0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
34 tayangan51 halaman

Pemahaman NSAID dan Efeknya

NSAIDs adalah obat anti-inflamasi non-steroid yang bekerja dengan menghambat enzim siklooksigenase (COX), mencegah produksi prostaglandin, dan memberikan efek analgetik, antipiretik, dan anti-inflamasi. NSAIDs umum digunakan untuk mengobati nyeri ringan hingga menengah dan demam. Efek sampingnya meliputi iritasi saluran pencernaan.

Diunggah oleh

yesi susanti susan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
34 tayangan51 halaman

Pemahaman NSAID dan Efeknya

NSAIDs adalah obat anti-inflamasi non-steroid yang bekerja dengan menghambat enzim siklooksigenase (COX), mencegah produksi prostaglandin, dan memberikan efek analgetik, antipiretik, dan anti-inflamasi. NSAIDs umum digunakan untuk mengobati nyeri ringan hingga menengah dan demam. Efek sampingnya meliputi iritasi saluran pencernaan.

Diunggah oleh

yesi susanti susan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

NSAIDS

NONSTEROID ANTIINFLAMASI
DRUGS
Oleh
Prof. Dr. apt. Yufri Aldi, [Link].
Non-Opioid Analgesics
1. Susunan penggunaan obat analgetik untuk pengobatan,
American Journal of Medicine 105, 53S-60S, 1998)

Nyeri menengah sampai


Opioids atau Tramadol
berat

Nyeri menengah NSAIDs atau Tramadol

Nyeri ringan sampai Acetaminophen atau Ibuprofen


Menengah
NSAID
• NSAID : Non-steroidal Anti-Inflammatory
Drugs
• EFEK NSAIDS:
• - Analgesia
– Antipiresis ( Menurunkan demam)
– Antitrombosit (pengencer darah)
– Anti-Inflamasi (efek anti radang)
• NSAID
• Obat Yang paling banyak digunakan
dalam pengobatan.

• 4.5% dari semua peresepan obat dan juga penjualan


obat bebas( over-the-counter =OTC)
– Aspirin(aspilet,ascardia), ibuprofen (proris) dan
acetaminophen (Parasetamol,Panadol,Tylenol)

• 40% - 60% digunakan pada usia diatas 60 tahun


Eicosanoid Cascade
Sifat-sifat dari Prostaglandins
Sifat-sifat dari Prostaglandins
• Fungsi Fisiologi dari Prostaglandins
Sakit: PGI2 dan PGE2 merangsang syaraf juga bradykinin, histamine
dan substance P
Inflammasi: PGI2, PGD2 and PGE2 adalah vasodilators
(edema, erythema)
Proteksi mucosa lambung PGI2

Mempertahankan aliran darah ke Ginjal: PGE2

Demam: PGE2

Platelets: PGI2 dan PGD2 menghambat platelet aggregation


TXA2 menstimulasi platelet aggregation

Uterus: PGF2 kontraksi uterus


Other: PGE2 mempertahankan ductus arteriosus terbuka setelah
melahirkan
NSAIDs
3. Efek Fisiologi lainya
[Link]-sifat Analgetik
• Dimana opioids sebagai obat pilihan untuk
pengobatan nyeri menengah sampai berat, NSAID
adalah yang paling sering digunakan untuk nyeri
ringan sampai menengah.

• Prostaglandins sendiri tidak menyebabkan nyeri


tetapi merendahkan ambang dari serat C nociceptors

• Akibatnya, kadar bradykinin rendah dan histamine


diperlukan untuk mengaktifasi nociceptor.
Efek Fisiologi
b. Sifat-sifat Anti-piretik

• Hipothalamus meregulasi titik atur dimana


suhu tubuh dipertahankan.

• Titik atur(set point) meningkat selama demam,


dan NSAIDs menurunkan ke nomal.

• Konsentrasi dari cytokines seperti IL-1B, IL-6,


interferons alpha dan beta dan TNFa sering kali
meningkat selama inflammasi dimana
merangsang sintesa PGE2 dekat area
hypothalamus.
Efek Fisiologi
f. Gastrointestinal ulceration
Efek samping signifikan dari penggunan NSAID
terbatas

• Diduga sekitar 2-4% dari pengguna NSAID menahun


terjadi perdarahan Saluran pecernaan atas;
• Sebanyak sekitar 20,000 kematian setiap tahun
• PGI2 dan PGE2 melayani sebagai agen cytoprotective
• pada mukosa Gaster melalui menghambat sekresi asam
Kenaikan aliran darah di mukoa, stimulasi dari sekresi
bicarbonate dan mucusa.
. Kombinasi pemberian misoprostol, analog
sintetikPGI 2
Efek Fisiologi
[Link] ginjal

• NSAID mempunyai sedikit efek pada perfusi ginjal pada I


ndivisu dengan normal renal perfusion in individuals
normal cardiac output.

• Pada individu dg cardiac output menurun, vasodilatasi lokal


• Efek dari prostaglandin adalah kritis balik dari kompensasi
• Mekanisme yang diperaantarai norepinephrine dan
angiotensin II.

h. Menghambat motilitas Uterus


• Waktu persalinan makin panjang.
• Kerja Utama – inhibisi enzim cyclooxygenase (COX) -
dg menghambat produksi prostaglandin .
Ada dua tipe dari COX:
• COX-1 – Fungsi penting pada kondisi non-inflammasi
(contoh. Sebagai proteksi normal pada mukosa lambung),
dan inhibisi enzim COX-1 ini memunculkan efek
samping yang tidak diinginkan. (seperti rasa sakit pada
Saluran pencernaan)
• COX-2 – menginduksi proses inflamasi, dan inhibisi
enzim COX-2 ini memberikan efek anti-inflammasi
obat NSAIDs
– Aspirin, ibuprofen – menghambat baik COX-1 dan COX-2
– COX-2 inhibitors khusus dikembangkan & dipercaya mempunyai
sedikit efek samping, digunakan terutama pengobatan arthritis.
• Kerja Utama – inhibisi enzim cyclooxygenase (COX) -
dg menghambat produksi prostaglandin .
Ada tiga tipe dari COX:
• COX-1 – Fungsi penting pada kondisi non-inflammasi
(contoh. Sebagai proteksi normal pada mukosa lambung),
dan inhibisi enzim COX-1 ini memunculkan efek
samping yang tidak diinginkan. (seperti rasa sakit pada
Saluran pencernaan)
• COX-2 – menginduksi proses inflamasi, dan inhibisi
enzim COX-2 ini memberikan efek anti-inflammasi
obat NSAIDs
– Aspirin, ibuprofen – menghambat baik COX-1 dan COX-2
– COX-2 inhibitors khusus dikembangkan & dipercaya mempunyai
sedikit efek samping, digunakan terutama pengobatan arthritis.
EFEK NSAID
• Efek maksimum dicapai dalam 2 minggu
pada kondisi inflamasi akut.
• Mengurangi kebutuhan akan analgetik
lainnya pd post-operative
• Efek Analgetik dicapai dengan dosis 50% -
75% yang diperlukan untuk efek anti-
inflammasi
• Mekanisme kerja dengan menghambat
enzim Cyclo-oxygenase
Indikasi ( penggunaan Terapi)NSAIDs

1. Anti-inflammasi
2. Analgeti
3. Anti-piretik
4. Pengobatan gout/pirai/
5. Pencegahan infark miokardium &
stroke)
pada pasien angina dan hiperlipidemia
6. Prophylaxis of colorectal cancer
7. Pengobatan dari penyakit Alzheimer
NSAID yang umum digunakan
• Rofecoxib
Acetylsalicylic acid
• (asetosal)
Valecoxib
• Ibuprofen
Celecoxib
• Naproxen
• Indomethacin
• Diclofenac
• Piroxicam
NSAIDs
. Klasifikasi Struktural
A. Salicylates
NSAID Nama Dagang IC50(COX-2)/IC50(COX-1)

Aspirin** Aspilet,Ascardia 166

Salsalate Disalcid

Sodium salicylate Beberapa merek

Diflunisal Dolobid

Choline magnesium Trilisate


trisalicylate
[Link](panadol,tylenol):
– Penghambat cyclooxygenase (Cox1 &Cox2) efeknya
lemah pada jaringan perifer : Efek anti-inflammasi
lemah

• Lebih dipilih untuk obat mengurangi sakit ringan


sampai menengah
• menurunkan demam terutama pada anak-anak.
– Diabsorpsi baik, significant mengalami first-pass
effect (dimetabolisme sebelum mencapai sirkulasi)
– Efek samping: tidak menyebabkan gangguan
lambung.
– -Dosis Oral 325 – 1000 mg
Pharmacokinetics Acetaminophen-
• Cepat diabsorbsi dari saluran pencernaan &mencapai kadar puncak di
Plasma dalam 30- 60 menit.

