0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
100 tayangan52 halaman

Analisis Risiko dan Return Portofolio

Bab ini membahas tentang konsep return dan risiko portofolio dalam investasi di pasar modal. Topik yang dibahas antara lain pengertian return dan risiko, estimasi return dan risiko sekuritas dan portofolio, serta hubungan antara diversifikasi dan risiko portofolio.

Diunggah oleh

Lia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
100 tayangan52 halaman

Analisis Risiko dan Return Portofolio

Bab ini membahas tentang konsep return dan risiko portofolio dalam investasi di pasar modal. Topik yang dibahas antara lain pengertian return dan risiko, estimasi return dan risiko sekuritas dan portofolio, serta hubungan antara diversifikasi dan risiko portofolio.

Diunggah oleh

Lia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

OVERVIEW

1/51

• Tujuan dari bab ini adalah untuk mempelajari


konsep return dan risiko portofolio dalam investasi
di pasar modal.
• Bab ini akan memberikan pemahaman yang lebih
baik mengenai :
• perbedaan tentang return yang diharapkan dan risiko sekuritas
individual dan portofolio;
• perbedaan tentang return aktual, return yang diharapkan dan
return yang disyaratkan;
• keterkaitan antara diversifikasi dan portofolio.
TOPIK PEMBAHASAN
2/51

• Pengertian Return dan Risiko


• Estimasi Return dan Risiko Sekuritas
• Analisis Risiko Portofolio
• Diversifikasi
• Estimasi Return dan Risiko Portofolio
• Pengaruh Bobot Portofolio dan Korelasi
• Model Indeks Tunggal
KONSEP RETURN DAN RISIKO
3/51
Return
• Return merupakan salah satu faktor yang memotivasi investor
berinvestasi dan juga merupakan imbalan atas keberanian
investor menanggung risiko atas investasi yang dilakukannya.
• Return investasi terdiri dari dua komponen utama, yaitu:
1. Yield, komponen return yang mencerminkan aliran kas atau
pendapatan yang diperoleh secara periodik dari suatu
investasi.
2. Capital gain (loss), komponen return yang merupakan
kenaikan (penurunan) harga suatu surat berharga (bisa
saham maupun surat hutang jangka panjang), yang bisa
memberikan keuntungan (kerugian) bagi investor.
KONSEP RETURN DAN RISIKO
4/51

Return total investasi dapat dihitung sebagai


berikut:
Return total = yield + capital gain (loss)
KONSEP RETURN DAN RISIKO
5/51
• Return realisasi (realized return)
Return yang telah terjadi (return aktual) yang dihitung
berdasarkan data historis (ex post data). Return historis ini
berguna sebagai dasar penentuan return ekspektasi (expected
return) dan risiko di masa datang (conditioning expected
return)
• Return Yang Diharapkan (Expected Return)
Return yang diharapkan akan diperoleh oleh investor di
masa mendatang. Berbeda dengan return realisasi yang
bersifat sudah terjadi (ex post data), return yang diharapkan
merupakan hasil estimasi sehingga sifatnya belum terjadi (ex
ante data).
KONSEP RETURN DAN RISIKO
6/51

• Return Yang Dipersyaratkan (Required


Return)
Return yang diperoleh secara historis yang
merupakan tingkat return minimal yang
dikehendaki oleh investor atas preferensi
subyektif investor terhadap risiko.
KONSEP RETURN DAN RISIKO
7/51
Risiko
 Risiko merupakan kemungkinan perbedaan antara
return aktual yang diterima dengan return yang
diharapkan. Semakin besar kemungkinan perbedaannya,
berarti semakin besar risiko investasi tersebut.
 Beberapa sumber risiko yang mempengaruhi risiko
investasi:
1. risiko suku bunga, 5. risiko finansial,
2. risiko pasar, 6. risiko likuiditas,
3. risiko inflasi, 7. risiko nilai tukar mata uang,
4. risiko bisnis, 8. risiko negara (country risk)
RISIKO SISTEMATIS DAN RISIKO TIDAK
SISTEMATIS
8/51

• Risiko sistematis atau risiko pasar, yaitu risiko yang


berkaitan dengan perubahan yang terjadi di pasar secara
keseluruhan. Beberapa penulis menyebut sebagai risiko
umum (general risk), sebagai risiko yang tidak dapat
didiversifikasi.
• Risiko tidak sistematis atau risiko spesifik (risiko
perusahaan), adalah risiko yang tidak terkait dengan
perubahan pasar secara keseluruhan. Risiko perusahaan
lebih terkait pada perubahan kondisi mikro perusahaan
penerbit sekuritas. Risiko perusahaan bisa diminimalkan
dengan melakukan diversifikasi aset dalam suatu
portofolio.
ESTIMASI RETURN DAN RISIKO
SEKURITAS
9/51
Menghitung Return yang Diharapkan
• Untuk mengestimasi return sekuritas sebagai aset tunggal
(stand-alone risk), investor harus memperhitungkan setiap
kemungkinan terwujudnya tingkat return tertentu, atau yang
lebih dikenal dengan probabilitas kejadian.
• Secara matematis, return yang diharapkan dapat ditulis
sebagai berikut:

dalam hal ini: 


E (R)  R i pri
i 1 dari suatu sekuritas
E(R) = Return yang diharapkan
Ri = Return ke-i yang mungkin terjadi
pri = probabilitas kejadian return ke-i
n = banyaknya return yang mungkin terjadi
CONTOH: MENGHITUNG RETURN YANG DIHARAPKAN

10/51
• Sekuritas ABC memiliki skenario kondisi ekonomi seperti dalam
tabel di bawah ini:
Distribusi probabilitas sekuritas ABC
Kondisi
Probabilitas Return
Ekonomi
Ekonomi kuat 0,30 0,20
Ekonomi sedang 0,40 0,15
Resesi 0,30 0,10
Penghitungan return yang diharapkan dari sekuritas ABC tersebut bisa
dihitung dengan rumus sebelumnya, seperti berikut ini:
E(R) = [(0,30) (0,20)] + [(0,40) (0,15)] + [(0,30) (0,10)] = 0,15
Jadi, return yang diharapkan dari sekuritas ABC adalah 0,15 atau 15%.
METODE ESTIMASI RETURN YANG DIHARAPKAN
RATA-RATA ARITMATIK DAN GEOMETRIK
11/51
 Estimasi return yang diharapkan bisa dilakukan dengan
perhitungan rata-rata return baik secara aritmatik
(arithmetic mean) dan rata-rata geometrik (geometric
mean).
 Dua metode yang dapat dipakai adalah:
1. Rata-rata aritmatik (arithmetic mean)
Arithmetic mean lebih baik dipakai untuk menghitung nilai rata-rata
aliran return yang tidak bersifat kumulatif
2. Rata-rata geometrik (geometric mean)
Geometric mean sebaiknya dipakai untuk menghitung tingkat
perubahan aliran return pada periode yang bersifat serial dan
kumulatif (misalnya 5 atau 10 tahun berturut turut).
METODE ESTIMASI RETURN YANG DIHARAPKAN
RATA-RATA ARITMATIK DAN GEOMETRIK
12/51

• Kedua metode tersebut dapat digunakan untuk


menghitung suatu rangkaian aliran return
dalam suatu periode tertentu, misalnya return
suatu aset selama 5 atau 10 tahun.
CONTOH:
PENGHITUNGAN ESTIMASI RETURN YANG DIHARAPKAN
METODE RATA-RATA ARITMATIK DAN GEOMETRIK
13/51
• Aset ABC selama 5 tahun memberikan return berturut-turut
sebagai berikut:
Tahun Return (%) Return Relatif (1 + return)
1995 15,25 1,1525
1996 20,35 1,2035
1997 -17,50 0,8250
1998 -10,75 0,8925
1999 15,40 1,1540

