0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan41 halaman

Pelatihan Keselamatan Dasar Maritim

Dokumen tersebut memberikan informasi tentang pelatihan dasar keselamatan di Politeknik Maritim Semarang. Pelatihan ini mencakup regulasi STCW dan peraturan pendidikan pelayaran, serta materi seperti teknik kelangsungan hidup di laut, pencegahan kebakaran, pertolongan pertama, dan tanggung jawab pribadi dan sosial. Tujuan pelatihan ini adalah memberikan pengetahuan dan pengalaman dasar tentang prinsip-prinsip kelangsungan hidup dan te

Diunggah oleh

fahmi sulistian
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan41 halaman

Pelatihan Keselamatan Dasar Maritim

Dokumen tersebut memberikan informasi tentang pelatihan dasar keselamatan di Politeknik Maritim Semarang. Pelatihan ini mencakup regulasi STCW dan peraturan pendidikan pelayaran, serta materi seperti teknik kelangsungan hidup di laut, pencegahan kebakaran, pertolongan pertama, dan tanggung jawab pribadi dan sosial. Tujuan pelatihan ini adalah memberikan pengetahuan dan pengalaman dasar tentang prinsip-prinsip kelangsungan hidup dan te

Diunggah oleh

fahmi sulistian
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

WELCOME

AT
MERCHANT MARINE POLYTECHNIC SEMARANG
BASIC PERFORMING
BASIC SAFETY TRAINING
 Regulation VI/I of the STCW Convention as amanded in
June 2010
 Peraturan Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan
Perhubungan [Link].22/DL.002/II/Diklat 2010
COURSE OUTLINE
o Personal Survival Techniques
o Fire Prevention and Fire Fighting
o Elementary First Aid
o Personal Safety and Social Responsibilities
AIMS
 Understand Sea survival principle and personal life
saving appliances at sea
 Preparation and action one that should be do before and
after on the sea
OBJECTIVES
 The objective of the training is to give all persons
intending to go to sea the essential basic knowledge and
experience of the personal survival prinsiples and
techniques that can be applied to maximise their chances
of survival in the event of marine casualty
INTRODUCTION

 Emergency Situation Adalah Suatu Keadaan


diluar keadaan normal yang terjadi diatas kapal
yang mempuyai tingkat kecenderungan akan
dapat membahayakan jiwa manusia, harta
benda dan lingkungan dimana kapal berada
yang harus diatasi dengan secepatnya agar
supaya akibat yang ditimbulkannya dapat
ditekan sekecil mungkin dan kalau bisa akibat
itu bisa dihilangkan.
TYPES OF EMERGENCY SITUATION
1. Collision ( Tubrukan )
2. Fire / Explosion ( Kebakaran/ Ledakan)
3. Grounding ( Kandas )
4. Floading / Sinking ( Bocor / Tenggelam )
5. Man Overboard ( Orang Jatuh ke laut)
6. Pollution ( Pencemaran )
Tindakan‑tindakan pencegahan
situasi darurat
 Badan kapal dan mesin harus kuat dan
memenuhi syarat.
 Peralatan dan perlengkapan harus yang baik dan
terpelihara sesuai dengan ketentuan yang telah
ditetapkan.
 Berita cuaca harus dipantau dengan baik setiap
saat.
 Anak buah kapal harus mempunyai kemampuan
fisik dan mental yang kuat, terdidik, terampil
dalam menjalankan tugasnya, dan mempunyai
dedikasi yang tinggi.
 Anak buah kapal harus mempunyai disiplin yang
tinggi dan mampu bekerja sama antar mereka,
sehingga dapat mengatasi setiap keadaan
dengan cepat dan tepat.
Abandon Ship

