TABLE MANNER COURSE
Oleh :
Rofiqoh Rahmaniar
Semester V
Prodi Gizi
Universitas Islam Al-Ihya Kuningan
Main Menu
Pengertian Table Tujuan dari Table
Manner Manner
Teknik
Hal-hal yang
penyusunan menu
harus di
dalam Table
perhatikan dalam
manner
Table manner
Manfaat Table
Manner
Pengertian Table Manner
Istilah table manner merupakan etiket makan yaitu suatu
aturan tersendiri dalam sebuah jamuan makan yang terdiri
dari beberapa tahap menu yang dihidangkan bergantian
dari mulai pembuka (appetizer) sampai pada tahap
penutup (dessert). Pada aturan makan ini si penikmat
hidangan harus mengetahui aturan-aturan, etika dan sopan
santun yang berlaku selama jamuan makan berlangsung,
selain aturan pemakaian tahapan peralatan makan juga
diantaranya etika duduk, etika makan dan minum, serta
etika berbicara.
Tujuan Table manner
Mendapat pengetahuan dan
meningkatkan pemahaman table
manner, terutama etika jamuan makan
secara resmi.
Dapat menggembangkan keterampilan
cara makan dan minum secara
internasional dengan baik dan benar.
Mengetahui teknik penyusunan menu
dalam jamuan makan resmi terutama
table manner internasional.
Manfaat Table Manner
Memahami latar belakang Tabel Manner Course.
Mendapat pengalaman dari Tabel Manner Course agar merasa tidak asing dalam
dunia kerja atau saat peremuan-pertemuaan kantor atau bisnis.
Mengenal, mengetahui, mempelajari dan menggunakan alat-alat makan dalam
Tabel Manner Course sesuai dengan aturan.
Mengenal dan mengetahui menu-menu yang terdapat dalam Tabel Manner Course.
Memahami aturan-aturan dan tata cara makan yang baik pada Tabel Manner
caurse.
Agar mudah bergaul
Percaya diri/ terhindar dari rasa canggung atau malu
Menghindari perilaku yang salah
Menghindari pemandangan yang kurang baik
Tidak mengganggu orang lain
Menjalin keakraban
Dapat menikmati suasana jamuan dengan nyaman
Teknik Penyusunan Menu dalam Table
Manner Course
Dalam jamuan resmi sebelum memasuki ruang utama seringkali
didahuluhi dengan Coctail party di Launge terlelebih dahulu, dengan
sajian minuman jenis Apperitif dengan ditambahkan snack ringan. Dalam
acara ini waktunya tidak lama, kurang lebih 30 menit – 1 jam sebelum
acara dimulai. Diharapkan undangan untuk bisa leluasa bertemu dengan
yang lain sebelum memasuki ruang utama.
Sebelum jamuan makan dimulai, biasanya pada acara-acara ceremonial,
akan dilakukan Toast atau bersulang dengan disuguhkan minuman
Champagne yang letaknya di sebelah gelas air putih. Toast ini
dimaksudkan sebagai lambang persahabatan. Untuk memulai toast akan
dipimpim oleh toast master atau orang yang memikiki kedudukan tinggi di
antara undangan lain, atau orang yang dituakan. Untuk yang tidak minum
alkohol bisa minta ganti. Disarankan saat tost dimulai kita semua
mengangkat gelas kemudian sentuhkan gelas champagne dengan teman
duduk kita.
Lanjutan....
Pada saat menikmati hidangan akan dimulai, terlebih dahulu bukalah
serbet makan yang ada di depan kita, bukalah lipatannya kemudian
letakkan di atas pangkuan, serbet makan ini difungsikan untuk
menyeka bibir atau mulut pada saat selesai makan, bisa juga
berfungsi lain, seperti saat kita berkeinginan ke rest room atau toilet,
cukup meletakkan sebet di atas sekitaran kursi.
Sebelum hidangan yang lain disajikan biasanya dihidangkan roti
yang bisa dinikmati sambil menunggu hidangan disajikan. Letak roti
berada di sebelah kiri dari posisi duduk. Cara makannya yaitu
ambilah roti tersebut kemudian sobeklah sebagian kecil saja, oleskan
mertega dengan menggunakan butter sprider atau pisau mertega,
kemudian roti yang diolesi mertega tersebut langsung dimakan
dengan menggunakan tangan, roti akan digunakan untuk
mendampingi makanan sampai pada hidangan pokok.