Return berdasar metode arithmetic mean: Return berdasar metode geometric mean:
G= [(1 + 0,1525) (1 + 0,2035) (1 – 0,1750) (1 - 0,1075)
[15,25  20,35 (-17,50) (-10,75) 15,40] (1 + 0,1540)]1/5 – 1
X  = [(1,1525) (1,2035) (0,8250) (0,8925) (1,1540)]1/5 –
5
1
[ 22,75]
X   4,55% = (1,1786) 1/5 – 1
5 = 1,0334 – 1
= 0,334 = 3,34%
PERBANDINGAN METODA RATA-RATA
ARITMATIK DENGAN GEOMETRIK14/51

• Metode arithmetic mean kadangkala bisa menyesatkan


terutama jika pola distribusi return selama suatu periode
mengalami prosentase perubahan yang sangat fluktuatif.
Sedangkan metode geometric mean, yang bisa mengambarkan
secara lebih akurat “nilai rata-rata yang sebenarnya” dari
suatu distribusi return selama suatu periode tertentu.
• Hasil perhitungan return dengan metode geometric mean
lebih kecil dari hasil perhitungan metode arithmetic mean.
PERBANDINGAN METODA RATA-RATA
ARITMATIK DENGAN GEOMETRIK15/51

• Penghitungan tingkat perubahan aliran return


pada periode yang bersifat serial dan
kumulatif sebaiknya mengunakan metode
geometric mean. Sedangkan arithmetic mean,
akan lebih baik dipakai untuk menghitung
nilai rata-rata aliran return yang tidak bersifat
kumulatif.
ESTIMASI RISIKO
16/51

• Besaran risiko investasi diukur dari besaran standar


deviasi dari return yang diharapkan.
• Deviasi standar merupakan akar kuadrat dari varians,
yang yang menunjukkan seberapa besar penyebaran
variabel random di antara rata-ratanya; semakin besar
penyebarannya, semakin besar varians atau deviasi
standar investasi tersebut.
ESTIMASI RISIKO
17/51

• Rumus varians dan deviasi standar:


Varians return = 2 =  [Ri – E(R)]2 pri
Deviasi standar =  = (2)1/2
Dalam hal ini:
2 = varians return
 = deviasi standar
E(R) = Return yang diharapkan dari suatu sekuritas
Ri = Return ke-i yang mungkin terjadi
pri = probabilitas kejadian return ke-i
CONTOH: ESTIMASI RISIKO
18/51
 Berikut ini adalah data return saham DEF:
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Return (Ri) Probabilitas (prI) (1) x (2) Ri – E(R) [(Ri – E(R)]2 [(Ri – E(R)]2 pri
0,07 0,2 0,014 -0,010 0,0001 0,00002
0,01 0,2 0,002 -0,070 0,0049 0,00098
0,08 0,3 0,024 0,000 0,0000 0,00000
0,10 0,1 0,010 0,020 0,0004 0,00004
0,15 0,2 0,030 0,070 0,0049 0,00098
1,0 E(R) = 0,08 Varians = 2 = 0,00202
Deviasi standar =  = (2)1/2 = (0,00202)1/2 = 0,0449 = 4,49%
 Dalam pengukuran risiko sekuritas kita juga perlu menghitung risiko relatif sekuritas
tersebut. Risiko relatif ini menunjukkan risiko per unit return yang diharapkan.
Ukuran risiko relatif yang bisa dipakai adalah koefisien variasi.
standar deviasi return 0,0449
Koefisien variasi  Koefisien variasi 
return yang diharapkan 0,080
= 0,56125
ANALISIS RISIKO PORTOFOLIO
19/51

• Dalam manajemen portofolio dikenal adanya konsep


pengurangan risiko sebagai akibat penambahan
sekuritas kedalam portofolio.
• Rumus untuk menghitung varians portofolio bisa
dituliskan sebagai berikut:

i
 p  1/2
n
ANALISIS RISIKO PORTOFOLIO
20/51

• Contoh:
Misalnya risiko setiap sekuritas sebesar 0,20.
Misalnya, jika kita memasukkan 100 saham
dalam portofolio tersebut maka risiko
portofolio akan berkurang dari 0,20 menjadi
0,02.
0 ,20
p  = 0,02
100 1/2
BERAPA BANYAK JUMLAH SEKURITAS YANG
SEHARUSNYA DIMASUKKAN DALAM PORTOFOLIO?
21/51

