Asset-Based Community
Development (ABCD)
Latar belakang
1. Peningkatan kualitas hidup manusia harus menempatkan
manusia sebagai pelaku utamanya.
2. Manusia sebagai pelaku pembangunan dipastikan potensi
dan asset yang dimiliki dapat dikembangkan dengan
optimal.
3. Pemberdayaan masyarakat melalui KKN untuk menggali
potensi dan asset masyarakat untuk amar makruf nahi
munkar dengan mempertimbangkan kearifan lokal
dan kemaslahatan bersama.
PENGERTIAN
ABCD: Merupakan sebuah pendekatan
dalam pengembangan masyarakat yang
berada dalam aliran besar
mengupayakan terwujudnya sebuah
tatanan kehidupan sosial di mana
masyarakat menjadi pelaku dan
penentu upaya pembangunan di
lingkungannya.
Tujuan
ABCD diharapkan kekuatan, aset dan
potensi setiap warga masyarakat dapat
diketahui dan dimanfaatkan, secara
partisipatif mampu menjadi aktor-aktor
perubahan dengan kekuatan dan inisiatif
serta kreativitas mereka sendiri.
Masyarakat akan menemukan makna
keberdayaannya, perubahan, kemandirian
dan berkelanjutan program.
Perbandingan Fokus kekurangan
(masalah) dengan fokus aset
Kekurangan (PAR): Aset dan potensi
1. Mudah mengeluh (ABCD):
2. Kesadaran palsu 1. Bersemangat
2. Kesadaran kritis
3. Ketergantungan
3. Kemandirian
4. Sulit memulai
4. Mudah memulai mengubah
mengubah diri diri
5. Pesimis 5. Optimis
6. Partisipasinya rendah 6. Partisipatif
7. Pemberdayaan for 7. Pemberdayaan of
community community
7 Metode dan Alat Menemukenali dan
Memobilisasi Aset
Penemuan Apresiatif (Appreciative Inquiry)
Pemetaan Komunitas (community mapping
Penelusuran Wilayah (transect)
Pemetaan Asosiasi dan Institusi
Pemetaan Aset Individu (Individual Inventory Skill)
Sirkulasi Keuangan (Leaky Bucket)
Skala Prioritas (Low hanging fruit)
1. Appreciative Inquiry
Appreciative Inquiry dikembangkan pada tahun 1980-an oleh
David Cooperrider, seorang profesor di Weatherhead School
of Management di Case Western Reserve University.
Appreciative Inquiry dikembangkan sebagai sebuah model
baru untuk pengembangan organisasi dan perubahan.
Appreciative disini dimaknai sebagai pengakuan dan
peningkatan nilai. Makna ini adalah masalah penegasan
terhadap kekuatan masa lalu dan saat ini, pengakuan
terhadap aset-aset dan potensi-potensi yang dimiliki.
Sedangkan istilah Inquiry merujuk kepada eksplorasi dan
penemuan. Makna ini adalah tentang menyampaikan
pertanyaan, studi dan pembelajaran.
APPRECIATIVE INQUIRY
• Appreciative Inquiry adalah cara yang positif untuk melakukan perubahan
organisasi berdasarkan asumsi yang sederhana yaitu bahwa setiap organisasi
memiliki sesuatu yang dapat bekerja dengan baik, sesuatu yang menjadikan
organisasi hidup, efektif dan berhasil, serta menghubungkan organisasi
tersebut dengan komunitas dan stakeholdernya dengan cara yang sehat.
• Appreciative Inquiry dimulai dengan mengidentifikasi hal-hal positif dan
menghubungkannya dengan cara yang dapat memperkuat energi dan visi
untuk melakukan perubahan untuk mewujudkan masa depan organisasi yang
lebih baik.
• Appreciative Inquiry mendorong anggota organisasi untuk fokus pada hal-hal
positif yang terdapat dan bekerja dengan baik dalam organisasi.
• Appreciative Inquiry tidak menganalisis akar masalah dan solusi tetapi lebih
konsen pada bagaimana memperbanyak hal-hal positif dalam organisasi.
PROSES APPRECIATIVE INQUIRY (MODEL 4-D)
• Proses
Appreciative
Inquiry terdiri dari
4 tahap yaitu:
a. Discovery;
b. Dream;
c. Design; dan
d. Destiny.
PENEMUAN APRESIASI
(APPRECIATIVE INQUIRY) MODEL D4
DISCOVERY:
What is best of
what is?
