0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
211 tayangan15 halaman

Pemahaman Sindrom Stevens-Johnson

SJS dan TEN adalah reaksi mukokutan akut yang ditandai dengan nekrosis luas epidermis dan dapat mengancam jiwa. Penyebab utamanya adalah obat-obatan tertentu. Diagnosis didasarkan pada pemeriksaan klinis dan penunjang. Pengobatan berfokus pada menghentikan obat penyebab, perawatan intensif, dan mendukung fungsi organ vital.

Diunggah oleh

Harold Jefferson
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
211 tayangan15 halaman

Pemahaman Sindrom Stevens-Johnson

SJS dan TEN adalah reaksi mukokutan akut yang ditandai dengan nekrosis luas epidermis dan dapat mengancam jiwa. Penyebab utamanya adalah obat-obatan tertentu. Diagnosis didasarkan pada pemeriksaan klinis dan penunjang. Pengobatan berfokus pada menghentikan obat penyebab, perawatan intensif, dan mendukung fungsi organ vital.

Diunggah oleh

Harold Jefferson
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

STEVENS-JOHNSON SYNDROME (SJS)

and
TOXIC EPIDERMAL NECROLYSIS (TEN)
1. Definisi
1.
Reaksi mukokutan akut yang
mengancam jiwa (angka kematian 5%)
yang ditandai dengan nekrosis luas dan
pelepasan epidermis.
.
SJS dan TEN diinduksi obat.
Perbedaan dalam persentase permukaan
tubuh yang terlibat
 SSJ: <10%
 SSJ-TEN 10-30%
3.
 TEN >30%

Fitzpatrick, Freedeberg IM, Eisen AZ, Wolff K, Austen KF, Goldsmith LA, Katz St. 2007. Dermatology in General Medicine. Edisi 6. New York. The Mc Graw-Hill Companies Inc.
SJS-TEN

2. Etiologi

Faktor pencetus:
- Obat = Penisilin, golongan sulfa, klorpromazin, karbamazepin, allopurinol,
analgetik/antipiretik)
- Penyakit infeksi
- Penyakit kolagen
- Keganasan

Fitzpatrick, Freedeberg IM, Eisen AZ, Wolff K, Austen KF, Goldsmith LA, Katz St. 2007. Dermatology in General Medicine. Edisi 6. New York. The Mc Graw-Hill Companies Inc.
SJS-TEN
3. Manifestasi Klinis

Onset kurang lebih 1-3 minggu


Gejala prodromal: demam, malaise, dan
artralgia sering terjadi 1-3 hari sebelum
erupsi
Gangguan pencernaan, fotofobia, nyeri saat
berkemih, dan kecemasan dapat terjadi

Trias kelainan
- Kulit : eritem, vesikel, bula  erosi
- Mukosa : mulut (100%), genital (50%)
- Mata : konjungtivitis kataralis

Fitzpatrick, Freedeberg IM, Eisen AZ, Wolff K, Austen KF, Goldsmith LA, Katz St. 2007. Dermatology in General Medicine. Edisi 6. New York. The Mc Graw-Hill Companies Inc.
SJS-TEN

4. Patofisiologi

Reaksi alergi tipe III


Komplek antigen-antibodi  Aktivasi komplemen  Akumulasi netrofil  Lizosim 
Kerusakan jaringan

Reaksi alergi tipe IV


Limfosit T tersensitisasi  Antigen, lepas limfokin  Rx radang

Fitzpatrick, Freedeberg IM, Eisen AZ, Wolff K, Austen KF, Goldsmith LA, Katz St. 2007. Dermatology in General Medicine. Edisi 6. New York. The Mc Graw-Hill Companies Inc.
SJS-TEN

5. Lesi

• Nyeri kulit ringan sampai sedang, sensasi terbakar, nyeri tekan


• Ruam prodromal bersifat morbiliformis hingga targetoid dengan atau tanpa purpura
• Sensasi: Rasa gatal hingga parestesia
• Predileksi: Bibir, mukosa bukal, konjungtiva, kulit genital dan anal
• Mata memiliki lesi konjungtiva dan hiperemia, pembentukan pseudomembran,
keratitis, erosi kornea, dan sinekia antara kelopak mata dan konjungtiva bulbar