• Dimetabolisme di hati terutama melalui konjugasi Asam glukuronat;


• Waktu paruh sekitar 2 jam.

• Dalam jumah kecil akan dimetabolisme oleh cytochrome P450 diperantarai


N- hydroxylation membentuk metabolit yang sangat reaktif.
Dosis toxic (10-15 g) dapat menimbulkan metabolisme normal jenuh,
dimetabolisme jalur tdk normal dimana metabolizing P450 enzymes  kerusakan
hati & ginjal - potensial fatal menyebabkan hepatotoxicity;
Diatasi dg pemberiaan N-acetylcysteine*
Klasifikasi struktural NSAIDs
C. Propionic Acids
NSAID Trade Name IC50(COX-2)/IC50(COX-1)

Ibuprofen** Motrin, Advil, Proris 15

Fenoprofen Nalfon

Ketoprofen Profenid, Pronalges

Naproxen Synflex,Naxen 0.6

Oxaprozin DayPro
Flubiprofen Anasaid

Ibuprofen efektifitasnya mirip dg aspirin tapi


lebih sedikit efek samping pada saluran pencernaan
Non-Aspirin NSAIDS
• Ibuprofen: derivat Propionic acid
– Ibuprofen sama efektif seperti aspirin, tetapi lebih
aman.
– Memiliki efek anti-inflammasi, antipyretic, analgesic
– Diabsopsi dengan baik, sangat tinggi terikat dengan
albumin serum
– Efek Samping termasuk iritasi dan perdarahan
lambung; walaupun lebih jarang daripada aspirin
– Digunakan secara luas pada rheumatoid dan
osteoarthritis
– Obat yang mirip: naproxen, ketoprofen
Klasifikasi Struktural NSAIDs
D. Acetic Acids= Asam asetat
NSAID Trade Name IC50(COX-2)/IC50(COX-1)

Diclofenac Voltaren,Voltadex 0.7

Etodolac Lodine,lonene 0.1

Indomethacin Indocin,Dialon 60

Sulindac Clinoril 100

Tolmetin Tolectin 100

Ketorolac Toradol,Torasic,

Semua kelompok ini lebih potent daripada aspirin tetapi


juga kurangditoleransi
E. Cox-2 specific inhibitors
NSAID Trade Name IC50(COX-2)/IC50(COX-1)

celecoxib Celebrex <0.001

rofecoxib
Vioxx <0.001
< 0.001
valdecoxib Bextra

COX-1 COX-2
Celecoxib (Celebrex)
• Enzim COX-2 – terdapat dalam ginjal & Otak.
– Terlibat pada luka, inflammasi, Kejang, ischemia,
oxidative stress.
• Disetujui digunakan di Canada 1999
• Inhibisi time-dependent(hambatan tergantung
waktu) dan permanen (irreversible)
• Analgetiknya lemah untuk rasa nyeri akut.
• Siap diabsorbsi dimetabolisme Cyt P450
• T1/2 = 11 jam
Inhibitor COX-2 Selektif

Wright JM., CMAJ. 2002 Nov 12;167(10):1131-7.


Selective Inhibitor COX-II
• Anti-inflammasi dg lebih sedikit efek yang
merugikan, terutama pada lambung.

