KRITERIA KUALITAS GURU
DALAM PEMBELAJARAN SAINS
ANAK USIA DINI
Oleh Kelompok IV :
Aizah Zunairoh NPM : 2621230515
Eka Sukaesih NPM : 2621230518
Ratna Maesaroh NPM : 2621230516
Refia Ilmia NPM : 2621230406
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Sains dan anak merupakan hal tidak dapat
dipisahkan sehingga seejak dini perlu
dikenalkan pada anak, sebagai seorang guru
anak usia dini kita harus mengtahui pelajaran
sains yang cocok pada anak, untuk itu kita
harus memperkenalkan tentang sains tersebut.
Untuk pembahasan makalah ini, kelompok
Kami akan menitikberatkan kepada pentingnya
mempelajari sains pada anak usia dini, dan
kriteria kualitas guru untuk pembelajaran sains
pada anak usia dini.
Rumusan Masalah
Jelaskan pengertian sains!
Jelaskan tujuan pengembangan sains pada
anak usia dini!
Jelaskan strategi pembelajaran sainspada anak
usia dini!
Jelaskan kriteria kualitas guru untuk
pembelajaran sains pada anak usia dini!
Tujuan Penulisan
Untuk memenuhi tugas matakuliah Konsep
Dasar Sains AUD.
Sebagai bahan pembelajaran mahasiswa PG-
PAUD.
Untuk menambah pengetahuan mahasiswa
pentingnya mengenai sains anak usia dini.
Dapat dijadikan sebagai acuan bagi mahsiswa
mengenai kriteria kualitas guru untuk
pembelajaran sains pada anak usia dini.
Manfaat Penulisan
Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami
pengertian sains.
Mahasiswa dapat mengetahui tujuan
pengembangan sians pada anak usia dini.
Mahasiswa dapat mengetahui strategi
pembelajaran sains pada anak usia dini.
Mahasiswa dapat menegtahui kriteria kualitas
guru untuk pembeljaran sains pada anak usia
dini.
PEMBAHASAN
Pengertian sains
sains atau science (bahasa Inggris) berasal dari bahasa
latin, yaitu dari kata scientia artinya pengetahuan. Para
ahli memandang batasan etimologis tentang sains yaitu
dari bahasa Jerman, hal itu merujuk pada kata
Wissenschaft, yang memiliki pengertian pengetahuan
yang tersusun atau terorganisasikan secara sistematis.
Berdasarkan webster new collegiate dictionary definisi
dari sains adalah “pengetahuan yang diperoleh melalui
pembelajaran dan pembuktian” atau “pengetahuan
yang melingkupi suatu kebenaran umum dari hukum –
hukum alam yang terjadi misalnya didapatkan dan
dibuktikan melalui metode ilmiah
Tujuan Pengembangan Sains Pada Anak
Usia Dini
Membantu pemahaman anak tentang konsep sains dan
keterkaitannya dengan kehidupan sehari-hari.
Membantu menumbuhkan minat pada anak usia dini untuk
mengenal dan memperlajari benda-benda serta kejadian di
lingkungan sekitarnya.
Membantu anak agar mampu menerapkan berbagai konsep
sains untuk menjelaskan gejala-gejala alam san memecahkan
masalah dalam kehidupan sehari-hari.
Membantu anak usia dini untuk dapat mengenal dan
memupuk rasa cinta kepada alam sekitar sehingga
menyadari keagungan Tuhan Yang Maha Esa.
Pengembangan pembelajaran sains anak usia dini hendaklah
ditujukan untuk merealisasikan empat hal,yaitu:
Pengembangan pembelajaran sains pada anak usia dini ditujukan
agar anak-anak memiliki kemampuan memecahkan masalah
yang dihadapinya melalui penggunaan metode sains.
Pengembangan pembelajaran sains pada anak usia dini ditujukan
agar anak memiliki sikap-sikap ilmiah.
Pengembangan pembelajaran sains pada anak usia dini ditujukan
agar anak mendapatkan pengetahuan dan informasi ilmiah.
Pengembangan pembelajaran sains anak usia dini ditujukan agar
anak-anak menjadi lebih berminat dan tertarik untuk menghayati
sains yang berada dilingkungan.
ANALISIS
Pengembangan pembelajaran sains diharapkan
mampu meningkatkan kecerdasan dan
pemahaman anak tentang alam beserta isinya
dengan demikian kematangan perkembangan
anak menjadi lebih utuh.