Perintah Nakhoda
Keputusan akhir bila Keadaan tidak
bisa diatasi
Alarm
 Tujuh tiup pendek satu tiup panjang
 diikuti ucapan verbal oleh master
ATTENTION 2X.. THIS IS MASTER SPEAKING….ALL CREW ..
ABANDON SHIP… 3X
Menempati muster station sesuai dengan sijil meninggalkan kapal
No. Urut Sekoci No.1 No. Urut Sekoci No.2
1. Nahkoda Pemimpin umum 1. Mualim I Memimpin sekoci No. 2 ,
2. Mualim II Memimpin sekoci No.1, 2. Mualim III Membawa EPIRB,VHF
Membawa SART, VHF Membawa surat-surat
3. KKM Pembantu umum, membawa penting dan perlengkapan
surat-surat penting 3. Mualim IV navigasi
4. Masinis II Membuka tutup sekoci dan Membantu pemimpin sekoci
melayani mesin sekoci 4. Masinis I dan membuka tutup sekoci
5. Markonis Melayani perlengkapan Membuka tutup sekoci dan
komunikasi dan membawa 5. MasinisIII melayani sekoci
surat-surat penting Membuka tutup sekoci dan
6. Serang Membuka tutup sekoci dan 6. Mandor melayani winch sekoci
melayani winch sekoci Membuka tutup sekoci dan
7. Kelasi A Membuka tutup sekoci dan 7. Elektrik melepas pengait sekoci
melayani winch sekoci Membuka tutup sekoci dan
8. J. Mudi A Membuka tutup sekoci dan 8. J. Mudi B melayani painter depan
melepas pengait sekoci, Membuka tutup sekoci dan
melayani painter depan melepas pengait sekoci,
9. J. Mudi C Membuka tutup sekoci dan 9. Oiler I melayani painter belakang
melepas pengait sekoci, 10. Oiler B Membantu masinis I
melayani painter belakang 11. Koki Membuka tutup sekoci
10. Oiler A Membuka tutup sekoci Membawa selimut dan
11. Oiler C Membuka tutup sekoci makanan tambahan dan air
12. Steward Membawa surat-surat, 12. Pelayan minum.
selimut, makanan tambahan B Membawa kotak P3K
dan air minum.
13. Pelayan Membawa selimut-selimut
dan kotak P3K
A
PERSIAPAN
ABANDON SHIP
Tindakan yang dilakukan setelah
mendengar Isyarat Bahaya adalah :
 Pakailah pakaian hangat dan tebal
sebanyak mungkin.
 Kenakan Lifejacket.
 Pergilah segera ke tempat berkumpul
yang telah ditentukan sesuai Sijil .
Penguasaan Diri dari Kepanikan
 Kemauan yang besar untuk tetap hidup
secara psikis dapat timbul dengan
adanya tanggung jawab moral terhadap
keluarga ataupun dinas, di samping
dorongan dan semangat pribadi.
 Jangan lari dari ketakutan. Pelajari apa
yang menyebabkan ketakutan itu, setelah
jelas ambilah tindakan atau persiapan
untuk mengurangi rasa takut tersebut.
 Berdoa adalah cara yang tepat untuk
memperkuat mental pribadi
TUGAS-TUGAS AWAK KAPAL
 Memberikan peringatan kepada
penumpang.
 Memperhatikan apakah mereka telah
berpakaian dengan layak dan telah
memakai Lifejacket dengan tepat.
 Meng‑apel penumpang di pos darurat
yang telah ditentukan sesuai Sijil.
 Mengawasi pergerakan penumpang dan
memberikan petunjuk di gang‑gang
atau di tangga.
 Meyakinkan persediaan selimut telah
dibawa ke Survival Craft
PERSONAL LIFE SAVING APPLIANCES
ACCORD SOLAS 1974
1. Personal Life saving ( Alat Penolong Perorangan) ; life
jacket,life bouy, immersion suit, Thermal protective
aids
2. Survival Craft ( Pesawat Luput Maut) ; life boat, life
raft
3. Rescue Boat ( sekoci penyelamat)
4. Pyrotechnics (Isyarat kasat mata)
5. Launching &Appliances (Alat peluncur dan embarkasi)
6. Other life saving applianches ; line trowing and general
emergency alarm system
Life Jacket
LIFE JACKET

Persyaratan Umum :
 Satu Lifejacket untuk tiap orang di atas kapal.
 Jika Lifejacket ini tidak bisa dipakai untuk
anak‑anak maka dilengkapi dengan ukuran
anak‑anak (10%).
 Di kapal penumpang harus ada cadangan 5% dari
seluruhnya, disimpan di store deck.
Persyaratan Khusus :
 Harus dibuat dari bahan yang baik dan

dikerjakan dengan sempurna.


 Harus dibuat sedemikian rupa untuk

mengurangi kekeliruan memakai atau terbalik.