DESTINY DREAM:
How to empower What mingt be?
learn & Envisioning
adjust/improvise results
DESIGN
What should be
the ideal?
a. Discovery
• Tahap Discoverya dalah proses pencarian yang
mendalam tentang hal-hal positif, hal-hal terbaik yang
pernah dicapai, dan pengalaman-pengalaman
keberhasilan di masa lalu.
• Proses ini dilakukan dengan wawancara appresiatif.
Beberapa contoh pertanyaan apresiatif yang dilakukan
pada tahap ini antara lain:
Ceritakan pengalaman terbaik yang pernah ada?
Hal apa yang sangat bernilai dari diri Anda?
Hal-hal apa yang menjadi sumber kehidupan Anda,
yang tanpa hal tersebut Anda akan mati?
Sebutkan 3 harapan yang Anda miliki untuk
meningkatkan kekuatan dan efektifitas Anda?
b. Dream
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari tahap
sebelumnya, orang kemudian mulai membayangkan masa
depan yang diharapkan.
Pada tahap ini, setiap orang mengeksplorasi harapan dan
impian mereka baik untuk diri mereka sendiri maupun
untuk organisasi.
Inilah saatnya orang-orang memikirkan hal-hal besar dan
berpikir out of the box serta membayangkan hasil-hasil
yang ingin dicapai.
C. DESIGN
• Pada tahap Design ini, orang mulai
merumuskan strategi, proses dan sistem,
membuat keputusan dan mengembangkan
kolaborasi yang mendukung terwujudnya
perubahan yang diharapkan.
• Pada tahap ini semua hal positif di masa lalu
ditransformasi menjadi kekuatan untuk
mewujudkan perubahan yang diharapkan
(dream).
D. DESTINY
Tahap Destiny adalah tahap dimana setiap
orang dalam organisasi mengimplementasikan
berbagai hal yang sudah dirumuskan pada
tahap Design.
Tahap ini berlangsung ketika organisasi secara
kontinyu menjalankan perubahan, memantau
perkembangannya, dan mengembangkan
dialog, pembelajaran dan inovasi-inovasi baru.
4 LANGKAH TEKNIS DALAM WAWANCARA APPRECIATIVE
INQUIRY
1.
Amatilah dan kenali hal-hal positif yang ada disekitar masyarakat seperti lingkungan bersih,
tanaman yang subur, kehidupan warga yang rukun dan saling gotong royong, kegiatan masjid
yang rutin, banyaknya pemuda desa yang aktif berorganisasi, infrastrutur desa yang tertata rapi,
sukses bercocok tanam dan mengelola sumber daya alam dan seterusnya.
2.
Buatlah pertanyaan yang mampu menyorori hal-hal positif yang telah kamu amati di masyarakat
seperti: Apa yang membuat warga desa disini selalu rukun dan guyub? Apa peran anda agar
masyarakat di desa ini menjadi rukun dan suka gotong royong? Upayakan menggunakan bahasa
yang mudah dipahami oleh warga sekitar.
3.
Datangi warga masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama atau kunjungi pertemuan dan
perkumpulan warga dan/atau tempat berkumpul warga, dan ajukan pertanyaan apresiatif yang
telah kamu buat. Dengarkan dengan seksama dan tunjukkan respon positif dan ekspresi yang
apresiatif kepada mereka. Melalui Al ini, diharapkan masyarakat menjadi tersadar akan kekuatan-
kekuatan yang mereka miliki yang berkontribusi pada kesuksesan masa lalu. Dan temukan
kontribusi individu warga masyarakat yang berpengaruh pada kesuksesan tersebut.
4.
Ajaklah masyarakat untuk memimpikan masa depan mereka. Fokuskan pada kekuatan-kekuatan
yang sudah dikenali dan diungkapkan, lalu gunakanlah temuan kekuatan tersebut untuk
menggerakkan mereka melakukan perubahan.
KATA KUNCI DALAM APPRECIATIVE INQUIRY
Komunitas sudah pernah mencapai sukses atau bahwa mereka sudah melakukan
hal seperti ini sebelumnya;
Memiliki rasa bangga dan percaya terhadap upayamereka sendiri;
Memiliki contoh bagaimana merekabisa melakukan sesuatu yang lebih baik atau
bagaimana mereka mampu mengatasi kesulitan-kesulitan;
Memiliki cerita sukses yang memberikan mereka contoh baik serta menjadi
inspirasi di masa depan;
Mulai mengidentifikasi beberapa kekuatan dan asetnya; serta,
Melalui proses ini komunitas menemukan energi dan kepercayaan diri untuk
bisa bergerak ke masa depan yang tidak diketahuinya dan bisa jadi melampaui
apa yang mereka bayangkan.
