PENGENALAN PERALATAN
HYDRAULIC FRACTURING
19010045 Tengku Aqsa Madani
19010049 Rachman Fauzan AM
19010057 Urfan Raihan
19010059 M. Irfan Kurniawan
19010065 Andi Vira Dirgantara
19010072 Muhammad Aqil
19010077 Moh. Ganang Ulil Albab
Outline
LATAR
BELAKANG
KESIMPULAN TUJUAN
TINJAUAN
PEMBAHASAN
TEORI
METODOLOGI
Latar Belakang
Seiring berjalannya waktu produktivitas sumur akan menurun, maka dari itu
harus dilakukannya suatu cara untuk meningkatkan laju produksi tersebut.
Salah satu cara yang dapat dilakukan ialah dengan melakukan metode
stimulasi. Salah satu metode stimulasi adalah hydraulic fracturing.
Hydraulic fracturing diharapkan dapat meningkatkan produktivitas suatu
sumur.
Tujuan
1. Mengetahui peralatan yang digunakan pada metode
stimulasi hydraulic fracturing.
2. Mengetahui prosedur stimulasi pada metode stimulasi
hydraulic fracturing.
3. Mengetahui permasalahan yang sering timbul pada
metode stimulasi hydraulic fracturing.
Tinjauan Teori
Stimulasi merupakan suatu kegiatan perbaikan sumur untuk meningkatkan
harga permeabilitas formasi yang mengalami kerusakan sehingga dapat
memberikan laju produksi yang lebih besar.
Metode stimulasi dapat dibedakan menjadi Acidizing dan Hydraulic
Fracturing.
Hydraulic fracturing adalah metode stimulasi menginjeksikan fluida
treatment dengan tekanan pemompaan diatas tekanan rekah formasi untuk
merekahankan suatu formasi dengan menggunakan proppant (pasir) sebagai
media pengganjal rekahan yang bertujuan untuk meningkatkan laju produksi
pada suatu sumur.
Metodologi
Metode Interview
Dengan cara berkonsultasi langsung kepada pembimbing lapangan atau pekerja
yang berwenang untuk memperoleh data atau informasi dari lapangan.
Metode Observasi
Dengan cara melakukan pengamatan secara sistematis mengenai hal-hal yang
terjadi di lapangan, serta mengumpulkan data-data yang diperlukan dan
mengurutkan peristiwa-peristiwa yang terjadi.
Metode Study Literature
Dengan cara membaca dan menelaah buku-buku atau hand book sebagai bahan
referensi tambahan dalam pembuatan laporan yang berkaitan dengan tema yang
diambil penyusun.
Mulai
Pengumpulan data
Interview Observasi Study Literature
Peralatan Hydraulic Fracturing
Prosedur Stimulasi Hydraulic Fracturing
Kesimpulan
Pembahasan
1 2 Flow
3 4 Masalah
Yang
Prosedur
Peralatan Diagram Dijumpai
Stimulasi
Hydraulic Peralatan Pada
Hydraulic
Fracturing Hydraulic Stimulasi
Fracturing
Fracturing Hydraulic
Fracturing
1. Peralatan Hydraulic Fracturing
Surface equipment terdiri dari: Subsurface equipment terdiri dari:
1. Water Tank; 1. Tubing / Drill pipe;
2. Frac Blender; 2. Packer.
3. Sand Silo;
4. Frac Pump;
5. Control Cabin.
1. Water Tank
Fungsi Menampung fluida dasar (fresh
water) yang sudah siap
digunakan.
Bahan dasar Besi
Kapasitas 220, 250, hingga 500 bbl
Ketentuan 1. Memiliki 3 lubang keluar
dengan kemampuan aliran
hingga 6 bpm/hose.
2. Pada umumnya pengerjaan
stimulasi hydraulic
fracturing membutuhkan
total muatan tangki
sebanyak 1000 bbl.
Prinsip kerja Menampung fluida dasar (fresh water) yang nantinya fluida tersebut akan
dihisap oleh suction pump yang berada didalam frac blender melalui media
hose (selang) untuk dialirkan kedalam mixing tub.
