Implementasi
Standar Usaha
Klinik OSS RBA
Dinas Penanaman Modal dan
Pelayanan Terpadu Satu Pintu
Rosana, ST
Dasar Hukum
UU No. 11 Tahun 2020 Cipta Kerja: Perizinan Berusaha Berbasis Resiko
Pasal 7-12
PP Nomor 5 Tahun 2021 Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko
PP Nomor 6 Tahun 2021 Penyelenggaraan Perizinan Berusaha di Daerah
Permenkes RI No. 14 Standar Kegiatan Usaha Dan Produk Pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha
Berbasis Risiko Sektor Kesehatan
Tahun 2021
OSS 1.1 vs OSS RBA
1. Norma Standar Prosedur dan Kriteria (NSPK)
perizinan berusaha berbasis risiko menjadi acuan
tunggal dalam perizinan berusaha atau izin usaha
1. Belum ada standar perizinan berusaha dari
pada setiap sektor.
Kementerian/Lembaga terkait dan daerah
2. OSS-RBA perizinan berusaha dibedakan
2. Perizinan berusaha tidak dibedakan berdasarkan risiko dan skala kegiatan usaha
berdasarkan risiko
3. Permohonan perizinan berusaha seluruh kegiatan
3. Beberapa perizinan berusaha masih diproses usaha (16 sektor) dilakukan melalui OSS RBA.
secara manual melalui Kementerian/Lembaga
4. Setiap jenis perizinan memiliki standar waktu yang
terkait daerah
jelas
4. Standar waktu yang tidak pasti 5. OSS-RBA terdapat subsistem pengawasan (PP
5. Tidak ada pengawasan sistem hukum 5/2021 Pasal 211)
6. Izin operasional belum terintegrasi sepenuhnya 6. NIB milik UMK dengan risiko rendah dapat berlaku
sebagai Standar Nasional Indonesia (SNI) dan / atau
pernyataan jaminan halal sesuai dengan ketentuan
perundang-undangan jaminan produk halal (Pasal
12 ayat (2) PP 5/2021).
Apa itu OSS RBA?
OSS RBA (Online Single Submission Risk Based -
Approach) adalah perizinan berusaha yang diberikan
kepada pelaku usaha untuk memulai dan menjalankan
kegiatan usahanya yang dinilai berdasarkan tingkat
risiko kegiatan usaha.
Proses perizinan ini dilakukan secarta terintegrasi
melalui sistem online.
METODOLOGI ANALISIS RESIKO
Kriteria Resiko Tingkat Resiko Perizinan Berusaha
ANALISIS RESIKO TERINTEGRASI
Kesehatan
Keselamatan Rendah Registrasi NIB
Lingkungan
Pemanfaatan dan Menengah Kepatuhan Standar Sertifikat Standar
Pengelolaan Sumber Daya
Aspek Lainnya sesuai Persetujuan
dengan sifat kegiatan usaha
Tinggi Pemerintah
Izin
Konfirmasi dengan
4 pelaku usaha
3 Konsesus dengan K/L
Diskusi bersama K/L yang tumpang tindih
pengempu sektor
2 Kesehatan, Keselamatan
dan Lingkungan
Setiap K/L melakukan
1 analisa resiko kegiatan
usaha
TINGKAT RISIKO
Perizinan Berusaha Berbasis Risiko adalah perizinan berusaha berdasarkan tingkat risiko kegiatan usaha dan tingkat
risiko tersebut menentukan jenis perizinan berusaha. Pemerintah telah memetakan tingkat risiko sesuai dengan
bidang usaha atau KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia). KBLI yang berlaku saat ini adalah KBLI
tahun 2020 dengan angka 5 digit sebagai kode bidang usaha. Berikut adalah pembagian tingkat risiko usaha dan jenis
perizinan berusahanya :
TINGKAT Risiko Menengah Risiko Menengah
Risiko Rendah (R) Risiko Tinggi (T)
RISIKO Rendah (MR) Tinggi (MT)
PERIZINAN Nomor Induk Nomor Induk Berusaha Nomor Induk Berusaha Nomor Induk Berusaha (NIB),
BERUSAHA Berusaha (NIB) (NIB) dan Sertifikat (NIB) dan Sertifikat Izin yang harus disetujui oleh
Standar (SS) berupa Standar (SS) yang harus di Kementrian / Lembaga /
UMK Risiko Pernyataan Mandiri verifikasi oleh Kementrian/ Pemerintah Daerah, dan/ atau
Rendah, NIB sebagai (*Self Declare) Lembaga/ Sertifikat Standar (SS) jika
Pemerintah Daerah dibutuhkan.
