0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan9 halaman

Pemrograman Terstruktur dan DFD

Dokumen ini membahas tentang rekayasa perangkat lunak untuk pemrograman terstruktur. Terdapat penjelasan mengenai pemrograman terstruktur, Data Flow Diagram (DFD), notasi-notasi pada DFD, tahapan perancangan dengan menggunakan DFD, dan kamus data. DFD digunakan untuk merepresentasikan aliran informasi dan transformasi informasi dalam sistem informasi.

Diunggah oleh

Alfah Rezi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan9 halaman

Pemrograman Terstruktur dan DFD

Dokumen ini membahas tentang rekayasa perangkat lunak untuk pemrograman terstruktur. Terdapat penjelasan mengenai pemrograman terstruktur, Data Flow Diagram (DFD), notasi-notasi pada DFD, tahapan perancangan dengan menggunakan DFD, dan kamus data. DFD digunakan untuk merepresentasikan aliran informasi dan transformasi informasi dalam sistem informasi.

Diunggah oleh

Alfah Rezi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MATERI PENGAYAAAN

MSIM4303 REKAYASA PERANGAKAT LUNAK

SESI 4
Rekayasa Perangkat Lunak untuk Pemrograman Terstruktur
Sistem Informasi
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Terbuka
Rekayasa Perangkat Lunak untuk Pemrograman Terstruktur

• Pemrograman terstruktur adalah konsep atau paradigma atau sudut


pandang pemrograman yang membagi-bagi program berdasarkan
fungsi-fungsi atau prosedur-prosedur yang dibutuhkan program
komputer. Modul-modul (pembagian program) biasanya dibuat
dengan mengelompokkan fungsi-fungsi dan prosedur-prosedur yang
diperlukan sebuah proses tertentu.
DFD

• Data Flow Diagram (DFD) atau dalam bahasa Indonesia menjadi


Diagram Alir Data (DAD) adalah representasi grafik yang
menggambarkan aliran informasi dan transformasi informasi yang
diaplikasikan sebagai data yang mengalir dari masukan (input) dan
keluaran (output).
Notasi-notasi pada DFD
  proses atau fungsi atau  
file atau basisdata atau
 
  prosedur; pada pemodelan penyimpanan (storage); pada
perangkat lunak yang akan
  pemodelan perangkat lunak yang
akan diimplementasikan dengan
diimplementasikan dengan pemrograman terstruktur, maka
pemrograman terstruktur, pemodelan notasi inilah yang
maka pemodelan notasi harusnya dibuat menjadi tabel-
inilah yang harusnya menjadi tabel basis data yang dibutuhkan,
fungsi atau prosedur di dalam tabel-tabel ini juga harus sesuai
kode program dengan perancangan tabel-tabel
  pada basis data (Entity Relationship
Diagram (ERD), Conceptual Data
catatan:
Model (CDM), Physical Data Model
nama yang diberikan pada (PDM))
sebuah proses biasanya  
berupa kata kerja catatan:
nama yang diberikan pada sebuah
penyimpanan biasanya kata benda
 
 
 
Notasi-notasi pada DFD
   
 
aliran data; merupakan data yang
  entitas luar (external dikirim antar proses, dari
  penyimpanan ke proses, atau dari
entity) atau masukan
proses ke masukan (input) atau
(input) atau keluaran keluaran (output)
(output) atau orang yang  
memakai/berinteraksi catatan:
nama yang digunakan pada aliran
dengan perangkat lunak
data biasanya berupa kata benda,
yang dimodelkan atau dapat diawali dengan kata data
sistem lain yang terkait misalnya “data siswa” atau tanpa
dengan aliran data dari kata data misalnya “siswa” karena
seperti diketahui bahwa simbol ini
sistem yang dimodelkan merupakan representasi data, jadi
  disebutkan atau tidak dalam
catatan: penamaan, yang terpenting adalah
makna dari simbol ini adalah
nama yang digunakan
sebagai aliran data.
pada masukan (input) atau
keluaran (output) biasanya
berupa kata benda
tahapan-tahapan perancangan dengan
menggunakan DFD
• [Link] DFD Level 0 atau sering disebut juga Context Diagram
• DFD Level 0 menggambarkan sistem yang akan dibuat sebagai suatu entitas tunggal yang beriteraksi
dengan orang maupun sistem lain. DFD Level 0 digunakan untuk menggambarkan interaksi antara sistem
yang akan dikembangkan dengan entitas luar.
• [Link] DFD Level 1
• DFD Level 1 digunakan untuk menggambarkan modul-modul yang ada dalam sistem yang akan
dikembangkan. DFD Level 1 merupakan hasil breakdown/pemecahan DFD Level 0 yang sebelumnya
sudah dibuat.
• [Link] DFD Level 2
• Modul-modul pada DFD Level 1 dapat dipecah/breakdown menjadi DFD Level 2. Modul mana saja yang
harus dipecah/breakdown lebih detail tergantung pada tingkat kedetailan modul tersebut. Apabila modul
tersebut sudah cukup detail dan rinci maka modul tersebut sudah tidak perlu untuk dipecah/breakdown
lagi. Untuk sebuah sistem, jumlah DFD Level 2 sama dengan jumlah modul pada DFD Level 1 yang
dipecah/breakdown.
• [Link] DFD Level 3 dan seterusnya
• DFD Level 3, 4, 5, dan seterusnya merupakan breakdown dari modul pada DFD Level di-atasnya.
Breakdown pada level 3, 4, 5, dan seterusnya aturannya sama persis dengan DFD Level 1 atau Level 2.
Kamus Data

• Kamus data (data dictionary) dipergunakan untuk memperjelas aliran


data yang digambarkan pada DFD. Kamus data adalah kumpulan
daftar elemen data yang mengalir pada sistem perangkat lunak
sehingga masukan (input) dan keluaran (output) dapat dipahami
secara umum (memiliki standar cara penulisan). Kamus data dalam
implementasi program dapat menjadi parameter masukan atau
keluaran dari sebuah fungsi atau prosedur
Simbol pada Kamus Data

Simbol Keterangan
= disusun atau terdiri dari
+ dan
[|] baik ...atau...
{} n
n kali diulang/ bernilai banyak
() data opsional
*...* batas komentar
Terima kasih

Anda mungkin juga menyukai