0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
151 tayangan36 halaman

Definisi dan Fungsi Sensor Transduser

Sensor dan transduser adalah peralatan yang mengubah sinyal fisik menjadi sinyal listrik. Sensor berfungsi untuk mendeteksi stimulus seperti cahaya, suara, atau panas, sementara transduser mengubah energi dari satu bentuk ke bentuk lain untuk pengukuran atau transfer informasi."

Diunggah oleh

Riel Siwabessy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
151 tayangan36 halaman

Definisi dan Fungsi Sensor Transduser

Sensor dan transduser adalah peralatan yang mengubah sinyal fisik menjadi sinyal listrik. Sensor berfungsi untuk mendeteksi stimulus seperti cahaya, suara, atau panas, sementara transduser mengubah energi dari satu bentuk ke bentuk lain untuk pengukuran atau transfer informasi."

Diunggah oleh

Riel Siwabessy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Sensor & Transduser

1
Definisi
 Sensor :
Suatu peralatan yang berfungsi untuk
mengkonversi suatu sinyal atau stimulus
(besaran fisis) ke besaran listrik (Tegangan,
Arus, Tahanan).
 Contoh:
Kamera sebagai sensor penglihatan, LDR (light
dependent resistance) sebagai sensor cahaya,
dll.

2
Definisi
 Transduser :
alat yang biasa pada elektonika, kelistrikan, mekanik
elektronik, elektromagnetik, digunakan mengubah energi
dari satu energi ke bentuk energi yang lain untuk
berbagai pengukuran atau transfer informasi.
 Contoh:
Generator adalah transduser yang merubah energi
mekanik menjadi energi listrik, motor adalah transduser
yang merubah energi listrik menjadi energi mekanik, dll.

3
Transduser

Input energy output energy


Transducer
(or signal) (or signal)

The sensing process

4
Peryaratan Umum Sensor dan
Transduser

1. Linearitas
 Konversi harus benar-benar proposional, jadi karakteristik
konversi harus linier.
 Linearitas sangat diinginkan karena segala perhitungan dapat
dilakukan dengan mudah jika sensor dapat diwujudkan dalam
persamaan garis lurus.

Keluaran dari sensor panas 5


Peryaratan Umum Sensor dan
Transduser
2. Sensitivitas
 Sensitivitas akan menunjukan seberapa jauh kepekaan
sensor terhadap kuantitas yang diukur.
 Sensitivitas sering juga dinyatakan dengan bilangan
yang menunjukan “perubahan keluaran dibandingkan
unit perubahan masukan”.
 Beberepa sensor panas dapat memiliki kepekaan yang
dinyatakan dengan “satu volt per derajat” satu derajat
pada masukan akan menghasilkan perubahan satu
volt pada keluarannya.
 Linieritas sensor juga mempengaruhi sensitivitas dari
sensor.

6
Peryaratan Umum Sensor dan
Transduser
3. Tanggapan Waktu
 Tanggapan waktu pada sensor menunjukan seberapa cepat
tanggapannya terhadap perubahan masukan.
 Sebagai contoh, instrumen dengan tanggapan frekuensi yang
jelek adalah sebuah termometer merkuri. Masukannya adalah
temperatur dan keluarannya adalah posisi merkuri.

Temperatur berubah secara kontinyu


7
Persyaratan Kualitas Sensor
 Linieritas
Konversi harus benar-benar proposional, jadi karakteristik
konversi harus linier.
 Tidak tergantung temperatur
Keluaran konverter tidak boleh tergantung pada temperatur di
sekelilingnya, kecuali sensor suhu.
 Kepekaan
Kepekaan sensor harus dipilih sedemikian, sehingga pada
nilai-nilai masukan yang ada dapat diperoleh tegangan listrik
keluaran yang cukup besar.
 Waktu tanggapan
Waktu tanggapan adalah waktu yang diperlukan keluaran
sensor untuk mencapai nilai akhirnya pada nilai masukan
yang berubah secara mendadak. Sensor harus dapat
berubah cepat bila nilai masukan pada sistem tempat sensor
tersebut berubah.
8
Persyaratan Kualitas Sensor
 Batas frekuensi terendah dan tertinggi
Batas-batas tersebut adalah nilai frekuensi masukan periodik
terendah dan tertinggi yang masih dapat dikonversi oleh sensor
secara benar. Pada kebanyakan aplikasi disyaratkan bahwa
frekuensi terendah adalah 0Hz.
 Stabilitas waktu
Untuk nilai masukan (input) tertentu sensor harus dapat
memberikan keluaran (output) yang tetap nilainya dalam waktu
yang lama.
 Histerisis
Gejala histerisis yang ada pada magnetisasi besi dapat pula
dijumpai pada sensor. Misalnya, pada suatu temperatur tertentu
sebuah sensor dapat memberikan keluaran yang berlainan.

9
Persyaratan Kualitas Sensor
 Empat sifat diantara syarat-syarat dia
atas, yaitu linieritas, ketergantungan pada
temperatur, stabilitas waktu dan histerisis
menentukan ketelitian sensor.

