0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan23 halaman

Prosedur Pemeriksaan Kultur Mikrobiologi

Dokumen tersebut memberikan informasi mengenai tim laboratorium mikrobiologi klinik RSUD Sultan Imanuddin Pangkalang Bun serta prosedur dan persyaratan untuk melakukan pemeriksaan mikrobiologi kultur dan tes cepat MTB."

Diunggah oleh

Mikrobiologi rssi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan23 halaman

Prosedur Pemeriksaan Kultur Mikrobiologi

Dokumen tersebut memberikan informasi mengenai tim laboratorium mikrobiologi klinik RSUD Sultan Imanuddin Pangkalang Bun serta prosedur dan persyaratan untuk melakukan pemeriksaan mikrobiologi kultur dan tes cepat MTB."

Diunggah oleh

Mikrobiologi rssi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RSUD SULTAN IMANUDDIN PANGKALAN BUN

LABORATORIUM
MIKROBIOLOGI KLINIK
TIM LABORATORIUM
MIKROBIOLOGI KLINIK
RSUD SULTAN IMANUDDIN PANGKALAN BUN

Penanggung Jawab :
dr. Sri Monikawati, [Link]

ATLM:
1. Andri Safardi, Amd. AK
2. Habibatun Nisa, Amd. AK
PEMERIKSAAN MIKROBIOLOGI
KULTUR
 Penerimaan sampel pemeriksaan mikrobiolgi kultur diterima
setiap hari pada jam kerja 07.00 WIB – 13.30 WIB
 Proses pengerjaan berlangsung selama 4-7 hari
 Pengambilan sampel dilakukan oleh tenaga ahli
 Setiap pengambilan sampel harus dilakukan secara aseptis
 Beri label yang tertera, tanggal dan jam pengambilan, nama,
tanggal lahir, rekam medik, jenis pemeriksaan, ruang
perawatan
 Pada formulir permintaan ditambahkan diagnosis klinik,
riwayat pemberian antibiotik (nama dan lama pemberian), jenis
spesimen, lokasi pengambilan spesimen, luka tertutup/terbuka,
riwayat operasi/tindakan invasif lain.
Sampel – sampel pemeriksaan
Mikrobiologi Kultur
1. Darah
2. Urine
3. Tinja
4. Cairan Serebrospinal
5. Saluran Napas Atas
6. Saluran Napas Bawah
7. Saluran reproduksi
8. Saluran cerna
9. Jaringan, lunak dan abses pada kulit
10. Swab Mata
11. Swab Telinga
12. Bagian /organ tubuh yang dicurigai terinfeksi
Spesimen Darah

 Darah di ambil pada saat suhu badan naik dan


sebelum pemberian antibiotik atau 3 hari setelah
antibiotik dihentikan. Apabila pasien datang ke RS
sedang dalam terapi antibiotik, maka darah tetap di
ambil sesaat sebelum pemberian antibiotik
berikutnya. Nama AB dan lama pemberian dicatat
pada formulir permintaan pemeriksaan
 Karena jumlah bakteri per mililiter darah biasanya
rendah, jumlah darah yang diambil harus cukup
banyak : 10 ml darah vena untuk dewasa , 2-5 ml darah
vena untuk anak-anak, 1-2 ml untuk bayi dan neonatus
Botol Pemeriksaan Kultur
Darah

Sebelum memasukkan sampel, jangan lupa


mendesinfektan bagian tutup botol
Botol hijau untuk pasien dewasa, botol merah
muda untuk anak-anak.
Cairan Serebrospinal

 Pengambilan cairan serebrospinal (LCS)


dengan fungsi lumbal secara aseptik
dilakukan oleh klinisi dengan kompetensi
yang sesuai
 Spesimen untuk biakan bakteri disimpan
pada suhu ruang, tidak boleh didinginkan dan
dikirim sesegera mungkin ke laboratorium
Urine

 Jenis pemeriksaan urin berdasarkan cara


pengambilannya
 1. Urin porsi tengah (Midstream urin, clean catch urin)
 2. Urin suprapubik
 3. Urin Kateter

Waktu pengambilan spesimen bisa dilakukan setiap


saat sebelum pemberian antibiotik. Sampel urin
ditampung sebanyak 10-20 ml di penampungan steril
Tinja / Feaces

 Spesimen tinja harus diambil dalam tahap


awal penyakit diare, selayaknya pada saat
patogen terdapat dalam jumlah banyak dan
lebih baik sebelum pengobatan antimikroba
dimulai. Spesimen harus diambil pada pagi
hari agar tiba di laboratorium sebelum tengah
hari sehingga dapat diperiksa pada hari itu
juga.
Saluran Napas Atas