• Dalam konteks portofolio, semakin banyak jumlah saham


yang dimasukkan dalam portofolio, semakin besar manfaat
pengurangan risiko.
• Meskipun demikian, manfaat pengurangan risiko portofolio
akan mencapai akan semakin menurun sampai pada jumlah
tertentu, dan setelah itu tambahan sekuritas tidak akan
memberikan manfaat terhadap pengurangan risiko portofolio.
GRAFIK DIVERSIFIKASI DAN MANFAATNYA
TERHADAP PENGURANGAN RISIKO PORTOFOLIO
22/51
0,16
Risiko portofolio (deviasi standar,

0,14

0,12

0,10
P)

0,08

0,06

0,04

0,02

1 10 20 30 40 50 60 70 80

Jumlah saham dalam portofolio


REKOMENDASI JUMLAH SAHAM
MINIMAL DALAM PORTOFOLIO
23/51
Jumlah saham
Sumber Tahun
minimal
R.A. Stevenson , E.H. Jennings, dan D. Loy, Fundamental of Investments, 4th ed, St.
1988 8 - 16 saham
Paul. MN, West
L.J Gitman, dan M.D. Joehnk, Fundamentals of Investing, 4th ed., , Harper & Row 1990 8-20 saham
J.C. Francis, Investment: Analysis and Management, 5th ed., , McGraw-Hill 1991 10-15 saham
E.A. Moses dan J.M Cheney, Investment: Analysis, Selection and Management, , West 1989 10-15 saham
G.A. Hirt dan S.B. Block, Fundamentals of Investment Management, 3rd ed., , Irwin 1989 10-20 saham
The Rewards and Pitfalls of High Dividends Stocks, The Wall Street Journal, August,
1991 12-15 saham
2
F.K. Reilly, Investment Analysis and Portfolio Management, 3rd ed., , The Dryden
1992 12-18 saham
Press
J. Bamford, J. Blyskal, E. Card, dan A. Jacobson, Complete Guide To Managing Your
1989 12 atau lebih
Money, Mount Verrnon, NY, Consumers Union
B.J. Winger dan R.R. Frasca, Investment: Introduction to Analysis and Planning, 2nd
1991 15-20 saham
ed., , Macmillan
D.W. French, Security and Portfolio Analysis, , Merrill 1989 20 saham
[Link] dan G.J. Alexander, Investments, 4 ed., Englewood Cliffs, NJ, Prentice
th
1990 20 saham
Hall
R.A. Brealy
Sumber: dan dari
Dikutip [Link]
Myers,D.
Principles
Newboldofdan
Corporate
Percy S. Finance, 4th ed.,
Poon, 1993, “The, McGraw-Hill
Minimum Number1991 20 saham
of Stocks Needed for
Diversification”, Financial Practice and Education, hal. 85-87.
DIVERSIFIKASI
24/51

• Diversifikasi adalah pembentukan portofolio


melalui pemilihan kombinasi sejumlah aset tertentu
sedemikian rupa hingga risiko dapat diminimalkan
tanpa mengurangi besaran return yang diharapkan.
• Permasalahan diversifikasi adalah penentuan atau
pemilihan sejumlah aset-aset spesifik tertentu dan
penentuan proporsi dana yang akan diinvestasikan
untuk masing-masing aset tersebut dalam
portofolio.
DIVERSIFIKASI
25/51

 Ada dua prinsip diversifikasi yang umum


digunakan:
1. Diversifikasi Random.
2. Diversifikasi Markowitz.
DIVERSIFIKASI RANDOM
26/51

