0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
64 tayangan34 halaman

Distribusi Sampling dan Penilaian Statistik

Dokumen tersebut membahas tentang distribusi sampling dan jenis-jenisnya seperti distribusi sampling rata-rata, proporsi, dan standar deviasi. Jenis distribusi sampling dijelaskan dengan ilustrasi dan contoh kasus.

Diunggah oleh

Alel Farrel
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
64 tayangan34 halaman

Distribusi Sampling dan Penilaian Statistik

Dokumen tersebut membahas tentang distribusi sampling dan jenis-jenisnya seperti distribusi sampling rata-rata, proporsi, dan standar deviasi. Jenis distribusi sampling dijelaskan dengan ilustrasi dan contoh kasus.

Diunggah oleh

Alel Farrel
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LITERATUR

• Referensi
1. Weiers, Ronald M., “Introduction to Business Statistics”, 3rd
Ed.,Duxbury Press, 1998 ( RW)
2. Conover, W.J.,”Practical Non-Parametric Statistics”, 2nd
Ed.,John Willey and Son Inc.,USA, 1990 (C)
3. Hair, J.F., Black, B., Babin, B., Anderson, R, E & Tatham,
R. L., (2006). Multivariate data analysis, 6th Edition, New
Jersey : Prentice Hall International, Inc (H)
4. Chendrawan, TS. “Bahan Ajar Statistik Lanjutan”, edisi
2020, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untirta.
5. Buku referensi lainya.
RENCANA PENILAIAN
 1. Bobot nilai
a. UAS = 35 %
b. UTS = 30%
c. Quiz = 15%
d. Tugas = 10%
e. Daftar Hadir, Partisipasi, = 10%
Sikap dan Kedisiplinan
2. Kriteria Penilaian
Skor Huruf Harkat
85 – 100 A 4
80 - 85,00 A- 3,75
75- 80,00 B+ 3,50
70 – 75,00 B 3,00
65 – 70,00 B- 2,75
60 – 65,00 C+ 2,50
55 – 60,00 C 2,00
50 – 55,00 D 1,00
< 50,00 E 0
sampel mean [Link]
1 x1 s1
2 x2 s2
3 x3 s3
4 x4 s4
5 x5 s5
6 x6 s6
7 x7 s7
8 x8 s8
9 x9 s9
10 x10 s10
11 x11 s11
12 x12 s12
13 x13 s13
… … …
i xi si

• Pengertian dan Konsep Dasar


• Distribusi sampel adalah distribusi dari rata-rata atau proporsi
sampel yang diambil secara berulang-ulang (n kali) dari populasi.
• Ada sebanyak n rata-rata atau n nilai proporsi

• Distribusi dari rata-rata atau proporsi tersebut yang disebut


sebagai distribusi sampel (sampling distribution)
firliagusetiawan@[Link] 24/08/2
2
POPULASI
AMATAN

Distribusi Sampling
menunjukkan distribusi dari nilai – nilai yang berbeda statistik sampel
atau penduga dari banyak sampel yang berukuran sama. Sebuah
statistik sampel akan berbeda – beda nilainya dari satu sampel ke
sampel yang lain karena adanya perbedaan sampling acak atau
kesalahan sampling.
firliagusetiawan@[Link] 24/08/2
2
Distribusi Sampling : ILUSTRASI
POPULASI
AMATAN
N individu
Mean = µ
St. deviasi =
σ

Diambil
beberapa
Sampel
sejumlah
n
SAMPEL SAMPEL SAMPEL SAMPEL
1 2 3 …

firliagusetiawan@[Link] 24/08/2
2
Distribusi Sampling : JENIS
Distribusi sampling rata- rata (harga mean)

Distribusi sampling proporsi


beda 2 rata-rata
Distribusi sampling standard deviasi :
beda 2 proporsi

X1  X2  X3  X… Distribusi sampling harga mean


s1  s2  s3  s… Distribusi sampling harga st.

p1  p2  p3  p…
dev Distribusi sampling harga
^ ^ ^ ^ proporsi

firliagusetiawan@[Link] 24/08/2
2
firliagusetiawan@[Link] 24/08/2
2
Distribusi Sampling : I 7
ILUSTRASI
POPULASI 1 POPULASI 2
N1 individu Mean = µ1
St. deviasi = σ1