2. Pemetaan Komunitas (Community Mapping)
Community map adalah
Pendekatan atau cara untuk
memperluas akses ke
pengetahuan lokal.
Community map merupakan
visualisasi pengetahuan dan
persepsi berbasis masyarakat
mendorong pertukaran informasi
dan menyetarakan kesempatan
bagi semua anggota masyarakat
untuk berpartisipasi dalam proses
yang mempengaruhi lingkungan
dan kehidupan mereka.
Fungsi Community Map
•Memperbaiki dan meningkatkan keterlibatan publik
dalam pemetaan;
•Memberikan masyarakat dan anggotanya
kesempatan untuk mengevaluasi proposal desain
dan perencanaan dan memvisualisasikan dampak
sebuah keputusan tersebut terhadap masa depan
komunitas ;
•Mengumpulkan dan meningkatkan data geospasial;
•Meningkatkan pengetahuan komunitas tentang
wilayah komunitas.
Siapa Saja yang Terlibat?
Proses pemetaan ini melibatkan beberapa pihak antara
lain organisasi masyarakat, asosiasi warga, organisasi
nirlaba, institusi sipil lokal, dan minoritas atau kelompok
khusus.
Tujuan dari pemetaan ini sesungguhnya adalah
komunitas belajar memahami dan mengidentifikasi
kekuatan yang sudah mereka miliki sebagai bagian dari
kelompok.
Apa yang bisa dilakukan dengan baik sekarang dan siapa
di antara mereka yang memiliki keterampilan atau
sumber daya.
Mereka ini kemudian dapat diundang untuk berbagi
kekuatan demi kebaikan seluruh kelompok atau
Aset yang Dipetakan
1. Aset personal atau manusia, keterampilan, bakat, kemampuan, apa yang bisa
anda lakukan dengan baik, apa yang bisa anda ajarkan pada orang lain.
(Kemampuan Tangan, Kepala dan Hati).
2. Asosiasi atau aset sosial, tiap organisasi yang diikuti oleh anggota kelompok,
kelompok - kelompok remaja masjid seperti Kelompok Kaum Muda, Kelompok
Ibu; kelompok - kelompok budaya seperti Kelompok Tari atau Nyanyi;
Kelompok Kerja PBB atau Ornop lain dalam komunitas atau yang memberikan
pelatihan bagi komunitas. Asosiasi mewakili modal sosial komunitas dan
penting bagi komunitas untuk memahami kekayaan ini.
3. Institusi, lembaga pemerintah atau pewakilannya yang memiliki hubungan
dengan komunitas. Seperti komite sekolah, komite untuk pelayanan kesehatan,
mengurus listrik, pelayanan air, atau untuk keperluan pertanian dan peternakan.
Terkadang institusi - institusi ini terhubung dengan Aset Sosial tetapi keduanya
mewakili jenis aset komunitas yang berbeda. Komite Sekolah, Komite Posyandu
dan koperasi yang dibentuk oleh pemerintah termasuk dalam kategori ini.
4. Aset Alam. Tanah untuk kebun, ikan dan kerang, air, sinar matahari, pohon dan
semua hasilnya seperti kayu, buah dan kulit kayu, bambu, material bangunan
yang bisa digunakan kembali, material untuk menenun, material dari semak,
sayuran, dan sebagainya.
ASET YANG DIPETAKAN
4. Aset Fisik. Alat untuk bertani, menangkap ikan, alat transportasi yang bisa
dipinjam, rumah atau bangunan yang bisa digunakan untuk pertemuan, pelatihan
atau kerja, pipa, ledeng, kendaraan.
5. Aset Keuangan. Mereka yang tahu bagaimana menabung, tahu bagaimana
menanam dan menjual sayur di pasar, yang tahu bagaimana menghasilkan uang.
Produk - produk yang bisa dijual, menjalankan usaha kecil, termasuk berkelompok
untuk bekerja menghasilkan uang. Memperbaiki cara penjualan sehingga bisa
menambah penghasilan dan menggunakannya dengan lebih bijak. Kemampuan
pembukuan untuk rumah tangga dan untuk kelompok maupun usaha kecil.
6. Aset Spiritual dan Kultural. Anda bisa menemukan aset ini dengan memikirkan
nilai atau gagasan terpenting dalam hidup anda. apa yang paling membuat anda
bersemangat? Termasuk di dalamnya nilai - nilai penganut Muslim, keinginan
untuk berbagi, berkumpul untuk berdoa dan mendukung satu sama lain. Atau
mungkin ada nilai–nilai budaya, seperti menghormati saudara ipar atau
menghormati berbagai perayaan dan nilai – nilai harmoni dan kebersamaan.
Cerita-cerita tentang pahlawan masa lalu dan kejadian sukses masa lalu juga
termasuk di sini karena hal- hal tersebut mewakili elemen sukses dan strategi
untuk bergerak maju.
Langkah-langkah Community Mapping
1. Ketua tim memperkenalkan diri kepada seluruh peserta yang hadir;
2. Menjelaskan pengertian pemetaan, tujuan serta manfaat kegiatan ini;
3. Menjelaskan unsur-unsur yang harus ada dalam pembuatan peta wilayah melalui
sumbang saran;
4. Setelah nara sumber lokal (NSL) paham, lalu peserta & tim memulai pembuatan
gambar peta wilayah. Untuk memulai dialog bisa dibuka dengan: “kita sekarang ada
disini (sambil menunjuk dalam kertas yang akan digambar), kalau kita mau ke (suatu
tempat di lingkungan RW setempat) dimana letak tempat tersebut berada, kalau
digambarkan disini? Dan dapat meminta NSL untuk menggambar lokasinya”;
5. Pemandu memfasilitasi jalannya dialog & diskusi selama proses, misalnya
informasi/data apa saja yang harus dimasukkan peta, bagaimana cara menggunakan
simbol-simbol & cross check data;
6. Usahakan untuk mempresentasikan hasil mapping, kepada peserta untuk
menyempurnakan data apabila waktunya mencukupi;
7. Review Data dilakukan setelah pemetaan selesai, pemandu meminta kepada seluruh
peserta untuk melakukan triangulasi data (check & recheck data yang sudah
dikumpulkan.
Untuk menemukenali aset fisik dan alam secara terperinci, transectoral
atau penelusuran wilayah adalah salah satu tehnik yang efektif.
Transectoral adalah garis imajiner sepanjang suatu area tertentu untuk
menangkap keragaman sebanyak mungkin.
Dengan berjalan sepanjang garis itu dan mendokumentasikan hasil
pengamatan, penilaian terhadap berbagai aset dan peluang dapat
dilakukan.
Misalnya, dengan berjalan dari atas bukit ke lembah sungai dan di sisi lain,
maka akan mungkin untuk melihat berbagai macam vegetasi alami,
penggunaan lahan, jenis tanah, tanaman, kepemilikan lahan, dan lain
sebagainya.
Penelusuran wilayah dilakukan berbarengan dengan pemetaan komunitas
(community mapping).
3. PENELUSURAN WILAYAH (TRANSECTORAL)
Teknik Pelaksanaan Transectoral
Buatlah pembagian zona wilayah untuk ditelurusi seperti daerah perbukitan,
sekitar sungai, persawahan, ladang, daerah hunian warga, dst.
Ajaklah warga masyarakat untuk menggambarkan zona wilayah masing-masing
(mulai dataran tinggi sampai dataran rendah) dari aspek kepemilikan lahan,
penggunaan lahan, jenis vegetasi tanaman dan hewan, jenis tanah, dan peluang
yang bisa dikembangkan dari masing-masing zona wilayah.
Buatlah tabel transect untuk menggambarkan hasil penelusuran wilayah yang
anda lakukan bersama warga. Ingat bahwa tugas anda sebagai fasilitator adalah
menggerakkan warga untuk mengenali wilayahnya sendiri, karenanya semua alat
tulis seperti kertas dan pena sebaiknya dipegang oleh warga sendiri agar proses
penggambaran wilayah ini membantu mereka untuk menyadari, mengenali dan
menemukan aset fisik dan alam yang ada disekitar mereka. Proses penggambaran
hasil penelusuran wilayah bisa menggunakan media tulis lainnya seperti papan
tulis atau laptop.
Asosiasi merupakan proses interaksi yang
mendasari terbentuknya lembaga-lembaga
sosial yang terbentuk karena memenuhi
faktor-faktor sebagai berikut : (I) kesadaran
akan kondisi yang sama, (2) adanya relasi
sosial, (3) dan orientasi pada tujuan yang
4. Pemetaan telah ditentukan. Contoh: Asosasi Dokter,
Asosiasi dan Perkumpulan wasit, Asosiasi Guru.
