P3G pada Lansia: Pengkajian Paripurna
P3G pada Lansia: Pengkajian Paripurna
Karena karakteristik dan sindrom pada pasien geriatri berbeda maka diperlukan pendekatan khusus yang
berorientasi bio-psiko-sosial kepada setiap pasien lanjut usia yang mutlak diperlukan agar
penatalaksanaannya paripurna.
Pengkajian paripurna ini sendiri merupakan instrumen dasar yang harus dimiliki oleh setiap dokter,
perawat, tenaga gizi, tenaga keterapian fisik dan lain-lain yang mengelola pasien geriatri sesuai dengan
kompetensinya masing-masing.
3
TUJUAN P3G
Adalah untuk merencanakan penanganan yang
komprehensif serta tindak lanjut jangka panjang.
4
MANFAAT P3G
Mendapatkan keterpaduan dalam tatalaksana geriatri
5
PELAKSANAAN PENGKAJIAN
MULTIDIMENSI PADA P3G
2. Status Fungsional
4. Status Gizi
6
1. STATUS FISIK
Pada pemeriksaan tanda vital sangat dianjurkan untuk betul-betul memperhatikan derajat penurunan atau
perubahan kesadaran (bila ada). Pemeriksaan tekanan darah dan frekuensi denyut jantung harus
dilakukan pada posisi berbaring dan duduk serta berdiri (bila memungkinkan); hipotensi ortostatik lebih
sering muncul pada pasien Lanjut Usia dan geriatri.
Pemeriksaan jasmani seyogyanya dilakukan menurut sistematika
sistem organ mulai dari sistem kardiovaskular, sistem pernapasan,
sistem gastrointestinal, sistem genitourinarius, sistem muskulos-keletal,
sistem hematologi, sistem metabolikendokrinologi dan pemeriksaan
neurologik
7
2. STATUS FUNGSIONAL
Menunjukkan derajat kemandirian lanjut usia yang bertujuan meningkatkan
kualitashidup lanjut usia.
instrumen penilaian:
- Instrumen Penilaian Risiko Jatuh pada Pasien Lanjut Usia untuk menilai instabilitas pada lansia.
8
3. STATUS MENTAL DAN
KOGNITIF
Untuk menilai adanya penurunan fungsi kognitif dan depresi.
9
4. STATUS NUTRISI
Kegiatan penapisan nutrisi menggunakan formulir :
- Adanya risiko malnutrisis atau adanya malnutrisi pada pasien lanjut usia.
10
5. STATUS SOSIAL EKONOMI
Meliputi keluarga, lingkungan fisik, masyarakat sekitar, ekonomi dan aspek hukum yang dapat terkait
dengan pasien lanjut usia.
Status sosial yang baik menunjukkan status fungsional dan status kognitif yang masih baik.
Dengan mengenali lingkungan sosial sekitarnya akan mengetahui potensi yang dapat membantu
meningkatkan kualitas hidup lanjut usia.
11
DAFTAR INSTRUMEN
1. Penilaian Activity of Daily Living (ADL) dengan Instrumen Indeks Barthel Modifikasi.
2. Instrumental Activities of Daily Living (IADL) Lawton .
3. Penilaian Risiko Jatuh Pasien Lanjut Usia .
[Link] Depression Scale (GDS) .
5. Pemeriksaan Mini Cog dan Clock Drawing Test .
6. Evaluasi Status Mental Mini / Mini Mental State Examination (MMSE) .
7. Abbreviated Mental Test (AMT).
8. Mini Nutritional Assessment (MNA)
12
RINGKASAN HASIL PEMERIKSAAN PASIEN
Setelah dilakukan penilaian dengan menggunakan setiap instrument, selanjutnya skor total / kesimpulan
hasil pemeriksaan dituliskan pada table berikut :
13
PENILAIAN ACTIVITY OF DAILY LIVING (ADL)
DENGAN INSTRUMEN INDEKS BARTHEL
MODIFIKASI
Penggunaan :
Kuesioner ini digunakan untuk menilai Tingkat kemandirian dalam aktivitas kehidupan sehari-hari
(AKS)/ Activity of Daily Living (ADL) dan dapat digunakan untuk melihat kemajuan pasien penyakit
kronis sebelum dan setelah terapi, serta untuk menentukan berapa besar bantuan perawatan yang
dibutuhkan pasien.
Kuesioner dalam bentuk skala angka, ditanyakan langsung kepada pasien ataupun keluarga terkait
kemandirian fungsi dalam mengurus diri sendiri dan mobilitas.
Cara Pelaksanaan:
Pemeriksa menanyakan 10 kegiatan sehari-hari yang tercantum di kuesioner dan memberi skala angka
(seperti yang tertera berikut ini).Selanjutnya dilakukan penjumlahan skor hasil akhir pemeriksaan.
14
NO FUNGSI SKOR KETERANGAN HASIL
4 Penggunaan WC (keluar masuk WC, 0 Tergantung pertolongan orang lain 20 : Mandiri (A)
melepas/memakai celana, cebok, 1 Perlu pertolongan pada beberapa kegiatan tetapi dapat 2
menyiram)
2
mengerjakan sendiri beberapa kegiatan yang lain
Mandiri 12-19 : Ketergantungan ringan (B)
5 Makan minum (jika makan harus 0 Tidak mampu
berupa potongan, dianggap dibantu) 1
2
Perlu ditolong memotong makanan
Mandiri
2 9-11 : Ketergantungan sedang (B)
6 Bergerak dari kursi roda ke tempat tidur 0 Tidak mampu
dan sebaliknya (termasuk duduk di
tempat tidur)
1 Perlu banyak bantuan untuk bias duduk (2 orang)
3
5-8 : Ketergantungan berat (C)
2 Bantuan minimal 1 orang
3
7 Berjalan di tempat rata (atau jika tidak 0
Mandiri
Tidak mampu
0-4 : Ketergantungan berat (C)
bisa berjalan, menjalankan kursi roda) 1 Bisa (pindah) dengan kursi roda
3
2 Berjalan dengan bantuan 1 orang
3 Mandiri
8 Berpakaian (termasuk memasang tali 0 Tergantung orang lain
sepatu, mengencangkan sabuk) 1 Sebagian dibantu (mis: mengancing baju) 2
2 Mandiri
9 Naik turun tangga 0 Tidak mampu
1 Butuh pertolongan 1
2 Mandiri
10 Mandi 0 Tergantung orang lain 1
1 Mandiri
19
15
PENILAIAN TINGKAT KEMANDIRIAN DENGAN
INSTRUMENTAL ACTIVITIES OF DAILY LIVING(IADL)
LAWTON
Cara Pelaksanaan:
16
Skor Hasil
Dapat menggunakan telepon
Mengoperasikan telepon sendiri dan mencari dan menghubungi nomor 1
Menghubungi beberapa nomor yang diketahui 1 1
Skoring IADL
Independen/mandiri 3-8
PENILAIAN RISIKO JATUH
PASIEN LANJUT USIA
Penggunaan :
Jatuh didefinisikan sebagai perpindahan tubuh ke bawah, ke tanah atau benda lain, secara tiba-tiba, tidak
terkendali, tidak [Link] jatuh adalah kehilangan keseimbangan secara tiba-tiba yang tidak
mengakibatkan jatuh atau cedera [Link] ini dapat mencakup orang yang tergelincir atau tersandung
tetapi mampu mendapatkan kembali kontrol sebelum [Link] data yang ada, kejadian jatuh pada
lansia semakin meningkat dari tahun ke tahun, yang disebabkan oleh faktor lingkungan dan penyakit yang
diderita. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya pencegahan dengan melakukan penilaian risiko jatuh pada
pasien lanjut usia dengan menggunakan instrument di atas.
18
Cara pelaksanaan :
Untuk melakukan penilaian risiko jatuh, dapat dilakukan dengan menggunakan kuesioner Penilaian Risiko Jatuh
Pasien Lanjut Usia.
Tenaga medis perlu mengidentifikasi gejala/kriteria seperti yang disebutkan dalam kuesioner.
19
PENILAIAN RISIKO JATUH PASIEN LANJUT USIA
Contoh :
Tanggal : 3 Januari 2017.