N2 individu Mean = µ2
St. deviasi = σ2

SAMPE SAMPE SAMPEL SAMPE SAMPE SAMPEL


L L … L L …

X1 X1 X… X2 X2 X…
^ ^ ^ ^ ^
p^1 p1 p… p2 p2 p…

X1 - X2  X1 - X2  X1 -
Distribusi sampling harga perbedaan dua
X2 mean

p^
1
- 2  p^
1
- 2  p^
1 Distribusi sampling harga perbedaan dua
- 2 proporsi

p ^ p^
firliagusetiawan@[Link] p^ 24/08/2
2
Distribusi Sampling RATA-RATA
(HARGA MEAN)
Distribusi dari besaran rata-rata yang muncul dari sampel-
sampel
Pemilihan sampel dari populasi terbatas:
Apabila sampel – sampel random beranggota n individu masing –
masing diambil dari suatu populasi yang mempunyai mean = µ dan
standar deviasi = σ, maka distribusi sampling harga mean akan
mempunyai mean (mean of means) dan standar deviasi (standard error
of the means) :

Pengambilan sampel Pengambilan sampel


with replacement without replacement
(dengan (tanpa pengembalian)
pengembalian)
µx = µ µx = µ
σ σ N-
σx = σx =
n n n
firliagusetiawan@[Link]
N- 24/08/2
1 2
Distribusi Sampling RATA-RATA
(HARGA MEAN)
Distribusi dari besaran rata-rata yang muncul dari sampel-sampel

Pemilihan sampel dari populasi tidak terbatas:


Tetapi bila N banyaknya tak terhingga, atau N besar sekali relatif
terhadap n (n/N ≤ 5%) , maka selalu dianggap bahwa
µx = µ
sifa σ berlaku
σx =
t n .

Pengambilan sampel with


replacement (dengan
pengembalian)
 n/N ≤ 5%, berlaku:
Pengambilan sampel without
replacement (tanpa
pengembalian)
 n/N > 5%, berlaku:
firliagusetiawan@[Link] 24/08/2
2
Distribusi Sampling RATA-RATA
(HARGA MEAN)
STUDI KASUS 1
Diberikan sebuah populasi dengan N = 5, yakni terdiri atas
angka
– angka : 6, 8, 9, 12, dan 15. Kemudian dari populasi itu akan
diambil sampel yang beranggotakan dua (yang mungkin bisa
diambil dari populasi itu). Hitung mean (mean of means) dan
standar deviasi (standard error of the means) bila sampel
diambil dengan pengembalian dan tanpa pengembalian !

firliagusetiawan@[Link] 24/08/2
2
Distribusi Sampling RATA-RATA
(HARGA MEAN)
Bila pengambilan sampel dilakukan dengan pengembalian (with
replacement), maka akan terdapat 25 sampel dengan anggota 2 angka
yang bisa diambil dari populasi tersebut. (Nn = 52 = 25)

sampel mean sampel mean sampel mean


6;6 X1 = 6 8;6 X6 = 7 9;6 X11 = 7,5
6;8 X2 = 7 8;8 X7 = 8 9;8 X12 = 8,5
6;9 X3 = 7,5 8;9 X8 = 8,5 9;9 X13 = 9
6 ; 12 X4 = 9 8 ; 12 X9 = 10 9 ; 12 X14 = 10,5
6 ; 15 X5 = 10,5 8 ;15 X10 = 11,5 9 ; 15 X15 = 12
sampel mean sampel mean
12 ; 6 X16 = 9 15 ; 6 X21 = 10,5
12 ; 8 X17 = 10 15 ; 8 X22 = 11,5
12 ; 9 X18 = 10,5 15 ; 9 X23 = 12
12 ; 12 X19 = 12 15 ; 12 X24 = 13,5
12 ; 15 X20 = 13,5 15 ; 15 X25 = 15 24/08/2
2
firliagusetiawan@[Link]
Distribusi Sampling
RATA-RATA (HARGA MEAN)
STUDI KASUS 1
Distribusi harga mean, yakni himpunan harga X1 sampai dengan
X25 :
6 7 7,5 9 10,5
7 8 8,5 10 11,5
7,5 8,5 9 10,5 12
9 10 10,5 12 13,5
10,5 11,5 12 13,5 15