Institusi Manfaat Asosiasi antara lain
mengidentifikasi kapasitas organisasi,
melihat dimana “energy” dalam komunitas
ini, memahami apa yang memotivasi orang
untuk berani mengatur, dan mengakui
kepemimpinan yang sudah ada di
masyarakat
Pemetaan Institusi
• Institusi adalah norma atau aturan mengenai suatu aktivitas masyarakat yang
khusus yang sifatnya mengikat dan relatif lama serta memiliki ciri-ciri tertentu
yaitu simbol, nilai, aturan main, dan tujuan.
• Institusi dapat dibedakan menjadi institusi formal dan institusi non formal.
• Institusi formal dapat berupa institusi pemerintah (pemerintahan desa beserta
perangkat kelembagaan di bawahnya) dan institusi swasta (organisasi sosial
kemasyarakatan, lembaga pendidikan swasta dan lain sebagainya).
Sedangkan institusi non formal dapat berupa sekumpulan orang di warung
yang hadir secara konsisten, jamaah pengajian, dan kelompok lainnya.
• Di beberapa desa, contoh asosiasi asosiasi yang dibentuk di desa yaitu
Komunitas Tahlilan, PKK, Karang Taruna, Klub Sepak Bola, HIPPA (Himpunan
Petani Pengambil Air), dan GAPOKTAN (Gabungan Kelompok Tani).
• Setelah diidentifikasi asosiasi dan institusi yang ada, maka komunitas dapat
merumuskan peran asosiasi dan institusi tersebut di dalam pengembangan
komunitas.
Form Isian Institusi Kemasyarakatan
Jumlah Angggota Peranan di dalam Masyarakat
Nama
Nama
No Asosiasi/ Laki- Sangat Cukup Kurang
Ketua Perempuan
Institusi laki Dominan Dominan Dominan
Dengan melihat peranan asosiasi/institusi di dalam komunitas,
maka program pengembangan masyarakat dapat dimulai
dengan mengidentifikasi kekuatan kolektif yang sudah ada
untuk menginisiasi perubahan di komunitasnya.
Semakin besarnya peranan asosiasi, maka percepatan
pengembangan masyarakat.
5. PEMETAAN ASET INDIVIDU (INDIVIDUAL
INVENTORY SKILL)
• Metode/alat yang dapat digunakan untuk melakukan
pemetaan individual asset antara lain kuisioner,
interview dan focus group discussion (FGD).
• Manfaat dari Pemetaan Individual Aset antara lain:
1. Membantu membangun landasan untuk
memberdayakan masyarakat dan untuk saling
ketergantungan dalam masyarakat
2. Membantu membangun hubungan dengan
masyarakat.
3. Membantu warga mengidentifikasi
keterampilan dan bakat mereka sendiri.
CONTOH: PEMETAAN ASET
INDIVIDUAL
Dusun Dusun Dusun Dusun Dusun
Sawahan Sidorejo Kates Cuiri Kauman
Pembuat Pembuat Pembuat Pembuat Peternak Sapi
Tikar Tikar Tikar Tikar
Peternak Peternak Peternak Sapi Peternak Peternak
Kambing Kambing Sapi Kambing
Tukang Selep Peternak Lele Peternak Kripik Pisang
Padi Lele
Pembuat Peternak Peternak
Krupuk Ayam Ayam
Pembuatan
Tahu
Pembuat
Tempe
Pemetaan Aset Individual Desa Panjang Bojonegoro
TUJUAN PEMETAAN SKILL KOMUNITAS
• Dengan Berbagai Macam Pemetaan Skill, Dapat
Disimpulkan Bahwa Dalam Suatu Komunitas
Setiap Warga Memiliki Potensi Untuk
Berkontribusi Kepada Kemajuan Komunitasnya.
• Dalam Proses Pengembangan Masyarakat,
Perpaduan Kemampuan Individual Akan
Membawa Perubahan Yang Yang Signifikan.
• Sesungguhnya, Potensi Itu Ada Pada Diri Setiap
Manusia, Namun Mungkin Komunitas Belum
Menyadari Potrensi Tersebut Sebagai Sebuah
Asset Yang Bisa Dikembangkan.
Peta Konsep Pemetaan Aset Individu
Peta Konsep Pemetaan Keterampilan Individu
Mapping Skills of the Head, Hand And Heart
Analysis
Organization
Writing
Management
Literacy
Cooking
Dancing
Embroidery Compassion
Salt Farming Humour
Stitching Teamwork
Conflict
resolution
Willingness to
collaborate
6. Sirkulasi Keuangan (Leaky Bucket)
Perputaran ekonomi yang berupa kas, barang
dan jasa merupakan hal yang tidak terpisahkan
dari warga atau komunitas dalam kehidupan
mereka sehari-hari.
Seberapa jauh tingkat dinaminitas dalam
pengembangan ekonomi lokal mereka dapat
dilihat, seberapa banyak kekuatan ekonomi
yang masuk dan keluar.
Untuk mengenali, mengembangkan dan
memobilisir aset-aset tersebut dalam ekonomi
komunitas atau warga lokal diperlukan sebuah
anlisa dan pemahaman yang cermat.
Salah satu pendekatan yang digunakan dalam
pendekatan ABCD (Asset-Based Community
Development) adalah melalui Leacky Bucket.
Leaky Bucket
Leaky bucket atau biasa dikenal dengan
wadah bocor atau ember bocor merupakan
salah satu cara untuk mempermudah
masyarakat, komunitas atas warga dalam
mengenali, mengidentifikasi dan
menganalisa berbagai bentuk aktivitas atau
perputaran keluar dan masuknya ekonomi
lokal komunitas/warga.
Lebih singkatnya, leaky bucket adalah alat
yang berguna untuk mempermudah warga
atau komunitas untuk mengenal berbagai
perputaran asset ekonomi lokal yang
mereka miliki.
Hasilnya bisa dijadikan untuk meningkakan
kekuatan secara kolektif dan
membangunnya secara bersama.
Leaky Bucket
Pada sisi yang lain, leaky bucket juga
merupakan kerangka kerja yang berguna
dalam mengenali berbagai asset komunias
atau warga, tetapi juga dalam mengenali
asset peluang ekonomi yang
memungkinkan dalam mengerakkan
komunitas atau warga.
Adapun cara yang bisa kembangkan adalah
dengan cara warga atau komunitas
menvisiualisasikan apa saja aset ekonomi
yang mereka miliki dengan menggunakan
alur kas, barang maupun jasa yang masuk
dari sisi atas dan keluar dari sisi bawah
wadah ekonomi sebagai potensi yang
dimiliki dalam masyarakat.
Leaky Bucket
Leaky bucket merupakan salah cara yang digunakan
untuk membantu warga komunitas dalam
memahami berbagai dinamika ekonomi lokal
mereka miliki, dengan melihat aktivitas dasar-dasar
ekonomi.
Proses dari aktivitas ini dapat dilakukan dengan
mengajak warga atau komunitas untuk
memfisualisasikan dinamika ekonomi mereka ke
dalam wadah yang bocor yang diisi dengan air.
Wadah ini terdiri dari alur air yang masuk yang
merupakan barang dan kas, kemudian alur air
tersebut beraktifitas di dalamnya dalam hal ini
dalam wadah yang biasa disebut dengan perputaran
barang, jasa dan kas warga tersebut, kemudian air
yang bocor dari wadah merupakan alur keluarnya
barang, jasa dan kas dari warga atau komunitas
tersebut.
Leaky Bucket
Untuk melihat seberapa tingginya atau maksimalnya ekonomi tingkat aktivitas
warga komunitas dapat ditentukan melalui banyaknya arus yang masuk di
dalam wadah disertai perputaran di dalamnya yang sangat dinamis sehingga
aliran yang keluar atau bocor dari wadah menjadi sedikit dibanding aliran yang
masuk sebelumnya.
Sebaliknya jika air yang masuk dalam wadah dan tingkat perputarannya
statis/tetap didukung oleh tingkat kebocorannya yang banyak maka aktivitas
ekonomi warga komunitas rendah atau lemah.
Untuk mengatasi kelemahannya maka aliran yang masuk dalam hal ini kas dan
barang dan jasa dapat dikembangkan melalui perputasan kas dalam wadah
sehingga aliran kas dan barang yang keluar sangat minimum.