Lanjutan...
Appettizer atau salad, alat makan yang digunakan umumnya salad fork atau
garpu kecil yang letaknya paling tepi sebelah kanan. Sedangkan cara
makannya garpu dipegang dengan tangan kanan dengan posisi tengkurap,
kemudian tusukkan ke makanan yang mau dimakan. Jika sudah selesai
letakan garpu salad di atas piring salad, di sebelah kanan lurus atau miring
dengan posisi terlentang.
Hidangan soup disajikan dengan mangkuk, sedang alat makan menggunkan
sendok soup yang letaknya di sebelah kanan dari posisi duduk atau sebelah
kiri dari garpu salad yang sudah digunakan untuk hidangan sebelumnya.
Apabila soup yang disajikan masih panas disarankan untuk tidak meniupnya,
tapi cukup mengaduk-aduknya, pegang sendok soup dengan posisi
terlentang, makanlah soup dengan menyendok ke arah depan, sebelum
sampai ke mulut agar soup tidak jatuh ke pakaian, maka sentuhkan sendok
soup dagian bawah ke bibir mangkok, kemudian masukan ke mulut. Jika
sudah selesai, letakkan sedok soup di atas tatakan mangkuk di sebelah kanan
dengan posisi sedok terlentang.
Lanjutan...
Hidangan utama biasanya steak yang dilengkapi dengan
kentang, vegetable, dan kadang-kadang ditambahkan salad.
Steak ini biasanya disajikan dengan dinner plate atau hot
plate, sedangkan alat makan yang digunakan adalah pisau
steak yang letaknya disebelah kanan dan garpu yang
letaknya di sebelah kiri.
Jika merasa canggung makan steak dengan menggunakan
tangan kiri, boleh memindahkan garpu ke tangan kanan
dengan terlebih dahulu steak dipotong-potong. Cara seperti
ini lazim disebut dengan American style. Jika sudah selesai
makan letakkan pisau dan garpu posisi tegak lurus atau
miring di pinggir piring makan kita .
Lanjutan...
Setelah hidangan utama, akan disajikan hidangan penutup
seperti buah, cake, pudding, ice cream dan lainnya, yang
penting cita rasa dari hidangan ini manis. Alat makan yang
digunakan biasanya sendok kecil atau garpu kecil. Pada
saat menikmati hidangan penutup ini semua condiment
seperti saus, roti pengiring sudah ditarik
Sehabis bersamaan menikmati hidangan penutup biasanya
disuguhkan minuman hangat tea or coffee, dalam
penyajianya menggunakan cangkir yang dilengkapi
dengan tatakan serta sendok teh.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam
Table Manner Course
1. Surat Undangan
Surat undangan untuk jamuan makan resmi hendaklah tegas. Warna kartu
undangan dan sampulnya harus berwarna putih polos dengan ukuran standar.
Warna tulisan harus hitam, perak atau emas.
Dalam surat undangan tegas disebutkan :
a. Berlaku untuk 2 orang
Maksudnya, bila menghadiri jamuan makan yang sifatnya resmi, apalagi jamuan
resmi kenegaraan, kita harus datang berdua atau berpasangan.
b. Cocktail party
Yaitu acara minum-minum bersama sebelum makan. Tujuannya agar tamu-tamu
undangan lebih akrab antara yang satu dengan yang lain, selain itu untuk
penyegar-pembangkit selera makan dan menunggu “Top VIP” atau tamu
undangan yang dianggap paling penting, karena menurut kebiasaan bahwa tamu
undangan “Top VIP” ini datang paling terakhir dalam Cocktail Party.
Lanjutan...
c. R.S.V.P
Tulisan yang tercantum pada undangan resmi “R.S.V.P”
adalah kependekan dari “Responde Si’il Vous Plait”
(Bahasa Prancis) yang artinya Kalau berhalangan hadir
harap beritahu segera. Maksudnya adalah untuk
perhitungan biaya yang dikeluarkan berdasarkan jumlah
tamu yang hadir dan agar tempat duduk yang kosong dapat
digantikan oleh tamu lain.
d. Dress Code
Merupakan pakaian yang harus digunakan pada saat jamuan
makan resmi. Biasanya menggunakan pakaian formal
seperti jas, kebaya dan batik.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam
Table Manner Course
3. Table Setting
Table setting atau menutup meja makan secara lengkap, pada dasarnya
merupakan “art” atau seni tersendiri. Table setting ini tergantung dari
besar kecilnya restoran atau ruang makan tersebut, tergantung macam
menu yang dihidangkan dan tergantung dari selera seni managernya.