Pengambilan sampel with replacement (dengan


pengembalian) :
6 + 7 + 7.5 +... (6 - 10 ) 2
+ ( 7 - 10 ) 2
+ ( 7,5 - 10 ) 2+
... + ( 15 - 10 ) 2
=
µx = +15 = σ x =
25 25
10
ATA ATA 5 = 2.24
U U
σx = (6 - 10)2 + (8 - 10)2 + (9 - 10)2 + (12-10) 2 + (15 -
6 + 8 + 9 +12 +15 5
µ= 5 =
10)2
10 50 σ 3.16
σx = = 10 = 3,16 σx = = = 2.24
5 n 2
Distribusi Sampling RATA-RATA
(HARGA MEAN)
Bila pengambilan sampel dilakukan tanpa pengembalian
(without replacement), maka akan terdapat 10 sampel
dengan anggota 2 angka yang bisa diambil dari populasi
tersebut.
( 52 ) = 10 buah
sampel
sampel mean sampel mean
6;8 X1 = 7 8 ; 12 X6 = 10
6;9 X2 = 7.5 8 ; 15 X7 = 11.5 7 + 7.5 + 9 +... + 13.5
µx = µ = 10 = 10
6 ; 12 X3 = 9 9 ; 12 X8 = 10.5
6 ; 15 X4 = 10.5 9 ; 15 X9 = 12 N - n 3.16
σ 5-2
8;9 X5 = 8.5 12 ;15 X10 = 13.5 σx = n N- = 2. 5 - 1 = 1.94
1

firliagusetiawan@[Link] 24/08/2
2
Latihan Soal

STUDI KASUS 1
Diberikan sebuah populasi dengan N =7 , yakni terdiri atas
angka– angka : 7,9,13,15,17 dan 20. Kemudian dari populasi itu
akan diambil sampel yang beranggotakan dua (yang mungkin
bisa diambil dari populasi itu). Hitung mean (mean of means) dan
standar deviasi (standard error of the means) bila sampel diambil
dengan pengembalian dan tanpa pengembalian !

firliagusetiawan@[Link] 24/08/2
2
Distribusi Sampling RATA-RATA
(HARGA MEAN)
Bila pengambilan sampel dilakukan dengan pengembalian (with replacement), maka akan
terdapat 25 sampel dengan anggota 2 angka yang bisa diambil dari populasi tersebut. (N n = 2
= 25)
7 9 13 15 17 20
sampel mean sampel mean sampel Mean
7;7 X1 = 7 9;7 X7 = 8 13 ; 7 X13 = 7,5
7;9 X2 = 8 9;9 X8 = 9 13 ; 9 X14 = 8,5
7 ; 13 X3 = 10 9 ; 13 X9 = 11 13 ;13 X15 = 9
7 ; 15 X4 = 11 9; 15 X10 = 12 13 ; 15 X16 = 10,5
7 ; 17 X5 = 12 9 ;17 X11 = 13 13 ; 17 X17 = 12
7 ; 20 X5 = 13,5 9 ;20 X10 = 14,5 13 ; 20 X15 = 12

sampel mean sampel mean sampel Mean


15 ; 7 X19 = 7 9;7 X25= 8 13 ; 7 X11 = 7,5
15; 9 X20 = 8 9;9 X26= 9 13 ; 9 X12 = 8,5
15 ; 13 X21 = 10 9 ; 13 X27= 11 13 ;13 X13 = 9
15; 15 X22 = 11 9; 15 X28= 12 13 ; 15 X14 = 10,5
15 ; 17 X23 = 12 9 ;17 X29= 13 13 ; 17 X15 = 12
24/08/2
15 ; 20 X24 = 13,5 17 ;20 X30 = 14,5 20 ; 20 X36 = 20 2
firliagusetiawan@[Link]
Distribusi Sampling
RATA-RATA (HARGA MEAN)
STUDI KASUS 1
Distribusi harga mean, yakni himpunan harga X1 sampai dengan
X25 :
6 7 7,5 9 10,5
7 8 8,5 10 11,5
7,5 8,5 9 10,5 12
9 10 10,5 12 13,5
10,5 11,5 12 13,5 15

Pengambilan sampel with replacement (dengan


pengembalian) :
6 + 7 + 7.5 +... (6 - 10 ) 2
+ ( 7 - 10 ) 2
+ ( 7,5 - 10 ) 2+
... + ( 15 - 10 ) 2
=
µx = +15 = σ x =
25 25
10
ATA ATA 5 = 2.24
U U
σx = (6 - 10)2 + (8 - 10)2 + (9 - 10)2 + (12-10) 2 + (15 -
6 + 8 + 9 +12 +15 5
µ= 5 =
10)2
10 50 σ 3.16
σx = = 10 = 3,16 σx = = = 2.24
5 n 2
Distribusi Sampling RATA-RATA
(HARGA MEAN)
Bila pengambilan sampel dilakukan tanpa pengembalian
(without replacement), maka akan terdapat 10 sampel
dengan anggota 2 angka yang bisa diambil dari populasi
tersebut.
( 52 ) = 10 buah
sampel
sampel mean sampel mean
6;8 X1 = 7 8 ; 12 X6 = 10
6;9 X2 = 7.5 8 ; 15 X7 = 11.5 7 + 7.5 + 9 +... + 13.5
µx = µ = 10 = 10
6 ; 12 X3 = 9 9 ; 12 X8 = 10.5
6 ; 15 X4 = 10.5 9 ; 15 X9 = 12 N - n 3.16
σ 5-2
8;9 X5 = 8.5 12 ;15 X10 = 13.5 σx = n N- = 2. 5 - 1 = 1.94
1

