SECURITY AWARNESS TRAINING
(SAT)
BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
PERHUBUNGAN
Security Awareness Training
(SAT)
Dosen Pengampu : Fahmi Sulistian, [Link]
Profil Pengajar
ISPS CODE
BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
PERHUBUNGAN
I. ISPS CODE
ISPS Code (The International Ship and Port Facility Security Code) merupakan ketentuan
dan prosedur untuk mencegah tindakan terorisme yang mengancam keamanan
penumpang, crew, kapal dan fasilitas pelabuhan.
ISPS Code dibahas sejak November 2001. Kemudian setelah Assembly mengadopsi
resolusi A.924(22) pada 12 Desember 2002 ISPS Code diadopsi oleh Contracting
Governments to the International Convention for the SOLAS 1974. Resolusi lainnya
dijadikan amandemen untuk Bab V dan XI dari SOLAS (Bab XI yang lama dijadikan Bab
XI-1, maritime security dijadikan Bab XI-2.
Jika pada 1 Januari 2004 dianggap telah diterima, maka ISPS Code akan menjadi
mandatory (harus diimplementasi) mulai 1 Juli 2004.
Tujuan dari ISPS Code adalah membangun kerangka kerja internasional yang melibatkan
kerjasama antar negara, badan-badan pemerintahan, administrasi serta industri
perkapalan dan pelabuhan dalam mendeteksi / menilai ancaman keamanan dan
melakukan tindakan pencegahan insiden keamanan kapal dan pelabuhan yang dipakai
untuk perdagangan internasional.
3
ISPS Code
KUWAIT : BAHRAIN :
The US Air force The 5th Navy Head
II. BELAJAR DARI PENGALAMAN stand by at Al Jaber Quarter
TURKEY : Posisi pasukan USA QATAR :
The US Air force sebelum peristiwa Depot of war
stand by at Incirlik 11 September 2001 Equipment for
US Army
MEDITARIAN :
The Group of USS For “Infinite Justice”
Theodore Roosevelt USA enforcing :
SEAL (Navy), Delta
Force (Army), and
PERSIAN GULF : AFGHANISTAN
RACON (Air force)
The Group of USS
Carl Vinson
UNI EMIRATE ARAB
Airbase for bunker/
ARAB SAUDI : re-fuelling of US
The US Air force Air force
stand by at Riyadh
OMAN :
DIEGO GARCIA : Airbase for
Depot for US Army US Air-cargo
and for the Bomber
B-52 Stratofortress ARABIAN SEA :
which is able to fly The group of
8,800 miles nonstop
.. USS Enterprise 4
ISPS Code
Ilustrasi lainnya
Setiap tahun, USA mengeluarkan tak kurang dari US$ 10 milyar untuk intelligence.
Pada tahun 1995, Bill Clinton mengesahkan the CIA top secret project untuk mengamati setiap
gerakan Osama bin Laden via satelit. Namun juga pada tahun 1995, informan CIA (nationality :
Guatemala) tertangkap, dan kasus ini membuktikan bahwa “the CIA approach” bertentangan
dengan hak azasi manusia.
Sekarang, Mr. George W. Bush memakai the old CIA approach (gives the freedom to
intelligence agent to do anything to achieve his desire objectives). Lalu pada tahun fiskal 2002,
budget yang dialokasi untuk National Security Agency adalah US$ 30 juta termasuk untuk
pengembangan “Humint (Human intelligence)”.
The operation infinite justice (yang didukung dengan biaya yang sangat besar) akan memberi
ruang gerak yang lebih besar kepada the CIA and FBI dalam menangani State sponsor
terrorism (Kuba, Iran, Iraq, Libya, Korea Utara, Sudan dan Syria), dan Global terrorism.
5
BALAI PENDIDIKAN PENYEGARAN DAN PENINGKATAN ILMU PELAYARAN
JAKARTA ISPS Code
Lokasi tubrukan pertama Boeing 767 pada WTC North Tower
Lokasi tubrukan kedua pada WTC Sourth Tower.