perizinan tunggal
(*Self Declare &
(identitas dan
Verifikasi)
legalitas, SNI, serta
sertifikasi produk
halal)
Kategori Pelaku Usaha
- Persyarikatan atau persekutuan
- Yayasan
- Perseroan Terbatas (PT)
Orang Perseorangan - Persekutuan Komanditer (CV)
UMK - Badan Hukum Lainnya
- Persekutuan Firma
Badan Usaha - Persektuan Perdata
- Koperasi
- Perusahaan Umum
Orang Perseorangan
OSS
Badan Usaha - KPPA
- KPPA (Jasa Penunjang Tenaga Listrik Asing)
NON- - KP3A
UMK Kantor Perwakilan - KP3A – PMSE
- BUJKA
Badan Usaha Luar
Negeri - Pemberi Waralaba dari Luar Negeri
- Pedagang Berjangka Asing
- PSE Asing
- Bentuk Usaha Tetap
PERSYARATAN DASAR OSS RBA
PERSEORANGAN BADAN HUKUM
1. Data legalitas pelaku usaha (KTP, 1. Data legalitas pelaku usaha (KTP,
NPWP) NPWP)
2. Email pribadi 2. Data legalitas perusahaan (Akta,
3. Nomor HP AHU, NPWP Perusahaan)
4. Data Usaha 3. Email perusahaan
4. Nomor HP
5. Data Usaha
Perizinan Berusaha Berbasis Risiko
Persyaratan Dasar Perizinan Berusaha Perizinan Berusaha Berbasis Risiko
Memuat pengaturan terkait:
• Kode KBLI, Judul KBLI, ruang lingkup kegiatan,
parameter risiko, tingkat risiko, perizinan
• Kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang berusaha, jangka waktu, masa berlaku, dan
kewenangan perizinan berusaha (Lampiran I PP)
• Persetujuan lingkungan • Persyaratan dan/atau kewajiban perizinan
• Persetujuan bangunan gedung berusaha berbasis risiko (Lampiran II PP)
• Standar kegiatan usaha dan/atau standar produk
• Sertifikat laik fungsi (PERMENKES 14 TAHUN 2021)
Perizinan berusaha
Diatur dalam PUU bidang tata ruang, lingkungan 1. Sektor perindustrian
hidup dan bangunan gedung 2. Sektor Kesehatan, obat dan makanan
3. Sektor transportasi
86104 & 86105
Aktivitas Klinik
Pemerintah dan Swasta
KBLI Klinik Pemerintah (86104) Klinik Swasta (86105)
Tingkat Risiko Menengah Tinggi
Perizinan
Berusaha
NIB Sertifikat Standar
Jangka Waktu
Perizinan
20 Hari
Masa Berlaku 5 Tahun
Parameter Usaha berlokasi di Kabupaten/Kota USAHA AKTIVITAS
KLINIK
Kewenangan Kabupaten / Kota PEMERINTAH DAN
SWASTA
Aktivitas Klinik Pemerintah (86104)
Persyaratan Perizinan Berusaha
Aktivitas Klinik Swasta (86105)
Regulasi: Permenkes RI No. 14 Th. 2021
• Profil Klinik
Meliputi nama, alamat lengkap, visi, misi, struktur organisasi dan waktu penyelenggaraan klinik
• Self assessment Klinik
Meliputi kemampuan pelayanan klinik, pelayanan penunjang medik (kefarmasian dan laboratorium),
pemenuhan persyaratan sarana, prasarana, peralatan dan SDM
• Daftar obat-obatan
• Daftar nama SDM Klinik
• Surat Izin Praktik (SIP) semua tenaga kesehatan yang bekerja di Klinik
• Perjanjian kerja sama pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3)
Aktivitas Klinik Pemerintah (86104)
Persyaratan Perizinan Berusaha
Aktivitas Klinik Swasta (86105)
Regulasi: Permenkes RI No. 14 Th. 2021
• Surat keterangan dari dinas kesehatan kabupaten/kota mengenai pertimbangan persetujuan pendirian
Klinik (opsional bagi Klinik dengan perizinan baru)
• Sertifikat standar usaha Klinik atau surat izin operasional Klinik sebelumnya yang masih berlaku (opsional
bagi Klinik dengan perpanjangan atau perubahan perizinan)
• Surat pernyataan penggantian badan hukum, nama klinik, kepemilikan modal, jenis klinik dan/ atau
alamat klinik yang ditandatangani oleh pemilik klinik (opsional bagi Klinik dengan perubahan perizinan)
• Dokumen perubahan NIB (opsional bagi Klinik dengan perubahan perizinan terkait penggantian badan
hukum)
• Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) (opsional bila ada Tenaga Kerja Warga Negara Asing (TK-
WNA)
Regulasi: Permenkes RI No. 14 Th. 2021 Aktivitas Klinik Pemerintah (86104)
Aktivitas Klinik Swasta (86105)
Kewajiban Perizinan Berusaha
1. Melakukan registrasi Klinik.
2. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan Klinik sesuai standar yang berlaku.
3. Melaporkan hasil kegiatan pelayanan kesehatan Klinik sesuai ketentuan yang berlaku.
4. Melakukan update/ pembaharuan data jika terjadi perubahan data Klinik.
Jangka Waktu Pemenuhan Kewajiban
1 Tahun, 3 Bulan
LANGKAH PENERBITAN NIB
USAHA AKTIVITAS KLINIK PEMERINTAH/SWASTA OSS
RBA
2 4
Pendaftaran hak akses pelaku usaha Verifikasi parameter lingkungan
menggunakan KTP, Email dan hidup dan penerbitan NIB
Nomor HP
1 3 5
Mengakses website Pengisian data usaha dan Pemenuhan persyaratan
[Link] validasi resiko untuk menerbitkan
Sertifikat Standar OSS
RBA
Proses pengecekan parameter lingkungan
Tingkat risiko kegiatan
Surat pernyataan mandiri oleh pelaku usaha
CONTOH NIB OSS RBA
CONTOH SERTIFIKAT STANDAR
KLINIK
Terima Kasih