• Diversifikasi random atau ‘diversifikasi secara naif’ terjadi


ketika investor menginvestasikan dananya secara acak pada
berbagai jenis saham yang berbeda atau pada berbagai jenis
aset yang berbeda.
• Investor memilih aset-aset yang akan dimasukkan ke dalam
portofolio tanpa terlalu memperhatikan karakterisitik aset-
aset bersangkutan (misalnya tingkat risiko dan return yang
diharapkan serta industri).
DIVERSIFIKASI RANDOM
27/51

• Dalam diversifikasi random, semakin banyak


jenis aset yang dimasukkan dalam portofolio,
semakin besar manfaat pengurangan risiko
yang akan diperoleh, namun dengan marginal
penurunan risiko yang semakin berkurang.
DIVERSIFIKASI MARKOWITZ
28/51

• Berbeda dengan diversifikasi random, diversifikasi


Markowitz mempertimbangkan berbagai informasi
mengenai karakteristik setiap sekuritas yang akan
dimasukkan dalam portofolio.
• Diversifikasi Markowitz menjadikan pembentukan
portofolio menjadi lebih selektif terutama dalam
memilih aset-aset sehingga diharapkan memberikan
manfaat diversifikasi yang paling optimal.
DIVERSIFIKASI MARKOWITZ
29/51

• Informasi karakteristik aset utama yang


dipertimbangkan adalah tingkat return dan
risiko (mean-variance) masing-masing aset,
sehingga metode divesifikasi Markowitz
sering disebut dengan mean-variance model.
DIVERSIFIKASI MARKOWITZ
30/51

• Filosofis diversifikasi Markowitz: “janganlah


menaruh semua telur ke dalam satu keranjang“
• Kontribusi penting dari ajaran Markowitz adalah
bahwa risiko portofolio tidak boleh dihitung dari
penjumlahan semua risiko aset-aset yang ada
dalam portofolio, tetapi harus dihitung dari
kontribusi risiko aset tersebut terhadap risiko
portofolio, atau diistilahkan dengan kovarians.
DIVERSIFIKASI MARKOWITZ
31/51
• Input data yang diperlukan dalam proses diversifikasi
Markowitz adalah struktur varians dan kovarians sekuritas
yang disusun dalam suatu matriks varians-kovarians.
• Kovarians adalah suatu ukuran absolut yang menunjukkan
sejauh mana return dari dua sekuritas dalam portofolio
cenderung untuk bergerak secara bersama-sama.
• Koefisien korelasi yang mengukur derajat asosiasi dua
variabel yang menunjukkan tingkat keeratan pergerakan
bersamaan relatif (relative comovements) antara dua
variabel.
KOEFISIEN KORELASI
32/51
 Dalam konteks diversifikasi, korelasi menunjukkan
sejauhmana return dari suatu sekuritas terkait satu dengan
lainnya:
 jika i,j = +1,0; berarti korelasi positif sempurna
 jika i,j = -1,0; berarti korelasi negatif sempurna
 jika i,j = 0,0; berarti tidak ada korelasi
 Konsep koefisien korelasi yang penting:
1. Penggabungan dua sekuritas yang berkorelasi positif sempurna (+1,0) tidak
akan memberikan manfaat pengurangan risiko.
2. Penggabungan dua sekuritas yang berkorelasi nol, akan mengurangi risiko
portofolio secara signifikan.
3. Penggabungan dua buah sekuritas yang berkorelasi negatif sempurna (-1,0)
akan menghilangkan risiko kedua sekuritas tersebut.
4. Dalam dunia nyata, ketiga jenis korelasi ekstrem tersebut (+1,0; 0,0; dan –
1,0) sangat jarang terjadi.
KOVARIANS
33/51
• Dalam konteks manajemen portofolio, kovarians menunjukkan
sejauhmana return dari dua sekuritas mempunyai kecenderungan
bergerak bersama-sama.
• Secara matematis, rumus untuk menghitung kovarians dua buah
sekuritas A dan B adalah:
 AB   R A, i - E(R A ) R B, i - E(R B ) pri
m