4 Nokturia/Inkontinen 3 0
5 2 0
Kebingungan intermiten (contoh pasien yang
mengalami delirium/Acute confusional state)
6 Kelemahan umum 2 0
7 Obat-obat berisiko tinggi (diuretic, narkotik, sedative, antipsikotik, laksatif, vasodilator, antiaritmia, 2 2
antihipertensi, obat hipoglikemik, antidepresan, neuroleptic, NSAID)
9 Osteoporosis 1 0
Jumlah 7
21
PENILAIAN DEPRESI PASIEN LANJUT USIA DENGAN
INSTRUMEN GERIATRIC DEPRESSION SCALE (GDS)
Penggunaan :
Depresi adalah perasaan sedih dan tertekan yang menetap selama lebih dari dua minggu. Perasaan tertekan
sedemikian beratnya sehingga yang bersangkutan tak dapat melaksanakan fungsi sehari–hari. Lanjut Usia sering
menderita depresi karena banyak mengalami kehilangan seperti kehilangan pekerjaan, kehilangan kemampuan
fisik, kehilangan harga diri, kematian atau kehilangan pasangan hidup/kerabat/ keluarga dekat dan kepergian
anak–anak.
Pasien mungkin mengemukakan kesepian, kehilangan sesuatu yang dicintai (lost of love object), ada perasaan
kosong /hampa, pesimis, kuatir masa depan, tak ada kepuasaan hidup, merasa hidupnya tidak bahagia,
mengeluhkan satu atau lebih gejala fisik (lelah, nyeri).
Pemeriksaan lanjutan akan menunjukkan adanya mood depresi yang sering disangkal pasien atau kehilangan
minat akan hal-hal yang menjadi kebiasaannya. Iritabilitas (cepat marah, cepat tersinggung) kadang-kadang
merupakan masalah yang dikemukakan. Rasa bersalah, keluhan fisik dan kecemasan sering tampil sebagai
gejala yang menonjol. Skrining depresi dapat dilakukan dengan instrumen Geriactric Depresion Scale (GDS)
22
Panduan pengisian instrumen GDS
a. Jelaskan pada pasien bahwa pemeriksa akan menanyakan keadaan perasaannya dalam dua minggu terakhir,
tidak ada jawaban benar salah, jawablah ya atau tidak sesuai dengan perasaan yang paling tepat akhir-akhir
ini.
b. Bacakan pertanyaan nomor 1 – 15 sesuai dengan kalimat yang tertulis, tunggu jawaban pasien. Jika jawaban
kurang jelas, tegaskan lagi apakah pasien ingin menjawab ya atau tidak. Beri tanda (lingkari) jawaban pasien
tersebut.
c. Setelah semua pertanyaan dijawab, hitunglah jumlah jawaban yang bercetak tebal. Setiap jawaban (ya/tidak)
yang bercetak tebal diberi nilai satu (1).
d. Jumlah skor diantara 0-5 menunjukkan kemungkinan besar tidak ada gangguan depresi
e. Jumlah skor diantara 5-9 menunjukkan kemungkinan besar ada gangguan depresi.
f. Jumlah skor 10 atau lebih menunjukkan ada gangguan depresi
23
Contoh :
No Pertanyaan Skor
1 Apakah anda pada dasarnya puas dengan kehidupan anda? YA TIDAK
2 Apakah anda sudah meninggalkan banyak kegiatan dan minat YA TIDAK
/kesenangan anda?
3 Apakah anda merasa kehidupan anda hampa? YA TIDAK
4 Apakah anda sering merasa bosan? YA TIDAK 1
5 Apakah anda mempunyai semangat baik setiap saat? YA TIDAK
6 Apakah anda takut sesuatu yang buruk akan terjadi pada anda? YA TIDAK 1
7 Apakah anda merasa bahagia pada sebagian besar hidup anda? YA TIDAK
15 Apakah anda pikir bahwa orang lain lebih baik keadaannya dari anda? YA TIDAK
24
PENILAIAN DEMENSIA DAN
GANGGUAN PERILAKU PASIEN LANJUT USIA
a. Penggunaan
Demensia adalah kondisi penurunan fungsi mental progresif yang terus menerus, makin lama makin buruk,
meliputi penurunan daya ingat akan hal yang baru saja terjadi, kemunduran kemahiran berbahasa, kemunduran
intelektual (daya pikir), yang mengganggu aktivitas sehari–hari dan umumnya disertai perubahan perilaku
maupun kepribadian. Dua jenis demensia yang tersering terjadi adalah demensia tipe Alzheimer dan demensia
vaskuler (pasca Stroke).
Penurunan daya ingat jangka pendek (recent memory), daya pikir, daya nilai, kemampuan orientasi, kemampuan
berbahasa dan fungsi kognitif lainnya.
Pasien sering tampak apatis atau acuh tak acuh, tetapi bisa tampak siaga dan wajar, walaupun daya
ingatnya buruk.