 Harus mampu mengangkat muka orang dari

dalam air dan menahan di atas air dengan


badan terlentang dalam suatu sudut miring.
 Harus mampu membalikan badan dari segala

macam posisi ke posisi terlentang.


 Tidak boleh rusak oleh pengaruh minyak.

 Harus berwarna yang mencolok/oranye.

 Tidak terbakar/meleleh setelah terkurung api

selama waktu 2 detik.


 Harus mudah dan cepat digunakan (+ 1 menit),

enak dipakai.
LIFE BOUY

Syarat :
 Diameter luar 800 mm dan diameter dalam 400 mm.

 Dibuat dari bahan apung yang menyatu.

 Dapat mengapung 24 jam di air tawar dengan beban

besi 14,5 kg.


 Tidak terbakar/meleleh setelah terkurung api selama 2

detik.
 Dapat dilemparkan dari ketinggian 30 meter.

 Dilengkapi tali pegangan  9,5 mm dengan panjang

tali 4 x  luar
 Dilengkapi dengan lampu yang dapat menyala
sendiri.
 Mempunyai berat tidak kurang dari 2,5 kg.
 Dilengkapi dengan alat pemantul cahaya.
 Tidak boleh rusak oleh pengaruh minyak.
 Harus diberi warna yang mencolok/oranye.
 Harus diberi nama kapal dan pelabuhan induk
dengan huruf balok.
 Paling sedikit di tiap lambung ada satu pelampung
yang dilengkapi dengan tali penyelamat sepanjang
paling sedikit 27,5 meter/15 depa.
 Pada kapal penumpang dan barang tidak kurang
dari setengah jumlah pelampung penolong harus
dilengkapi dengan lampu yang bisa menyala sendiri
(self igniting light) yang efisien, paling sedikit 6
buah dengan persyaratan sebagai berikut :
 Lampu yang dapat menyala sendiri (Self igniting light)
tidak boleh mati oleh air, harus bisa menyala paling
sedikit 120 menit.
 Untuk tanker, lampu dengan baterai.
 Dua pelampung penolong di samping dilengkapi
dengan lampu yang dapat menyala sendiri (self igniting
light) juga harus dilengkapi dengan semboyan asap
siang hari (smoke signal) warna mencolok/oranye,
menyala paling sedikit 15 menit.
 Semua pelampung penolong tidak boleh diikat kuat ke
badan kapal tapi harus dengan mudah bisa dipakai.
Immersion Suit
Syarat :
- Harus dibuat dari bahan tahan air

- Dapat dilepaskan dari kemasan dan dikembalikan

tanpa bantuan dalam waktu 2 menit


- Dapat digunakan bersama-sama dengan baju

berenang
- Dapat menutupi seluruh tubuh kecuali muka

- Dapt digunakan untuk melompat dari ketinggian 4.5

meter tanpa dapat dimasuki air


- Dilengkapi lampu dan peluit

- Harus menggunakan lifejacket tanpa bantuan

- Harus dimiliki setiap orang yang terdapat dalam sijil

sekoci
Thermal Protective Aid (TPA)

Syarat :
1. Dibuat sedemikian rupa sehingga menjaga
suhu tubuh agar tidak mengalami
hypothermia.
2. Menutupi seluruh badan pemakai kecuali muka
3. Mudah dipakai
4. Dapat dibuka dalam air dalam waktu 2 menit
5. Harus dapat dipakai dengan lifejacket
Life boat
1. Syarat –Syarat :
- Panjang rata-rata tidak boleh kurang dari 24 kaki atau 7.3 meter
- Memp stabilitas yg baik dilaut terbuka dengan penuh muatan serta cukup lambung
bebas
- Memp tenaga apung yg terpasang tetap, dan tanki-tankinya tidak boleh terpengaruh karat
atau minyak.
- Jika dipasang motor maka harus dipasang pelindung dari
masuknya air dari muka
- Berat maksimum dengan segala isinya tidak boleh lebih dari 20
long ton atau 30.320 kg
- Lifeboat yg bisa mengangkut lebih dari 60 orang tapi kurang
dari 100 orang harus memakai penggerak baling-baling yang
digerakkan dengan tenaga (Mechanically Propeller)
- Bangku yang melintang dan yang dipinggir harus dipasang
serendah mungkin
2. Jenis Lifeboat diatas kapal :
- Lifeboat terbuka, Lifeboat tertutup sebagian, Lifeboat tertutup
sebagian yang dapat membalik sendiri, Lifeboat yang tertutup
seluruhnya, Lifeboat dengan sistem dukungan udara yang
mengisi sendiri, Lifeboat dengan perlindungan kebakaran
3. Jumlah Lifeboat yang harus dibawa
a. Kapal barang : Jumlah kapasitas lifeboat disetiap sisi
lambung harus mampu menampung seluruh orang yang
berada di atas kapal
b. Kapal penumpang : Jumlah kapasitas lifeboat disetiap sisi
lambung harus mampu menampung setengah jumlah
orang yang berada di atas kapal. Jika jumlah kapasitas hanya
mampu menampung 37.5 % maka 12,5 % diganti dengan
liferaft
c. Kapal Tanker : diperbolehkan membawa 2 buah :
- Satu Lifeboat masing-masing lambung
- Panjang tidak boleh lebih dari 28 kaki atau 8.5 meter
- Ujung belakang lifeboat paling sedikit 1.5 x panjang
lifeboat
4. Perlengkapan Lifeboat :
- 1 set dayung apung dengan 2 cadangan

- Dayung kemudi

- 1.5 set keliti dengan rantai pengikatnya

- Ganco

- 2 prop/sumbat untuk setiap lubang beserta rantai

pengikatnya
- 2 buah ember dari bahan metal

- Kemudi dengan tangkainya

- 2 buah kapak , 1 pada masing-masing ujungnya

- Lampu beserta minyaknya cukup untuk 12 jam

- 2 kotak korek api yang disimpan dalam kemasan anti

air
- Tiang dengan labrang dari kawat tahan karat beserta
layar warna orange
- Kompas beserta penerangnya
- Tali keselamatan terikat sekeliling luar sekoci
- Jangkar apung
- 2 buah painter, dimuka diikat dengan cakil, dibelakang
diikat kuat
- 4.5 liter minyak anti ombak
- Makanan yang disimpan dalam kemasan anti air
- Air tawar 3 liter untuk tiap orang
- Obat-obatan pada kemasan anti air
- Cermin semboyan siang hari
- 2 tali buangan yang bisa terapung
- 1 suling semboyan
- 2 buah semboyan asap orange untuk siang hari
- 4 buah cerawat / parasut merah
- 6 buah red hand flare / cerawat tangan
- Senter yang bisa dipakai untuk mengirim semboyan morse
dengan cadangan batu senter beserta lampunya
- Pisau lipat / jack knife beserta pembuka kaleng yang selalu
terikat pada badan sekoci dengan rantai
- Pompa tangan
- 1 set pancing
- Terpal pelindung orang yang cedera, warna orange
- Khusus motor boat harus ada pemadam api untuk jenis
kebakaran minyak
Kendala‑kendala saat
meninggalkan kapal
Lifeboat tidak dapat diturunkan
Kurang atau tidak ada penerangan
Tidak lengkapnya personil untuk
melaksanakan tugas sesuai sijil
Inflatable Liferaft (Rakit Penolong Kembung)

Persyaratan :
- Harus mampu bertahan terapung selama 30 hari
- Mampu dilemparkan dari ketinggian 18 meter
- Dilengkapi dengan sarana pelindung
- Kapasitas 6 – 25 orang
- 2 buah isyarat asap apung
- 4 buah parasut signal
- 6 buah hand flare
- Jalan masuk ke rakit minimal 1 buah
- Terbuat dari karet
- Dilengkapi dengan repair kit
- Dilengkapi dengan pompa udara
- Dilengkapi alat untuk memudahkan ditarik
- Alasnya harus kedap air dan harus cukup melindungi
terhadap dingin
- Dilengkapi dengan pintu masuk yang dilengkapi
dengan alat untuk naik dari air air ke dalam rakit
- Diatasnya dapat dilengkapi dengan penerangan dan
warna tutup ini harus mencolok
- Dapt ditegakkan oleh 1 orang , jika pada waktu
terkembang terbalik
- Dalam keadaan darurat harus mudah dilepaskan dari
kapal
- Tutup rakit secara otomatis terbuka pada tempatnya
ketika rakit mengembang
Perlengkapan
 Alat penolong yang berbentuk gelang dan bisa

terapung dilengkapi dengan tali terapung sepanjang


30 meter.
 Kapasitas kurang dari 12 orang, 1 (satu) pisau dengan

1(satu) ember. Kapasitas lebih dari 12 orang, dua


pisau dengan dua ember.
 2 (dua) busa pengisap air lantai (sponge).