2. Frac Blender
Fungsi Sebagai tempat untuk
mencampurkan fluida dasar,
proppant (pasir), dan berbagai
jenis additive lainnya seperti
buffer, breaker dan
crosslinker.
Bahan dasar Besi
Terdiri dari Suction pump, flow meter,
hooper, sand screw, liquid
additive tank, mixing tub,
radioactive densimeter,
discharge pump dan cabin
control.
Suction pump Flow meter Hooper
Suction pump berfungsi sebagai alat Flow meter berfungsi Hooper berfungsi sebagai tempat
penghisap fluida dasar yang terdapat sebagai alat untuk penampung sementara proppant
didalam water tank. mengetahui sebelum dimasukkan kedalam mixing
kecepatan aliran tub.
fluida didalam pipa-
pipa frac blender.
Sand screw Liquid additive tank Mixing tub
Sand screw berfungsi Liquid additive tank Mixing tub berfungsi sebagai tempat
sebagai alat untuk berfungsi sebagai pencampuran fluida dasar, proppant
memindahkan tempat dan additive.
proppant kedalam penampungan
mixing tub. additive.
Radioactive densimeter Discharge pump Control Cabin
Radioactive densimeter berfungsi Discharge pump berfungsi sebagai Control cabin berfungsi untuk
sebagai alat untuk mengetahui alat untuk mendorong fluida mengontrol segala macam bentuk
tingkat kerapatan dari suatu fluida treatmen hingga sampai ke frac kerja dari peralatan yang terdapat
treatment. pump. didalam frac blender.
3. Sand Silo
Fungsi Menampung proppant (pasir) sebelum
nantinya akan dicampurkan kedalam mixing
tub.
Bahan dasar Besi
Kapasitas Dapat menampung sebanyak 40 sack pasir.
Ketentuan Dapat digunakan untuk pasir (proppant)
dengan jenis dan ukuran yang seragam pada
satu unit sand silo.
Prinsip kerja Menggunakan prinsip gravitasi, dimana pasir
akan turun dengan sendirinya dan kemudian
masuk kedalam hooper lalu akan diangkat
dengan menggunakan sand screw untuk
masuk kedalam mixing tub.
4. Frac Pump
Fungsi Memompakan fluida treatment
dengan tekanan yang melebihi
dari tekanan rekah formasi
kedalam sumur.
Bahan dasar Besi
Kapasitas 1000 HP
Ketentuan Pada umumnya pengerjaan
stimulasi hydraulic fracturing
membutuhkan total tenaga
pompa sebanyak 4000 HP.
Prinsip kerja Dengan menggunakan prinsip kerja pompa triplex pump dengan tenaga mesin
untuk menghasilkan tenaga pendorong fluida.
5. Control Cabin
Fungsi Merupakan ruangan yang
berisikan semua informasi
penerimaan data-data dari
setiap sensor yang dipasang
dititik-titik tertentu.
Fungsi lain Sebagai monitoring screen, radio
control dan terdapat fracturing
simulator software.
Data yang Data pressure, rate dan density.
didapat
Prinsip kerja Dengan menggunakan sensor yang nantinya dapat menunjukan besarnya nilai
dari tiap-tiap parameter yang ingin diketahui seperti pressure, rate dan
density.
1. Tubing / Drill Pipe
Fungsi Menghantarkan aliran fluida
treatment yang telah
dipompakan oleh frac pump
kedalam sumur hingga ke
kedalaman yang diinginkan.
Bahan dasar Baja
Ketentuan 1. Tubing dapat digunakan
pada kedalaman >=1000 m,
sedangkan drill pipe dapat
digunakan pada kedalaman
<1000 m.
2. Pemilihan ini didasarkan dari
berat total yang nantinya
akan dihasilkan oleh tubing
ataupun drillpipe.
2. Packer
Fungsi Mengisolasi area antara lubang
sumur (cased hole atau open
hole) dan tubing / drill pipe,
dimana alat ini berbahan dasar
besi dan terdapat rubber (karet)
untuk dapat mengisolasi area
yang ingin diisolasi.
Bahan dasar Besi
Ukuran 9 5/8, 7 hingga 4 ½ in.
Ketentuan Pada umumnya pengerjaan
stimulasi hydraulic fracturing
menggunakan packer dengan
ukuran sesuai dengan casing.
