suturing
Bayu ragil pangestu
Rinny maryusa
Tujuan Suturing
1. Menyatukan tepi luka jaringan lunak dan menahan pada posisinya sampai
terjadinya penyembuhan luka
2. Menahan pengembalian flap mukoperiosteal diatas tulang
3. Mengurangi resiko infeksi
4. Membantu menghentikan pendarahan
Instrumen
01
Jarum
Sifat ideal jarum:
• Stainless steel dengan kualitas tinggi
• Diameternya kecil
• Mampu membuat jahitan dengan trauma minimal
pada jaringan
• Stabil pada needle holder
• Jarum harus tajam
• Steril dan tahan korosi
Instrumen
Bentuk Jarum
Shape (body) of needle
(i)Eyed suturing needle,
(ii)eyeless (swaged)
Needle point
suturing needle
Instrumen
02
Benang
Gambar 1: Klasifikasi bahan jahitan.
Prinsip pemilihan benang jahit
Tingkat penyembuhan
Kontaminasi jaringan
Estetika
Prosedur bedah mikro
Pasien kanker
Perbaikan luka pada pasien pasca
iradiasi
Status nutrisi
Ukuran jahitan (benang)
Instrumen
03
Needle Holder
a Mayo–Hegar needle Posisi needle holder Posisi jari untuk
holder. pada jarum memegang needle
b Mathieu needle holder holder
Instrumen
04 05
Tissue forceps (pinset Scissors
sirurgis)
a Standard. b Adson a Standard suture
tissue forceps scissors.
b Goldman–Fox soft
tissue scissors
Prinsip-prinsip suturing
1. Jarum harus digenggam dengan bantuan needle holder kira-kira 3/4
jaraknya dari ujung jarum.
2. Jarum tidak boleh dipegang pada ujung jahitan karena merupakan titik
yang paling lemah pada jarum dan menggenggam pada titik ini
menghasilkan tekukan atau patahnya jarum.
3. Jarum harus menembus jaringan tegak lurus dengan permukaannya,
karena menembus jaringan secara miring dapat menyebabkan robekan.
4. Jarum yang melengkung harus melewati jaringan mengikuti kelengkungan
jarum untuk mencegah robeknya jaringan.
5. Jahitan harus ditempatkan pada jarak yang sama (2–3 mm) dari garis insisi.
Kedalaman penetrasi (penusukan) juga harus sama di kedua sisi garis.
6. Jarum harus dilewatkan dari jaringan bergerak ke jaringan terfiksasi.
Prinsip-prinsip suturing
7. Ketika satu sisi jaringan lebih tipis dari sisi lainnya, maka jarum harus
melewati dari sisi yang lebih tipis ke sisi yang lebih tebal, serta ketika satu
sisi lebih dalam dan sisi lainnya dangkal, jarum harus melewati dari sisi
lebih dalam ke sisi dangkal.
8. Jarak dari titik sayatan ke penetrasi jarum harus kurang dari kedalaman
penetrasi jarum ke dalam jaringan untuk menyebabkan eversi (bergerak ke
arah luar) tepi luka saat jahitan diikat.
9. Jahitan tidak boleh diikat terlalu kencang sehingga menyebabkan jaringan
pucat.
10. Simpul tidak boleh diletakkan di atas tepi luka.
11. Setiap jahitan harus ditempatkan dengan jarak 3-4 mm. Jarak antara
jahitan tergantung pada jenis jaringan yang ditutup.
Macam-macam suturing
Interrupted suture
• Teknik suturing yang paling sering digunakan dalam bedah mulut.
• Jarum masuk 2-3 mm dari margin flap (jaringan seluler) dan keluar pada jarak
yang sama di seberang sampingnya.
• Kedua ujung jahitan kemudian diikat menjadi simpul dan dipotong 0,8 cm di
atas simpul.
• Untuk menghindari robeknya flap, jarum harus melewati margin luka satu per
satu, dan berjarak setidaknya 0,5 cm dari tepi.
