0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
43 tayangan25 halaman

Jenis-jenis Sensor Elektronik dan Fungsinya

Sensor yang dijelaskan dalam dokumen tersebut meliputi sensor suhu dan kelembaban DHT11, sensor jarak ultrasonik HC-SR04, sensor gas MQ-2, dan sensor cahaya LDR. Setiap sensor memiliki karakteristik dan cara kerja yang berbeda-beda untuk mendeteksi suhu, kelembaban, jarak, konsentrasi gas, dan intensitas cahaya.

Diunggah oleh

Rizky Aditya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
43 tayangan25 halaman

Jenis-jenis Sensor Elektronik dan Fungsinya

Sensor yang dijelaskan dalam dokumen tersebut meliputi sensor suhu dan kelembaban DHT11, sensor jarak ultrasonik HC-SR04, sensor gas MQ-2, dan sensor cahaya LDR. Setiap sensor memiliki karakteristik dan cara kerja yang berbeda-beda untuk mendeteksi suhu, kelembaban, jarak, konsentrasi gas, dan intensitas cahaya.

Diunggah oleh

Rizky Aditya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SENSOR

RIZKY ADITYA NUGRAHA


201910201084
DHT11 HC SR04 MQ-2 LDR LM393

MACAM-MACAM SENSOR
SENSOR SUHU DHT11
Sensor DHT11 adalah salah satu jenis sensor yang banyak digunakan pada project
berbasis Arduino Sensor ini memiliki keunikan yaitu dapat membaca suhu
(temperature) ruangan dan kelembapan udara (humidity). Sensor DHT merupakan
paket sensor yang berfungsi untuk mengukur suhu dan kelembaban udara sekaligus
yang dialamnya terdapat thermistor tipe NTC (Negative Temperature Coefficient)
untuk mengukur suhu, sebuah sensor kelembapan dengan karakteristik resistif
terhadap perubahan kadar air di udara serta terdapat chip yang di dalamnya
melakukan beberapa konversi analog ke digital dan mengeluarkan output dengan
format single-wire bi-directional (kabel tunggal dua arah).
SPESIFIKASI SENSOR DHT11
1. Tegangan kerja = 3.3V-5V.
2. Arus maksimum = 2.5mA
3. Range pengukuran kelembaban = 20%-80%
4. Akurasi pengukuran kelembaban = 5%
5. Range pengukuran suhu = 0°C-50°C
6. Akurasi pengukuran suhu = 2°C
7. Kecepatan pengambilan sampel tidak lebih dari 1 Hz (setiap detik)
8. Ukuran = 15.5 mm x 12 mm x 5.5 mm
9. 4 pin dengan jarak 0,1 "
SUSUNAN PIN SENSOR DHT11
Sensor DHT11 memiliki 2 versi, yatu versi 4 pin dan versi 3 pin. Tidak ada perbedaan
karakteristik dari 2 versi ini. Pada versi 4 pin,. Pin 1 adalah tegangan sumber,
berkisar antara 3V sampai  5V. Pin 2 adalalah data keluaran (output) . Pin ke 3
adalah pin NC (normally close ) alias tidak digunakan dan pin ke 4 adalah Ground.
Sedangkan pada versi 3 kaki, pin 1 adalah VCC antara 3V sampai 5V, pin 2 adalah
data keluaran dan pin 3 adalah Ground.
CARA KERJA SENSOR DHT11
Cara DHT11 mengukur kelembaban adalah dengan mendeteksi uap air dengan
mengukur resistansi listrik antara dua elektroda. Komponen pendeteksi kelembaban
yang digunakan adalah berupa substrat penahan kelembaban dengan elektroda.
Ketika uap air diserap oleh substrat, ion dilepaskan oleh substrat yang akan
menyebabkan peningkatan terhadap konduktivitas antar elektroda. Perubahan
resistansi antara kedua elektroda sebanding dengan kelembaban relatif. Kelembaban
relatif yang lebih tinggi akan mengurangi resistensi antara elektroda, sementara
kelembaban relatif yang lebih rendah akan meningkatkan resistensi antara elektroda.
Cara DHT11 mengukur suhu adalah dengan menggunakan sensor termistor yang
terpasang di permukaan. Termistor sebenarnya adalah sebuah resistor variabel
dengan resistansi yang berubah-ubah terhadap perubahan suhu.
SENSOR ULTRASONIK HC SR04

Sensor jenis ini adalah modul elektronik yang mendeteksi sebuah objek
menggunakan suara. Sensor ultrasonic terdiri dari sebuah transmitter
(Pemancar) dan sebuah receiver (penerima). Transmitter berfungsi untuk
memancarkan sebuah gelombang suara kearah depan. Jika ada sebuah
objek didepan transmitter maka sinyal tersebut akan memantul kembali ke
Receiver. Fungsi sensor ultrasonic adalah mendeteksi benda atau objek di
hadapan sensor. Penerapannya banyak dipakai pada robot pemadam api
dan robot obstacle lainnya. Salah satu sensor yang paling sering digunakan
adalah sensor ultrasonic tipe HC SR04.
SPESIFIKASI PIN SENSOR HC SR04
1. Tegangan : DC 5V
2. Arus : 15mA
3. Frekuensi : 40Hz
4. Rentang Maksimum : 4m
5. Rentang Minimum : 2cm
6. Mengukur Sudut : 15 derajat
7. Sinyal Input Pemicu : pulsa TTL 10µS
8. Dimensi :45 x 20 x 15 mm
KONFIGURASI PIN SENSOR HC
SR04
1. VCC : 5V Power Supply. Pin sumber tegangan positif sensor.
2. Trigger : Trigger/Penyulut. Pin ini yang digunakan untuk membangkitkan
sinyal ultrasonik.
3. Echo : Receive/Indikator. Pin ini yang digunakan untuk mendeteksi
sinyal pantulan ultrasonik.
4. GND : Ground/0V Power Supply. Pin sumber tegangan negatif sensor.
KOMPONEN SENSOR HC SR04
HC-SR04 memiliki 2 komponen utama sebagai penyusunnya yaitu ultrasonic
transmitter dan ultrasonic receiver. Fungsi dari ultrasonic transmitter adalah memancarkan
gelombang ultrasonik dengan frekuensi 40 KHz kemudian ultrasonic receiver menangkap hasil
pantulan gelombang ultrasonik yang mengenai suatu objek. Waktu tempuh gelombang ultrasonik
dari pemancar hingga sampai ke penerima sebanding dengan 2 kali jarak antara sensor dan
bidang pantul seperti yang diperlihatkan pada Gambar dibawah ini:
CARA KERJA SENSOR HC SR04
Prinsip pengukuran jarak menggunakan sensor ultrasonik HC-SR04 adalah, ketika
pulsa trigger diberikan pada sensor, transmitter akan mulai memancarkan
gelombang  ultrasonik, pada saat yang sama sensor akan menghasilkan output TTL
transisi naik menandakan sensor mulai menghitung waktu pengukuran,
setelah receiver menerima  pantulan yang dihasilkan oleh suatu objek maka
pengukuran waktu akan dihentikan dengan menghasilkan output TTL transisi turun. 
PERHITUNGAN
Jika waktu pengukuran adalah t dan kecepatan suara adalah 340 m/s, maka jarak
antara sensor dengan objek dapat dihitung dengan menggunakan Persamaan
dibawah ini:
SENSOR GAS MQ-2
Sensor jenis ini adalah alat yang digunakan untuk mendeteksi konsentrasi
gas yang mudah terbakar di udara serta asap dan output membaca sebagai
tegangan analog. Sensor gas asap MQ-2 dapat langsung diatur
sensitifitasnya dengan memutar trimpotnya. Sensor ini biasa digunakan
untuk mendeteksi kebocoran gas baik di rumah maupun di industri. Gas
yang dapat dideteksi diantaranya : LPG, i-butane, propane, methane ,
alcohol, Hydrogen, smoke. 
KARATERISTIK SENSOR MQ-2
1. Catu daya pemanas : 5V AC/DC
2. Catu daya rangkaian : 5VDC
3. Range pengukuran : 200 - 5000ppm untuk LPG, propane 300 - 5000ppm untuk
butane 5000 - 20000ppm untuk methane 300 - 5000ppm untuk Hidrogen
4. Keluaran : analog (perubahan tegangan)

Sensor ini dapat mendeteksi konsentrasi gas yang mudah terbakar di udara serta
asap dan keluarannya berupa tegangan analog. Sensor dapat mengukur konsentrasi
gas mudah terbakar dari 300 sampai 10.000 sensor ppm. Dapat beroperasi pada
suhu dari -20°C sampai 50°C dan mengkonsumsi arus kurang dari 150 mA pada 5V .
KONFIGURASI PIN SENSOR MQ-2
Sensor MQ-2 terdapat 2 masukan tegangan yakni VH dan VC. VH
digunakan untuk tegangan pada pemanas (Heater) internal dan Vc
merupakan tegangan sumber serta memiliki keluaran yang menghasilkan
tegangan berupa tegangan analog. Berikut konfigurasi dari sensor MQ-S :

