0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan32 halaman

Rasialisasi dan Diskriminasi Rasial

Dokumen tersebut membahas konsep ras, etnisitas, dan bangsa serta hubungannya dengan diskriminasi rasial. Ia menjelaskan bahwa konstruksi ras dan etnisitas berubah sepanjang waktu dan dipengaruhi oleh faktor sejarah dan sosial. Dokumen juga menyoroti bagaimana diskriminasi rasial dapat terjadi melalui proses rasialisasi dan stereotip yang melekat pada kelompok sosial tertentu.

Diunggah oleh

Dessy Yusra Zahira
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan32 halaman

Rasialisasi dan Diskriminasi Rasial

Dokumen tersebut membahas konsep ras, etnisitas, dan bangsa serta hubungannya dengan diskriminasi rasial. Ia menjelaskan bahwa konstruksi ras dan etnisitas berubah sepanjang waktu dan dipengaruhi oleh faktor sejarah dan sosial. Dokumen juga menyoroti bagaimana diskriminasi rasial dapat terjadi melalui proses rasialisasi dan stereotip yang melekat pada kelompok sosial tertentu.

Diunggah oleh

Dessy Yusra Zahira
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RACE, RASISME, &

DISKRIMINASI

Kuliah Epidemiologi Sosial


Prof. DR. Dr. Nasrin Kodim, MPH
ETNISITAS
 Riset ras / etnisitas perlu melakukan penyidikan
sejumlah konsep yg berbeda .
 Etnisitas & kelompok etnik nyatakan keanggotaan
dalam kelompok (Waber)
 Memerlukan pengenal yg memisahkan anggota &
bukan anggota kelompok.
 Banyak potensi masalah berhubungan dg pengukuran
& perbedaan analisis ras, rasisme, & rasial
ETNISITAS & KELOMPOK ETNIK
 Menyatakan suatu kelompok yg perlu memahami siapa
anggota & bukan anggota.
 Katagori ditentukan berdasar pilihan personal oleh anggota
(internal) dan atau audience (external).
 Pada sebagian anggota ditetapkan identitas umum &
berkembang mejadi streotipe rasa berhubungan.
 Pada waktu tertentu, ethnisitas merujuk kelompok yg ber-
bagi karakteristik ekonomi, kultur, sosial & agama tertentu.
KELOMPOK ETNIS
 Tidak dilihat secara statis seperti gen, histori atau
keturunan terkait bahasa, perbedaan tdk objektif”.
 Mereka yg menokohkan diri sendiri sebagai gambar
kultur dijadikan sinyal & tanda perbedaan.
 Tiap pilihan dipengaruhi striotype bahwa kelompok
sosial dibebani oleh kelopok etnik tsb dan yg lain.
 Pengalam anggota etnik tertentu juga dipengaruhi oleh
identitas individu yg lain (gender, umur, ras sosial, dll)
 Jadi orang Amerika Afrika mungkin berbeda antara
pria remaja dan dewasa.
PROSES IDENTIFIKASI ETNIS
 Defenisi tsb berubah sepanjang waktu, sampai kelompok
etnis menjadi defenitif
 Suatu yg kekal, bebas dari dunia sekitar, taralokasi
secara historis atau spasial pd seluruh kelompok.
 Proses identifikasi etnis tsb adalah makna defenisi diri
sendiri sbg bagian ”kami” ”mereka”: atau lain.
 Etnisitas menyediakan dasar mobilisas atau exploitasi
interest.
 Etnis dpt memberi dukungan sosial, politik atau
ekonomi.
 Etnik minoritas perlu etnik mayoitas, meski punya
kekuat utk mengabaikan dimensi etnik asosial.
 Menjadi putih sebanyak defenisi etnik bukan putih.
 Etnisistas tak hanya dipegang oleh orang luar, tetapi
secara sederhana dimobilisasi kondisi ancam tertentu.
 Situasi lebih sering terjadi pd kelompok minoritas atau
kelompok yg kurang kuat
 Situasi yg berbeda mungkin meningkatkan mobilisasi
bentuk etnik berbeda.
 Contoh, istilah yg diguna di Inggris 1970 & 1980-an
 Menjelaskan expresi & identitas politis umum yg
dilupakan.
 Istilah tsb diaplikasi pd perjuang politik penduduk
semua kelompok etnik yg mengalami rasisme.
 Pada situasi tersebut, individu tertentu (Asia selatan,
Beng-ladesh & Sylheti) mungkin diangap hitam.
RAS & EVOLUSI GAGASAN
PERBEDAAN RASIAL
KONSEP ETNISITAS & RAS
 Konsep ras melampaui kebutuhan penampilan manusia
tentang katagori, identitas & kendali lain.
 Konsep etnisitas & ras perlu memelihara batas & identif-