Belajar dari pengalaman : USA – Strong, rich and smart namun bisa
dikenai aksi teror.
Mempertimbangkan tragedi 11 September 2001, the 22nd session of
the Assembly of the IMO pada November 2001 secara menyeluruh
setuju untuk membuat ketentuan baru tentang “Keamanan kapal dan
fasilitas pelabuhan”.
12 Desember 2002 ketentuan baru diadopsi oleh Conference of
Contracting Governments to the International Convention for the
SOLAS 1974 (Diplomatic Conference on Maritime Security).
SOLAS 1974 Amandemen XI-1 berisi : Ship Identification Number
dan Continuous Synopsis Records, Amandemen XI-2 berisi : ISPS
Code.
ISPS Code dirancang kompatibel dengan STCW Code, ISM Code,
dan Harmonized system of survey and certification.
6
BALAI PENDIDIKAN PENYEGARAN DAN PENINGKATAN ILMU PELAYARAN
JAKARTA ISPS Code
III. PENGERTIAN ISTILAH
Ship Security Plan : bagan yang dikembangkan untuk menjamin
terlaksananya tindakan pencegahan di kapal yang dirancang untuk
melindungi orang, muatan, unit transpor barang, perlengkapan kapal (ship
stores) atau kapal dari risiko insiden keamanan (security incident) .
Jenis Security Incidents mencakup semua kemungkinan ancaman :
1. Terjadinya kerusakan atau perusakan terhadap fasilitas pelabuhan atau kapal
dengan alat peledak, pembakaran, sabotase atau vandalisme.
2. Pembajakan kapal atau penyanderaan orang di kapal.
3. Memalsu (menyusupkan sesuatu pada) muatan, peralatan kapal yang esensial
atau sistem, atau perlengkapan kapal.
4. Akses atau pemakaian sesuatu tanpa izin, termasuk adanya penumpang gelap.
5. Menyelundupkan senjata atau peralatan, termasuk senjata pemusnah massal.
6. Memakai kapal untuk keperluan membawa sarana penyebab insiden keamanan.
7. Menjadikan kapal sebagai senjata atau sebagai alat penyebab kerusakan.
8. Memblokade pintu masuk pelabuhan, perairan, dll.
9. Serangan nuklir, senjata biologi dan kimia.
7
BALAI PENDIDIKAN PENYEGARAN DAN PENINGKATAN ILMU PELAYARAN
JAKARTA ISPS Code
POLA DAN ANCAMAN
KEAMANAN TERKINI
• Pada Oktober 1985 kapal Italia “Achille
Lauro” yang memuat 400 penumpang dan
kru dibajak.
13 November 1995 fasilitas pelatihan militer
Amerika di Riyadh, Arab Saudi dibom
menewaskan 7 orang
12 Oktober 2000: 17 pelaut AS tewas ketika
sebuah perahu kecil meledak hingga
melubangi kapal perang USS ‘Cole’ di
Pelabuhan Yemeni, Aden
11 September 2001, empat pesawat jet
dibajak dan ditabrakkan ke World Trade
Centre dan Pentagon menewaskan lebih dari
3000 orang.
4 Oktober 2002, VLCC ‘Limburg’ diserang
oleh kapal kecil teroris di Yaman.
12 Oktober 2002 dua bom meledak di sebuah
nightclub di Bali, Indonesia, menewaskan 193
orang yang berasal dari 24 negara
Lanjutan Istilah
Port Facility Security Plan (PFSP) : bagan yang dikembangkan untuk
menjamin terlaksananya tindakan pencegahan yang dirancang untuk
melindungi fasilitas pelabuhan dan kapal, orang, barang, unit transpor
barang dan perlengkapan kapal di lingkungan pelabuhan dari risiko insiden
keamanan.
Ship Security Officer (SSO) : Seseorang di kapal yang bertanggung-jawab
kepada nakhoda yang ditunjuk oleh perusahaan sebagai penanggung-jawab
keamanan di kapal, termasuk implementasi dan pemeliharaan ship security
plan serta kerjasama dengan company security officer dan port facility
security officers.