Dengan demikian level posisi air tergantung pada;
1. Seberapa banyak yang masuk;
2. Seberapa banyak yang keluar;
3. Tingkat kedinamisan ekonomi komunitas.
Langkah-langkah Memahami Aset dengan Leaky Bucket
[Link] atau komunitas diajak untuk bekerjasama di tiap kelompok untuk menjaga kestabilan
level air dalam ember dalam waktu yang telah ditentukan terlebih dahulu. Bagaimana wadah
bocor tadi tetap berisi air/ mempertahankan isinya, bagian-bagian mana saja yang yang bisa
ditutupi untuk meminimalisir kebocoran tersebut. Dan ini butuh kerjasama dan pikiran
bersama untuk mempertahankannya.
[Link] atau komunitas diberi kesempatan untuk mengemukakan berbagai pendapat dari
mereka mengenai apa yang telah mereka pelajari dari apa yang telah mereka lakukan dengan
wadah/ember bocor mereka tersebut untuk tetap berisi air. Pengalaman dan pelajaran apa
yang bisa mereka dapatkan, dll.
[Link] atau komunitas secara bersama bisa melakukan visualisasi melalui wadah bocor
tersebut dengan apa yang masuk dan keluar tersebut sebagai perputaran ekonomi mereka dan
memahami tentang pentingnya alur kas ekonomi dalam komunitas.
[Link] hasil pemahaman bersama tersebut kemudian warga atau komunitas diajak untuk
melakukan roleplay dengan memerankan berbagai peran yang ada dalam ekonomi lokal
komunitas dengan menggunakan alat bantu berupa mainan uang, miniatur dan papan kartun.
Hal ini dilakukan untuk menjelaskan peran efek perputaran pengganda ekonomi mereka.
LANGKAH-LANGKAH MEMAHAMI ASET DENGAN
LEAKY BUCKET
5. Setelah Itu, Secara Bersama-sama Mereka Diajak Untuk Memetakan Satu
Persatu Barang, Jasa Dan Kas Yang Mereka Miliki Melalui 3 Alur Kas Yaitu
Alur Kas Masuk, Arus Kas Keluar Dan Arus Kas Perputaran Dari
Komunitasnya Masing-masing Secara Cermat.
6. Dari Hasil Amatan Dan Analisa Mereka Warga Diarahkan Dan Di Membimbing
Untuk Memvisualisasikan 3 Alur Kas Tersebut Dalam Suatu Bagan Yang
Dikenal Dengan Leaky Bucket.
7. Langkah Selanjutnya Adalah, Warga/Komunias Diminta Untuk Menempel
Gambarnya Di Dinding Dan Peserta Menjelaskan Gambar Leaky Bucket-nya
Ke Peserta Yang Lain. Apa Saja Yang Masuk, Apa Saja Yang Berkembang Dan
Apa Saja Yang Keluar.
8. Hasil Dari Warga Atau Komunitas Dari Materi Tersebut Kemudian Didiskusikan
Lebih Lanjut Tentang Manfaat Efek Pengganda Bagi Ekonomi Komunitas, Serta
Pentingnya Penanganan Perputaran Alur Ekonomi Secara Kreatif Dan Inovatif
Untuk Meningkatkan Kemandirian Komunitas Dan Lain Sebagainya.
Output Penggunaan Leaky Bucket
1. Mengenalkan konsep umum leaky bucket dan efek pengembangan dan
kreativitas pada warga atau komunitas;
2. Komunitas dapat memahami dampak efek pengembangan dan kreativitas
bagi ekonomi lokal komunitas yang mereka miliki.
3. Komunitas dapat mengidentifikasi secara sesama mengenai arus masuk
ke mereka, kemudian alur dinamitas perputaran ekonomidalam
komunitas serta alur keluar pergerakan ekonomi mereka.
4. Komunitas dapat menggali kekuatan-kekuatan dalam komunitas untuk
meningkatkan efek pengembangan, pemberdayaan atau peningkatan
terhadap alur perputaran ekonomi yang berkembang secara kreatif dan
inovatif.
7. SKALA PRIORITAS (LOW HANGING FRUIT)
Setelah komunitas mengetahui potensi, kekuatan dan
peluang yang mereka miliki dengan melalui menemukan
informasi dengan santun, pemetaan aset, penelusuran
wilayah, pemetaan kelompok/institusi dan mereka sudah
membangun mimpi yang indah maka langkah berikutnya,
adalah bagaimana mereka bisa melakukan semua mimpi-
mimpi mereka, karena keterbatasan ruang dan waktu maka
tidak mungkin semua mimpi mereka diwujudkan.