 Spesimen saluran napas atas meliputi usap


hidung, usap tenggorok, dan usap nasofaring.
Sebaiknya sampel usapan langsung dimasukkan
ke dalam media transport (AMIES) segera setelah
pengambilan, serta sesegera mungkin di antar ke
lab.
 Waktu pengambilan spesimen sewaktu saat pada
fase aktif dan sebelum pemberian antibiotik.
 Pada usap nasofaring, pasien diminta membuang
sekret/eksudat yang ada dihidung terlebih dahulu
Media Amies
Saluran Napas Bawah

 Spesimen saluran napas bawah meliputi


sputum, bilasan bronkus, atau sikatan bronkus
 Sputum dapat diperoleh secara langsung atau
tanpa induksi, aspirat endotrakeal, atau aspirat
dari trakeostomi.
 Sebelum pengambilan sputum, pasien diminta
untuk berkumur dengan air matang. Bila
memakai gigi palsu sebaiknya dilepas terlebih
dahulu
Saluran Napas Bawah

 Bila pasien mengalami kesulitan dalam


mengeluarkan sputum, pasien diberikan obat
pengencet dahak atau dilakukan induksi.
 Pasien diminta untuk menarik napas 2-3 kali
kemudian keluarkan napas secara bersamaan
dengan batuk yang kuat dan berulang sampai
sputum keluar
 Volume sputum yang diperlukan adalah ≥ 1
ml
Spesimen saluran reproduksi

 Waktu pengambilan setiap saat, pada saat


penyakit aktif, sebelum pemberian antibiotik
 Spesimen yang diperiksa di saluran
reproduksi antara lain; swab vagina pada
wanita, swab uretra pada pria, spesimen
endometrium, spesimen kelenjar bartholin,
spesimen dari ulkus durum, spesimen dari
ulkus molle, cairan prostat.
Spesimen saluran cerna

 Jenis spesimen feses berdasarkan cara


pengambilannya; Feses segar dan usap dubur (usap
rectum)
 Waktu pengambilan spesimen sewaktu, selama fase
akut ( dalam 5-7 hari), sebelum pemberian antibiotik
 Jumlah sampel feses yang diambil sebanyak 10
gram atau satu sendok the secara aseptik dari tinja
yang berlendir atau berdarah dan dimasukkan ke
dalam pot feses yang steril.
 Feses harus sesegera mungkin dikirim ke lab ≤ 2 jam
Spesimen jaringan lunak dan
abses pada kulit
 Saat pengiriman sampel pus harus dituliskan organ/
jaringan asal sampel tersebut. Lesi kulit dapat
superfisial (sampai dermis) atau dalam (dibawah
dermis)
 Waktu pengambilan spesimen sewaktu, masa
penyakit aktif, sebelum pemberian antibiotik
 Bahan pemeriksaan dikirim ke lab dalam waktu ≤ 2
jam pada suhu ruang. Spesimen tanpa medium
transport harus dikirim dalam waktu ≤ 30 menit.
Spesimen dapat disimpan dalam media transpor
dalam waktu ≤ 24 jam dalam suhu ruang.
Penanganan spesimen mata

 Waktu pengambilan spesimen sewaktu, saat


penyakit aktif, sebelum pemberian antibiotik
sistemik maupun tropikal.
 Spesimen mata diambil oleh dokter spesialis
mata dan langsung dimasukkan ke dalam
medium pertumbuhan dan dibuat preparat
langsung segera setelah pengambilan.
Spesimen telinga - sinonasal

 Waktu pengambilan spesimen sewaktu, saat


penyakit aktif, sebelum pemberian antibiotik
 Pengambilan spesimen dilakukan oleh dokter
spesialis THT
Spesimen ditolak dengan
catatan bila :
 Wadah tidak steril
 Spesimen diterima dilab ≥ 2 jam sejak
pengambilan tanpa menggunakan media
transport
 Swab dalam keadaan kering
 Spesimen didalam kontainer berisi formalin
 Jumlah sampel tidak sesuai
Kenapa Kultur Lama?

 Hari I : Proses Pembiakan*


 Hari II : Proses Isolasi
 Hari III : Proses Identifikasi dan Uji Sensi obat
 Hari IV : Pembacaan Hasil Proses Ident dan uji
Sensitifitas antibiotik.

*Proses Pembiakan bisa lebih dari 1 hari.


Tes Cepat MTB (TCM)
Persyaratan untuk periksa TCM
(Program DOTS)

 Data Lengkap Pasien (Nama, Alamat sesuai


KTP, Tgl Lahir)
 Nomor Induk Kependudukan (NIK)
 Nama Ibu Kandung
 Blanko TB 04 yang di isi lengkap
 Sampel Harus Sputum ( S / P)

Anda mungkin juga menyukai