i 1
Dalam hal ini:
AB = kovarians antara sekuritas A dan B
RA,i = return sekuritas A pada saat i
E(RA) = nilai yang diharapkan dari return sekuritas A
m = jumlah hasil sekuritas yang mungkin terjadi pada
periode tertentu
pri = probabilitas kejadian return ke-i
ESTIMASI RETURN DAN RISIKO
PORTOFOLIO
34/51
• Mengestimasi return dan risiko portofolio berarti menghitung
return yang diharapkan dan risiko suatu kumpulan aset individual
yang dikombinasikan dalam suatu portofolio aset.
• Rumus untuk menghitung return yang diharapkan dari portofolio
adalah sebagai berikut:

n
dalam hal ini:
E(R p )   Wi E(R i )
i 1
E(Rp) = return yang diharapkan dari portofolio
Wi = bobot portofolio sekuritas ke-i
Wi = jumlah total bobot portofolio = 1,0
E(Ri) = Return yang diharapkan dari sekuritas ke-i
n = jumlah sekuritas-sekuritas yang ada dalam portofolio.
CONTOH: ESTIMASI RETURN
DAN RISIKO PORTOFOLIO
35/51

Sebuah portofolio yang terdiri dari 3 jenis saham ABC,


DEF dan GHI menawarkan return yang diharapkan
masing-masing sebesar 15%, 20% dan 25%.
Misalnya, presentase dana yang diinvestasikan pada
saham ABC sebesar 40%, saham DEF 30% dan saham
GHI 30%, maka return yang diharapkan dari portofolio
tersebut adalah:
E(Rp) = 0,4 (0,15) + 0,3 (0,2) + 0,3 (0,25)
= 0,195 atau 19,5%
MENGHITUNG RISIKO PORTOFOLIO
36/51
• Dalam menghitung risiko portofolio, ada tiga hal yang perlu
ditentukan, yaitu:
1. Varians setiap sekuritas.
2. Kovarians antara satu sekuritas dengan sekuritas lainnya.
3. Bobot portofolio untuk masing-masing sekuritas.

• Kasus Dua Sekuritas


Secara matematis, risiko portofolio dapat dihitung dengan:

Dalam hal ini:


2 2 2 2 1/2

p p= [ W 
deviasi
A  W
standar
A   2
portofolio
B B ( W A ) ( W B ) (  AB )  A B ]
wA = bobot portofolio pada aset A
A,B = koefisien korelasi aset A dan B
CONTOH: PERHITUNGAN RISIKO
PORTOFOLIO DUA ASET
37/51

• Portofolio yang terdiri dari saham A dan B masing-masing


menawarkan return sebesar 10% dan 25%; serta deviasi
standar masing-masing sebesar 30% dan 60%. Alokasi dana
investor pada kedua aset tersebut masing-masing sebesar
50% untuk setiap aset.
• Deviasi standar portofolio tersebut dihitung dengan:
p = [(0,5)2(0,3)2 + (0,5)2(0,6)2 + 2 (0,5)(0,5)(A,B)(0,3)(0,6)] 1/2
= [0,0225 + 0,09 + (0,09) (A,B)] 1/2
= [0,1125 + 0,09 (A,B)] 1/2
CONTOH: PERHITUNGAN RISIKO
PORTOFOLIO DUA ASET
38/51
Berikut ini beberapa skenario koefisien korelasi
saham A dan B beserta hasil perhitungan deviasi
standarnya:
A,B [0.1125 + 0,09 (A,B)] 1/2 p
+1,0 [0,1125 + (0,09) (1,0)] 1/2 45,0%
+0,5 [0,1125 + (0,09) (0,5)] 1/2 39,8%
+0,2 [0,1125 + (0,09) (0,2)] 1/2 36,1%
0 [0,1125 + (0,09) (0,0)] 1/2 33,5%
-0,2 [0,1125 + (0,09) (-0,2)] 1/2 30,7%
-0,5 [0,1125 + (0,09) (-0,5)] 1/2 25,9%
-1,0 [0,1125 + (0,09) (-1,0)] 1/2 15%
DIVERSIFIKASI UNTUK N-ASET
39/51
Untuk kasus diversifikasi dengan N-Aset, risiko portofolio
dapat diestimasi dengan mengunakan Matriks Varians-
Kovarians
ASET 1 ASET 2 ASET 3 ASET N
ASET
W1W111 W1W212 W1W313 W1WN1N
1
ASET
W2W112 W2W222 W2W323 W2WN2N
2
ASET
W3W113 W2W323 W3W333 W3WN3N
3

