0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
239 tayangan35 halaman

Geriatri dan Pediatri: Perbedaan Utama

Dokumen tersebut membahas tentang geriatri dan pediatri dari sudut pandang farmasi. Pada geriatri, dokumen menjelaskan bahwa fungsi organ menurun pada lanjut usia sehingga dosis obat perlu disesuaikan. Pada pediatri, dokumen menjelaskan bahwa sistem absorpsi, distribusi, metabolisme, dan eliminasi obat belum sempurna pada bayi baru lahir sampai anak-anak sehingga penyesuaian dosis perlu dilakukan.

Diunggah oleh

nabila aulia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
239 tayangan35 halaman

Geriatri dan Pediatri: Perbedaan Utama

Dokumen tersebut membahas tentang geriatri dan pediatri dari sudut pandang farmasi. Pada geriatri, dokumen menjelaskan bahwa fungsi organ menurun pada lanjut usia sehingga dosis obat perlu disesuaikan. Pada pediatri, dokumen menjelaskan bahwa sistem absorpsi, distribusi, metabolisme, dan eliminasi obat belum sempurna pada bayi baru lahir sampai anak-anak sehingga penyesuaian dosis perlu dilakukan.

Diunggah oleh

nabila aulia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

'GERIATRI'

Prodi Farmasi Unpak 2022


 Batas usia Lansia : 60 tahun (UU No.13 Tahun 1998, ttg Kesejahteraan Lanjut Usia,
[Link])
 Revisi Batasan usia Lansia : 65 tahun (UU No.13 Tahun 2008, [Link])
 WHO (World Health Organization) :
 Midle age (usia pertengahan) : 45-59 th
 Elderly (lanjut usia) : 60-74 th
 Old (lanjut usia tua) : 75-90 th
 very old (usia sangat tua) : > 90 th
WHY GERIATRI NEED A DOSE ADJUSTMENT?

Populasi
Geriatri

Penurunan
Fungsi Organ

Dampak Farmakokinetika dan


Farmakodinamika obat

Penyesuaian
dosis obat
FARMAKOKINETIK
 Pe↓ TBW (karena penurunan massa otot) dan pe↑ total lemak tubuh mempengaruhi volume
distribusi (Vd).
 Water soluble drugs (obat larut air): lithium, aminoglikasida, alkohol, digoxin (kadar serum
bisa naik karena volume distribusi menurun)
 Fat soluble drugs (obat larut lemak): diazepam, thiopental, trazadone (half life meningkat
dengan pe↑ body fat , Vd meningkat).
 absorbtion: tidak terlalu terpengaruh oleh penuaan
 perubahan variabel dalam first pass metabolism dikarenakan penurunan variabel dalam aliran
darah hati (orang tua mungkin memiliki efek first pass lebih sedikit daripada orang yang lebih
muda, tetapi sangat sulit untuk diprediksi)
EFEK YG TIDAK DIKEHENDAKI DARI
OBAT DAN KERACUNAN PADA GERIATRI
Mengalami perubahan:
 farmakokinetik (ADME zat aktif)
 farmakodinamik (obat pd reseptor), akibat perubahan fisiologi
1. ABSORBSI
Perubahan yg tjd:
 pH lambung naik & pengosongan lambung lamban, akibat:
 derajat ionisasi
 kelarutan absorbsi turun
 waktu transit
 Absorbsi membran usus

transport aktif beberapa vit dan mineral berkurang


 Difusi pasif lewat dinding usus turun
 Transport aktif
(Intestinal blood flow turun)
2. DISTRIBUSI
Tergantung pada komposisi tubuh
1. masa tubuh tdk berlemak
2. air tubuh total
3. jaringan lemak 2x (20-40% pd pria; 30-50% pd wanita

merubah distribusi obat hidrofilik dan lipofilik


 Distribusi obat yg lebih mudah larut dalam air --> TBW dan Vd turun --> konsentrasi
dlm serum naik
cth: alkohol dengan dosis sama, dalam darah konsentrasi lebih tinggi pd elderly dibanding
pd org yg muda
klirens tdk berubah sebab massa tak berlemak dan TBW turun
 Distribusi obat yg larut dalam lemak :
 obat dalam jaringan lemak naik
 konsentrasi serum turun

Reservoir obat

T1/2 naik
(benzodiazepin, klordiazepoksid, diazepam)
IKATAN PROTEIN PLASMA
a. Albumin
b. AAG (ɑ-1-acid glycoprotein)

 Albumin :
 kapasitas tinggi
 afinitas rendah terhadap obat asam: fenitoin dan walfarin
 AAG (ɑ-1-acid glycoprotein)
 kapasitas rendah
 afinitas tinggi thd obat basa: diisopiramid dan lidokain

