PERTEMUAN 6
SUPPLY CHAIN DAN
KEUNGGULAN KOMPETITIF
KEUNGGULAN KOMPETITIF:
Tahapan Model I/O
1. Pelajari lingkungan eksternal
2. Pilih industri yang menarik
3. Formulasikan strategi
4. Kembangkan dan peroleh aset yang diperlukan
5. Implementasi strategi
6. Gunakan kekuatan perusahaan untuk mengimplementasikan strategi
7. Berusaha mencapai kinerja di atas rata-rata industri
KEUNGGULAN KOMPETITIF:
Tahapan Model Resource-Based
1. Mengidentifikasi sumber daya perusahaan
2. Tentukan kapabilitas perusahaan
3. Tentukan bagaimana sumber daya dan kapabilitas perusahaan dapat menciptakan
keunggulan kompetitif
4. Lokasikan suatu industri dengan peluang yang dapat dieksploitasi
5. Pilih strategi terbaik untuk mengeksploitasi sumber daya dan kapabilitas dalam
lingkungan industri
6. Mengimplementasikan strategi yang dipilih agar mengungguli pesaing dan
memperoleh penghasilan di atas rata-rata industri
KEUNGGULAN KOMPETITIF:
Model Gerilya
1. Berbagai macam gangguan yang signifikan dan tidak diperkirakan sebelumnya dapat menghambat perusahaan
dalam mencapai keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.
2. Sebuah organisasi yang berhasil harus pandai dalam menyesuaikan dengan setiap perubahan yang terjadi.
KEUNGGULAN KOMPETITIF:
Hiperkompetisi dalam Model Gerilya
3. Hiperkompetisi yaitu lingkungan bisnis yang diwarnai dengan perubahan terus-menerus
4. Untuk memenangkan persaingan dalam lingkungan yang hiperkompetitif, diperlukan visi terhadap perubahan
dan gangguan, kapabilitas, dan taktik
Keunggulan Bersaing
Keunggulan bersaing pada dasarnya tumbuh dari nilai atau manfaat yang dapat diciptakan
perusahaan bagi para pembelinya yang lebih dari biaya yang harus dikeluarkan perusahaan
untuk menciptakannya. Nilai atau manfaat inilah yang bersedia dibayar oleh pembeli, dan nilai
yang unggul berasal dari penawaran harga yang lebih rendah ketimbang harga pesaing untuk
manfaat setara atau penawaran manfaat unik yang melebihi harga yang ditawarkan (Porter,
1993).
Menurut Philip Kotler dan Gary Amstrong (2003) “Mendefinisikan keunggulan bersaing adalah
keunggulan terhadap pesaing yang diperoleh dengan menawarkan nilai lebih rendah maupun
dengan memberikan manfaat lebih besar karena harganya lebih tinggi.
Indikator Keunggulan Bersiang
Ada beberapa indikator yang dapat digunakan untuk mengukur keunggulan bersaing suatu perusahaan. (Li, B. Ragu-
Nathan, T.S. Ragu-Nathan dan Rao, 2006). mengukur keunggulan bersaing perusahaan dengan menggunakan
indikator; harga, kualitas, delivery dependability, inovasi produk, dan time to market.
1. Harga
Kotler (2005) mendefinisikan harga sebagai jumlah dari nilai yang dipertukarkan pelanggan untuk manfaat
memiliki atau menggunakan produk atau jasa. Jadi dapat disimpulkan bahwa harga adalah suatu pengorbanan
ekonomi yang dilakukan pelanggan untuk mendapatkan manfaat dari penggunaan barang maupun j asa.
Keunggulan daya saing dapat diperoleh apabila setiap perusahaan memiliki kemampuan untuk menyajikan
setiap proses dalam operasi bisnisnya secara lebih baik dalam menghasilkan barang dan jasa yang mempunyai
kualitas tinggi dengan harga yang bersaing. Sehi ngga produk yang dihasilkan mampu bersaing baik dari sisi
kualitas, harga, penyerahan produk, dan fleksibilitas dibandingkan pesaingnya di pasar (Heizer dan Render, 2004).
1. Quality
Kualitas produk merupakan fokus utama dalam perusahaan, kualitas merupakan salah satu kebijakan
penting dalam meningkatkan daya saing sebuah produk. Koufteros (1995) mendefinisikan kualitas adalah “the
ability of an organization to offer product quality and performance that creates higher value for customers”.
maksudnya adalah sebuah produk dapat dikatakan mampu bersaing dipasaran jika perusahaan mampu
menawarkan produk dengan memberi kan nilai/manfaat lebi h kepada customer.
Jadi kualitas produk merupakan suatu usaha untuk memenuhi atau melebihi harapan pelanggan, dimana
suatu produk tersebut memiliki kualitas yang sesuai dengan standar yang telah ditentukan, dan kualitas
merupakan kondisi yang selalu berubah karena selera atau harapan konsumen pada suatu produk selalu
berubah.
3. Delivery Dependability
Delivery dependability is used to monitor a suppliers' performance in terms of delivering the product required
by customers on time, orders delivered complete and with the best quality possible (Harrison dan Van Hoek, 2008).
Waktu pengiriman dapat menjadi sumber keunggulan kompetitif perusahaan, saat perusahaan tersebut mampu
untuk mengurangi waktu pengiriman pesanan konsumen atau mengurangi waktu penyediaan jasa kepada
konsumen (Stonebrake dan Leong, 1994)
4. Product Innovation
Menurut Amabile (1996) inovasi adalah konsep yang lebih luas yang membahas penerapan gagasan, produk atau
proses yang baru. Inovasi merupakan hasil dari gagasan kreatif yang dimiliki perusahaan. Jadi perusahaan
diharapkan untuk membentuk pemikiran-pemikiran baru dalam menghadapi pesaing maupun pelanggan dengan
berbagai macam permintaan yang ada.
Strategi Inovasi produk / pengembangan produk baru yang efektif seringkali menjadi penentu keberhasilan
dan kelangsungan hidup suatu perusahaan. Pengembangan produk baru memerlukan upaya, waktu, dan
Namun jika inovasi produk yang dilakukan membuahkan hasil positif dan dapat merambah pangsa pasar maka
hal tersebut merupakan suatu keuntungan besar bagi perusahaan. Cooper (2000) menjelaskan bahwa keunggulan
produk baru sangat penting dalam era global yang sangat bersaing ini. Keunggulan tersebut tidak lepas dari
pengembangan produk inovasi yang dihasilkan, sehingga akan mempunyai keunggulan dipasar yang selanjutnya
akan menang dalam persaingan.
3. Time to Market
Time to market adalah sejauh mana sebuah organisasi mampu memperkenalkan/meluncurkan produk baru
yang lebih cepat dari pada pesaingpesaing lainnya (Vessey, 1991). Time to market merupakan dimensi yang
penting dari keunggulan bersaing (Holweg, 2005). Pada saat perusahaan mampu meluncurkan produk barunya
lebih cepat dibandingkan dengan pesaing, maka hal ini memungkinkan organisasi mampu merebut pangsa pasar
terlebih dahulu bahkan mampu memimpin pasar dan akan menghasilkan laba yang lebih tinggi.
Tugas 5
Berikan tugas mahasiswa dalam bentuk perkelompok (kerjakan dalam kelas) mengenai
penentuan point-point analisis SWOT