ikasi kelompok berdasar kesamaan perasaan anggota.
 Etnisitas lebih menekankan proses eksternal streotipe &
ekslusi daripada perluasan proses internal inclusi.
 Ras tak dpt dipisah dari keputusan nilai, tapi etnis dapat.
 Prejudis rasial di Barat pandang non-putih lebih rendah
dari putih
 Kepercaya & tindakan kelompok non putih selalu salah.
 Anggota etnik, bebas memilih cara identifikasi diri.
 Karakteristik rasial tetap oportunistik, makna yg lebih
luas & mitis.
 Defenisi kelompok etnik tawarkan beban streotipe dg
external lain”.
 Etnisitas tidak perlukan kekuatan,
 Konsep ras tergantung kemampuan kelopok tertentu
utk mengexploitasi ilmu, media.
 Pendidikan meningkatkan streotipe yg berhubungan
inferioritas natural kelompok sosial tertentu.
 Sesuatu yg rasional lain dijadikan pendapat umum,
sehingga diyakini perilaku mereka berbeda.
 Streotipe negatif etnik/ rasial dipengaruhi persepsi diri
yg menjadi pertimbangan dalam kelompok.
 Korban streotipe rasis ditemukan sebagai dimensi yg
mendefenisikan identitas etnik internal.
 Diskriminasi berdasar ras menjelaskan perbedaan
antara kelompok etnik/ ras daripada yg etnisitas.
 Ras diasumsikan mempunya defenisi yg jelas, tak
meragukan, netral & berarti.
 Gagasan tsb mudah menyebar, sehingga perlu pen-
jelasan interaksi awal antara Eropa & non Eropa.
 Gagasan ras pd abad XVI & XVII, menjelaskan penam-
pilan & prilaku yg tidak beradab.
 Sejak abad pertengah, putih menjadi simbol semua yg
baik, dan hitam semua yg tak disukai.
 Lebih jauh, hitam berasosiasi dg semua kebalikan
Eropa, Kristen & peradapan.
 Bangsa Eropa, pemburu, pedagang, militer, misi
agama ingin tahu apa siapa yg boleh ditemui.
 Pd abad ke XVI, pembentukan ras lebih dianggap
akibat keturunan daripada bilogis.
 Akhir abad ke XVIII, gagasan dasar etnik atau ras yg
dipercaya jadi semakin sempit dan tepat.
 Berbagai ras ternyata tak dapat beradab sesuai
kapasitas otak mereka.
 Kelompok tertentu lebih baik melakukan upaya
tertentu seperti kerja berat,
 Argumen tersebut dipakai pd sistem perbudakan utk
mengexploitasi sumber alam di daerah jajahan baru.
 Termotivasi perbedaan secara alami, Eropa Barat
identifikasi peluang mengorganisasi klp berbeda ke
hirargi berdasarkan biologi keturunan.
 Penduduk kulit putih Eropa Barat berada pd keduduk-
an puncak kecuali orang Irlandia & Yahudi.
 Di US, migran Eropa khususnya dari Italia, Polandia,
atau Rusia & Yahudi tak masuk kelompok puncak ini.
 Sebelum perdagangan budak di Afrika, mitos Eropa
dan bangsa eropa belum ada.
 Akhirnya muncul mitos superioritas Eropa & sparatis
spesies atau ras khusus, mitos mahluk unggul yg
secara tak langsung adalah seorang kulit putih.
 Kelompok yg dieksploitasi melalui perbudakan juga
punya perlakuan post emansipasi yg sesuai rantai
besar kejadian
 Gerakan budak petani ke pasar kerja kurangi dampak
peningkatan persaingan
 Termasuk pemisahan rasial di pasar kerja yg dibayar &
menjamin pembatasan penduduk minoiritas pada
posisi yg menguntungkan
 Etnik minoritas terkonsentrasi di industri yg paling
dipengaruhi fluktuasi ekonomi
 Berhubungan dg variasi minat pd buruh dan peluang
pekerja tingkat atas.
 Awal abad XIX, ilmu pengetahu mampu jelaskan
dasar alam & masyarakat.
 Determinan biologi tampilkan manusia dg sifat tak
berubah berbeda & dapat beradaptasi thd lingkungan.
 Manusia merupakan spesies sejumlah ras dg kapasi-
tas & tempramen berbeda.
 Argumen tsb bagian proses ideologi utk menjelaskan
kekuatan Nazi Jerman, Aparheit Afrika Selatan, Post
Emansipasi Amerika Serikat, dll.
 Ilmu genetik menjelaskan hubungan penampilan fisik &
prilaku utk mendukung explorasi benua.
BANGSA
 Pd abad XIX, argumen silsilah sosial berperan sentral
membentuk mitos cikal bangsa, sampai kini.
 Pada 1940-1970an, Eropa Barat yg kekurangan buruh
mengkembangkan sistem pekerja kontrak
 Warga Afrika, Karabian & Asia bermigrasi ke Inggris