• Potensial toksisitas: Ginjal & Thrombosit


• ? Meningkat resiko dari Thrombotik
• CLASS
– Celecoxib Penelitian lama pengamanan
pengobatan Arthritis.
• VIGOR
– Vioxx Gastrointestinal Outcomes
Research
“efek samping utama gangguangastrointestinal ini
terbatas penggunaanya menimbulkan gejala, ulcers,
komplikasi ulcer menyebabkan kematian
“NSAIDs COX-2 selective berhubungan dg kurang
toksisitas terhadap gastrointestinal dari nonselektif
NSAIDs”
• CLASS
– Celecoxib Penelitian keamanan penggunaan
lama obat Arthritis celecoxib 80 mg/day
ibuprofen 2400 mg/day,
diclofenac 150 mg/day

Osteoarthritis or rheumatoid arthritis

Outcome: komplikasi GI bagian atas


-pendarahan,tukak lambung , obstruction
- 6 bulan dan 15 bulan
• VIGOR
– Vioxx Gastrointestinal Outcomes Research

rofecoxib 50 mg/day
naproxen 500 mg bid

Osteoarthritis atau rheumatoid arthritis

Outcome: Komplikasi GI bgn atas dan


kardiovaskular
-pendarahan, tukak lambung obstruction
-gagal jantung , infark miokardium
- 9 bulan
NSAIDs
Efek Samping:
1. Intolerans & Ulcus pada Saluran Pencernaan

2. Menghalangi gumpalan darah.


3. Inhibisi dari prostaglandin- sebagai
perantara fungsi Ginjal.
4. Inhibisi motilitas uterus
5. Reaksi Hipersensitivitas(allergi)
NSAIDs

Mekanisme: inhibisi respon inflamasi


a. Repons inflammasi Normal
- proses yang membantu respons thdp luka
b. Diperantarai oleh komponen mediator inflamasi
-histamine
-serotonin
-complement
-bradykinin
-prostaglandins **
-leukotrienes
Nonsteroidal Anti-inflammatory
Drugs (NSAIDs)
• Kelompok kimiawi berbeda
• Potensi & pharmakokinetik yang berbeda
• Indikasi therapeutik yang umum.
• Efek merugikan yang umum terjadi.
• Mekanisme kerja yang umum.
– Inhibisi dari cyclooxygenase.
– Seleksi yang berbeda pada COX I dan II
Pharmacokinetics
• NSAID diabsorbsi pada gaster dan usus
kecil masuk kealiran darah.
• 90% - 95% dari NSAID terikat pada
plasma proteins yang berlawanan.
• 5% - 10% larut kedalam plasma dan efek
• klinis
• Dimetabolisasi dalam hati dan dikeluarkan
oleh ginjal, tetapi bukan melalui first pass t
Pharmacokinetics
• Waktu paruh: Kecepatan untuk separuh
pada NSAID dimetabolisasi / ekskresikan
– Waktu paruh pendeke (6 jam)
– Waktu paruh panjang (10 jam)
• Dosis NSAID
– Dose Response Curve
• Maximal Efficacy
• Potency
Aspirin
• Aspirin: ASA (acetylsalicylic Acid)
• Hipocrates pertama kali digunakan salicin,
adalah extract dari willow bark pada abad
kelima.
• Felix Hoffman (Bayer & Co) membuat
senyawa ASA pada 1897
• Bayer memasarkan pada 1899
• Menghambat platelet aggregation
• Gold Standard
Efek Samping
• Iratasi Lambung
• Disfungsi & kerusakan
Ginjal
• Disfungsi & kerusakan
Hati
• Reyes’ Syndrome
• Anemia
• Reaksi pada Kulit
• Efek Susunan Saraf
pusat : Tinnitus,
Kontraindikasi
• Alergi Aspirin
• Ulcus Gaster
• Penyakit pada Ginjal dan Hati.
• Gangguan darah.
Efek Pharmakologi
• Analgetik (EFek SSP &peripheral)
– Dapat terlibat pada efek non
Prostaglandin.
• Antipyretic ( Efek SSP)

• Anti-inflammatory
• (Kecuali acetaminophen) terutama akibat inhibis
Prostaglandin.
• Beberapa Uricosuric
- Penghambat produksi dari prostaglandin

