Semiotika Visual
Bachrul R. Bagja, [Link]., [Link]. & Galih Putra Pamungkas, [Link].
Apa itu
Semiotika?
Semiotika adalah ilmu yang mengkaji tentang tanda.
Semiotika diambil dari kata bahasa yunani: semeion,
yang berarti tanda. Tanda adalah sesuatu yang mewakili
sesuatu (seperti metafora). Proses mewakili itu terjadi
pada saat tanda itu ditafsirkan hubungannya dengan
yang diwakilinya, misalnya burung garuda mewakili
Indonesia. Proses tersebut disebut sebagai semiosis.
Semiosis adalah suatu proses di mana suatu tanda
berfungsi sebagai perwakilan dari apa yang ditandainya.
Semiosis merupakan proses yang memadukan entitas
yang disebut sebagai representasi dari entitas yang
SEMI- diwakili tersebut dan disebut sebagai objek. Proses
semiosis sering disebut sebagai signifikansi/signification.
OTIKA?
Sekilas Perkembangan Semiotika
semiotika memiliki dua bapak besar yang berpengaruh besar, yaitu Fredinand de Saussure dan Charles Sander
Peirce.
Saussure mengembangkan semiotika di Eropa, sedangkan Pierce berkewarganegaraan Amerika Serikat (US).
Bagi Saussure, semiotika atau semiosis adalah sebuah ilmu umum tentang tanda, suatu ilmu yang mengkaji ke-
hidupan tanda-tanda di dalam masyarakat. Sedangkan Peirce mengartikan semiotika tidak lain adalah sebuah
nama lain dari logika, yaitu doktrin formal tentang tanda-tanda.
Semiotika merupakan suatu cabang ilmu filsafat yang semula berkembang dalam bidang bahasa, kemudian dalam
perkembangannya ikut merambahi bidang seni dan desain. Perkembangan semiotika kemudian membedakan dua
jenis semiotika, yakni semiotika komunikasi dan semiotika signifikasi. Semiotika komunikasi menekankan pada
teori produksi tanda yang salah satunya mengasumsikan adanya enam faktor dalam komunikasi, yaitu:
Pengirim, Penerima, Kode, Pesan, Saluran komunikasi, Acuan.
Sedangkan semiotika signifikasi memberikan tekanan pada teori tanda dan pemahamannya dalam suatu konteks
tertentu. Pada jenis ini tidak dibicarakan adanya tujuan berkomunikasi. Sebaliknya yang diutamakan adalah segi
pemahaman suatu tanda sehingga proses kognisinya lebih diperhatikan dari pada komunikasinya. Semiotika
merupakan suatu ilmu atau metode analisis untuk mengkaji tanda.
TANDA
Tanda/sign adalah sesuatu yang bagi seseorang berarti sesuatu
yang lain, atau sesuatu yang mewaikili sesuatu yang lain dari
sesuatu itu sendiri, seperti metafora. Menurut Charles Sanders
Peirce “alam semesta dipenuhi dengan tanda, atau secara
eksklusif tersusun oleh tanda”. Segala sesuatu yang dapat
dilihat/diamati atau dapat dibuat teramati bisa disebut tanda.
Sesuatu yang dimaksud dapat berupa gagasan, pikiran,
pengalaman (sesuatu yang dialami) atau perasaan, tanda tidak
terbatas pada objek/benda. Jika A dikenal dan diketahui
mewakili B, maka A adalah tanda. A adalah lampu lalu lintas
yang berwarna merah menyala, maka pengendara kendaraan
bermotor tidak boleh menyebrangi jalan..
Semiotika visual atau visual semiotics
adalah salah satu bidang studi yang secara
khusus mempelajari penyelidikan terhadap
Semiotika
segala jenis makna yang disampaikan
melalui sarana indra pengelihatan/Visual
senses.
Visual
Dalam pemuatan makna tertentu pada objek
seni, terdapat tiga aspek yang harus
diperhatikan, yaitu kode, yaitu cara memilih,
menyusun dan mengombinasikan tanda-
tanda.
Untuk mendapatkan batasan pesan dalam
objek seni ada dua gejala tanda yang tidak
dapat dipisahkan yaitu tanda yang menjadi
pesan denotatif atau litere dan pesan
konotasi. Pesan denotasi adalah pesan
yang disampaikan oleh gambar secara
keseluruhan sedangkan pesan konotasi
adalah pesan yang dihasilkan oleh unsur-
unsur gambar (Sunardi, 2002: 160).
Denotasi sering juga dipahami sebagai
pesan tanpa kode, artinya pesan yang
disampaikan pada umumnya yaitu pesan
tanpa penafsiran.
Ferdinand De
Saussure
Saussure merupakan ahli linguistic yang lahir di Jenewa, Swiss.
Menurutnya Bahasa dipelajari sebagai sistem tanda. Menurut
Saussure, tanda merupakan gabungan antara penanda
(signifier) dan petanda (signified). Makna sebuah tanda
tergantung pada relasinya. Relasi antara penanda dan petanda
berdasarkan konveksi, biasa disebut dengan signifikasi.
Penanda: Dilihat sebagai wujud fisik/ bentuk yang berupa bunyi
dan gambar
Petanda: Dilihat sebagai makna yang terungkap melalui konsep
Charles Sanders
Peirce
Pierce merupakan seorang ahli filsafat atau logika yang
dilahirkan di Cambridge, Amerika. Istilah semiotika dia
munculkan sebagai pedoman kata untuk logika.
Pierce mengemukakan teori segitiga makna/ triangle meaning
yang terdiri dari 3 elemen, yaitu Representamen, object
(realitas), dan interpretant (petanda/makna).
Roland Barthes
Sebagai penerus dari pemikiran Saussure, Roland barthes
menekankan interaksi antara teks dengan pengalaman
personal dan kultural penggunaannya, interkasi antara konveksi
dalam teks dengan konveksi yang dialami oleh
penggunaannya.
Secara sederhana kajian semiotik barthes bisa dijabarkan
sebagai berikut:
Denotasi: makna sesungguhnya/ sebuah fenomena yang
tampak dengan panca indra
Konotasi: makna yang muncul karena adanya konstruksi
budaya sehingga ada sebuah pergeseran, tetapi tetap melekat
pada tanda tersebut.
Kemudian barthes juga menyertakan aspek mitos, yaitu
dimana aspek konotasi menjadi pemikiran populer di
masyarakat, maka mitos telah terbentuk terhadap tanda
tersebut.