Dalam table setting ada sepasang pisau-garpu yang selalu ada diatas
meja makan atau selalu digunakan sebagai standar table setting baik
untuk makan pagi, makan siang atau makan malam. Pisau dan garpu
tersebut dinamakan Dinner knife/ dinner fork, table knife/table fork atau
place knife/place fork.
Pada umumnya alat-alat yang digunakan untuk makan Appetizer
(makanan pembuka), Soup (sup) dan Main Course (Hidangan utama)
letaknya di kanan-kiri piring makan. Tegak lurus dengan jarak 3cm dari
pinggiran meja makan, satu sama lain letaknya sejajar dengan jarak
masing-masing 1 cm.
Gambar 1. Contoh Table Setting
Lanjutan....
Jarak pisau dan garpu dengan piring makan juga ± 1 cm. Letak pisau dengan posisi
bagian tajamnya menghadap kearah piring makan. Garpu dan sendok soup dengan
posisi terlentang (tidak tengkurep).
Piring makan, terletak persis di depan tamu. Alat-alat makan yang digunakan untuk
Dessert (makan penutup) dan sendok untuk kopi/teh diletakkan disebelah atas piring
makan pas di tengah-tengah sejajar tepi meja.
Untuk makanan yang dimakan paling dulu, alatnya terletak paling luar, makanan
berikutnya alatnya terletak disebelah dalamnya dan seterusnya. Jadi urutan
mempergunakan alat-alat dari yang terluar (di kanan-kiri piring makan) kemudian
terdalam. Begitupun dengan alat yang digunakan untuk makan penutup,
menggunakan alat yang letaknya paling atas, kemudian makan penutup berikutnya
alatnya disebelah dalam dan seterusnya.
Kelengkapan table setting yang lainnya seperti tempat garam, merica, asbak, tempat
gula dan vas bunga terletak di tengah meja makan. Gelas air es atau yang disebut
water goblet dalam table setting diletakkan diujung pisau makan, 1 cm disebelah atas
pisau makan tadi. Selain itu ada kelengkapan dekorasi seperti Candle (lilin),
rangkaian bunga dan name block (kartu nama) dari tamu tersebut.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam Table Manner Course
4. Sikap Waktu Duduk
Bagi tamu-tamu wanita, pada saat duduk dikursi makan harus dibantu, yakni dengan
mengangkat dan menarik sedikit kursi kebelakang dan menyodorkan kembali kedepan
dengan pelan-pelan sewaktu siap mau duduk. Hal ini dikerjakan oleh petugas restoran,
tuan rumah atau oleh tamu laki-laki yang akan duduk disampingnya.
Sewaktu akan duduk, tamu wanita tidak boleh menoleh ke belakang untuk
mengucapkan terimakasih kepada yang mendorongkan kursinya.
Tamu wanita sikap duduknya tegak, dengan kedua lengannya dipangkuan.
Tamu laki-laki sikap duduknya tegak, dengan kedua lengannya diatas pegangan kursi
makan.
Tidak boleh sedekap atau bertopang dagu diatas meja makan.
Kaki rapat, tidak boleh selonjor dibawah meja namun agak dilipat ke belakang.
Napkin atau serbet makan di bentangkan diatas pangkuan sebagai tanda siap mau
makan, tidak boleh digantungkan di leher.
Bagi tamu wanita yang membawa tas, diletakkan di tepi meja. Tas tersebut tidak boleh
di letakkan diatas meja makan, begitu juga rokok dan korek api.
Jika makanan penutup (dessert) sudah selesai, barulah boleh mengeluarkan rokok atau
menggunakan makeup untuk ibu-ibu.
5. Napkin (serbet makan) dan taplak meja
Taplak Meja
Untuk jamuan makan yang sifatnya resmi, baik serbet
makan maupun taplak meja harus berwarna putih, boleh
polos atau bermotif.
Sebelum taplak meja dipasang, diatas meja makan diberi
kain “moulton” atau silenc-cloth yang terbuat dari bahan
yang menyerap cairan dan tahan panas, biasanya dibuat
dari kain flanel. Moulton ini berfungsi untuk menyerap
cairan yang tumpah diatas meja, sehingga tidak
berceceran ke karpet atau lantai, menahan panas,
mengurangi bunyi, menahan taplak meja agar tidak
mudah tergelincir dan meja terlihat lebih rapi.