firliagusetiawan@[Link] 24/08/2
2
Distribusi Sampling
Proporsi
Adalah distribusi dari proporsi (presentase) yang diperoleh
dari semua sampel sama besar yang mungkin dari satu
populasi

Proporsi dari X
populasi
p N

Proporsi dari X
sampel p n

Dapat digunakan untuk mengetahui perbandingan


antara dua hal yang berkomplemen (binomial) seperti
% perokok dan bukan perokok, % pemilih dan bukan
pemilih dalam pemilu dsb

firliagusetiawan@[Link] 24/08/2
2
Distribusi Sampling
Proporsi
Pada distribusi sampling proporsi berlaku hal-hal sbb:
1) Untuk pengambilan sampel dengan pengembalian atau
Jika ukuran populasi besar, n/N ≤ 5%, berlaku:

σP
Keterangan:
P = proporsi kejadian sukses
Q= proporsi kejadian gagal (1 –
P)
2) Untuk pengambilan sampel tanpa pengembalian
atau Jika ukuran populasi kecil, n/N > 5%, berlaku:

σP
firliagusetiawan@[Link] 24/08/2
2
Distribusi Sampling
Proporsi

Pada distribusi sampling proporsi berlaku hal-hal


sbb:
3) Daftar distribusi normal untuk distribusi sampling
proporsi dapat ditentukan sbb:

Nilai Z
adalah:

firliagusetiawan@[Link] 24/08/2
2
Distribusi Sampling
Proporsi
STUDI KASUS
Sebuah populasi yang beranggotakan 6 orang, 3 diantaranya perokok
dan yang lainnya bukan perokok. Apabila diambil sampel
beranggotakan 3 orang; proporsi atau banyaknya sampel ketiganya
anggota sampel perokok, 2 perokok & 1 bukan perokok, 1 perokok & 2
bukan perokok, dan ketiganya anggota sampel bukan perokok dapat
diketahui (tanpa pengembalian).

Misal anggota populasi A, B, C untuk perokok dan K, L, M


untuk bukan perokok.

Banyaknya sampel yang diambil


adalah:

firliagusetiawan@[Link] 24/08/2
2
Distribusi Sampling
Proporsi
PENYELESAIAN
Ke-20 buah sampel itu adalah:
1. ABC 6. ACL 11. BCK 16. BLM
2. ABK 7. ACM 12. BCL 17. CKL
3. ABL 8. AKL 13. BCM 18. CKM
4. ABM 9. AKM 14. BKL 19. CLM
[Link] 10. ALM 15. BKM 20. KLM
Distribusi sampling proporsinya (X = perokok,
n = 3)
Sampel yang mungkin (X) Proporsi sampel (X/n) f Prob.

X = 3 (3(p), 0(bp)) 1 1 0,05


X = 2 (2(p), 1(bp)) 0,67 9 0,45
X = 1 (1(p), 2(bp)) 0,33 9 0,45
X = 0 (0(p), 3(bp)) 0 1 0,05
Jumlah 20 1,00

firliagusetiawan@[Link] 24/08/2
2
Distribusi Sampling
Standar Deviasi : Beda 2 Rata-Rata
Adalah distribusi dari perbedaan dua besaran rata-rata
yang muncul dari sampel – sampel dua populasi.
Diperoleh dua sampel berukuran cukup besar (n≥30)
yang diambil dari dua buah populasi yang memiliki
variansi
σ . populasi σ 1 dan
2
2.
 2

