Senyawa golongan flavonoid yaitu hespiridin dan luteolin beserta turunannya
(Okumura, dkk., 1994), turunan scutellarein (Perez-Fons, dkk., 2010), cirismaritin dan
hispidulin (Prez-Sanchez, dkk., 2017), dan turunan diosmetin (Hostetler, dkk., 2017).
• Senyawa golongan terpenoid, yaitu epirosmanol beserta turunannya, isorosmanol,
rosmadial yang diisolasi oleh Nakatani dan Inatani (1984), dan senyawa turunan
rosmanol diisolasi oleh Inatani, dkk. (1982). Rofficerone dan rosmaquinon diisolasi
oleh Wu, dkk. (1981), turunan rosmaquinon diisolasi oleh Houlihan, dkk. (1984).
Offisinoterpenosides A1, A2, B, C, dan D diisolasi oleh Zhang, dkk. (2014), asam
oleanolik, asam mikromerik beserta turunannya diisolasi oleh Altinier, dkk. (2007),
dan asam karnosik diisolasi oleh Richheimer, dkk. (1996).
• Senyawa golongan Fenolik yaitu asam kafeik, asam klorogenik, asam neoklorogenik,
asam labiatik, berhasil diisolasi oleh Fiume, dkk. (2018). Rosmadifenol diisolasi oleh
Houlihan, dkk. (1983), 1-O-feruloil-β-D-glukopiranose, dan 1-O-(4- hidrok- sibenzoil)-
β-D-glukopiranose diisolasi oleh Bai, dkk. (2010).