Efek Anti-inflammasi:
– Prostaglandins adalah mediator utama
dari respons inflammasi..
Efek Analgetik:
• Mengurangi inflammasi  mengurangi
nyeri.
• Tambahan, prostaglandins sendiri mediator
dari nyeri pada jaringan perifer; Jadi
menghambat produksi prostaglandin 
analgesia.
Efek Anti-pyretic: menurunkan panas
Selama inflammasi, endoktoksin bakteri menye
babkan macrophages melepaskan IL-1, pyrogen
(Agen yang menyebabkan panas) dimana men
stimulasi pembentukan prostaglandin E dalam
hypothalamus, dan elevasi set-point untuk suhu
tubuh (demam).
Jadi, inhibisi dari produksi prostaglandin 
efek anti-pyretic .
Efek merugikan yang umum
• Platelet Dysfunction
• Gastritis & Ulcus pepticum dengan perdarahan
(inhibisi dari PG + efek lainnya)
• Gagal ginjal Akuta pada orang yang rentan
• Odem , retensi Natrium & air.
• Analgesic nephropathy
• Memperpanjang masa gestasi & menghambat
waktu melahirkan.
• Hypersenstivitas (bukan immunologis tapi akibat
hambatan PG)
Aspirin Toxicity - Salicylism
• Intoksikasi dengan aspirin

• Biasanya menurut pengalaman bila dosis > 4 g,

• Karakterikstinya tinnitis, kehilangan pendengaran


Frequensi tinggi, sakit kepala, nausea, dimness
of vision.

• Gejala biasanya reversible dalam 2-3 hari setelah


Obat dihentikan.
Toksisitas Aspirin - Salicylism
• Sakit kepala - tinnitus - dizziness – gangguan
pendengaran – dim vision
• kebingungan dan rasa mengantuk
• Berkeringat dan hyperventilasi
• Nausea, vomitus (mual & muntah)
• Gangguan keseimbangan asam-basa
• Hyperpyrexia( Panas Tinggi)
• Dehidrasi
• Cardiovascular & respiratory collapse, coma
convulsions (kejang) dan kematian.
Pengobatan toksitas Aspirin
• Menurunkan absorpsi - activated charcoal
(arang aktif), emetics(dimuntahkan), gastric
lavage( pencucian lambung)
• Meningkatkan ekskresi - alkalinize urine,
memaksakan diuresis, hemodialysis
• Pengukuran pendukung – Cairan,
menurunkan suhu, bicarbonate, electrolytes,
glucose, etc…
• (IV memulihkan pH,cairan & elektrolit
ASPIRIN - ASA
• Di Jaringan & darah, aspirin cepat
dihidrolisa menajdi metabolite aktif,
salicylate (T1/2 = 3 jam)
• Salicylate terikat pada albumin, tetapi
sejak tempat ikatan saturasi (> 600 mg),
meningkat dosis aspirin dapat meningkat
tidak proporsional pada fraksi tidaka
terikat pada salicylate.
Salicylates - Aspirin
Effect pada Respirasi: triphasic
1. Dosis rendah: uncoupling phosphorylation →
↑ CO2 → menstimulasi respirasi.
2. Stimulasi langsung dari pusat respirasi →
Hyperventilasi → respiratory alkalosis →
Kompensasi Ginjal
3. Depressi dari pusat respirasi center dan Pusat
cardiovascular → ↓ BP, respiratory acidosis
(↑ CO2)
Tidak ada kompensasi + metabolic acidosis
Aspirin

• Sistem pencernaan(Gaster)
1. Meningkatkan sekresi Lambung,
menurunkan produksi mucosa – perdarahan
& Ulcus Lambung
- kehilangan 3 – 8 ml darah perhari.
2. Dose dependent hepatitis
3. Reye’s syndrome (*caution in Children)
• Metabolic
1. Uncoupling of Oxidative Phosphorylation
2. Hyperglycemia dan deplesi dari otot dan
hepatic glycogen

• Platelets(Thrombosit)
1. Menurunkan platelet aggregation
2. Waktu bleed time memanjang.
Penggunaan Therapeutik Aspirin -
• Antipyretic, analgesic
• Anti-inflammasi: rheumatic fever,
rheumatoid arthritis, Penyakit rheumatik
lainnya. Dosis Tinggi diperlukan (5-8
g/hari)
• Pencegahan penyakit akibat platelet
aggregation (CAD, post-op DVT)
• Pre-eclampsia dan hypertensi pada
kehamilan (?Thrmboxan
berlebihan=TXA2)

Anda mungkin juga menyukai