 2 (dua) jangkar apung, satu terikat tetap satu lagi

cadangan.
 2 (dua) buah dayung.

 1 (satu) set alat‑alat reparasi untuk kebocoran di

ruang daya apung.


 3 (tiga) tiga pembuka kaleng.

 Obat‑obatan pada kemasan anti air.


Rescue Boat

-Menyelamatkan korban sesaat setelah jatuh dari atas kapal


-Penanganan pencemaran karena tumpahan minyak
Tangga Embarkasi
- Terbuat dari kayu
- Panjang minimum 480 mm, lebar
115 mm dan tebal 25 mm
- Jarak antara tangga yang satu
dengan yang lain tidak kurang
dari 300 mm dan tidak lebih dari 380
mm, dan dikukuhkan
secara horizontal

Line Throwing Apparatus


SART (Search And Rescue Transponder)
Syarat :
◦ Bekerja pada Frekwensi 9 GHz.
◦ Terdapat atau dilengkapi dengan indikator-indikator
secara Visual
◦ Baterai dalam keadaan Stand By/Pasif dapat
digunakan untuk waktu lebih dari 96 Jam. Sedangkan
apabila dalam keadaan TRANSPOND dapat digunakan
lebih dari 8 jam.
◦ Kapal-kapal dengan GT 500 ton atau lebih harus
membawa 2 buah Sart, sedangkan kapal-kapal
dengan GT 300 ton atau lebih tetapi kurang dari 500
ton harus membawa 1 buah
◦ Peralatan ini harus diletakkan di tempat yang mudah
dijangkau setiap saat.
EPIRB (Emergency Position Indicating
Radio Beacon).
 Setiap kapal diwajibkan untuk membawa EPIRB
dengan frekwensi 406 MHz atau 1,6 GHz
tergantung dari daerah pelayarannya.
 EPIRB harus dapat diaktifkan baik secara manual

atau otomatis/Float Free. Apabila alat ini diaktifkan


maka akan mengirimkan Signal ke satelit untuk
diteruskan ke LUT (Local User Terminal) yang
berada di Bumi. Pada LUT akan diketahui posisi
dan identitas EPIRB yang sedang aktif. Informasi ini
diteruskan kepada MCC (Mission Control Centre)
selanjutnya diteruskan kepada RCC (Rescue
Coordinating Centre). Dari RCC inilah tim SAR akan
mencari korban.
SEA SURVIVAL PRINCIPLE
[Link], peralataan dan kemauan hidup adalah modal
utama.
[Link] panik, jangan membuang waktu, segera lengkapi
pakaian dan alat penyelamat yang ada.
[Link] dengan tertib petunjuk awak kapal/pemimpin
penyelamat.
[Link] meloncat ke laut bila tidak perlu.
[Link] meloncat lebih dari ketinggian 4,5 meter bila
menggunakan baju berenang.
[Link] meloncat ke dalam rakit penolong kembung atau
pada pusaran air.
[Link] tenaga bila anda terapung‑apung.
[Link] peralatan survival di kapal yang anda temukan.
[Link] minum air laut, berhemat dan atur pemakaian air
tawar yang ada.
[Link] makan/minum bahan‑bahan yang mengandung
protein (misalnya susu) karena akan menambah kebutuhan
akan air.
kesimpulannya:

1. Awak Kapal dapat Menolong dirinya sendiri


maupun orang lain secara cepat dan tepat,
baik pada waktu terjun ke laut maupun waktu
bertahan/terapung di laut ataupun pada saat
menaiki sekoci atau rakt penolong.
2. Bagi semua kapal sesuai aturan SOLAS
Chpter III harus dilengkapi alat alat penolong.
3. Alat penolong di kapal harus ditempatkan di
tempat yang mudah dijangkau dan diambil
pada saat Emergency
MOTIVATION FOR SEAFARERS
1. Berdoa
2. Meminta Maaf kepada orang tua
3. Tingkatkan Bahasa Inggris, Update perkembangan
zaman
4. Selalu menolong antar pelaut
5. Berbagi buat sesama sebagai aset

Anda mungkin juga menyukai