0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan37 halaman

Definisi Validitas Konstruksi

Berikut langkah-langkah simulasi uji validitas konstruk dengan SPSS: 1. Buat pertanyaan untuk mengukur suatu konstruk (misalnya kepuasan kerja) dengan beberapa indikator (misalnya gaji, jam kerja, lingkungan kerja, dan hubungan dengan atasan). 2. Berikan skala penilaian untuk setiap pertanyaan, misalnya skala Likert 1-5. 3. Berikan kuesioner kepada responden untuk menjawab pertanyaan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan37 halaman

Definisi Validitas Konstruksi

Berikut langkah-langkah simulasi uji validitas konstruk dengan SPSS: 1. Buat pertanyaan untuk mengukur suatu konstruk (misalnya kepuasan kerja) dengan beberapa indikator (misalnya gaji, jam kerja, lingkungan kerja, dan hubungan dengan atasan). 2. Berikan skala penilaian untuk setiap pertanyaan, misalnya skala Likert 1-5. 3. Berikan kuesioner kepada responden untuk menjawab pertanyaan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Construct Validity

Definition of Construct Validity

“Construct validity refers to the degree to which


inferences can legitimately be made from the
operationalizations in your study to the theoretical
constructs on which those opernationalizations were
based…….construct validity involves generalizing
from your program or measures to the concept of
your program or measures. You might think of
construct validity as a ‘labeling’ issue.”

Source:
Construct Validity ([Link]
Another Definition of Construct Validity
“ Construct validity is indeed the unifying concept
of validity that integrates criterion and content
considerations into a common framework for
testing rational hypothesis about theoretically
relevant relationships. This construct meaning
provides a rational basis both for hypothesizing
predictive relationships and for judging content
relevance and representiveness.”
Messick, 1980
definisi
• Validitas konstruk adalah validitas yang
menunjukkan sejauhmana instrumen
mengungkap suatu kemampuan atau
konstruk teoretis tertentu yang hendak
diukurnya (Nunnally, 1978, Fernandes,
1984).
• Prosedur validasi konstruk diawali dari
suatu identifikasi dan batasan mengenai
variabel yang hendak diukur dan
dinyatakan dalam bentuk konstruk logis
berdasarkan teori mengenai variabel
tersebut.
Construct Validity

 validasi construct tes yang


dipergunakan dalam dunia
pendidikan sebaiknya
melibatkan analisis isi tes dan
analisis empiris dari skor tes
dan data respons terhadap butir
oleh peserta tes
How Construct Validity is Used
 Cara ini oleh Popham (1995) disamakan
dengan pembuktian construct related validity.
 Proses pembuktiannya dapat dilakukan
dengan membuktikan bahwa konstruk
instrumen memang ada (exists) dan
kemudian dibuktikan hasil pengukurannya
secara empiris.
 Pendekatan yang dipilih berupa pembuktian
bahwa konstruk yang dihipotesiskan dapat
dikonfirmasi keberadaannya.
 Analisis yang banyak digunakan antara lain
dengan analisis faktor eksploratori
(exploratory factor analysis, EFA) maupun
konfirmatori (confirmatory factor analysis,
CFA).
For Example……..

 Suppose a researcher
interested in developing a
pencil-and-paper test to
measure honesty wants to use a
construct-validity approach.

Then What….
Sub Model : Model Pengukuran
Arah Kejelasan Arah Konstruk

Harga Diri Rendah Harga Diri Tinggi


Pola Pikir Negatif Pola Pikir Positif
Lokus Eksternal Lokus Internal
Introvert Ekstrovert

Introvert Ekstrovert
Feeler Thinker
Intutitive Sensing

 Meskipun memuat indikator yang berbeda, satu konstrak ukur


haruslah merupakan satu kontinum
 Ex. Besar - kecil, rendah - tinggi, efektif – tidak efektif
Sub Model : Model Pengukuran

Model Paralel Model Tau Ekivalen

Model Konjenerik
Manifestasi vs Penyebab
Contoh Kasus
Formatif or Reflektif ?

 Koping Proaktif
 Efikasi diri
 Optimisme
 Dukungan sosial
 Kepuasan Kerja LINK
 Komunikasi
 Otonomi
 Rekan Kerja
 Clinical Encounter
Sub Model : Model Struktural

 Model struktural menggambarkan hubungan satu variabel dengan


variabel lainnya. Hubungan tersebut dapat berupa korelasi maupun
pengaruh/peranan/prediksi.
 Korelasi antar variabel ditunjukkan dengan garis dengan berpanah di
kedua ujungnya sedangkan pengaruh ditandai dengan satu ujung
berpanah.
KONSTRUK UKUR

 Konstruk adalah atribut yang menunjukkan variabel.


 Konstruk Empirik. Merupakan konstrak yang terukur (observed).
Dinamakan terukur karena kita dapat mengetahui besarnya konstrak
ini secara empirik
 Konstruk Laten. Konstruk yang tidak terukur (unobserved). Dinamakan
tidak terukur karena tidak ada data empirik yang menunjukkan
besarnya konstruk ini. Konstruk laten dapat berupa:
 common factor
 unique factor (eror measurement)
 residu
JALUR (PATH)

 Jalur (path) adalah informasi yang menunjukkan keterkaitan antara


satu konstrak dengan konstrak lainnya. Jalur di dalam SEM terbagi
menjadi dua jenis yaitu jalur hubungan kausal dan non kausal. Jalur
kausal digambarkan dengan garis dengan panah salah satu ujungnya
() dan jalur hubungan non kausal ditandai dengan gambar garis
dengan dua panah di ujungnya ().
Constraint Parameter

Upaya pembatasan parameter sesuai dengan kriteria yang kita inginkan


Contoh Model Model SEM
Model Analisis Faktor Konfirmatori

 Model analisis faktor konfirmatori (CFA) merupakan model yang murni berisi
model pengukuran.
 Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi model yang tepat yang
menjelaskan hubungan antara seperangkat item-item dengan konstrak yang
diukur oleh item tersebut.

Note
 EFA. Exploratory factoring is used when you have little or no idea of what
components exist in the data.
 CFA. Confirmatory factor analysis is used to test hypotheses
about what factors underlie a set of results.
Model Analisis Faktor Konfirmatori
Perbandingan CFA dan EFA
Model Penelitian Eksperimen

 Nilai panah dari


perlakuan ke postest yang
signifikan menunjukkan
bahwa perlakuan
memberikan efek yang
signifikan

ID item1a Item2a item1b item2b Group

23 27 23 25 1
24 27 23 26 1
25 26 22 26 2
23 27 24 27 2

Link Contoh Desain


Model Penelitian Eksperimen
Mediator & Moderator

STRESS MEDIATING MODEL

Kejadian Simtom
Menekan Patologis

Sumber Daya
Pribadi dan Sosial

STRESS BUFFERING MODEL

Kejadian Simtom
Menekan Patologis

Sumber Daya
Pribadi dan Sosial
Grafik Berfungsinya Moderator

 Jika ada persilangan antar garis variabel moderator yang displit menjadi
dua (misalnya high vs low) maka variabel moderator terbukti berfungsi
Model dg Variabel Moderator

 Untuk menganalisis model yang menyertakan variabel moderator,


kita harus membuat variabel baru yang merupakan perkalian
antara prediktor dan moderator (variabel interaksi)
 Berfungsi tidaknya moderator dilihat dari signifikan tidaknya path
variabel tersebut pada variabel dependen
LINK Artikel
Model dg Variabel Moderator

Contoh gambar konseptual analisis, bukan gambar model yang


dipakai dalam analisis program SEM
Model dg Variabel Mediator

 Sebagai gambaran kasar, peranan variabel terbukti sebagai


mediator ketika jalur A dan B signifikan dan jalur C tidak
signifikan.
Langkah perhitungan analisis
faktor (validitas construct)
Data (ketertarikan terhadap
pemilihan sekolah
Pindah data ke spss
hasil
KMO Yaitu indeks yang digunakan untuk menguji ketepatan analisis
faktor. suatu data dikatakan layak untuk dilakukan analisis faktor
jika memiliki nilai KMO > 0,05. Hasil pengujian menunjukan nilai
KMO = 0,676 > 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa hasil analisis
ini sudah tepat digunakan (soal soal sudah sesuai dengan construk)
Dari table diatas seluruh item memilik inilai MSA
(nilai pada diagonal yang berhuruf a) > 0,3 hal ini
menunjukan semua item pernyataan sudah layak
untuk dilakukan analisis factor.
Validitas construct
table diatas memberikan keterangan terdapat 4 component yang
memiliki nilai eigen yang lebih dari 1, hasil ini menunjukan 10 item
yang diteliti membentuk4variabel, variable
pertamamempengaruhkeputusanpembeliansebesar 30,61%,
variable kedua mempengaruhi keputusan pemilihan sekolah
sebesar 16,3% dan variable ketiga mempengaruhi keputusan
pembelian sebesar14,07%. Dan variable ke 4 mempengaruhi
keputusan pembeliansebesar 11,57%. Untuk mengetahui variable
pertama, kedua ketiga dan keempat terdiri dari item apa saja
dapat dilihat pada table Rotated Component Matrixa
Tugas 6

 Buat simulasi uji validitas


konstruk dengan spss
 Buat pertanyaan

Anda mungkin juga menyukai