LINEAR PROGRAMMING
Litna Nurjannah Ginting, SP, [Link]
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
01 Defenisi Linear Programming
02 Fungsi Linear Programming
03 Model Linear Programming
04 Asumsi Linear Programming
Liner Programming
Linear programming merupakan suatu model umum yang
dapat digunakan untuk memecahkan masalah penga-
lokasian sumber-sumber yang terbatas secara optimal.
Linear Programming teknik khusus yang
dapat diterapkan pada berbagai masalah
managemen seperti iklan, distribusi,
investasi, dan produksi. The linear
programming tidak hanya berguna dalam
industri dan bisnis tapi juga pada sektor
non profit seperti Education, Government,
Hospital, and Libraries.
Fungsi Tujuan Fungsi Batasan/Kendala
Fungsi tujuan merupakan Fungsi batasan merupakan
Fungsi
fungsi yang menggam- batasan matematis kapa- dalam
barkan tujuan/sasaran di sitas yang tersedia untuk
dalam permasalahan liniear dialokasikan secara optimal. Linear
programming yang berkai- Untuk kasus maksimisasi
tan dengan pengaturan umumnya kendala kendala Pro-
sumber daya secara optimal
untuk memperoleh keun-
berbentuk pertidaksamaan
≤ sedangkan kasus min-
gram-
tungan maksimal atau biaya imisasi berbentuk pertidak- ming
minimal. samaan ≥
Model Linear Programming
Bentuk dasar linear programming:
1. Fungsi tujuan :
Maksimumkan atau minimumkan Z =+ + ... +
2. Batasan-batasan :
+ + ... + = / ≥ / ≤
+ +…+ =/≥/≤
+ +…+ =/≥/≤
, ≥0
Asumsi Dasar Linear Programming
Proportionally Additivity
Asumsi ini berarti bahwa naik Asumsi ini berarti bahwa nilai tu-
turunnya nilai Z dan penggu- juan tiap kegiatan tidak saling
naan sumber atau fasilitas mempengaruhi, atau dianggap
yang tersedia akan merubah bahwa kenaikan dari Z yang di-
secara sebanding dengan pe- akibatkan oleh kenaikan suatu
rubahan tingkat kegiatan A B kegiatan dapat ditambahkan
Contoh: tanpa mempengaruhi bagian ni-
z =+ + ... + lai Z yang diperoleh dari
C D kegiatan lain. Dengan kata lain
Setiap penambahan 1 unit
akan menaikkan Z sebesar tidak ada korelasi antara
Contoh:
3 dimana = 2; =2 sehingga Z
=6 + 10 = 16
Asumsi Dasar Linear Programming
Divisibility
Deterministic/ Certainty
Asumsi ini menyatakan Asumsi ini menyatakan bahwa
bahwa output yang dihasilkan semua parameter (yang terda-
oleh setiap kegiatan dapat B pat dalam model linear dapat
berupa bilangan pecahan.
A
diperkirakan dengan pasti
Contoh: meskipun jarang tepat.
Z = 1.000,75 C D
Metode Program Linear
1. Metode Grafik 2. Metode Matematik
Metode grafik digunakan
untuk menyelesaikan
permasalahan jika
hanya terdapat dua vari-
abel keputusan. Programmer
Langkah Merumuskan Model LP
01 Defenisikan variabel keputusan
- Variabel yang nilainya akan dicari
Rumuskan fungsi tujuan:
02 - Maksimisasi atau minimisasi
- Tentukan koefisien dari variabel keputusan
Rumuskan fungsi kendala sumberdaya
03 - Tentukan kebutuhan sumberdaya untuk mas-
ing-masing peubah keputusan
- Tentukan jumlah ketersediaan sumberdaya
sebagai pembatas
04 Tetapkan kendala non-negatif
- Setiap keputusan (kuantitatif) yang diambil
Merumuskan Masalah Linear Programming
Sebuah perusahaan Furniture yang akan membuat meja dan kursi.
Keuntungan yang diperoleh dari satu unit meja adalah Rp 70.000,-
sedangkian keuntungan yang diperoleh dari satu unit kursi adalah
Rp. 50.000,-. Namun untuk meraih keuntungan tersebut Perusahaan
menghadapi kendala keterbatasan jam kerja. Untuk pembuatan 1 unit
meja memerlukan 4 jam kerja. Untuk pembuatan 1 unit kursi
membutuhkan 3 jam kerja. Untuk pengecatan 1 unit meja dibutuhkan 2
jam kerja, dan untuk pengecatan 1 unit kursi dibutuhkan 1 jam kerja-
Jumlah jam kerja yang tersedia untuk pembuatan meja dan kursi
adalah 240 jam per minggu sedang jumlah jam kerja untuk pengecatan
adalah 100 jam per minggu. Berapa jumlah meja dan kursi yang se-
baiknya diproduksi agar keuntungan perusahaan maksimum ?
1. Fungsi Tujuan
P = (Rp. 70.000 x jumlah meja + Rp. 50.000 x jumlah kursi) yang diproduksi
atau secara matematis dapat dituliskan :
Maksimumkan Z = 70.000 X1 + 50.000 X2
2. Fungsi kendala :
4 X1 + 3 X2 ≤ 240 (kendala departemen pembuatan)
2X1 + 1 X2 ≤ 100 (kendala departemen pengecatan)
X1, X2 ≥ 0 (kendala non negatif pertama)
Salah satu syarat yang harus dipenuhi dalam Linear Programming adalah asumsi nilai X1
dan X2 tidak negatif. Artinya bahwa X1 ≤ 0 (jumlah meja yang diproduksi adalah lebih
besar atau sama dengan nol) . X2 ≤ 0 (jumlah kursi yang diproduksi adalah lebih besar
atau sama dengan nol)
Titik potong kedua kendala dapat diselesaikan
dengan substitusi atau eliminasi
2 X1 + X2 = 100
X2 = 100 - 2 X1
4 X1 + 3 X2 = 240
4 X1 + 3 (100 - 2 X1) = 240
4 X1 + 300 - 6 X1 = 240
- 2 X1 = 240 - 300
= - 60
X1 = -60/-2 = 30.
X2 = 100 - 2 X1
X2 = 100 - 2 * 30
= 100 - 60
= 40
Masalah Minimalisasi
Min Z = 5X + 7Y
X + 3Y ≥ 6
5X + 2Y ≥ 10
X, Y ≥ 0
Hitung Min Z?
Contoh: Industri Meubel
- Suatu perusahaan menghasilkan dua produk, meja dan kursi yang
diproses melalui dua bagian fungsi: perakitan dan pemolesan.
- Pada bagian perakitan tersedia 60 jam kerja, sedangkan pada bagian
pemolesan hanya 48 jam kerja. Utk menghasilkan 1 meja diperlukan 4
jam kerja perakitan dan 2 jam kerja pemolesan, sedangkan utk meng-
hasilkan 1 kursi diperlukan 2 jam kerja perakitan dan 4 jam kerja pe-
molesan,
- Laba utk setiap meja dan kursi yang dihasilkan masing2 Rp. 80.000
dan Rp. 60.000,-
- Berapa jumlah meja dan kursi yang optimal dihasilkan?
Thank you
TUGAS!!
1. Suatu perusahaan obat nyamuk memproduksi 2 macam obat pembunuh nyamuk cair,yaitu jenis “su-
per” dan jenis “biasa”. Keduanya dibuat dari bahan dasar yang sama, yaitu cairan A dan B, namun
dengan komposisi yang berbeda . Untuk membuat 1 liter obat nyamuk super dibutuhkan 10 cc bahan A
dan 4 cc bahan B,sedangkan 1 liter obat nyamuk biasa membutuhkan 2 cc bahan A dan 2 cc bahan B.
Penjualan tiap liter obat nyamuk super memberikan keuntungan sebesar Rp 5000, sedangkan jenis bi-
asa sebesar Rp 2000. Perusahaan tersebut ingin membuat sebanyak-banyaknya, namun ia memiliki
keterbatasan dalam hal penyediaan bahan baku. Tiap minggu ia hanya mampu menyediakan 100 cc
bahan A dan 50 cc bahan [Link] jumlah obat yang harus dibuat (dengan kendala yang ada) agar
keuntungan yang didapatkannya maksimum !
2. min z 50x1 + 100x2
Constrain:
7X1 + 2X2 ≥ 28
2X1 + 12X2 ≥ 24
X1 , X 2 ≥ 0
3. Farmer Jane owns 45 acres of land. She is going to plant each with wheat or
corn. Each acre planted with wheat yields $200 profit; each with corn yields $300
profit. The labor and fertilizer used for each acre are given in Table 1. One hun-
dred workers and 120 tons of fertilizer are available. Use linear programming to
determine how Jane can maximize profits from her land.
Wheat Corn
Labor 3 workers 2 workers
Fertilizer 2 tons 4 tons
4. Furnco manufactures desks and chairs. Each desk uses 4 units of wood, and each chair 3.
A desk contributes $40 to profit, and a chair contributes $25. Marketing restrictions require
that the number of chairs produced be at least twice the number of desks produced. If 20
units of wood are available, formulate an LP to maximize Furnco’s profit. Then graphically
solve the LP.