Fitzpatrick, Freedeberg IM, Eisen AZ, Wolff K, Austen KF, Goldsmith LA, Katz St. 2007. Dermatology in General Medicine. Edisi 6. New York. The Mc Graw-Hill Companies Inc.
SJS-TEN

Perkembangan lesi:
• Dapat dengan cepat menjadi konfluen, atau berawal dari eritema difus dan
tidak ada ruam
• Saat ruam berkembang, epidermis menjadi nekrotik dengan makula
menyatu
• Terdapat tanda Nikolsky : Hilangnya epidermis menjadi seperti lembaran
dan bula lembek yang menyebar jika diberi tekanan pada area eritematosa

Fitzpatrick, Freedeberg IM, Eisen AZ, Wolff K, Austen KF, Goldsmith LA, Katz St. 2007. Dermatology in General Medicine. Edisi 6. New York. The Mc Graw-Hill Companies Inc.
SJS-TEN

6. Diagnosis

• Melihat lesi dan anamnesis riwayat


• Pemeriksaan penunjang berupa:
a) Darah/urin rutin: LED↑ , lekositosis, anemia, eosinofilia
b) Kimia darah: LFT↑, ureum↑, hipoproteinemia, ketidakseimbangan elektrolit
c) Imunofluoresensi: bbrp kasus tampak deposit IgM dan C3 di p.d. dermal
superfisial, sebagian kasus kompleks imun mengandung IgG, IgM dan IgA

Fitzpatrick, Freedeberg IM, Eisen AZ, Wolff K, Austen KF, Goldsmith LA, Katz St. 2007. Dermatology in General Medicine. Edisi 6. New York. The Mc Graw-Hill Companies Inc.
SJS-TEN

7. Diagnosis Banding

 Erupsi obat  Penyakit graft-versus-host

 Eritema multiforme  Luka bakar termal

 Demam berdarah  Sindrom kulit melepuh ec


staphylococcal
 Erupsi fototoksik
 Dermatitis aktif
 Sindrom syok toksik

Fitzpatrick, Freedeberg IM, Eisen AZ, Wolff K, Austen KF, Goldsmith LA, Katz St. 2007. Dermatology in General Medicine. Edisi 6. New York. The Mc Graw-Hill Companies Inc.
SJS-TEN

8. Tata Laksana

1. Diagnosis dini
2. Mencari obat yang menjadi penyebab dan dihentikan
3. Pasien dirawat intensif dan diobservasi
4. Beri cairan dan elektrolit secara iv seperti pasien luka bakar derajat tiga
yang luas
5. Beri nutrisi cukup dan lunak, tinggi kalori dan protein
6. Beri kortikosteroid sistemik pada awal penyakit dalam dosis tinggi untuk
mengurangi morbiditas atau mortalitas
7. Dapat diberi imunoglobulin intravena dosis tinggi
8. Tidak dianjurkan debridement bedah
9. Lesi mata harus diobati dini dengan salep eritromisin

Fitzpatrick, Freedeberg IM, Eisen AZ, Wolff K, Austen KF, Goldsmith LA, Katz St. 2007. Dermatology in General Medicine. Edisi 6. New York. The Mc Graw-Hill Companies Inc.
SJS-TEN

Dosis obat:
• Kasus ringan/sedang  Prednison 60-80mg/hr (oral) diturunkan secara
bertahap dan KCl 3x500mg/hr (bila K↓)
• Kasus berat  Deksametason IV 4x5mg selama 3-10hr  Bila KU
membaik ganti prednison
• TEN  Deksametason 4-6x5 mg/hr, IV (150-250 mg/hr) selama 3-5hr 
tappering off.
SJS-TEN

Lesi lokal: Beri antibiotik:


• Bula  Aspirasi • Gentamisin 2 x 80 mg/hari
• Lesi basah  Kompres • Sefalosporin 1 g/hr
• Lesi mulut  Betadine gargle,
boraks gliserin atau kenalog in Beri antasida/ simetidin
oral base
• Konjungtivitis  Salep mata Nonfarmakologis:
AB+KS • Kompres NaCl fisiologis
• Tidur dengan alas daun pisang
SJS
TEN
Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai