0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
58 tayangan17 halaman

Pedoman Safety Riding untuk Pengendara

Safety riding merupakan kegiatan untuk meningkatkan keselamatan berkendara yang mencakup pelatihan keterampilan mengemudi dan teknik mengemudi aman. Tujuannya adalah mencegah kecelakaan dengan mengutamakan keselamatan pengendara dan pengguna jalan lain. Safety riding didasarkan pada undang-undang dan mencakup inspeksi kendaraan, perlengkapan keselamatan, serta teknik dasar seperti pengereman, slalom,

Diunggah oleh

didin samsudin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
58 tayangan17 halaman

Pedoman Safety Riding untuk Pengendara

Safety riding merupakan kegiatan untuk meningkatkan keselamatan berkendara yang mencakup pelatihan keterampilan mengemudi dan teknik mengemudi aman. Tujuannya adalah mencegah kecelakaan dengan mengutamakan keselamatan pengendara dan pengguna jalan lain. Safety riding didasarkan pada undang-undang dan mencakup inspeksi kendaraan, perlengkapan keselamatan, serta teknik dasar seperti pengereman, slalom,

Diunggah oleh

didin samsudin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SAFETY RIDING

#Cari_Aman
Apa itu safety riding ?

 Kegiatan untuk keselamatan berkendara yang mencakup pada kegiatan Pendidikan dan
pelatihan keterampilan mengemudi, serta kiat-kiat aman berkendara. (Djoko Susilo : 2007)

 Mengutamakan keselamatan baik itu keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lain.
Para pengendara haruslah ingat bahwa jalan raya bukanlah milik kita pribadi melainkan
sebuah fasilitas umum yang digunakan secara Bersama-sama, sehingga kecerobohan bisa
saja mengakibatkan orang lain celaka. (Marye Agung Kusmagi : 2010)
Dasar Hukum

 Indonesia Safety Riding berlandaskan pada Undang-Undang Lalu Lintas  UU No. 22 Tahun


2009. Secara umum Safety Riding adalah keterampilan berkendara yang merupakan
pengalaman standar keselamatan.
 Safety riding diatur dalam undang undang Lalu Lintas dan angkutan Jalan pada
bab XI pasal 203 ayat 2. Untuk penjelasan pasal 203 ayat 2 pada huruf a
disebutkan bahwa program nasional keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan
diantaranya yaitu tentang cara berkendara dengan selamat (Safety Riding)
Faktor-faktor penyebab
kecelakaan

[Link] Manusia
Pengetahuan
Teknik
Emosi
Kesehatan
Etika
2. Lingkungan

Kedua adalah faktor
lingkungan. Faktor lingkungan
ini meliputi kondisi jalan
apakah baik atau buruk, rambu-
rambu lalu lintas yang ada
apakah sudah mencukupi serta
faktor seberapa baik
ketrampilan dari pengendara
lain.
3. kendaraan

Perawatan
modifikasi
Perlengkapan Safety Riding yang Maksimal
 Helm
 Jaket
 Celana panjang
 Sepatu
 Sarung tangan
 Pelindung lutut dan pelindung siku
 Rompi dada
 Penutup hidung atau masker
Inspeksi Motor Sebelum Riding,
Wajib!
(T-CLOCK
Wiyono, inspection)
Menurut Instruktur Senior Indonesia Defensive Driving Center (IDDC), Adrianto
melakukan pemeriksaan kendaraan secara rutin dan setiap saat sebelum
dipergunakan, termasuk bagian dari safety riding.
 T adalah pengeceken pada bagian tires and wheels (ban dan pelek). Perhatikan
kondisi ban, apakah ada benda asing seperti batu, paku atau besi. Kemudian
periksa pelek serta lingkaran roda secara keseluruhan, pastikan dalam keadaan
baik.
 C adalah Controls, untuk pengecekan bagian tuas seperti, tuas rem, kopling dan
pemindah gigi perseneling. Pastikan bekerja dengan normal, tidak retak, bengkok
atau patah.
 L kepanjangan dari Light and electrical, lakukan pengecekan pada bagian aki,
lampu dekat, jauh, penunjuk arah dan kabel-kabel.
 O untuk pengecekan oli dan fluid, pastikan oli dan minyak terisi sesuai petunjuk dan
ukuran, termasuk pengecekan selang terutama dari kebocoran.
 C untuk melakukan pengecekan bagian Chassis, periksa apakah ada retak atau
penyok, serta periksa kondisi shock absorber termasuk kekencangan rantai.
4 Teknik Dasar Safety Riding

Teknik Pengereman
Pengereman yang benar menurut
beberapa sumber adalah dengan
menggunakan 2 rem sekaligus yaitu
depan dan belakang. Porsinya 60 persen
rem depan  40 persen rem belakang. Ada
juga yang 75 persen depan dan 25 persen
belakang. Intinya lebih dominan rem
depan dibanding rem belakang.
Teknik Slalom

Teknik slalom dilakukan dengan


melakukan gerakan sigzag, menikung
ataupun bermanuver sesuai
kebutuhan. Manfaat dari teknik slalom
ini adalah untuk melatih kemampuan
dan menjaga keseimbangan tubuh
agar tetap seirama dengan motor baik
saat menikung, manuver mendadak
atapun melalui jalan yang berliku.
Teknik papan titian

Melalui sebuah papan dengan lebar


kurang lebih 20 cm dan kita diharuskan
tidak jatuh atau keluar dari papan saat
melintasinya. Latihan ini berhubungan
dengan keseimbangan dan bermanfaat
saat melalui jalanan padat.
Teknik Melewati Jalan
Bergelombang

Melewati jalan bergelombang juga butuh


skill bro and sis. Dalam latihan Safety
Riding bisa dilakukan dengan melewati
karung berisi pasir dan dijejer sepanjang
lintasan dengan jarak tertentu. Dalam
melewati halangan naik turun ini
dibutuhkan keseimbangan dan teknik
pengereman. Butuh pengereman yang
berimbang saat melui jalan
bergelombang. Disamping itu kecepatan
juga harus di jaga, tidak boleh
sembaranga ngegas.
kesimpulan

 Kecelakaan bisa terjadi dimana saja dan kapan


saja, termasuk saat berkendara. untuk itu,
setiap orang harus melakukan tidakan safety
riding untuk mengurangi resiko kecelakaan.
PT Daya Adicipta Motora selaku distributor utama sepeda
motor dan suku cadang Honda di Jawa Barat ,
memiliki Honda Safety Riding Center bertempat di Jalan
Raya Cibeureum No. 47 Bandung.
SMK PGRI SUBANG

Anda mungkin juga menyukai