Company Security Officer (CSO) : seseorang yang ditunjuk oleh perusahaan
untuk menjamin pelaksanaan asesmen keamanan kapal, bagan keamanan
kapal dibuat, diusulkan untuk mendapat pengesahan, lalu diimplementasi
dan dijaga, serta untuk menjalin kerjasama dengan port facility security
officers dan SSO.
Port Facility Security Officer (PFSO) : orang yang diberi tugas sebagai
penanggung-jawab pembuatan, implementasi, revisi dan pemeliharaan bagan
keamanan fasilitas pelabuhan, serta untuk menjalin kerjasama dengan SSO
dan CSO. 8
BALAI PENDIDIKAN PENYEGARAN DAN PENINGKATAN ILMU PELAYARAN
JAKARTA ISPS Code
Lanjutan Istilah
Security level 1 : tindakan perlindungan keamanan yang sesuai harus
dilaksanakan setiap saat pada tingkat minimal.
Security level 2 : tindakan seperti pada level 1 namun disertai tambahan
tindakan perlindungan keamanan yang harus dilaksanakan untuk periode
tertentu sebagai akibat dari adanya risiko insiden keamanan yang cukup
tinggi.
Security level 3 : tindakan seperti pada level 2 disertai tindakan
perlindungan keamanan lanjutan yang spesifik yang harus dilaksanakan
dalam periode terbatas ketika insiden keamanan mungkin terjadi atau
ketika ada bahaya yang mengancam, walaupun tak mungkin untuk
mengidentifikasi sasaran secara spesifik.
Declaration of Security : Pemerintah (contracting governments) harus
menetapkan apakah “deklarasi/jaminan/pernyataan keamanan” diperlukan
atau tidak diperlukan berdasarkan asesmen risiko dari aktivitas kapal /
port interface atau ship to ship yang berhubungan dengan manusia,
properti dan lingkungan. Deklarasi dibuat oleh nakhoda atau SSO atas
nama kapal; jika dianggap perlu maka dibuat oleh PFSO, atau oleh suatu
lembaga (atas nama pelabuhan) yang ditunjuk oleh pemerintah.
9
BALAI PENDIDIKAN PENYEGARAN DAN PENINGKATAN ILMU PELAYARAN
JAKARTA ISPS Code
Lanjutan Istilah
Kata Security tidak melulu identikal dengan anti-terorisme, namun bermakna lebih
dari itu karena selain mencegah pembajakan kapal atau perusakan asset, juga
mencakup pencegahan dan penanggulangan :
Pencurian barang (muatan kapal) dan perampokan bersenjata yang lebih
berlatar belakang ekonomi daripada kepentingan ideologi dan atau politik;
Penyelundupan serta pemakaian zat kimia dan obat terlarang termasuk
zat-zat psikotropika;
Migran ilegal;
Penumpang gelap.
+
10
BALAI PENDIDIKAN PENYEGARAN DAN PENINGKATAN ILMU PELAYARAN
JAKARTA ISPS Code
IV. TANGGUNG JAWAB PEMERINTAH
Berikut ini adalah tanggung jawab pemerintah yang tak dapat didelegasikan
kepada pihak lain :
Menetapkan security level 1-2-3 untuk setiap fasilitas pelabuhan di setiap
pelabuhan Indonesia yang terbuka untuk perdagangan internasional;
Mengesahkah PFSA (Port Facility Security Assessment) dan amandemen
yang terkait dengan asesmen yang telah disahkan;
Menentukan fasilitas pelabuhan yang perlu PFSO;
Mengesahkan PFSP dan amandemen yang terkait dengan bagan (plan)
yang telah disahkan;
Melaksanakan pengendalian dan tindakan-tindakan dalam rangka
memenuhi Konvensi SOLAS regulation XI – 2 / 9;
Menerbitkan ketentuan-ketentuan untuk Deklarasi Keamanan (Declaration
of Security).