Penurunan fungsi aktivitas kegiatan dasar sehari-hari (berpakaian, mandi, memasak, dan lain-lain).
Kehilangan kendali emosional: mudah bingung, mudah menangis atau mudah
tersinggung (marah).
25
Pemeriksaan daya ingat dan daya pikir, dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain adalah :
Mini Cog: kemampuan untuk mengingat kembali nama tiga benda segera setelah disebutkan dan sesudah beberapa saat
(kira-kira 3 menit)
Pemeriksaan tes menggambar jam atau clock drawing test(CDT)
Pemeriksaan tes AMT
Pemeriksaan MMSE
Catatan: Apabila situasi tidak memungkinkan maka dapat dipilih salah satu instrumen di atas.
Beri Skor 1 (satu) untuk masing –masing poin di bawah ini jika benar :
1. Gambar lingkaran utuh 1
Jumlah Total 4
27
Interpretasi hasil pemeriksaan Mini Cog dan Clock Drawing Test (CDT4)
Dikatakan curiga fungsi kognitifnya menurun apabila tidak dapat mengingat satu atau lebih kata yang diberikan sebelumnya da
atau tidak mampu menggambar jam dengan sempurna (skor 4)
Tetapi apabila dapat mengingat tiga kata yang diberikan sebelumnya dan atau mampu menggambar jam dengan sempurna
(skor 4) : kemungkinan fungsi kognitif dalam batas normal
Contoh :
1. Penilaian Mini Cog :
Pasien mampu menyebutkan kembali 3 kata yang diberikan dengan benar
2. Penilaian Clock Drawing Test Skor 4 (modifikasi) – CDT
Tanggal : 3 Januari 2017
Nama : Aminah
Umur/Jenis Kelamin : 71 tahun / Perempuan
28
Hasil interpretasi :
1. Gambar lingkaran utuh 1
2. Menulis angka lengkap 1-12 1
3. Angka berurutan dan tepat letaknya 1
4. Jarum jam menunjukkan pukul 11.10 1
Jumlah Total 4
29
PENILAIAN DENGAN MINI MENTAL STATE EXAMINATION (MMSE)
Cara pelaksanaan :
Berikan Skor 1 pada setiap jawaban pertanyaan yang benar.
Pertanyaan meliputi :
Orientasi
(1)Tanyalah tanggal, bulan dan tahun. Kemudian tanyalah juga hari dan musim. Satu angka untuk tiap jawaban yang benar.
(2)Tanyalah berturut-turut sebagai berikut: "Dapatkah Anda menyebut nama rumah sakit/institusi ini?" Kemudian tanyalah lantai/
tingkat/nomor; kota, kabupaten dan propinsi tempat rumah sakit/ institusi tersebut terletak.
Registrasi
Tanyalah responden bila Saudara dapat menguji ingatannya. Katakan 3 nama benda yang satu sama lain tidak ada kaitan, dengan
terang dan perlahan, kira-kira 1 detik untuk tiap nama benda. Sesudah menyebut ketiga nama benda tersebut, mintalah responden
mengulangnya. Pengulangan penyebutan ketiga nama benda tersebut yang pertama kali diberi skor 0-3. Bila responden tidak
dapat menyebutnya dengan benar, ulanglah sampai responden dapat melakukannya. Jumlah maksimal pengulangan 6 kali. Bila
responden masih tidak dapat menghapalnya, maka fungsi mengingat di bawah tidak dapat diukur secara bermakna.
30
Atensi Dan Kalkulasi
Mintalah responden menghitung selang 7 mulai dari 100 ke bawah. Hentikanlah setelah 5 kali pengurangan (93, 86, 79, 72, 65).
Hitunglah skor dari jumlah jawaban yang benar.
Bila responden tidak dapat melakukan hal ini, mintalah responden untuk mengeja kata "dunia" dari akhir ke awal. Skor dihitung
dari jumlah huruf dalam urutan terbalik yang benar. Contoh: ainud = 5, aiund = 3.
Mengingat
Tanyalah responden apakah responden dapat mengingat dan menyebut 3 nama benda yang sebelumnya telah diminta padanya
untuk dihapal. Skor antara 0-3.
Bahasa
Penamaan: Perlihatkan pada responden arloji dan tanyalah padanya nama benda tersebut. Ulangi untuk pensil. Skor antara 0-2.
Pengulangan: Mintalah responden mengulang kalimat tersebut setelah Saudara mengucapkannya. Percobaan pengulangan
tersebut hanya boleh 1 kali. Skor 0 atau 1.
Perintah 3 tahap: Berilah responden selembar kertas putih dan berikan perintah 3 tahap tersebut. Skor 1 angka untuk tiap tahap
yang dilaksanakan dengan benar.
Membaca: Pada selembar kertas kosong, tulislah dengan huruf balok: "PEJAMKAN MATA ANDA". Huruf- huruf tersebut harus
cukup besar bagi responden, sehingga terlihat dengan jelas. Mintalah responden untuk membacanya dan melaksanakan perintah
tersebut. Skor 1 angka hanya jika responden memejamkan matanya.
31
Menulis: Berilah pasien sepotong kertas kosong dan mintalah responden menulis sebuah kalimat untuk Saudara. Jangan
mendiktekan kalimat, karena hal ini harus dikerjakan responden dengan spontan. Kalimat tersebut haras mengandung subyek,
kata kerja dan mempunyai arti. Tata bahasa dan tanda baca yang benar tidak perlu diperhatikan.
Meniru: Pada sepotong kertas yang bersih, gambarlah 2 segi lima yang berpotongan, panjang tiap sisi 2,5 cm (berikan contoh
gambar sesuai ukuran) dan mintalah responden untuk menirunya setepat mungkin. Ke 10 sudut harus tergambar dan 2 sudut harus
berpotongan untuk memperoleh skor 1 angka. Gelombang dan putaran dapat diabaikan.
Nilailah tingkat kesadaran responden pada garis aksis, dari sadar penuh pada ujung kiri sampai dengan koma pada ujung kanan.
Interpretasi :
Dalam melakukan interpretasi hasil penilaian MMSE maka perlu mempertimbangkan tingkat pendidikan dan kesadaran pasien.
Secara umum (sederhana) pengelompokkan fungsi kognitif global dengan instrumen MMSE dapat dikelompokkan sebagai
berikut
Skor 0 - 10 : fungsi kognitif global buruk
Skor 11 - 20: fungsi kognitif global sedang
Skor 21 – 30: fungsi kognitif global masih relatif baik
32
Contoh :
Nama Responden : Aminah Umur : 71 Tahun
Pendidikan : SMA Dominansi hemisfer : kanan / kidal*
Pemeriksa : dr. Wira Tgl: 4 Januari 2017
NILAI MAKS
BUTIR TES NILAI
ORIENTASI
1 Sekarang (tahun), (musim), (bulan), (tanggal), hari apa? 5 5
2 Kita berada dimana? (negara), (propinsi), (kota), (gedung), (ruang) 5 5
(tanyakan pada responden)
REGISTRASI
3 Pemeriksa menyebut 3 benda yang berbeda kelompoknya selang 1 detik (misal apel, uang, meja), responden diminta mengulanginya. Nilai 1 untuk tiap nama benda 3 3
yang benar. Ulangi sampai responden dapat menyebutkan dengan benar dan catat jumlah pengulangan
ATENSI DAN KALKULASI
4 Pengurangan 100 dengan 7 secara berturutan. Nilai 1 untuk tiap jawaban yang benar. Hentikan setelah 5 jawaban. Atau responden diminta mengeja terbalik kata “ 5 5
WAHYU” (nilai diberi pada huruf yang benar sebelum kesalahan; misalnya uyahw=2 nilai)
MENGINGAT KEMBALI (RECALL)
5 Responden diminta menyebut kembali 3 nama benda di atas 3 3
BAHASA
6 Responden diminta menyebutkan nama benda yang ditunjukkan (perlihatkan pensil dan jam tangan ) 2 2
7 Responden diminta mengulang kalimat:” tanpa kalau dan atau tetapi” 1 1
8 Responden diminta melakukan perintah: “ Ambil kertas ini dengan tangan anda, lipatlah menjadi dua dan letakkan di lantai”. 3 2
9 Responden diminta membaca dan melakukan yang dibacanya: “Pejamkanlah mata anda” 1 1
10 Responden diminta menulis sebuah kalimat secara spontan 1 1
11 Responden diminta menyalin gambar 1 1
Skor Total 30 29
33
PENILAIAN DENGAN ABBREVIATED MENTAL TEST (AMT)
Contoh :
Tanggal 3 januari 2017 Umur/Jenis Kelamin : 71 tahun / Perempuan
Nama : Aminah
Salah = 0 Benar = 1
A Berapakah umur Anda? √
B Jam berapa sekarang? √
C Di mana alamat rumah Anda? √
D Tahun berapa sekarang? √
E Saat ini kita sedang berada di mana? √
F Mampukah pasien mengenali dokter atau perawat? √
G Tahun berapa Indonesia merdeka? √
H Siapa nama presiden RI sekarang? √
I Tahun berapa Anda lahir? √
j Menghitung mundur dari 20 sampai 1 √
Jumlah skor: 9
K Perasaan hati (afek): pilih yang sesuai dengan kondisi pasien
1. Baik 2. Labil 3. Depresi 4. Gelisah 5. Cemas
34
PENILAIAN RISIKO MALNUTRISI PASIEN LANJUT USIA
DENGAN MINI NUTRITIONAL ASSESSMENT (MNA)
Mini Nutritional Assessment (MNA) merupakan salah satu instrumen untuk mendeteksi adanya risiko malnutrisi atau adanya
malnutrisi pada kelompok lanjut usia
Cara pelaksanaan :
Pemeriksaan dengan InstrumenMNA terdiri dari dua tahap, (penapisan/skrining), dan tahap kedua (penilaian).
