0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
90 tayangan15 halaman

Pelatihan Quality Control dan QA

Biodata seseorang bernama Fitrizal Muttaqin yang lahir di Lampung Tengah pada 1994. Ia memiliki riwayat pendidikan di berbagai jenjang pendidikan formal di Lampung hingga meraih gelar sarjana dari Universitas Lampung pada 2016. Ia juga pernah mengikuti berbagai pelatihan dan memiliki pengalaman kerja di beberapa perusahaan. Dokumen ini juga membahas mengenai Quality Control dan Quality Assurance serta metode-metode untuk menjamin kualitas produksi

Diunggah oleh

ade 119350036
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
90 tayangan15 halaman

Pelatihan Quality Control dan QA

Biodata seseorang bernama Fitrizal Muttaqin yang lahir di Lampung Tengah pada 1994. Ia memiliki riwayat pendidikan di berbagai jenjang pendidikan formal di Lampung hingga meraih gelar sarjana dari Universitas Lampung pada 2016. Ia juga pernah mengikuti berbagai pelatihan dan memiliki pengalaman kerja di beberapa perusahaan. Dokumen ini juga membahas mengenai Quality Control dan Quality Assurance serta metode-metode untuk menjamin kualitas produksi

Diunggah oleh

ade 119350036
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Assalamu’alaikum wr wb

Biodata:
Nama : Fitrizal Muttaqin
Ttl : Lampung Tengah, 19 Maret 1994
Alamat : Jl. Selat Malaka 6, No. 10, Karang Maritim,
Panjang, Bandar Lampug, 35243
No. HP : 0822-8292-2186

Riwayat Pendidikan:
 2000-2006 MI Mifda Sendang Agung, Lampung Tengah
 2006-2009 SMPN 2 Sendang Agung, Lampung Tengah
 2009-2012 MAN 1 Bandar Lampung
 2012-2016 Teknologi Hasil Pertanian, Universitas Lampung
Pelatihan :
 HACCP Implementation in Agroindustri (Quarance-INQUBIE IPB)
 Implementation and Documentation of ISO:22.000 (Quarance-
INQUBIE IPB)
 Pembekalan Sertifikat GMP SSOP dan SKP (Direktorat Jenderal
PDSKP Kementrian Perikanan dan Kelautan)

Pengalaman Kerja:
 Staff Ahli AMDAL (PT. Asrindo Jaya Konsultan
 Staff Produksi (PT. Bumi Menara Internusa)
 Sales Development Consultant (PT. Cisarua Mountain Diary)
 QA Supervisor (PT. Phillips Seaoods Indonesia)
QUALITY CONTROL DAN
QUALITY ASSURANCE
Paradigma manajemen manufaktur modern adalah
menghasilkan kualitas produk yang ‘zero defect’.  Hal
ini berarti bahwa semua proses mulai dari perencanaan
produksi, pengadaan bahan baku dari supplier, proses
produksi bahkan sampai barang dikirim ke tangan
konsumen harus terkontrol dengan baik. Agar produk
yang dihasilkan dapat bersaing dipasar dan memenuhi
keunggulan produk dalam hal Quality, Cost, Delivery
dan Safety maka peran quality control sangat vital.
Quality Control
bertujuan untuk mengendalikan semua input proses dan
output dalam batas kendali.

VS
Quality Assurance
adalah proses penjaminan bahwa produk yang dihasilkan
sesuai dengan yang diinginkan
Manfaat Quality Control (QC) dan Quality
Assurance (QA)
 Menghasilkan produk yang berkualitas tinggi.
 Menghindari pemborosan (waste).
 Meningkatkan efisiensi operasional.
 Memberikan kepuasan pada pelanggan.
 Mengurangi pekerjaan ulang yang merugikan perusahaan dalam segi finansial
maupun waktu.
 Memotivasi tim dalam bekerja lebih baik dengan kualitas yang tinggi.
 Meningkatkan kepercayaan pelanggan.
 QualityAssurance (QA) merupakan pendekatan berdasarkan proses
(process base approach) sedangkan Quality Control (QC)
merupakan pendekatan berdasarkan produk (product base
approach).

 Quality Assurance (QA) melibatkan proses dalam menangani


masalah kualitas sedangkan Quality Control (QC) melakukan
verifikasi terhadap kualitas produk itu sendiri (pada produknya).