Lanjutan...
Napkin (serbet makan)
Berfungsi untuk menutupi pangkuan, bila makanan jatuh atau tumpah yang
dapat mengotori pakaian kita.
Untuk mengelap bibir atau mulut
Untuk pengaman waktu flu
Napkin yang sudah kotor dapat diganti dengan yang bersih (minta kepada
pelayan restoran)
Tidak boleh menggunakan napkin yang kotor untuk mengelap wajah
Napkin juga berfungsi untuk menutup pada saat kita membersihkan gigi
dengan tusuk gigi atau mengambil makanan yang terselip di sela-sela gigi.
Napkin juga dapat digunakan sebagai kode atau isyarat. Jika bermaksud
meninggalkan ruang jamuan makan dan tidak kembali lagi, maka napkin
dilipat segi empat dan ditaruh diatas meja makan. Tetapi jika meninggalkan
ruang makan hanya untuk sementara dan akan kembali meneruskan jamuan
maka napkin dilipat segi empat atau ditaruh begitu saja di atas kursi.
Gambar 2. Contoh Taplak Meja dan Napkin
6. Urutan Makan
Urutan makan yang benar adalah:
1. Appetizer atau makanan pembuka
Porsinya tidak terlalu besar, rasanya asin, gurih, asam atau sedikit pedas.
Fungsinya untuk merangsang selera makan.
2. Soup dihidangkan bersama roti dengan menteganya.
3. Main course atau makanan pokok yang terdiri dari sumber protein hewani seperti
udang galah, ikan, ayam, daging sapi, kalkun, ayam, daging kambing dan
sebagainya. Makanan pokok ini dihidangkan dengan sayuran panas dan salad.
4. Makanan penutup atau dessert. Kebanyakan rasanya manis.
5. Coffee or tea (kopi atau teh) disajikan terakhir.
Apabila dalam Table Manner Course tidak di dahului dengan cocktail party, karena
sifatnya hanya semi formal, dan kita terlambat datang misalnya tamu-tamu yang lain
sudah selesai makan makanan pembuka, maka kita akan mulai makan dengan soup,
kita tidak boleh minta makanan pembuka/appetizer yang sudah terlewat tadi.
Appetizer, soup, main
Rolls bread course dan dessert
7. Waktu Makan
Breakfast (Makan Pagi)
Brunch (Makan Tanggung)
Lunch (makan siang)
Afternoon Tea (acara minum teh
sore hari)
Dinner (makan malam)
Supper (makan tengah malam)
Late Supper (makan tengah
malam terlambat)
Pengembangan waktu makan yang lain:
1. Morning Coffee (Acara minum kopi pagi hari)
Waktunya pada jam 08.00 -09.00. Umumnya dilaksanakan di hotel-hotel
besar dalam waktu seminggu sekali. Misalnya dalam rangka musyawarah
atau rapat karyawan hotel yang diadakan oleh pimpinan. Morning coffee
juga dapat dilakukan di rumah tangga misalnya seorang ibu pimpinan
menerima kunjungan dari ibu pimpinan lain dirumah. Selain kopi dapat juga
diganti teh dan dihidangkan pula cake basah atau jajanan kudapan.
2. Coffee Break (selingan kopi)
Coffee break ini dimaksudkan sebagai acara minum kopi untuk selingan
waktu rapat, seminar, konferensi, penataran dan sebagainya. Dengan tujuan
untuk merileksasi agar pikiran tidak terlalu tegang. Hidangan yang disajikan
dalam coffee break ini berupa kopi yang belum manis, susu, creamer dan
gula dalam wadah terpisah dan bisa juga berupa teh. Biasanya terdapat
makanan kecil atau snack seperti lemper, bolu kukus, lumpia dan
sebagainya.
Pengembangan waktu makan yang lain:
3. Happy Hours (Jam-jam bahagia)
Happy hours atau jam-jam bahagia ini antara jam 18.00 -19.00. Tempatnya biasanya di
bar-bar atau tempat dimana dihidangkan minuman baik yang mengandung alkohol
maupun tidak mengandung alkohol kecuali teh, kopi, susu dan coklat. Happy hours ini
bertujuan sebagai penyegar, minuman yang diminum biasanya berupa cocktail, long
drink dan sebagainya.