11
BALAI PENDIDIKAN PENYEGARAN DAN PENINGKATAN ILMU PELAYARAN
JAKARTA ISPS Code
V. ASSET PELABUHAN YANG PERLU DIAMANKAN
Berikut ini asset yang penting untuk dilindungi :
1. Akses, pintu masuk ke pelabuhan, alur pelayaran, area labuh jangkar, area
manuver dan tempat tambat (pier / wharf / jetty / dolphin / mooring buoy).
2. Fasilitas muatan kapal, terminal, lapangan penumpukan, peralatan bongkar-muat.
3. Sistem distribusi listrik, radio dan telkom, serta sistem jaringan kerja komputer.
4. Sistem manajemen lalu lintas pelabuhan dan sarana bantu navigasi.
5. Pembangkit tenaga listrik, pipa transfer muatan, dan suplai air bersih.
6. Jembatan, rel kereta api, dan jalan.
7. Kapal pandu, kapal tunda, tongkang, dll.
8. Peralatan dan sistem keamanan serta sistem penginderaan jarak jauh.
9. Perairan yang berhubungan langsung dengan fasilitas pelabuhan.
12
ISPS Code
VI. PENGETAHUAN UNTUK PFSO, CSO DAN SSO
Petugas/Perwira Keamanan baik untuk fasilitas pelabuhan, perusahaan
pelayaran maupun di kapal, harus memiliki pengetahuan dan mengikuti
pelatihan yang meliputi sebagian atau seluruh topik berikut ini :
1. Administrasi keamanan
2. Konvensi internasional, Code dan Rekomendasi yang relevan
3. Peraturan perundang-undangan Pemerintah RI yang relevan
4. Tanggung jawab dan fungsi organisasi-organisasi keamanan lainnya
5. Metodologi asesmen keamanan kapal
6. Metode survey dan inspeksi keamanan kapal
7. Pengoperasian kapal dan pelabuhan serta kondisinya
8. Tindakan-tindakan pengamanan kapal dan fasilitas pelabuhan
9. Kesiapan dan respon menghadapi keadaan darurat serta contingency
planning
10. Instruksi teknik pelaksanaan diklat keamanan, termasuk tindakan
pengamanan dan prosedur kerjanya;
13
BALAI PENDIDIKAN PENYEGARAN DAN PENINGKATAN ILMU PELAYARAN
JAKARTA ISPS Code
Lanjutan Pengetahuan PFSO, CSO, dan SSO
11. Memperlakukan informasi keamanan yang sensitif dan komunikasi yang
berhubungan dengan keamanan
12. Pengetahuan tentang ancaman-ancaman keamanan saat ini dan polanya
13. Deteksi dan penemuan senjata, peralatan dan zat-zat yang berbahaya
14. Menemukan tanpa pilih kasih, karakteristik dan pola perilaku orang-orang
yang mungkin menjadi ancaman bagi keamanan
15. Teknik yang dipakai untuk menyesuaikan tindakan-tindakan pengamanan
16. Peralatan dan sistem keamanan serta keterbatasannya
17. Metode pelaksanaan audit, inspeksi, pengendalian dan pemantauan
18. Metode pencarian secara fisik dan inspeksi non-intrusif
19. Asah keterampilan dan pemahaman pelaksanaan prosedur keamanan di
lapangan, termasuk untuk fasilitas pelabuhan (security drills and
exercises)
20. Penilaian terhadap pelaksanaan drills and exercises.
14
BALAI PENDIDIKAN PENYEGARAN DAN PENINGKATAN ILMU PELAYARAN
JAKARTA ISPS Code
Pengetahuan tambahan untuk PERWIRA KEAMANAN KAPAL (SSO)
Selain topik terdahulu, SSO juga harus memiliki pengetahuan yang memadai dan
mengikuti pelatihan yang meliputi sebagian atau seluruh topik berikut ini :
Layout kapal
SSP dan prosedur yang terkait
Crowd management dan teknik pengendalian
Pengoperasian peralatan dan sistem keamanan
Testing, kalibrasi, dan pemeliharaan peralatan dan sistem keamanan selama
pelayaran.