ASET
WNW1N1 WNW2N2 WNW3N3 WNWNNN
N
 Estimasi risiko portofolio untuk N-Aset, maka kita harus
menghitung N varians dan [N(N-1)]/2 kovarians.
 Jika N=100, maka untuk menghitung besaran risiko
portofolio Markowitz kita harus menghitung [100 (100-1)/2
atau 4950 kovarians dan 100 varians.
VARIANS ATAU KOVARIANS?
40/51

Estimasi risiko portofolio Markowitz membutuhkan


penghitungan kovarians yang jauh lebih besar daripada
penghitungan varians.
Var = N varians + (N2-N) kovarians
Jika proporsi portofolio adalah equally weighted:
Var = (1/N)2(N) + (1/N)2 (N2-N)
Jika diasumsikan N=~ (sangat besar), maka (1/N ≈ 0):
Var ≈ 1/N rata-rata varians + [1-(1/N)] rata-rata kovarians
Var ≈ rata-rata kovarians
KESIMPULAN PENTING
DIVERSIFIKASI MARKOWITZ
41/51

• Diversifikasi memang mampu mengurangi risiko, namun


terdapat risiko yang tidak dapat dihilangkan oleh diversifikasi
yang dikenal dengan risiko sistematis.
• Risiko yang tidak bisa dihilangkan oleh diversifkasi
diindikasikan oleh besaran kovarians, yaitu kontribusi risiko
masing-masing aset relatif terhadap risiko portofolionya.
PENGARUH BOBOT PORTOFOLIO
DAN KORELASI
42/51
• Contoh: Seorang investor memutuskan
untuk berinvestasi pada dua aset dengan Ws E(Rp) p
karakteristik sebagai berikut: 1,00 12,00% 15,00%
0,90 11,40% 13,54%
Saham S Obligasi O 0,80 10,80% 12,17%
Return harapan, E (Ri) 0,12 0,06 0,70 10,20% 10,92%
Deviasi standar, i 0,15 0,10
0,60 9,60% 9,85%
• Asumsi koefisien orelasi antara saham S
0,50 9,00% 9,01%
dan obligasi O adalah nol.
0,40 8,40% 8,49%
• Asumsikan bahwa jika Ws bernilai dari
0,30 7,80% 8,32%
0 sampai 1, maka kita akan dapat
0,20 7,20% 8,54%
menentukan kemungkinan deviasi
standar yang ada adalah sebagai berikut: 0,10 6,60% 9,12%
0,00 6,00% 10,00%
PORTFOLIO’S INVESTMENT
OPPORTUNITY SET
• Titik-titik dalam skedul diplot pada gambar berikut. 43/51

14%
Return harapan portofolio

12%
100%
10% saham S
8%
100%
6%
obligasi O
4%
2%
0%
0% 2% 4% 6% 8% 10% 12% 14% 16%

• Kurva ini disebutDeviasi standar return portofolio


kumpulan peluang investasi (investment
opportunity set) atau garis kombinasi karena kurva ini menunjukkan
berbagai kombinasi yang mungkin dari risiko dan return harapan yang
disediakan oleh portofolio kedua aset tersebut.
• Dengan kata lain, kurva ini menunjukkan apa yang terjadi pada risiko
dan return harapan dari portfofolio kedua aset ketika bobot portofolio
diubah-ubah.
PEMETAAN KUMPULAN
PELUANG INVESTASI
44/51
• Kurva kumpulan peluang investasi dapat diciptakan untuk
berapapun nilai koefisien korelasi antara saham S dan obligasi O.
• Gambar berikut memperlihatkan kurva kumpulan peluang investasi
pada berbagai koefisien korelasi secara serentak.