• Pengeratan jahitan yang berlebihan juga harus dihindari (risiko nekrosis
jaringan), serta tumpang tindih tepi luka saat memposisikan simpul.
• Keuntungan dari interrupted suture adalah ketika jahitan ditempatkan dalam
satu baris, secara tidak sengaja ada kelonggaran satu atau bahkan kehilangan
satu tidak akan mempengaruhi yang lainnya.
Macam-macam suturing
Simple continuous suture
• setelah melewati jarum melalui kedua margin flap, simpul awal dibuat seperti
pada jahitan terputus tetapi hanya ujung jahitan bebas yang dipotong. Jahitan
Needle bearing kemudian digunakan untuk membuat jahitan kontinu berturut-
turut di tepi luka (Gbr. 3.22).
• Jahitan terakhir tidak dikencangkan, tetapi loop yang dibuat sebenarnya
berfungsi sebagai ujung jahitan yang bebas. Setelah itu, jahitan benang melilit
needle holder dua kali, yang menangkap jahitan melengkung (loop pertama),
menariknya melalui loop kedua. Kedua ujungnya dikencangkan, sehingga
menciptakan simpul bedah.
Macam-macam suturing
continuous locking suture
Jahitan ini mirip dengan simple continuous, tetapi dengan keuntungan tambahan
bahwa tingkat penguncian disediakan dengan menarik jahitan melalui loopnya
sendiri. Karena mekanisme penguncian, jaringan menyelaraskan diri tegak lurus
dengan sayatan. Kemudian dapat mencegah pengetatan terus menerus pada
jahitan saat penutupan luka berlangsung. Loop ini diposisikan di sisi bukal dari luka,
setelah dikencangkan.
Macam-macam suturing
Mattress suture
Jahitan ini berupa horizontal atau vertical, yang digunakan di area di mana
penutupan flap dengan bebas tegangan tidak dapat dilakukan. Mattress suture
digunakan untuk menahan tarikan otot, membalikkan tepi luka dan untuk
menyesuaikan flap jaringan dengan erat ke struktur di bawahnya (misalnya, cangkok
tulang, cangkok jaringan, implan gigi, membran regeneratif, dll.)
Horizontal Vertikal
Macam-macam suturing
Subcuticular suture
Prosedur ini dipopulerkan oleh Halstead pada tahun 1893, yang
menjelaskan bahwa prosedur ini dapat digunakan tanpa simpul
dengan membuat ujungnya keluar tidak jauh dari luka dan
menempelkannya ke kulit. Teknik ini dapat meminimalkan bekas
jahitan
Figure of suture
Figure of eight dapat digunakan untuk penutupan soket
ekstraksi serta untuk adaptasi papila gingiva di sekitar gigi.
Macam macam simpul (knot)
Square knot Surgical knot Grabby’s knot
Gambar 19: Simpul nenek.
Gambar 17: square
knot.
Melepaskan jahitan
Jahitan harus dilepas secara atraumatik dan sebersih mungkin. Prinsip
pelepasan jahitan adalah sebagai berikut:
• Area tersebut harus diseka dengan hidrogen peroksida untuk
menghilangkan debris dan jaringan nekrotik dari jahitan.
• Cutting scissors suture yang tajam harus digunakan untuk memotong loop
dari jahitan. Biasanya menggunakan explorer untuk membantu mengangkat
jahitan jika berada di dalam sulkus atau di dekat oposisi terhadap jaringan.
Maka akan menghindari kerusakan jaringan dan rasa sakit yang tidak
diinginkan.
• Selama pelepasan, ujung simpul yang dipotong dipegang dengan lembut
dan jahitannya diangkat ke arah garis insisi karena untuk mencegah
ketegangan pada luka.
• Jahitan kulit biasanya dilepas setelah periode 7 sampai 10 hari tergantung
pada areanya, dan jahitan mukosa dilepas antara 5 dan 7 hari.
THANKSYOU