0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan36 halaman

Kasus Diabetes Mellitus Tipe 2 dan Neuropati

Laporan kasus ini membahas pasien laki-laki berusia 50 tahun dengan diagnosis diabetes mellitus tipe 2 dan neuropati diabetikum. Pasien mengeluhkan kesemutan dan kebas pada kedua kakinya selama 5 hari terakhir. Pemeriksaan fisik dan laboratorium mendukung diagnosis tersebut. Pasien telah menerima terapi glimepiride dan mecobalamin untuk mengelola diabetes dan neuropatinya.

Diunggah oleh

Andhika Satriya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan36 halaman

Kasus Diabetes Mellitus Tipe 2 dan Neuropati

Laporan kasus ini membahas pasien laki-laki berusia 50 tahun dengan diagnosis diabetes mellitus tipe 2 dan neuropati diabetikum. Pasien mengeluhkan kesemutan dan kebas pada kedua kakinya selama 5 hari terakhir. Pemeriksaan fisik dan laboratorium mendukung diagnosis tersebut. Pasien telah menerima terapi glimepiride dan mecobalamin untuk mengelola diabetes dan neuropatinya.

Diunggah oleh

Andhika Satriya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Diabetes

Mellitus Tipe 2
Laporan Kasus Poli Interne
IDENTITAS PASIEN

Nama : Tn. RH
No. Rekam Medik : 00665874
Tanggal Lahir : 28 Oktober 1972
Usia : 50 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Tanggal Periksa : 22 Agustus 2022
Alamat : Cimahi
Pekerjaan : TNI-AD
Anamnesis
Keluhan Utama: Kesemutan pada kedua kaki, terutama pada bagian ujung kaki.

Keluhan kesemutan pada kedua kaki dirasakan sejak 5 hari yang lalu. Keluhan dirasakan hilang
timbul dan baru dirasakan pertama kali. Kesemutan hanya dirasakan pada kedua ujung kaki.
Keluhan kesemutan disertai dengan rasa kebas yang kadang-kadang timbul pada ujung kedua
kaki. Pasien juga memiliki riwayat keluhan sering merasa haus dan ingin BAK terus menerus yang
dirasakan 4 tahun yang lalu, namun keluhan saat ini sudah jarang terjadi. Keluhan sering makan dan
penurunan berat badan disangkal. Keluhan sering lemas, pusing, sesak napas, dan kehilangan kesadaran
disangkal. Keluhan penglihatan kabur disangkal. Keluhan mual, muntah, dan bengkak pada ekstremitas
disangkal. Keluhan nyeri dada kiri disangkal.
Pasien memiliki riwayat diabetes mellitus tipe 2 yang telah dideritanya selama 4 tahun terakhir.
Keluarga pasien memiliki riwayat DM tipe 2. Riwayat hipertensi, kolesterol tinggi, dan kebiasaan
merokok disangkal. Riwayat keganasan dan trauma disangkal.
Pasien menjalani pengobatan rutin dengan obat glimepiride yang diminum setiap hari sebelum
makan 1x sehari saat pagi hari. Pasien tidak memiliki riwayat alergi obat-obatan.
Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum
● Kesadaran : composmentis
● Kesan sakit : sakit ringan
● BB : 58 kg
● TB : 165 cm
● IMT : 21,3
Tanda-Tanda Vital
● TD : 100/70
● N : 102x/menit
● S : 36,5
● R : 20x
● SpO2 : 98%
Kepala
● Tengkorak : Normocephal
● Muka : Simetris
Pemeriksaan Fisik
Toraks
Inspeksi
● Bentuk dan pergerakan simetris
Palpasi, perkusi, dan auskultasi tak.
Abdomen
Inspeksi
● Datar lembut
Auskultasi, perkusi, dan palpasi tak.
Ekstremitas
Inspeksi
● Atas: edema -/-, ulkus -/-
● Bawah: edema -/-, ulkus -/-
Palpasi
Pemeriksaan Penunjang
Tanggal periksa 22 Agustus 2022
● Glukosa darah puasa: 198 mg/dL
Diagnosis Kerja
Diabetes Mellitus Tipe 2 dengan Neuropati Diabetikum
Dasar Diagnosis
Anamnesis
Keluhan klasik DM:
● Poliuri
● Polidipsia
● Polifagia
● Penurunan berat badan
Keluhan lain:
● Lemah badan
● Kesemutan
● Gatal

● Mata kabur
● Disfungsi ereksi pada pria
Neuropati diabetikum:
Definisi
Diabetes mellitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolic
dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi
insulin, kerja insulin, atau keduanya.
Basic Science
Anatomi Pankreas
● Terletak di sekunder
retroperitoneal kecuali
bagian cauda
(intraperitoneal)
● Terdiri atas caput, collum,
corpus, dan cauda.
● Terdapat struktur pulau
Langerhans sebagai
pembentuk insulin.
Histologi Insula Langerhans
● Terdiri dari sel α (20%), sel β
(60-80%), dan sel δ, serta
kapiler darah.
● Sel β berfungsi untuk
memproduksi insulin yang
berfungsi menurunkan kadar
glukosa darah.
● Sel α berfungsi untuk
memproduksi glukagon yang
berfungsi meningkatkan kadar
glukosa darah.
Fisiologi Insulin
Fisiologi Insulin
Mekanisme Kerja Insulin
Klasifikasi dan Etiologi
Faktor Risiko
• Obesitas dengan IMT ≥ 23
• Usia > 45 tahun
• Aktivitas fisik yang kurang
• First-degree relative DM
• HDL < 35 mg/dL atau TG > 250 mg/dL
Patogenesis &
Patofisiologi
Penatalaksanaan
Langkah Tatalaksana
1. Edukasi 🡪 Materi edukasi tingkat awal, tingkat lanjut, perilaku hidup sehat, dan
edukasi perawatan kaki.
2. Terapi Nutrisi Medis 🡪 Pengaturan kandungan karbohidrat, lemak, protein,
natrium, dan serat sesuai dengan kebutuhan kalori.
3. Latihan fisik 🡪 Latihan fisik teratur 3-5 hari seminggu selama 30-45 menit dengan
total 150 menit/minggu, dengan jeda antar latihan tidak > 2 hari berturut-turut.
Intensitas sedang.
4. Medikamentosa 🡪 OHO dan obat antihiperglikemia suntik.
Algoritma Tatalaksana
Obat Hipoglikemik Oral (OHO)
1. Insulin secretagogue 🡪 sulfonylurea dan glinid
2. Insulin sensitizers 🡪 Metformin dan Tiazolidinedion
3. Penghambat Alfa glucosidase
4. Penghambat enzim dipeptidyl peptidase-4 (DPP-4)
5. Penghambat enzim sodium glucose co-transporter 2
Obat Antihiperglikemia Suntik
1. Insulin 🡪 rapid-acting, short-acting, intermediate-acting, long-acting, ultra long-
acting, premixed.
2. Agonis GLP-1/Incretin mimetic
3. Kombinasi insulin basal dengan GLP-1 RA
Mecobalamin
• Indikasi: Peripheral neuropathy
• MoA: Sebagai asupan tambahan vitamin B12 yang berfungsi untuk merangsang
sintesis asam nukleat dan protein untuk meningkatkan produksi sel epitel dan
pemeliharaan myelin pada sistem saraf.
• Absorpsi: diabsorpsi secara aktif di GI tract
• Distribusi: terikat pada transcobalamin, melewati plasenta dan ASI
• Ekskresi: melalui urin (40-90%)
• ES: mual, muntah, diare, nyeri perut.
Resep
R/ Glimepiride 2 mg tab No. XXX
S 1-0-0 ac
R/ Mecobalamin 500 mg caps No. XX
S 2 dd 1
Epidemiologi
• WHO memprediksi kenaikan jumlah pasien DM tipe 2 di Indonesia dari 8,4 juta
pada Tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta pada tahun 2030.
• BPS Indonesia Tahun 2003 memperkirakan prevalensi DM sebesar 14,7% pada
daerah urban dan 7,2% pada daerah rural.
• Laporan Riskesdas Tahun 2018 menunjukkan peningkatan prevalensi DM
menjadi 8,5%.
Prognosis

• QAV: ad bonam
• QAF: dubia ad bonam
Thanks!

Anda mungkin juga menyukai