10
Ketentuan yang perlu diperhatikan
dalam memilih sensor yang tepat
1. Apakah ukuran fisik sensor cukup memenuhi untuk dipasang
pada tempat yang diperlukan?
2. Apakah ia cukup akurat?
3. Apakah ia bekerja pada jangkauan yang sesuai?
4. Apakah ia akan mempengaruhi kuantitas yang sedang diukur?
5. Sebagai contoh, bila sebuah sensor panas yang besar
dicelupkan kedalam jumlah air air yang kecil, malah
menimbulkan efek memanaskan air tersebut, bukan
menyensornya.
6. Apakah ia tidak mudah rusak dalam pemakaiannya?
7. Apakah ia dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya?
8. Apakah biayanya terlalu mahal?

11
Klasifikasi Sensor
 Berdasarkan fungsi dan penggunaannya
sensor dapat dikelompokan menjadi 3
bagian yaitu:
1. sensor thermal (panas)
2. sensor mekanis
3. sensor optik (cahaya)

12
Sensor Thermal
 Sensor thermal adalah sensor yang
digunakan untuk mendeteksi gejala
perubahan panas/temperatur/suhu pada
suatu dimensi benda atau dimensi ruang
tertentu.
 Contohnya: bimetal, termistor, termokopel,
RTD, dsb.

13
Sensor Thermal

termokopel LM35

termistor

14
Sensor Mekanis
 Sensor mekanis adalah sensor yang mendeteksi
perubahan gerak mekanis, seperti perpindahan
atau pergeseran atau posisi, gerak lurus dan
melingkar, tekanan, aliran, level dsb.
 Contoh: strain gage, linear variable deferential
transformer (LVDT), proximity, potensiometer,
load cell, bourdon tube, dsb.

15
Sensor Mekanis

Potensiometer
bourdon tube strain gage

load cell
linear variable deferential transfor
(LVDT) 16
Sensor optik
 Sensor optik atau cahaya adalah sensor
yang mendeteksi perubahan cahaya dari
sumber cahaya, pantulan cahaya ataupun
bias cahaya yang mengernai benda atau
ruangan.
 Contoh: photo cell, photo transistor, photo
diode, photo voltaic, photo multiplier,
pyrometer optic, dsb.

17
Sensor optik

Infrared emitters photo transistor

LDR photo dioda


18
Klasifikasi Transduser
 Self generating transduser (transduser pembangkit sendiri)
 Self generating transduser adalah transduser yang hanya
memerlukan satu sumber energi.
 Contoh: piezo electric, termocouple, photovoltatic, termistor, dsb.
 Ciri transduser ini adalah dihasilkannya suatu energi listrik dari
transduser secara langsung. Dalam hal ini transduser berperan
sebagai sumber tegangan.
 External power transduser (transduser daya dari luar)
 External power transduser adalah transduser yang memerlukan
sejumlah energi dari luar untuk menghasilkan suatu keluaran.
 Contoh: RTD (resistance thermal detector), Starin gauge, LVDT
(linier variable differential transformer), Potensiometer, NTC, dsb.

19
Kelompok Transduser
 Prinsip kerja serta pemakaian transduser
berdasarkan sifat kelistrikannya
Parameter listrik dan
Prinsip kerja dan sifat alat Pemakaian alat
kelas transduser
Transduser Pasif
Potensiometer Perubahan nilai tahanan karena posisi Tekanan, pergeseran/posisi
kontak bergeser
Strain gage Perubahan nilai tahanan akibat Gaya, torsi, posisi
perubahan panjang kawat oleh tekanan
dari luar
Transformator selisih Tegangan selisih dua kumparan primer Tekanan, gaya, pergeseran
(LVDT) akibat pergeseran inti trafo