4. Welcome Drink (minuman selamat datang)
Welcome drink ialah minuman penyegar yang biasanya dihidangkan dingin, dibuat oleh
petugas bar di hotel yang bersangkutan, disediakan untuk para tamu yang baru datang
(check in) sebagai ucapan selamat datang. Welcome drink biasanya dibuat secara khas
baik khas tempatnya, maupun bahan pembuat minumannya. Agar setiap tamu dapat
menikmati maka minumannya dibuat dari bahan yang tidak mengandung alkohol seperti
es kelapa muda, soda, jus dan squash dan lain-lain.
5. Cocktail Party (acara minum cocktail bersama)
Cocktail party biasanya dilakukan menjelang jamuan makan yang sifatnya semi resmi
dan resmi. Minuman yang dihidangkan dapat berupa mixed drink atau minuman
campuran dengan satu basic sprits dengan bahan-bahan lain dalam jumlah yang tidak
sesuai, beer, juice, dan soft drink.
Cara Menggunakan Alat Makan
Pada saat makan, apabila kita hendak berbicara dengan tamu di depan kita,
pisau dan garpu yang kita gunakan harus diletakkan di atas piring makan.
Tidak boleh berbicara dengan menunjuk-nunjuk dalam keadaan tangan kita
masih memegang pisau dan garpu.
Karena sifatnya jamuan resmi, sebaiknya kita tidak asyik berbicara hingga
mengganggu kelancaran pelayanan.
Apabila kita kebetulan pantang terhadap makanan yang dihidangkan, karena
dari segi agama atau hal lain kita tidak boleh menolak atau minta ganti. Kita
cukup memotong-motong makanan tersebut, kemudian dikumpulkan lagi di
piring. Atau kita dapat makan sayurannya saja jika diinginkan.
Apabila kita diberi minuman “champagne” untuk toast (mengangkat gelasnya
bersama-sama sebelum minum) sedangkan kita pantang minum champagne,
maka gelas cukup kita angkat dan kita tempelkan di bibir kita, tidak usah kita
minum. Kecuali untuk Top VIP boleh meminta ganti dengan sprite karena
warnanya sama dengan champagne. Biasanya pihak protokol sudah tahu.
Lanjutan...
Apabila kita sudah selesai makan, alat-alatnya (sendok, garpu dan pisau) kita
letakkan diatas bagian tepi-kanan piring makan dengan arah tegak lurus dengan
tepi meja, atau diatas bagian tepi-bawah piring. Untuk pisau dan garpu diletakkan
sejajar, bila diletakkan diatas bagian tepi-kanan piring maka garpu disebelah
dalam, pisau diluar dengan tajamnya menghadap ke dalam. Sedangkan jika
diletakan di tepi-bawah piring, garpu disebelah luar pisau disebelah dalam dengan
bagian tajamnya menghadap keluar. Arah sejajar dengan tepi meja makan.
Garpu dan pisau juga dapat diletakkan pada arah jam 5 dengan posisi terlentang
(tidak tengkurap) pada saat kita sudah selesai makan.
Apabila kita sudah selesai makan namun makanan masih tersisa banyak, maka sisa
makanan itu di kumpulkan ditengah piring makan dengan rapi.
Garpu maupun sendok makan soup/dessert tidak perlu diletakkan tengkurep
meskipun kita sudah selesai makan.
Apabila kita belum selesai makan, namun terhenti karena mau ke toilet atau ada
keperluan lain, maka letakan pisau dan garpu melintang/dengan arah berlawanan
diatas piring makan.
Gambar 3. Posisi Garpu dan Pisau
Gambar 4. Posisi napkin (serbet makan) after meal
Lanjutan...
Pada saat makan dessert atau makanan penutup, sikap
duduk kita sudah boleh bebas yaitu kita boleh mengobrol
dan lain-lain.
Sajian terakhir adalah kopi atau teh panas. Kopi atau teh
panas selalu dihidangkan dengan menggunakan cangkir
bukan gelas. Kopi dan teh dihidangkan dalam keadaan
belum manis, gula, susu atau lemon dihidangkan secara
terpisah.
Setelah selesai makan dan kita siap meninggalkan ruangan,
lipatlah napkin dengan rapi (lipatan segi empat biasa) dan
simpan diatas meja makan sebelah kanan tempat kita.
Table Manner Course
Appetizer (Makanan pembuka)
Soup
Rolls bread (Roti dan mentega)
Main course (Makanan Utama)
Dessert (Makanan Penutup)
Table Setting