14%
Return harapan portofolio

12%
10%
8%
6%
4%
2%
0%
0% 2% 4% 6% 8% 10% 12% 14% 16%
Deviasi standar return portofolio

Korelasi = 1 Korelasi = -1 Korelasi = 0 Korelasi = 0.5


MODEL INDEKS TUNGGAL
45/51
• Model portofolio Markowitz dengan perhitungan kovarians yang
kompleks seperti telah dijelaskan diatas, selanjutnya dikembangkan
oleh William Sharpe dengan menciptakan model indeks tunggal.
• Model ini mengkaitkan perhitungan return setiap aset pada return
indeks pasar.
• Secara matematis, model indeks tunggal dapat digambarkan sebagai
berikut:
Ri = i + i RM + ei
Dalam hal ini:
Ri = return sekuritas i
RM = return indeks pasar
i = bagian return sekuritas i yang tidak dipengaruhi kinerja pasar
i = ukuran kepekaan return sekuritas i terhadap perubahan return pasar
ei = kesalahan residual
MODEL INDEKS TUNGGAL
46/51
 Penghitungan return sekuritas dalam model indeks tunggal
melibatkan dua komponen utama, yaitu:
1. komponen return yang terkait dengan keunikan perusahaan;
dilambangkan dengan i
2. komponen return yang terkait dengan pasar; dilambangkan
dengan I
Formulasi Model Indeks Tunggal
Ri   i   i RM  ei
Asumsi:
Sekuritas akan berkorelasi hanya jika sekuritas-sekuritas tersebut
mempunyai respon yang sama terhadap return pasar. Sekuritas
akan bergerak menuju arah yang sama hanya jika sekuritas-
sekuritas tersebut mempunyai hubungan yang sama terhadap
return pasar.
BETA PADA MODEL INDEKS
TUNGGAL 47/51

• Salah satu konsep penting dalam model indeks


tunggal adalah terminologi Beta ().
• Beta merupakan ukuran kepekaan return
sekuritas terhadap return pasar. Semakin besar
beta suatu sekuritas, semakin besar kepekaan
return sekuritas tersebut terhadap perubahan
return pasar.
MODEL INDEKS TUNGGAL
48/51

• Asumsi yang dipakai dalam model indeks tunggal


adalah bahwa sekuritas akan berkorelasi hanya
jika sekuritas-sekuritas tersebut mempunyai
respon yang sama terhadap return pasar.
• Dalam model indeks tunggal, kovarians antara
saham A dan saham B hanya bisa dihitung atas
dasar kesamaan respon kedua saham tersebut
terhadap return pasar.
MODEL INDEKS TUNGGAL
49/51

• Secara matematis, kovarians antar saham A


dan B yang hanya terkait dengan risiko pasar
bisa dituliskan sebagai:
AB = A B 2M
• Persamaan untuk menghitung risiko portofolio
dengan model indeks tunggal akan menjadi:

 p2   p2 [ p2 ]   ep
MODEL INDEKS TUNGGAL VS
MODEL MARKOWITZ 50/51
• Kompleksitas penghitungan risiko portofolio metode
Markowitz adalah memerlukan varian dan kovarian
yang semakin kompleks untuk setiap penambahan aset
yang dimasukkan dalam portofolio.
• Model Markowitz menghitung kovarians melalui
penggunaan matriks hubungan varians-kovarians, yang
memerlukan perhitungan yang kompleks. Sedangkan
dalam model indeks tunggal, risiko disederhanakan
kedalam dua komponen, yaitu risiko pasar dan risiko
keunikan perusahaan.
MODEL INDEKS TUNGGAL VS
MODEL MARKOWITZ 51/51

• Penyederhaan dalam model indeks tunggal


tersebut ternyata bisa menyederhanakan
penghitungan risiko portofolio Markowitz
yang sangat kompleks menjadi perhitungan
sederhana.

Anda mungkin juga menyukai