Gage arus pusar Perubahan induktansi kumparan akibat Pergeseran, ketebalan


perubahan jarak plat

20
Kelompok Transduser
Parameter listrik dan
Prinsip kerja dan sifat alat Pemakaian alat
kelas transduser
Transduser Aktif
Sel fotoemisif Emisi elektron akibat radiasi yang masuk pada permukaan Cahaya dan radiasi
fotemisif
Photomultiplier Emisi elektron sekunder akibat radiasi yang masuk ke Cahaya, radiasi dan relay sensitif
katoda sensitif cahaya cahaya
Termokopel Pembangkitan ggl pada titik sambung dua logam yang Temperatur, aliran panas, radiasi
berbeda akibat dipanasi
Generator kumparan putar Perputaran sebuah kumparan di dalam medan magnit yang Kecepatan, getaran
(tachogenerator) membangkitkan tegangan
Piezoelektrik Pembangkitan ggl bahan kristal piezo akibat gaya dari luar Suara, getaran, percepatan, tekanan
Sel foto tegangan Terbangkitnya tegangan pada sel foto akibat rangsangan Cahaya matahari
energi dari luar
Termometer tahanan Perubahan nilai tahanan kawat akibat perubahan temperatur Temperatur, panas
(RTD)
Hygrometer tahanan Tahanan sebuah strip konduktif berubah terhadap Kelembaban relatif
kandungan uap air
Termistor (NTC) Penurunan nilai tahanan logam akibat kenaikan temperatur Temperatur
Mikropon kapasitor Tekanan suara mengubah nilai kapasitansi dua buah plat Suara, musik,derau
Pengukuran reluktansi Reluktansi rangkaian magnetik diubah dengan mengubah Tekanan, pergeseran, getaran, posisi
posisi inti besi sebuah kumparan 21
Pengkondisi Sinyal
 Sinyal output dari sensor sistem Instrumentasi
(pengukuran) harus diproses, supaya dapat diproses
untuk operasi selanjutnya dari system instrumentasi.
 Alasannya:
 1. Sinyal terlalu kecil → sinyal harus dikuatkan
 2. Sinyal berisi noise → noise harus dibuang
 3. Sinyal non-linear → sinyal perlu dilinierisasi
 4. Sinyal analog → sinyal dibuat digital
 5. Sinyal digital → sinyal dibuat analog

Instrumentasi Dasar –
22
Proses Pengkondisi Sinyal
 Proteksi menghindari kerusakan elemen
berikutnya.
 Mendapatkan sinyal yang sesuai
(Konversi).
 Mendapatkan level sinyal yang sesuai.
 Eliminasi atau mengurangi noise.
 Manipulasi sinyal (linierisasi).

Instrumentasi Dasar –
23
Rangkaian Jembatan
 Rangkaian jembatan adalah rangkaian listrik untuk
melakukan pengukuran null pada resistansi pada DC
dan impedansi pada AC.

R2 .R3
R4 
R1

Instrumentasi Dasar –
24
Penguat (Amplifier)
 Suatu amplifier dalam rangkaian elektronik
berfungsi untuk membuat sinyal menjadi lebih
kuat (besar).

Instrumentasi Dasar –
25
Penguat (Amplifier) ….(cont..)
 Inverting amplifier
 Non-inverting amplifier
 Voltage follower/buffer
 Voltage summing/summer

Instrumentasi Dasar –
26
Inverting Amplifier
 Merupakan penguat tegangan dengan nilai output
berbeda phase 180 o dari inputnya (input positif menjadi
output negatif)
VO R2
A 
Vi R1

Instrumentasi Dasar –
27
Non-Inverting Amplifier
 Merupakan penguat tegangan dengan nilai
output sama phase dengan inputnya (input
positif, output positif).
VO R2
A  1
Vi R1

Instrumentasi Dasar –
28
Voltage follower/buffer
 Rangkaian ini digunakan untuk memperbesar impedansi
output dan memperkecil impedansi input, sehingga beda
tegangan antara kaki inverting dan non-inverting = 0,
maka Vo = Vi.
 Digunakan untuk mengisolasi suatu rangkaian dari efek
pembebanan.

VO
A 1
Vi

Instrumentasi Dasar –
29
Voltage Summing
 Rangkaian yang digunakan untuk menjumlahkan arus
yang masuk melalui resistor

 Rf Rf Rf Rf 
VO   V1  V2  V3  ...  Vn 
 R1 R2 R3 Rn 
Instrumentasi Dasar –
30
Filter
 Keluaran Sinyal dari sensor/tranduser umumnya masih
tercampur dengan noise atau sinyal-sinyal lain yang
bukan bersumber dari objek yang diukur (parasitic
signal).
 Bila dibiarkan, akan menimbulkan penyimpangan
terhadap output data yang dihasilkan
 Sehingga diperlukanlah sebuah filter yang dapat
menghilangkan sinyal-sinyal parasit tersebut agar tidak
tercampur dengan sinyal data yang diamati

Instrumentasi Dasar –
31
Jenis Filter
1. Filter Lolos Rendah (low pass filter).
2. Filter Lolos Tinggi (high pass filter).
3. Filter Lolos Rentang (band pass filter)

Instrumentasi Dasar –
32
Filter Lolos Rendah
(low pass filter)
 Filter lolos rendah adalah filter yang hanya melewatkan
frekuensi yang lebih rendah dari frekuensi cut-off. Di
atas frekuensi tersebut outputnya mengecil.

Instrumentasi Dasar –
33
Filter Lolos Tinggi
(high pass filter)
 Filter lolos tinggi adalah filter yang hanya melewatkan
frekuensi di atas frekuensi cut-off. Di bawah frekuensi
tersebut outputnya mengecil.

Instrumentasi Dasar –
34
Filter Lolos Rentang
(Band pass filter)
 Untuk membuat filter lolos rentang dapat dilakukan
dengan menggabungkan filter lolos rendah dan filter
lolos tinggi atau kebalikannya

Instrumentasi Dasar –
35
T
TERIMA KASIH

36

Anda mungkin juga menyukai