Prinsip kerja Prinsip kerja dari alat ini ialah dengan menggunakan prinsip kerja mekanik,
dimana packer dimasukkan hingga kedalaman yang diinginkan lalu melakukan “set
packer” untuk membuat area antara lubang sumur (cased hole atau open hole)
dan tubing / drill pipe dapat terisolasi.
2. Flow Diagram Peralatan Hydraulic
Fracturing SAND SILO
WATER MANIFOLD FRAC
FRAC PUMP
TANK SECTION BLENDER
TUBING / MANIFOLD
PACKER WELL HEAD
DP DISCHARGE
FORMATION
2. Flow Diagram Peralatan Hydraulic
Fracturing (2)
3. Prosedur Stimulasi Hydraulic
Fracturing
Persiapan Pekerjaan
Memastikan semua peralatan yang diperlukan untuk fracturing job tersedia
dilokasi dan siap untuk melakukan pekerjaan dan juga segera melakukan
perbaikan apabila ditemukan adanya kerusakan pada suatu alat.
Rig Up Equipment dan Line
Memasang semua peralatan yang dibutuhkan pada fracturing job.
Mixing Frac Fluid
Melakukan peroses pencampuran antara fresh water dan additive pada mixing
tub frac blender.
3. Prosedur Stimulasi Hydraulic
Fracturing (2)
Step Rate Test (Step Up Test & Step Down Test)
Step Up Test merupakan pengujian laju fluida dengan meningkatkan rate yang
dilakukan secara bertahap. Tujuan dari test ini adalah untuk mengetahui laju
injeksi pada saat batuan mulai rekah.
Step Down Test merupakan pengujian laju fluida dengan menurunkan rate yang
dilakukan secara bertahap dan cepat, dilakukan untuk mengetahui adanya
hambatan di sekitar lubang sumur.
Mini Frac
Tujuan dari mini frac sendiri adalah untuk memberikan informasi sebaik mungkin di
dalam formasi, sebelum dilakukannya pemompaan yang sebenarnya dan dirancang
untuk sedekat mungkin dengan pemompaan yang sebenarnya, tanpa dilakukannya
pemompaan proppant.
3. Prosedur Stimulasi Hydraulic
Fracturing (3)
Main Frac
Merupakan pekerjaan pemompaan yang sebenarnya, dimana pada tahap ini
dilakukannya pemompaan dengan proppant.
Flushing
Setelah dilakukan main frac, maka dilakukan flushing atau displace dengan
slickwater berupa KCl 4% dengan final presssure. Flushing ini bertujuan
untuk mendorong proppant yang telah dialirkan ke dalam sumur agar
masuk ke dalam formasi rekahan. Setelah itu, menghentikan pemompaan
dengan menunggu fluida perekah mencair dan mengamati tekanan yang
terjadi.
4. Masalah Yang Dijumpai Pada Stimulasi
Hydraulic Fracturing
No Problem Penyebab
1 Pecah hose, line Akibat dari kelebihan beban pressure yang diterima pada alat
dan packer tersebut.
2 Matinya Pompa Hilangnya daya pompa untuk bekerja dan membuat fluida
treatmen tidak dapat dipompakan kedalam sumur.
3 Screen out Ketidakmampuan slurry untuk dapat mentransport proppant
sehingga proppant berkumpul (tertahan) karena adanya
pengecilan rekahan.
4 Rekahan yang Disebabkan oleh ketidakseragaman (heterogeneities)
berlebihan reservoirnya.
Kesimpulan
1. Peralatan stimulasi terbagi menjadi 2 bagian yaitu Surface Equiment dan
Subsurface Equitment.
2. Prosedur stimulasi pada metode stimulasi hydraulic fracturing dimulai dengan
melakukan Persiapan Pekerjaan, Rig Up Equipment dan Line, Mixing Frac
Fluid, Step Rate Test, Mini Fracturing, Main Fracturing dan Flushing.
3. Permasalahan yang dijumpai pada metode stimulasi hydraulic fracturing ialah
pecah hose, line, packer, matinya pompa, screen out dan rekahan yang
berlebihan.
Terima kasih