PERTEMUAN KETIGA
(LINIER PROGRAMING Lanjutan……..)
Bacaan Dianjurkan:
Hamdi A. Taha 2006. Pengantar Riset Operasi
Pangestu dkk 2002. Dasar-Dasar Riset Operasi
Hiller dan Liberman. 2007. Operation Research
Contoh Kasus
Krisna Furniture membuat meja dan kursi. Keuntungan yang diperoleh
dari satu unit meja adalah $7,- sedang keuntungan yang diperoleh dari
satu unit kursi adalah $5,-. Namun untuk meraih keuntungan tersebut
Krisna Furniture menghadapi kendala keterbatasan jam kerja. Untuk
pembuatan 1 unit meja dia memerlukan 4 jam kerja. Untuk pembuatan 1
unit kursi membutuhkan 3 jam kerja. Untuk pengecatan 1 unit meja
dibutuhkan 2 jam kerja, dan untuk pengecatan 1 unit kursi dibutuhkan 1
jam kerja. Jumlah jam kerja yang tersedia untuk pembuatan meja dan
kursi adalah 240 jam per minggu sedang jumlah jam kerja untuk
pengecatan adalah 100 jam per minggu. Berapa jumlah meja dan kursi
yang sebaiknya diproduksi agar keuntungan perusahaan maksimum?
Identifikasi Tujuan Memaksimumkan Profit
Kendala yang Dihadapi Keterbatasan Waktu untuk
pembuatan dan
pengecatan
Apabila permasalahan tersebut diringkas dalam satu tabel akan tampak
sebagai berikut
Mengingat produk yang akan dihasilkan adalah meja dan kursi, maka
dalam rangka memaksimumkan profit, perusahaan harus memutuskan
berapa jumlah meja dan kursi yang sebaiknya diproduksi. Dengan
demikian dalam kasus ini, yang merupakan variabel keputusan adalah
meja (X1) dan kursi (X2).
Produk yang Dihasilkan
Meja diberikan simbol X1, dan Kursi diberikan Simbol X2
1. Fungsi Tujuan (Objektive Function)
Total Keuntungan = Keuntungan Per Unit Meja x Kuantitas Meja diproduksi
($7 x X1)
+
Keuntungan Per Unit Kursi x Kuantitas Kursi diproduksi
($5 x X2)
Maka Fungsi Tujuan Zmax = $7X1 + $5X2
2. Fungsi Kendala (Constraint)
Kendala Pertama :
Ketersediaan Waktu pada departemen pembuatan 240 jam
Kendala Kedua
Ketersediaan Waktu pada departemen Pengecetan 100 jam
Alokasi waktu per produk
Untuk pembuatan 1 unit meja (X1) memerlukan 4 jam kerja. Untuk
pembuatan 1 unit kursi (X2) membutuhkan 3 jam kerja.
sehingga 4X1 + 3 X2 ≤ 240
Untuk pengecatan 1 unit meja (X1) dibutuhkan 2 jam kerja, dan untuk
pengecatan 1 unit kursi (X2) dibutuhkan 1 jam kerja
sehingga 2X1 + 1X2 ≤ 100
Salah satu syarat yang harus dipenuhi dalam Linear Programming adalah
asumsi nilai X1 dan X2 tidak negatif. Artinya bahwa :
X1 ≥ 0 (jumlah meja yang diproduksi adalah lebih besar atau sama dengan nol)
X2 ≥ 0 (jumlah kursi yang diproduksi adalah lebih besar atau sama dengan nol)
Formulasi Permasalahan LP secara lengkap adalah :
Fungsi tujuan :
Maksimisasi Z = $7X1 + $5X2.
Fungsi kendala :
4 X1 + 3 X2 ≤ 240 (kendala departemen pembuatan)
2X1 + 1 X2 ≤ 100 (kendala departemen pengecatan)
X1 ≥ 0 (kendala non negatif pertama)
X2 ≥ 0 (kendala non negatif kedua)
B. Penyelesaian Linear Programming Secara Grafik
Gambarkan fungsi kendala
Kendala I: 4 X1 + 3 X2 = 240
memotong sumbu X1 pada saat
X2 = 0
4 X1 + 0 = 240
X1 = 240/4
X1 = 60.
memotong sumbu X2 pada saat
X1 = 0
0 + 3 X2 = 240
X2 = 240/3
X2 = 80
Kendala I memotong sumbu X1
pada titik (60, 0) dan memotong
sumbu X2 pada titik (0,80)
Kendala II: 2 X1 + 1 X2 = 100
memotong sumbu X1 pada saat
X2 = 0
2 X1 + 0 = 100
X1 = 100/2
X1 = 50
memotong sumbu X2 pada saat
X1 =0
0 + X2 = 100
X2 = 100
Kendala II memotong sumbu X1
pada titik (50, 0) dan memotong
sumbu X2 pada titik (0,100).
Grafik Area yang Layak
Titik potong kedua kendala bisa dicari
dengan cara substitusi atau eliminasi
2 X1 + 1X2 = 100
X2 = 100 - 2 X1
4 X1 + 3 X2 = 240
4 X1 + 3 (100 - 2 X1) = 240
4 X1 + 300 - 6 X1 = 240
- 2 X1 = 240 - 300
- 2 X1 = - 60
X1 = -60/-2 = 30.
X2 = 100 - 2 X1
X2 = 100 - 2 * 30
X2 = 100 - 60
X2 = 40
Sehingga kedua kendala akan saling
berpotongan pada titik (30, 40).
Tanda ≤ pada kedua kendala ditunjukkan pada area sebelah kiri dari garis
kendala. Sebagaimana nampak pada gambar di atas feasible region (area layak)
meliputi daerah sebelah kiri dari titik A (0; 80), B (30; 40), dan C (60; 0).
Menentukan Solusi Optimal
Garis yang menggambarkan kombinasi dua
1. Menggunakan Iso Profit produk yang memberikan keuntungan yang
sama.
Penyelesaian dengan menggunakan garis
profit adalah penyelesaian dengan
menggambarkan fungsi tujuan. Kemudian
fungsi tujuan tersebut digeser ke kanan
sampai menyinggung titik terjauh dari dari
titik nol, tetapi masih berada pada area layak
(feasible region). Untuk menggambarkan
garis profit, kita mengganti nilai Z dengan
sembarang nilai yang mudah dibagi oleh
koefisien pada fungsi profit. Pada kasus ini
angka yang mudah dibagi angka 7 (koefisien
X1) dan 5 (koefisien X2) adalah 35. Sehingga
fungsi tujuan menjadi 35 = 7 X1 + 5 X2. Garis
ini akan memotong sumbu X1 pada titik (5,
0) dan memotong sumbu X2 pada titik (0,
7). .
Menentukan Solusi Optimal (lanjutan)
2. Menggunakan Corner Point mencari nilai tertinggi dari titik-titik yang
berada pada area layak (feasible region)
Keuntungan pada titik O (0, 0) adalah (7
x 0) + (5 x 0) = 0.
Keuntungan pada titik A (0; 80) adalah
(7 x 0) + (5 x 80) = 400.
Keuntungan pada titik B (30; 40) adalah
(7 x 30) + (5 x 40) = 410.
Keuntungan pada titik C (50; 0) adalah
(7 x 50) + (5 x 0) = 350.
Keuntungan tertinggi jatuh pada titik B,
maka sebaiknya perusahaan
memproduksi meja sebanyak 30 unit
dan kursi sebanyak 40 unit, dan
perusahaan memperoleh keuntungan
optimal sebesar 410.