utk bekerja.
 Migrasi tsb jadi perhatian, karena berpotensi memecah
persatuan nasional.
 Tahun 1970an, muncul gagasan “alam tersedia bagi
kelompok mereka sendiri”, bardampak diskriminasi,
 Migran berbeda dari masyarakat umum.
 Politikus Rnoch Powel, menemukan homogenitas
peradaban rusak, akibat migran membanjiri Inggris.
 Meski bangsa tak secara eksplisit jadi hirargi, perdebat
batas etnik tak terhindarkan.
 Sampai awal abad XXI, suaka pendatang di Inggris
dibubarkan pemerintah buruh Blair
 Hal tsb dimotivasi oleh gagasan yg sama ”batas
toleransi terhadap orang luar”.
 Bangsa yg mengindikasikan masyarakat berbasis
geografi, merupakan bentuk khusus kelompok etnik.
 Bangsa yg punya nama kolektif, mitos umum, masalah
kultur berbagi perbedaan, rasa solideritas & teritorial
khusus
 Defenisi bangsa hadapi karekter bangsa yg berpotensi
etnosentrik & rasis sbg gagasan perbedaan rasial.
 Utk perubah sosial yg tak diingini, etnik minor/ migran
disalahkan
 Misal krn krisis ekonomi & tekanan sosial
HUBUNGAN RAS & RASIALISASI
 Etnik minoritas/ migran dipersalahkan atas perubahan
yg tidak diingini.
 meningkatkan tekanan atau meredusi stabilitas sosial &
menurunkan ekonomi (misal perumah atau pekerja).
 Makna racial yg menyentuh hubungan pada sosial non-
rasial disebut rasialisasi
 Berguna utk mendiskusikan hubungan ras antara
berbagai kelompok sosial berbeda.
 Rasialisasi mungkinkan fokus ulang masalah sosial
dari suplay yg tidak cukup untuk memenuhi keinginan.
 Misal, rasialis di pasar perumah terjadi ketika etnik
tertentu ciptakan keinginan yg tidak tepat pd sistem
perumahan.
 Akibatnya, masalah lebih dihubungkan dg kultur
berbasis keinginan daripada suplai.
 Keingin berlebih adalah prinsip jastifikasi wacana rasist
oleh individu, organisasi sosial, partai politik &
pemerintah.
 Kendalikan migrasi cenderung lakukan sesuatu yg
secara spesifik fokus etnik/ ras pd kebijakan & panik.
RASIS, DISKRIMINASI RASIAL &
RASIAL HARASMENT
 Perlakuan berbeda atau exploitasi kelompok sosial
hentikan hubungan sosial dari rasialiasi.
 Berbagai asumsi superioritas & inferioritas klp sosial
yg tak terpisahkan di jelaskan sbg diskriminasi rasial
atau rasisme.
 Rasisme merujuk praktek institusi atau individu yg
membuat sistem sangsi yg menindas relasi ras.
 Orang dan institusi terikat dalam diskriminasi yg
merugikan secara terbatas
 Rasisme khususnya di Ingris diasumsikan hanya pada
eksklusi klp non putih oleh klp putih.
 Sebagian besar utk jawab perlaku negatif klp migran
hitam dan asia ke Ingris selama paroh ke dua bad XX.
 Nyataannya, migran putih juga jadi korban rasime.
 Diskriminasi rasial terkadang dibedakan diskriminasi
intensional (langsung) & unintensional (tak langsung).
 Diskriminasi rasial langsung terjadi ketika seorang
diperlakkan berbeda akibat kelompok rasial mereka.
 Diskriminasi tak langsung terjadi ketika seorang tak
mampu mematuhi persyaratan yg hanya dapat
dijastifikasi landasan rasial
 Atau kurang mampu melakukan sesuatu seperti yang
dilakukan kelompok rasial lain
 Utk seorang yg non projudis diskriminasi sering
mengakibatkan rasisme institusional.
 Rasisme institusional terus berlangsung, ketaatan
perdagang skala besar pd rasis kebijakan , asusmsi
atau prosedur yg diskriminatif .
 Gangguan Rasial sering digunakan utk merendahkan,
mencemarkan, mengancam, kekerasan.
 Betuk lain adalah serangan, prilaku bermotif rasial
bentuk individualisme satu kelmpok etnik thd yg lain.
 Saran riset: Sederhanakan kewaspadaan tiap prilaku
mungkin pengaruhi etnik minoritas, abaikan
pengalaman aktual.
 Akibat gagal menyalahkan prilaku tertentu oleh
komunitas yg lebih luas.
 Gangguan rasial (racial harassment) (diskriminasi
interpersonal) dan diskriminasi institusional seperti yg
disarankan , pengalaman yg tak berhubungan.
Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai