DESIGN THINKING
Dra. Evita Adnan, M. Psi
● Design thinking : metodologi dan pola pikir untuk
memunculkan potensi kreatif dalam diri setiap orang.
● Bermula dari dunia desain dan industri kreatif kemudian
Mengenal meluas ke berbagai bidang, termasuk pendidikan.
Design ● Memberikan keleluasaan ruang untuk mencoba, melakukan
kesalahan, dan belajar dari kesalahan - kesalahan tersebut --
produk/solusi sebagai hasil dari proses pembelajaran terus -
Thinking menerus.
● Berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pengguna, (peserta
didik) -- user - centered design (rancangan berpusat pada
pengguna, pengalaman pengguna sebagai indikator).
● Kemampuan untuk membuat/menciptakan hal-hal
baru atau kombinasi baru berdasarkan data, informasi
dan unsur-unsur yang ada
● Ciri - ciri berpikir kreatif : Kelancaran (Fluency),
Konsep Keluwesan (Flexibility), Orisinalitas
(Originality),Merinci/mengembangkan (Elaboration)
Kreativitas
● Proses kreativitas : 1) Persiapan (usaha/upaya
mencari), 2) Inkubasi (perenungan), 3) Iluminasi
(insight/ilham,“Aha!” moment), 4) Verifikasi (uji
keterpakaian)
● 4 P dalam kreativitas : Personal, Process, Press,
Product
"AHA!" atau
"EUREKA!" moment
dalam kreativitas
Fokus mendefinisikan kebutuhan
pengguna/peserta didik sebelum mencari
solusi
Karakteristik
Terbuka terhadap hasil akhir yang tidak terduga Design
Menerima ambiguitas atau ketidakpastian Thinking
Berpusat pada manusia (humanis) dalam Bidang
Proses reflektif untuk meningkatkan
Pendidikan
pemahaman kontekstual dengan empati sebagai (Loescher, 2019)
dasar pemahaman
Pendekatan integratif Orientasi pada pengguna
untuk pemecahan dan menekankan empati
masalah
Pengguna berperan penting dalam
Karakteristik Mempertimbangkan manusia,
proses, konteks, serta pengambilan keputusan terkait
Design kolaborasi/kemitraan produk/solusi yang dikembangkan
Thinking
(Roterberg, 2018) Membuat ide menjadi Terdiri dari siklus -
konkret siklus iteratif
Merupakan tantangan dalam Siklus berulang dalam tiap fase
tahap awal membuat prototipe pengembangan solusi, kegagalan
adalah bagian dari proses
Perlunya Menciptakan ruang
keanekaragaman kerja yang kolaboratif
partisipan dan kreatif
Karakteristik Agar solusi yang dihasilkan Adanya kesempatan untuk bekerja
bersumber dari masukan secara individual maupun dalam tim
Design berbagai perspektif manusia dengan kebebasan bereksplorasi
(profesi, gender, usia, dll)
Thinking
(Roterberg, 2018)
Menggabungkan
analisis dan sintesis
Analisis berupa kegiatan mengumpulkan,
mengolah, dan mengevaluasi. Sintesis
berupa upaya untuk menciptakan, menguji,
dan mengembangkan solusi
Empathize (Membangun Empati)
Membentuk pemahaman mendalam terhadap
Proses karakteristik dan kebutuhan pengguna (bertanya dan
mendengarkan, menggali pengalaman, menempatkan
Design kebutuhan/aspirasi pengguna sebagai prioritas)
Thinking
(David Kelley)
Define (Merumuskan Tujuan)
Mempertimbangkan prinsip empatis dalam merumuskan
tujuan perancangan (orientasi pada pengguna)
Ideate (Menciptakan Solusi)
Menciptakan sebanyak mungkin ide - ide solusi
(secara jumlah maupun variasi) sesuai tujuan yang
berpotensi menjadi suatu inovasi
Proses Prototype (Mengembangkan Prototipe)
Design Proses mewujudkan ide - ide solusi dalam bentuk
model/prototipe, untuk menguji dan memvalidasi ide
Thinking secara efektif dan efisien
(David Kelley)
Test/Evaluate (Menguji coba Prototipe)
Uji efektivitas model solusi untuk menemukan
kekuatan dan kelemahan ide serta mendapatkan umpan
balik dari pengguna atau insight yang berguna.
Fase Proses Design Thinking
Whoa!
"Kelima fase Design Thinking ini tidak harus dilakukan secara
berurutan melainkan dapat dilakukan sesuai kebutuhan proses.
Selain itu, seluruh fase tersebut dapat menjadi proses belajar bagi
perancang (guru)"
1. Memiliki empati tinggi 4. Eksperimentalis
Memanusiakan manusia, Berani mencoba hal baru namun
menjunjung tinggi kesetaraan juga berani gagal/melakukan
kesalahan
Karakteristik
2. Berpikir integratif 5. Kolaboratif
Sikap Mampu menyatukan berbagai Mampu bekerja sama dengan
Design Thinker informasi/data menjadi sebuah berbagai pihak, saling
(Speicer, 2016; Roterberg, solusi menghargai
2018)
3. Optimistik 6. Gembira
Percaya ada solusi yang lebih Situasi gembira dan
baik, memandang kegagalan menyenangkan memunculkan
sebagai kesempatan untuk kreativitas dalam
belajar mengembangkan ide
● Proses Design Thinking terdiri dari : 1) ruang
masalah -- mencakup fase emphtize dan define, 2)
ruang solusi -- mencakup fase ideate, prototype, dan
testing.
Double
● Design thinking menggunakan cara berpikir
Diamonds "divergen - konvergen" -- menampung informasi
dalam sebanyak -banyaknya untuk selanjutnya
diseleksi/diorganisir dan ditindaklanjuti dalam
Design menyusun sebuah solusi.
Thinking ● Pola divergen - konvergen ini membentuk diagram
"double diamonds" -- pelajari lebih lanjut dengan
mencermati tautan video di modul
Penjelasan diagram "Double Diamond"
● Diamond/intan 1
Guru sebagai perancang melakukan riset/mengumpulkan
data dan informasi untuk dapat memahami masalah.
● Diamond/intan 2
Menciptakan solusi dengan melakukan
seleksi/pengelompokkan data dan informasi sehingga
ditemukan ide - ide prioritas yang paling sesuai sebagai
solusi.
Ide - ide tsb dikembangkan dan dieksekusi menjadi prototipe
untuk kemudian dilakukan testing pada peserta didik sebagai
pengguna.
Terima Kasih