1. Pin 1 merupakan heater internal yang terhubung dengan ground.


2. Pin 2 merupakan tegangan sumber (VC) dimana Vc < 24 VDC.
3. Pin 3 (VH) digunakan untuk tegangan pada pemanas (heater internal)
dimana VH = 5VDC.
4. Pin 4 merupakan output yang akan menghasilkan tegangan analog.
CARA KERJA SENSOR MQ-2
Pada dasarnya sensor ini terdiri dari tabung aluminium yang dikelilingi oleh
silikon dan di pusatnya ada elektroda yang terbuat dari aurum di mana ada
element pemanasnya. Ketika terjadi proses pemanasan, kumparan akan
dipanaskan sehingga SnO2 keramik menjadi semikonduktor atau sebagai
penghantar sehingga melepaskan elektron dan ketika asap dideteksi oleh
sensor dan mencapai aurum elektroda maka output sensor MQ-2 akan
menghasilkan tegangan analog. Sensor MQ-2 ini memiliki 6 buah masukan
yang terdiri dari tiga buah power supply (Vcc) sebasar +5 volt untuk
mengaktifkan heater dan sensor, Vss (Ground), dan pin keluaran dari
sensor tersebut.
SENSOR CAHAYA/LDR
LDR merupakan singkatan dari Light Dependent Resistor, yang sering dikenal juga
dengan istilah photoresistor. Komponen elektronika yang satu ini biasa kita temukan
pada berbagai resistor. Hal ini karena LDR memiliki sifat yang sangat sensitif
terhadap cahaya, sensor LDR juga sering digunakan untuk berbagai keperluan.
Sensor cahaya LDR memiliki nilai resistansi yang tidak tetap atau berubah-ubah. Hal
tersebut menyesuaikan dengan intensitas cahaya yang didapatkan oleh sensor ini.
Semakin banyak intensitas cahaya yang diterima, maka nilai resistensinya akan
semakin menurun. Begitupun sebaliknya, semakin sedikit intensitas cahaya yang
didapatkan pada sensor, maka nilai resistensi akan semakin naik.
KARATERISTIK SENSOR CAHAYA/LDR
Karakteristik dalam hal ini adalah spesifikasi sensor LDR. Jadi, merupakan
keunggulan serta spesifikasi khusus yang terdapat pada alat tersebut yaitu :
1. Sensor LDR memiliki tegangan DC maksimum hingga mencapai 150 volt.
2. Alat tersebut memiliki konsumsi arus maksimum hingga 100 mW.
3. Waktu respon untuk sensor LDR yaitu diprediksi dari 20 ms sampai dengan 30
ms.
4. Sensor LDR memiliki tingkat resistensi mulai dari 10 Ohm sampai dengan 100 k
Ohm.
5. Untuk dapat beroperasi, sensor LDR dapat digunakan pada ruangan atau tempat
dengan suhu -30 derajat sampai dengan 70 derajat Celcius.
CARA KERJA SENSOR CAHAYA/LDR
Cara kerja sensor LDR ditentukan berdasarkan intensitas cahaya yang diterimanya.
Karena aliran listrik dalam komponen ditentukan oleh sedikit dan banyaknya jumlah
cahaya yang diterima oleh sensor. Apabila cahaya jatuh pada bahan semikonduktor
yang membentuk komponen. Maka cahaya akan diserap oleh bahan semikonduktor
tersebut, lalu sebagian energinya akan ditransfer pada elektron. Sehingga nilai
resistensi pada sensor akan menurun. Sebaliknya, apabila intensitas cahaya yang
mengenai sensor berkurang. Maka secara otomatis nilai resistansinya akan naik. Hal
ini karena semakin sedikit nilai elektron yang dilepaskan untuk menghantarkan aliran
arus listrik. Maka semakin naik juga nilai resistensi yang dihasilkannya.
FUNGSI SENSOR CAHAYA/LDR
Pada berbagai piranti elektronik, komponen tersebut umumnya difungsikan
seperti saklar otomatis. Diantara fungsi sensor LDR adalah sebagai berikut:

1. Digunakan untuk sensor otomatis pada penerangan jalan.


2. Digunakan untuk alarm.
3. Digunakan sebagai lampu tidur.
4. Digunakan sebagai anti maling otomatis.
5. Digunakan untuk shutter (kamera otomatis) dan lain-lain.
SENSOR KECEPATAN LM939

Sensor kecepatan photoelectric LM393 merupakan komponen elektronika


yang berfungsi sebagai penghubung berdasarkan cahaya optik. Sensor ini
terdiri dari 2 bagian utama yaitu transmitter dan receiver. Sensor kecepatan
LM393 ini juga biasa disebut sebagai Optocoupler yang terbuat dari bahan
semikonduktor dan terdiri dari kombinasi LED ( Light Emitting Diode )
inframerah dan phototransistor. LED tersebut berfungsi sebagai transmitter
dan phototransistor berfungsi sebagai receiver.
SPESIFIKASI SENSOR LM939
1. Tegangan Kerja : 3,3 V – 5 V
2. Lebar Alur : 5 mm
3. Dimensi : 1,5 inci x 0,55 inci x 0,28 inci (3,8 cm x 1,4 cm x 0,7 cm)
4. Berat : 0,11 Ons (3 gram)
5. Pin : VCC, GND, A0, D0
CARA KERJA SENSOR LM939
Sensor LM393 akan bekerja bila ada arus listrik yang mengalir melalui LED
yang menyebabkan LED memancarkan sinyal cahaya dan sinyal tersebut
ditangkap oleh phototransistor. Bila sinyal cahaya yang dikirim oleh LED tidak
ada penghalang antara LED dan phototransistor maka indikator sensor akan
menyala atau dalam keadaan HIGH. Namun apabila sinyal cahaya yang
dikirim oleh LED terdapat penghalang diantara LED dan phototransistor maka
indikator sensor akan mati atau dlam keadaan LOW.
THANKS
Hidup Kesepian Tanpa Kekasih,
Cukup Sekian dan Terimakasih

Anda mungkin juga menyukai