 Kualitas Audit (Quality Audit) merupakan salah satu contoh proses


pada Quality Assurance (QA) sedangkan Inspeksi dan Pengujian
(testing) terhadap produk merupakan contoh proses pada Quality
Control (QC).
PDCA cycle
QA dan QC saling berkaitan. Dengan secara terus menerus memperbaiki proses
industrinya maka juga akan meningkatkan kualitas dari produk atau pelayanan.
Teknik yang paling banyak diketahui adalah Plan-Do-Check-Action atau PDCA
cycle.
Metode sederhana namun sangat efektif ini dapat:

1. Memperbaiki perencanaan pada suatu proses industri dengan mencari


masalah yang mempengaruhi kualitas produk atau pelayanan suatu
perusahaan.
2. Membuat perbaikan dengan mengimplementasikan perubahan kecil untuk
meminimalisir kerusakan pada proses industri.
3. Mengecek hasil produksi untuk melihat apakah yang sudah dilakukan
menghasilkan perbaikan.
4. Bertindak berdasarkan hasil temuan dan menjalankannya pada seluruh
proses industri
METODE 5S / 5R
Metode 5S merupakan perangkat penting untuk memunculkan inisiatif quality untuk
melancarkan proses kerja. 5S yang merupakan lambang huruf Jepang dipakai untuk
tercapainya tempat kerja yang bersih. 5S tersebut adalah:
1. Seiri (Ringkas) = Singkirkan / buang yang tidak diperlukan

2. Seiton (Rapi) = letakkan segala sesuatu sesuai tempat dan fungsinya sejak awal dan
ketika akan ditinggalkan

3. Seiso (Resik) = Bersihkan peralatan dan lingkungan sekitarnya dari kotoran dan
sampah

4. Seiketsu (Rawat) = Pertahankan kerapihan dan kebersihan peralatan dan lingkungan


sekitarnya

5. Shitsuke (Rajin) = Jadikan kerapihan dan kebersihan sebuah kebiasaan dan budaya
di tempat bekerja
Bagaimana menjamin produk hasil
produksi bisa 100% tanpa cacat?

 Menjagaproses produksi
 Melakukan pemeriksaan langsung terhadap
produk
1. Menjaga proses produksi
Menjaga proses produksi, karena Quality diciptakan melalui  proses. Dengan proses
yang stabil akan didapatkan hasil yang stabil pula. Apa yang termasuk dalam proses
ini ?
1. Cara kerja (metode), pengontrolan cara kerja bisa dilakukan dengan pembuatan Work
Instruktion, Display contoh produk, Prosedur

2. Orangyang bekerja (man), pengontrolan orang yang bekerja ini bisa dilakukan dengan
melakukan training, blind test, pembuatan job description, ataupun study banding

3. Equipment atau mesin, pengontrolan peralatan atau mesin ini bisa dilakukan dengan
cara pencatatan parameter, WI pemakaian equipment/mesin, check sheet
pemeliharaan mesin dan kalibrasi mesin/equipment

4. Material,pengontrolan material bisa dilakukan dengan pencatatan pemakaian


material, pemisahan penempatan material, WI penanganan material ( termasuk
identifikasi )
2. Melakukan pemeriksaan langsung terhadap
produk
Pemeriksaan terhadap produk ini adalah pemeriksaan terhadap
produk yang dihasilkan ataupun terhadap material (bahan baku)
yang akan diproduksi.
Hal-hal yang harus selalu diperhatikan dalam melakukan
pemeriksaan produk adalah :

1. Pemahaman terhadap standard


2. Pemahaman terhadap kriteria defect
3. Pengetahuan terhadap defect produk itu sendiri
SAMPLING INSPECTION METHODE
Ketentuan pemakaian AQL (Acceptable Quality Level) diserahkan kepada masing-
masing pemakai yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pemakai. Pada
dasarnya ketentuan sampling itu ada 3 :

1. Normal inspection, apabila proses produksi berjalan normal

2. Tighteninspection, apabila proses produksi tidak berjalan sebagaimana


mestinya sehingga Quality produk yang dihasilkan tidak stabil, dimaksudkan
untuk langkah sementara sebelum tindakan perbaikan yang dilakukan efektif

3. Noinspection, dilakukan untuk langkah efisiensi apabila produk yang


dihasilkan dalam rentang lot tertentu tidak pernah ditemukan masalah yang
dibuktikan dengan rekapitulasi data inspeksi yang akurat. Status no inspection
bisa dicabut apabila ditemukan masalah baik di internal ataupun eksternal
(customer) sesuai ketentuan yang telah dibuat dan disepakati
Terimakasih . .. …

Anda mungkin juga menyukai