Jika rata-rata sampel adalah x1danx2, maka distribusi selisih


rata- rata sampel akan memiliki rata-rata:
x 1 x 2 = μ1-
dengan μ2
variansi := σ 2/n +
 2 x 1 x 2 2 1 1
sehinggaσbisa 2 /n2
dinyatakan bahwa variabel normal standard
Z:

x1  x2  (121  222)
z  
firliagusetiawan@[Link] n1 n2 24/08/2
2
Distribusi Sampling
Standar Deviasi : Beda 2 Rata-Rata
STUDI KASUS
Lampu pijar merk “Ampuh” memiliki rata-rata daya tahan
4500 jam dengan deviasi standard 500 jam, sedangkan
lampu pijar merk “Baik” memiliki rata-rata daya tahan 4000
jam dengan deviasi standard 400 jam.
Jika diambil sampel masing-masing 100 buah lampu pijar
dan diteliti, berapa probabilitas bahwa selisih rata-rata daya
tahan kedua lampu pijar tersebut lebih besar dari 600 jam?

firliagusetiawan@[Link] 24/08/2
2
Distribusi Sampling
2
Standar Deviasi : Beda 2 Rata-Rata 6

PENYELESAIA
N

Probabilita 60
s 0
x  x2  (1  2 )
z 1
2 2
1
 2

n1 n2

P(Z > 1,56) = 1 – P (Z ≤ 1,56) = 1- 0,9406 =


0,0594 = 5,94%
firliagusetiawan@[Link] 24/08/2
2
Distribusi Sampling
Standar Deviasi : Beda 2 Proporsi

Adalah distribusi dari perbedaan dua besaran proporsi


yang muncul dari sampel – sampel dua populasi.

Misal, terdapat dua populasi N1 dan N2 (binomial),


kemudian diambil sampel random, yaitu n1 dan n2
dengan P1 dan P2 maka beda antara kedua sampel
proporsi (p1 dan p2) akan membentuk suatu
distribusi, yaitu distribusi sampling beda proporsi

firliagusetiawan@[Link] 24/08/2
2
Distribusi Sampling
Standar Deviasi : Beda 2 Proporsi
Pada distribusi sampling beda dua proporsi berlaku hal-hal
sbb:
Rata-
rata:

Simpangan baku:

Jika n1 dan n2 (n1, n2 ≥ 30) cukup besar, distribusi


sampling proporsi akan mendekati distribusi normal,
dengan variabel random standar yang rumus Z-nya:

firliagusetiawan@[Link] 24/08/2
2
Distribusi Sampling
Standar Deviasi : Beda 2 Proporsi

STUDI KASUS 1
Berdasarkan sebuah penelitian, 1 orang dari 100 orang
yang tidak merokok terkena TBC sedangkan 5 orang dari
100 orang perokok terkena TBC. Jika diambil sampel
masing-masing 100 orang dari populasi orang merokok
dan populasi orang tidak merokok, berapa probabilitas
yang terkena TBC lebih besar dari 5%?

firliagusetiawan@[Link] 24/08/2
2
Distribusi Sampling
Standar Deviasi : Beda 2 Proporsi
PENYELESAIAN
P1 = proporsi populasi perokok yang terkena TBC
P2 = proporsi populasi bukan perokok yang terkena
TBC

= 5% - 1% = 4%

= P (Z > 0,42)
= 1 – P (Z < 0,42) = 1 –
0,6628
firliagusetiawan@[Link] = 0,3372 = 33,72% 24/08/2
2
Distribusi Sampling
Standar Deviasi : Beda 2 Proporsi
STUDI KASUS 2
Sebanyak 35% pelamar kerja diterima bekerja di Bank Unggul. Mereka
tahun sebelumnya pernah melamar, tapi tidak diterima. Sebanyak 30%
dari pelamar kerja yang belum pernah melamar di tahun sebelumnya,
tahun ini diterima di bank tersebut.
Apabila diambil sampel random sebanyak 250 pelamar, baik yang belum
pernah melamar atau yang sudah, berapa probabilitas bahwa beda
proporsi yang pernah melamar dan akhirnya diterima tahun ini dengan
yang belum pernah melamar yang juga diterima adalah kurang dari 2%?

firliagusetiawan@[Link] 24/08/2
2
Distribusi Sampling
Standar Deviasi : Beda 2 Proporsi
PENYELESAIAN
P1 = proporsi pelamar yang sebelumnya pernah melamar
P2 = proporsi pelamar yang belum pernah melamar
P1 = 35% = 0,35
P2 = 30% = 0,3 n1 = n2 = 250
p1 -p2 = 2% = 0,02

Didapat: P(Z < -0,71) = 0,5 – 0,2612 =


0,2388 = 23,88%
firliagusetiawan@[Link] 24/08/2
2
Demi baiknya presentasi ini
Dimohon kritik dan sarannya
Yang dapat dikirim melalui :

firliagusetiawan@[Link]

Anda mungkin juga menyukai