Strategi Pembelajaran Sains Pada Anak Usia Dini
Bersifat konkrit
Benda-benda yang digunakan bermain dalam kegiatan
pembelajaran adalah benda yang konkrit (nyata). Pendidik tidak
dianjurkan untuk menjejali anak dengan konsep-konsep abstrak.
Pendidik sebaiknya menyediakan berbagai benda dan fasilitas
lainnya yang diperlukan agar anak dapat menemukan sendirri
konsep tersebut.
Hubungan sebab akibat terlihat secara langsung
Anak usia 5-6 tahun masih sulit menghubungkan sebab akibat
yang tidak terlihat secara langsung karena pikiran mereka yang
bersifat transduktif. Anak tidak dapat menghubungkan sebab-
akibat yang tidak terlihat secara langsung. Jika anak melihat
peristiwa secara langsung, membuat anak mampu mengetahui
hubungan sebab akibat yang terjadi. Sains kaya akan kegiatan
yang melatih anak menghubungkan sebab akibat.
Kualitas Guru Dalam Pembelajaran Sains
Like wilarjo (1988), menyatakan untuk menjadi guru sains
yang baik yang terpenting adalah menjadi ilmuwan
terlebih dahulu. Ilmuwan dapat mempelajari cara untuk
membelajarkan sains, sehingga menajdi pengajar sains,
sedangkan menurut R. rohandi (1988), anjuran bagi guru
dalam melaksanakan pembelajaran sains adalah
menempatkan aktivitas nyata anak dengan berbagai objek
yang dipelajari yang merupakan hal utama untuk dapat
dikembangkan. Berbagai kesempatan harus diberikan
kepada anak untuk bersentuhan langsung denagn objek
yang akan atau yang sedang dipelajarinya. Dengan
pembelajaran yangs eperti itulah anak sedang bergelut
belajar mengenai apa yang dinamakan sains.
peran guru sains pada pengembangan program
pembelajaran sains bagi anak usia dini diantaranya sebagai
berikut :
Guru sebagai Perencana
Perencana artinya menentukan alternatif-alternatif yang terkait
dengan kebutuhan program sains. Program sains akan jauh lebih
bermakna dari sudut pandangnya sendiri, karena mereka akan lebih
meningkatkan gairahnya dalam menggali sains yang merupakan refleksi
dari komitmen anak yang dilibatkan oleh guru.
Guru sebagai Teman Bereksplorasi bersama Anak
Anak akan senang bila gurunya juga aktif dalam kegiatan, bukan
penonton. Bahkan anak anak jaug menerima kehadiran guru, apabila
gurulah yang berusaha memahami perilaku anak, jangan anak yang
dituntut untuk memahami perilaku guru.
Guru sebagai Promator agar Anak Menjadi Pembelajar Sejati
Selalu mendorong dan memberikan kesempatan untuk anak agar
rajin dan giat membaca, karena buku merupakan sumber belajar sains
yang sangat kaya. Mendorong anak agar anak rajin menelaah sendiri,
mencari keterangan serta pandangan baru melalui bahan pustaka
maupun bertanya pada pihak lain.
Kesimpulan
Kita sebagai guru harus mampu kreatif mengemas dan menyajikan
pembelajaran sains kepada anak dengan cara yang menyenangkan bagi
anak dengan mengorganisasikan kelas/menata kelas dengan baik.
Selain itu kita juga harus melakukan penilaian dalam pembelajaran
sains anak supaya kita dapat mengetahui apakah anak sudah mampu
memecahkan persoalan sains yang dipelajarinya atau belum.
Pengorganisasi kelas dan penilaian pembelajaran sains sangat penting
dilakukan agar pembelajaran sains dapat dengan mudah diterima anak
sehingga berguna bagi kehidupan anak pada tahap perkembangan
berikutnya , ciptakan kelas yang berorintasi dengan kebutuhan
anak,minat dan bakat anak itu sendiri. Guru janganlah sekali-kali
terlalu memaksa anak untuk melakukan pembelajaran sains yang
belum bisa dipahami anak atau pembelajaran sains yang terlalu rumit,
biarkanlah anak mencari sendiri dan guru hanya membimbing dan
membantu menemukannya.
PENUTUP
Demikian makalah yang kami buat. Apabila
ada salah kata atau pun bahasa yang kami tulis
disini mohon dimafkan ,Terimakasih atas
perhtiannya. Kritik dan saran yang bersifat
membangun juga kami tunggu untuk
menambah kesempurnaan makalah
[Link]
TERIMA KASIH