Apabila skor pada tahap pertama <11, akan dilanjutkan ke tahap kedua.
Selanjutnya, seseorang diklasifikasikan :
35
Contoh Pengisian :
INSTRUMEN MINI NUTRIONAL ASSESSMENT (MNA)
I. SKRINING
Tanggal :
Nama: Aminah Jenis kelamin : P
Umur : 71 tahun Tinggi badan (cm) : 153
Berat badan (kg) : 47 kg
FORM SKRINING*
Hasil Penilaian
A. Apakah anda mengalami penurunan asupan makanan dalam 3 bulan terakhir disebabkan kehilangan nafsu makan, gangguan saluran cerna, kesulitan mengunyah atau menelan?
0 = kehilangan nafsu makan berat (severe)
1 = kehilangan nafsu makan sedang (moderate) 2 = tidak kehilangan nafsu makan 2
D. Menderita stress psikologis atau penyakit akut dalam tiga bulan terakhir ?
0 = ya 2
2 = tidak
SUB TOTAL 10
SKOR SKRINING
Sub total maksimal : 14
Jika nilai > 12 – tidak mempunyai risiko, tidak perlu melengkapi form
penilaian
Jika < 11 – mungkin mengalami malnutrisi, lanjutkan mengisi form
penilaian
37
[Link] FORMULIR PENILAIAN **
Hasil Penilaian
G. Apakah anda tinggal mandiri ? (bukan di panti/Rumah Sakit)? 0 = tidak
1 = ya 1
H. Apakah anda menggunakan lebih dari tiga macam obat per hari 0 = ya
1 = tidak 1
J. Berapa kali anda mengonsumsi makan lengkap / utama per hari ? 0 = 1 kali
1 = 2 kali
2
2 = 3 kali
L. Apakah anda mengkonsumsi buah atau sayur sebanyak 2 porsi atau lebih per hari ? 0 = tidak
1 = ya 1
M. Berapa banyak cairan (air, jus, kopi, teh, susu) yang dikonsumsi per hari ?
0.0 = kurang dari 3 gelas
1
0.5 = 3 – 5 gelas
1.0 = lebih dari 5 gelas
38
O. Pandangan sendiri mengenai status gizi anda ? 0 = merasa malnutrisi
1 = tidak yakin mengenai status gizi 2 = tidak ada masalah gizi
1
P. Jika dibandingkan dengan kesehatan orang lain yang sebaya/seumur, bagaimana anda mempertimbangkan keadaan anda dibandingkan orang tersebut ?
0 = tidak sebaik dia
0.5 = tidak tahu
0,5
1.0 = sama baiknya
2.0 = lebih baik
TOTAL 1
**PENILAIAN SKOR:
[Link] Skrining □ 10
[Link] Penilaian □ 12
Skor total indikator malnutrisi (maksimum 30) : 22
17 - 23.5 : risiko malnutrisi √
Kurang dari 17 malnutrisi
Jumlah total skor MNA 23 berarti ada risiko malnutrisi
Pasien ini walaupun memiliki IMT normal,tetapi memiliki risiko malnutrisi sehingga perlu
diberikan edukasi terkait nutrisi sesuai dengan permasalahan di atas. 39