Skala prioritas adalah salah satu cara atau tindakan yang
cukup mudah untuk diambil dan dilakukan untuk
menetukan manakah salah satu mimpi mereka bisa
direalisasikan dengan menggunakan potensi masyarakat itu
sendiri tanpa ada bantuan dari pihak luar.
Low Hanging Fruit
Hal yang harus diperhatikan dalam low hanging skala prioritas adalah apa
ukuran untuk sampai keputusan bahwa mimpi itulah yang menjadi prioritas?
Siapakah yang paling berhak menentukan skala prioritas?
Berikan kepercayaan dan kesempatan kepada masyarakat untuk menentukan
skala prioritas sendiri.
Setelah Pilihan ditentukan oleh masyarakat, maka langkah selanjutnya
adalah design atau merencanakan kegiatan
Bagaimana Cara Melakukan Skala Prioritas?
Langkah-langkah yang perlu di perhatikan dalam perencanaan kegiatan adalah:
1. Melihat aset dan peluang yaitu dengan Menampilkan hasil dari inventarisasi aset dan
pemetaan, sehingga setiap orang dapat menilai aset dan peluang yang di miliki
masyarakat, beberapa aset seperti:
Aset Sosial, masyarakat mendaftar/mendata organisasi/asosiasi, atau kelompok
untuk mengetahui secara riil aset yang di miliki oleh mereka.
Keahlian Individual dan bakat, dengan mendata keahlian dan bakat individu di
masyarakat yang akan bermanfaat untuk mengembangkan potensi di daerahnya.
Aset institusi, masyarakat mendaftar /mendata pelayanan pemerintahan dan swasta
yang berada di sekitar merekan untuk peluang mengembangkan aset
Aset fisik, dengan melihat peta masyarakat.
Aset alam, peta masyarakat dan keadaannya yang sebenarnya yang di miliki
Analisa ekonomi masyarakat, dianalisis dengan menggunakan diagram pemasukan
dan pengeluaran dengan menggunakan timba bocor (leaky bucket).
Bagaimana Cara Melakukan Skala Prioritas?
[Link] tujuan masyarakat/ skala prioritas masyarakat,
Berdasarkan aset dan peluang, tujuan apa yang akan kita realisasikan
di masyarakat, kelompok masyarakat mampu mengidentifikasi skala
prioritas/ sesuatu yang akan di kerjakan atau di capai dengan ke
kekuatan masyarakat tanpa ada bantuan dari luar.
3. Identifikasi aset masyarakat untuk mencapai tujuan, Pada poin ini,
kelompok masyarakat dapat mengidentifikasi aset yang di focuskan
atau di prioritaskan untuk mencapai tujuan.
[Link] kelompok-kelompok inti masyarakat untuk melakukan
kegiatan, Kelompok inti masyarakat membuat komitmen yang jelas
dan keterlibatanya dalam kegiatan, di pilih salah satu leader yang akan
memberi contoh dan bertanggung jawab memotivasi dalam
merealisasikan mimpi banyak masyarakat. Jika aset dan kesempatan
yang mudah yang di fokuskan tercapai dan sukses maka masyarakat
akan mencoba kegiatan yang lebih besar.
Flow Chart Melakukan Skala Prioritas
FLOW CHART MELAKUKAN SKALA PRIORITAS
1. Mengajak masyarakat untuk menentukan skala prioritas setelah mengetahui aset,
peta geografi, peta masyarakat, peta institusi swasta dan pemerintah, daftar
kemampuan masyarakat dan keinginan-keingian masyarakat akan perubahan di
socialnya.
2. Menentukan skala prioritas dari sekian banyak skala keinginan masyarakat yang
ada yaitu 3 sampai 5 keinginan masyarakat untuk dapat di kembangkan.
3. Mempertimbangkan aset dan peluang serta kondisi yang ada di masyarakat maka
di adakan diskusi ke 2 untuk menentukan skala prioritas utama yang akan di
kerjakan masyarakat dengan melihat kondisi, fasilitas, aset dan peluang yang ada.
4. Melakukan aksi dengan melihat aset yang ada untuk melakukan yang paling
mudah, aset yang ada saat ini di manfaatkan untuk melakukan aksi.
5. Hasil dari aksi akan dapat di lihat dan di evaluasiapakah hasil yang ada dengan
memanfaatkan aset dan peluang yang ada sudah dapat di harapkan seperti harap
masyarakat. Sehingga hal yang paling penting adalah melihat dampak dan
keberlanjutanya dari hasil kerja keras masyarakat bermanfaatan untuk masyarakat
sekitar.