15
BALAI PENDIDIKAN PENYEGARAN DAN PENINGKATAN ILMU PELAYARAN
JAKARTA ISPS Code
VII. PENGETAHUAN UNTUK PETUGAS KEAMANAN DI KAPAL
Personel kapal yang memiliki tugas pengamanan tertentu, harus memiliki pengetahuan dan
kemampuan yang cukup untuk melaksanakan tugas itu, termasuk :
1. Pengetahuan tentang ancaman-ancaman keamanan saat ini dan polanya
2. Deteksi dan penemuan senjata, peralatan dan zat-zat yang berbahaya
3. Menemukan tanpa pilih kasih, karakteristik dan pola perilaku orang-orang yang
mungkin menjadi ancaman bagi keamanan
4. Teknik yang dipakai untuk menyesuaikan tindakan-tindakan pengamanan
5. Crowd management dan teknik pengendalian
6. Komunikasi dalam kegiatan pengamanan
7. Pengetahuan tentang prosedur darurat dan contingency plan
8. Pengoperasian peralatan dan sistem keamanan
9. Testing, kalibrasi, dan pemeliharaan peralatan serta sistem keamanan selama
pelayaran
10. Teknik-teknik inspeksi, pengendalian dan pemantauan
11. Cara memeriksa orang, barang bawaannya, bagasi, muatan dan perlengkapan
kapal. 16
BALAI PENDIDIKAN PENYEGARAN DAN PENINGKATAN ILMU PELAYARAN
JAKARTA ISPS Code
VIII. PENGETAHUAN UNTUK PERSONEL KAPAL LAINNYA
Selain SSO, semua personel kapal harus memiliki pengetahuan yang cukup dan familiar
dengan ketentuan yang relevan dengan Ship Security Plan, termasuk :
Pengertian dan persyaratan sebagai konsekuensi dari adanya perbedaan security
level;
Pengetahuan tentang prosedur darurat dan contingency plan
Deteksi dan penemuan senjata, peralatan dan zat-zat yang berbahaya
Menemukan tanpa pilih kasih, karakteristik dan pola perilaku orang-orang yang
mungkin menjadi ancaman bagi keamanan
Teknik yang dipakai untuk menyesuaikan tindakan-tindakan pengamanan
17
BALAI PENDIDIKAN PENYEGARAN DAN PENINGKATAN ILMU PELAYARAN
JAKARTA ISPS Code
Kondisi Indonesia menghadapi
IX. APLIKASI pemberlakuan ISPS Code
141 pelabuhan terbuka Kapal niaga Indonesia : Jumlah pelaut berdasarkan
untuk perdagangan Milik = 2436 kapal, jumlah sertifikat BST per
internasional Charter = 585 kapal; terdiri dari Agustus 2003 = 133.972
berbendera Indonesia = 1873, orang
berbendera Asing = 158 kapal.
Hanya kapal dengan GT ≥ 500
ton yang wajib memenuhi SOLAS
Perlu PFSO dalam / ISPS Code.
jumlah yang memadai
untuk setiap fasilitas Kapal di atas dioperasikan oleh Antisipasi kebutuhan
pelabuhan di setiap 857 perusahaan pelayaran sertifikat SSO bagi Perwira
pelabuhan yang nasional yang perlu CSO dalam yang bekerja pada foreign
diprioritaskan jumlah memadai going ship
Kurikulum PFSO, CSO dan SSO IMO Model Courses 3.21, 3.20 dan 3.19. Pelaksanaan
Diklat PFSO, CSO dan SSO berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Pendidikan dan
Pelatihan No. SK 25 / DL.002 / Diklat-2004. tanggal 17 Januari 2004.
18
BALAI PENDIDIKAN PENYEGARAN DAN PENINGKATAN ILMU PELAYARAN
JAKARTA ISPS Code
USS Cole, Yaman, Oktober 2000
Terima kasih
19
BALAI PENDIDIKAN PENYEGARAN DAN PENINGKATAN ILMU PELAYARAN
(BP3IP) JAKARTA ISPS Code