0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan17 halaman

Teknik Pembibitan Stek Tanaman

Teknik pembibitan secara stek membutuhkan persiapan media perakaran, ruang adaptasi, dan kebun pangkas. Bahan stek dipotong dan dioles hormon, lalu ditancapkan di media perakaran. Stek dirawat hingga berakar dan disapih ke polybag. Bibit diadaptasi di ruang tertutup sebelum dikeluarkan ke persemaian.

Diunggah oleh

Aidil Fitriady
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan17 halaman

Teknik Pembibitan Stek Tanaman

Teknik pembibitan secara stek membutuhkan persiapan media perakaran, ruang adaptasi, dan kebun pangkas. Bahan stek dipotong dan dioles hormon, lalu ditancapkan di media perakaran. Stek dirawat hingga berakar dan disapih ke polybag. Bibit diadaptasi di ruang tertutup sebelum dikeluarkan ke persemaian.

Diunggah oleh

Aidil Fitriady
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

DINAS KEHUTANAN
KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN PULAU LAUT SEBUKU
Alamat : Jl. Tanjung Serdang – Kotabaru Km. 38 Mekarpura,
Kotabaru – Kalimantan Selatan
Pengertian
 Stek merupakan cara perbanyakan tanaman secara
vegetatif buatan dengan menggunakan sebagian batang,
akar, atau daun tanaman untuk ditumbuhkan menjadi
tanaman baru.
 Keberhasilan perbanyakan dengan cara stek ditandai
terjadinya regenerasi akar dan pucuk pada bahan stek
sehingga menjadi tanaman baru.
 Teknik pembibitan secara stek pada dasarnya diterapkan jika
pembibitan secara generatif mengalami kesulitan pengadaan
benih, misalnya : musim berbuah lama (4-5 tahun) dan benih
bersifat recalsitran (tidak mampu disimpan lama).
Persyaratan
 Ruang perakaran memiliki kelembaban tinggi (>90%) hal
ini ditandai jika ruangan ditutup plastik maka akan
timbul embun-embun air pada lapisan plastik
 Intensitas cahaya cukup, artinya ruangan tidak terlalu
gelap
 Suhu tidak telalu tinggi (sekitar 26oC)
 Media untuk proses perakaran stek harus steril dan
bersifat porous (tidak padat).
Sarana dan Prasarana
1. Bak perakaran stek
Bak perakaran stek berisi media, misalnya media pasir
atau campuran tanah dan arang sekam = 2 : 1. Media harus
steril, porous, tidak kering, tidak tergenang air, tetapi
harus selalu lembab, dengan cara disungkup plastik. Pada
kedua ujung bak dibuat saluran pengeluaran air agar tidak
terjadi genangan air

Bak perakaran stek Model KOFCO

Model bak perakaran dari papan kayu


Sarana dan Prasarana
2. Ruang Adaptasi Model Rak
Stek yang telah berakar pada bak perakaran stek perlu
dipindah/disapih ke media dalam polybag. Bibit stek yang telah
disapih tersebut tidak bisa langsung ditempatkan di ruang terbuka,
apalagi di persemaian karena bibit akan mudah layu. Oleh sebab itu
bibit stek masih perlu diadaptasikan dalam sebuah ruangan yang
memiliki kelembaban tinggi sehingga bibit tidak layu. Jika bibit sudah
beradaptasi, yang ditandai oleh munculnya daun baru, maka bibit
dapat dikeluarkan dari ruang adaptasi.

Model rak adaptasi bibit stek


Sarana dan Prasarana
3. Rumah stek
Rumah stek adalah ruangan yang digunakan untuk proses pembibitan
dengan cara stek, di dalam ruangan ini dapat ditempatkan bak
perakaran dan rak adaptasi.

Tata letak bak perakaran dan rak adaptasi dalam rumah stek
Sarana dan Prasarana
4. Kebun Pangkas
Kebun pangkas seyogianya dibangun dari tanaman yang telah
diketahui sifat unggulnya, misalnya bibit yang ditanam pada kebun
pangkas adalah bibit hasil pembiakan vegetatif (misalnya cangkok,
okulasi, atau sambung). Bibit yang ditanam tersebut selanjutnya
dipelihara dan setelah tumbuh segar dengan manghasilkan banyak
cabang dan daun, bagian pucuknya dipangkas. Hal ini akan
merangsang tumbuhnya trubusan baru yang kelak dapat digunakan
untuk bahan stek.

Tata letak tanaman dalam bedeng kebun pangkas


Sarana dan Prasarana
5. Pondok Kerja
Pondok kerja dibuat sebagai tempat membuat media tumbuh stek
dan mengemasnya ke dalam polybag.
Media tumbuh yang digunakan merupakan campuran antara tanah :
bokashi : arang sekam = 2 : 1 : 1.

Model pondok kerja


Bahan dan Alat
 Bahan yang diperlukan untuk pembibitan cara stek antara lain :
pasir halus, kerilkil, plastik buram, hormon perangsang akar,
media sapih (arang sekam, bokashi, tanah), polybag diameter 15
cm, bahan stek, air.
 Peralatan yang diperlukan antara lain : gunting stek,
gembor/handsprayer, cangkul, ayakan media
Teknik Pembuatan
a. Persiapan bahan stek
Bahan stek dipilih dari cabang orthotrop (ke
atas) bukan plagiotroph (ke samping). Bahan
stek dari cabang ke samping akan
menyebabkan bibit stek dengan pertumbuhan
menyamping, hal sebaliknya jika bahan
diambil dari cabang ortotroph
Memiliki tunas yang masih kuncup, karena
jika tunas sedang tumbuh akan menyebabkan
bahan mudah layu
Bahan stek tidak terlalu tua atau terlalu
muda, warna kulit cokelat kehijauan
Minimal memiliki tiga ruas Pengambilan bahan stek di kebun pangkas
Hindaribahan stek yang memiliki daun masih
muda karena umumnya mudah busuk saat
ditanam di bak perakaran
Teknik Pembuatan
b. Persiapan media perakaran stek
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam persiapan media
perakaran stek adalah kelembaban media harus tinggi (≥ 90 %), suhu
ruang bak perakaran tidak tinggi (24 – 26 oC), intensitas cahaya cukup
Media pada bak perakaran bersifat porous, artinya mudah untuk
sirkulasi udara dan air
Salah satu media perakaran yang dapat digunakan adalah media
pasir murni. Sebelum penanaman stek, perlu dilakukan sterilisasi
media untuk mencegah kemungkinan tumbuhnya jamur patogen.
Sterilisasi dapat dilakukan dengan cara menyemprotkan fungisida
pada media pasir yang sebelumnya telah dibasahi oleh air (dosis yang
diberikan tergantung jenis fungisida yang digunakan, contoh : Dithane
M45 dengan dosis 2 gram/liter. Selanjutnya bak perakaran stek
setelah disemprot fungisida ditutup selama 3 hari. Penanaman stek
dilakukan 3 hari setelah penyemprotan fungisida tersebut
Teknik Pembuatan
c. Pelaksanaan Penyetekan
Bahan stek dipotong minimal pada ruas ketiga dari pucuk
Pemotongan bahan stek dilakukan sedikit di bawah ruas secara
mendatar
Potong daun bahan stek dan sisakan ½ - 1/3 bagian untuk mengurangi
penguapan
Batang bawah stek yang telah dipotong selanjutnya dioles dengan
hormon perangsang akar yang telah dibuat dalam bentuk pasta
 Bahan stek yang telah dioles hormon selanjutnya dibalik
dengan memposisikan bagian yang telah dioles hormon
diletakkan di bagian atas selama ± 5 menit. Hal ini terkait
dengan hormon perangsang akar yang bersifat basibetal
(pergerakan hormon dari atas ke bawah).
 Tanam bahan stek pada media pasir dan biarkan ± 2 -3 bulan.
Jarak tanam disesuaikan dengan lebar daun (misalkan 10 cm
x 10 cm). Pada prinsipnya hindari jarak tanam yang
menyebabkan antar-daun stek saling menutupi (berdesakan)
karena hal ini menyebabkan genangan air pada daun setelah
dilakukan penyiraman sehingga menyebabkan daun busuk.
 Jaga agar kelembaban ruang perakaran selalu tinggi agar
bahan stek tidak layu
Teknik Pembuatan
d. Pemeliharaan stek
Pemeliharaan meliputi penyiraman air pada media pasir untuk
menjaga kelembaban dan suhu bak perakaran stek. Bak perakaran
harus selalu tertutup. Penyiraman dilakukan dengan handsprayer 2 x
sehari, namun jika media masih lembab maka tidak perlu dilakukan
penyiraman.

Proses perakaran stek dalam bak perakaran


Teknik Pembuatan
e. Penyapihan stek
Penyapihan merupakan kegiatan pemindahan stek yang telah berakar dari media
perkaran stek ke media tumbuh di dalam polybag. Cara penyapihan stek adalah
sebagai berikut :
Siapkan media sapih dalam polybag
Basahkan media sapih tetapi tidak sampai jenuh
Buat lubang pada media sapih, lubang dibuat agak luas untuk memudahkan
penyapihan stek sehingga akar stek tidak tertekuk saat ditanam
Pilih semai stek yang telah memiliki akar rambut cukup banyak dan keadaan
akar tidak terlalu muda (panjang akar ± 2 cm) untuk disapih
Tanam semai stek ke dalam media sapih secara hati-hati kemudian padatkan
media sapih
Stek yang telah disapih harus tetap disungkup agar tidak layu, salah satunya dapat
diletakkan ke dalam rak adaptasi atau bedeng bersungkup plastik dan biarkan sekitar 2
minggu
Tetap lakukan penyiraman 1 x sehari dengan menggunakan sprayer pada stek yang
sedang diadaptasikan
Setelah 2 minggu, bibit stek dibiarkan 1 minggu dalam ruang adaptasi dengan kondisi
tutup plastik terbuka.
Teknik Pembuatan
e. Penyapihan stek

Akar stek siap disapih Perakaran bibit hasil stek


Teknik Pembuatan
f. Aklimatisasi Stek
Bibit stek dalam ruang adaptasi yang telah menunjukkan
pertumbuhan daun atau tunas baru (± 3 minggu) dapat dipindahkan
ke bedeng-bedeng sapih persemaian untuk menyesuaikan kondisi
lingkungan luar (proses aklimatisasi). Untuk mencegah kemungkinan
bibit stek layu akibat panas matahari yang berlebihan, maka bedeng
sapih dapat dinaungi rumbia selama 1-2 minggu.
Jika bibit stek yang telah dipindahkan ke bedeng sapih
menunjukkan tanda-tanda akan layu, maka segera pindahkan kembali
ke dalam rak adaptasi, hal ini menunjukkan bibit belum siap
dikeluarkan dari ruang adaptasi.
DAFTAR PUSTAKA

Ujang Susep Irawan dan Edi Purwanto. 2012. Manual Teknik


Pembibitan Vegetatif. Operation Wallacea Trust. Bogor. 
[Link]
manual_teknik_pembibitan_vegetatif

Anda mungkin juga menyukai