Dapat tjd saturasi (penjenuhan) pd konsentrasi terapetik


 Konsentasi albumin serum turun 10-20% shg ikatan protein dari fenitoin; tolbutamid;
warfarin; salicylic acid akan turun  waspada toksisitas
 Konsentrasi AAG variasi besar (tinggi/naik)
3. ELIMINASI
 Hepar
 Reduksi massa hati sampai 35 %
 Reduksi first pass metabolism
 Reduksi sistem sitokrom P450
 Bioavailibilitas obat (klormetiazol, labetalol, nifedipin, nitrat, propranolol dan
verapamil) meningkat.
 Ginjal
 Jumlah total glomerulus menurun 30 – 40% pada dekade ke delapan, dan creatinine
clearance menurun 0,75ml/min/tahun  Konsentrasi obat dalam plasma meningkat,
approx. 50%
PROBLEM MEDIK
UMUM/PENYAKIT YANG
BIASA DIDERITA GERIATRI
 Dementia  Constipasi
 Parkinson  Peptic ulcer
 Stroke  Hip fractures
 Osteoporosis  Falls
 Arthritis  TB
 Hypertensi  BPH
 Infarc myocard  Glucoma
PENYAKIT KRONIK GERIATRI
 Kardiovaskuler
 Diabetes
 Depresi
 Asthma dan COPD
 Infeksi
 OA
PRINSIP DAN GOAL TERAPI
PADA ELDERLY
 Hindari terapi yang tidak perlu
 Mengobati penyebab bukan sekedar gejala
 Titrasi dosis
 Pemilihan obat dan bentuk sediaan yang tepat
 Adanya penyakit lansia
 Riwayat pengobatan yang terekam dengan baik
 Peningkatan kepatuhan lansia melalui konseling.
 Waspada ESO pada lansia
 Peningkatan kualitas hidup lansia
'NEONATUS &
PEDIATRI'
Bayi dalam kandungan : intra uterine
bayi baru lahir - 1 bulan : neonatus
bayi 1 bulan - 2 tahun : infant
2 tahun - masa puber : anak-anak
masa puber - dewasa : remaja
Pada neonatus --> masalah peresepan dan monitoring efek obat
pemilihan cara pemberian --> dipengaruhi perubahan fisiologi dan belum sempurnanya masalah
ADME serta perubahan maturasi sistem ini dikarenakan pertumbuhan infant
MASALAH UMUM EFEK
PREMATURITY
1. DRUG ABSORBTION
GI ABSORBTION
2 faktor penentu absorbsi pd mekanisme difusi pasif bergantung pd :
1. pH
2. waktu pengosongan lambung
pH
 pH saat bayi lahir adalah netral
 setelah beberapa jam pH turun mjd 1,5 - 3,0 dan akan mjd netral lg setelah 24 jam.
 hal di atas tdk tjd pd bayi prematur krn organ sekresi blm matang.
 pH lambung hampir netral pd 10 - 15 hari pertama kelahiran dan berangsur-angsur turun hingga
jumlahnya sama dgn org dewasa setelah umur 2 tahun (seiring perkembangan mukosa lambung).

Produksi asam lambung


 10 - 30 hari, terkecil
 3 bulan, sama dgn dewasa
 24 bulan = dewasa
Pengosongan lambung dan waktu transit
 neonatus = tidak teratur
 6 - 8 bulan = dewasa

Pengosongan lambung --> kematangan organ dan umur setelah kelahiran.


cth: bayi prematur pengosongan lambung lebih lambat dibanding bayi lahir normal,
dan kecepatannya terpengaruh oleh tipe makanan, baik ASI maupun sufor
FAKTOR-FAKTOR LAIN YG
MEMPENGARUHI ABSORBSI OBAT
 kecepatan kolonisasi mikrobial flora dalam intestine
 aktivitas beta glukoronidase yg tinggi pd newborn intestine
 perubahan fungsi empedu --> sindrom malabsorbsi
 adanya gastroenteritis
 pemakaian AB jangka panjang --> mempengaruhi lingkungan intestine --> absorbsi tidak dpt
diprediksi.
PERCUTANEOUS ABSORBTION
 dipengaruhi ketebalan stratum korneum dan hidrasi kulit.
 absorbsi me↑ pd newborn dan infant.
 pemakaian yg sering.
 pemakaian steroid terfluorinasi dan AB topikal (neomycin) --> keracunan sistemik
INTRAMUSCULAR ABSORBTION
 absorbsi tdk teratur dan tdk dpt diprediksi disebabkan perubahan stabilitas vasomotor
peripheral, aliran darah dan kontraksi otot.
 newborn baby mpy masa otot dan lemak subkutan yg kecil dan presentasi air yg besar
dibandingkan dgn anak-anak atau dewasa.
 pemberian i.m dilakukan hanya bila i.v sulit dilakukan (komplikasi trauma, infeksi atau
memar)
RECTAL ABSORBTION
 dapat dijadikan alternatif rute pemberian meski absorbsi sulit diprediksi.
 cth; diazepam atau theophylin (peak plasma sebanding atau lebih tinggi dibanding rute
pemberian lain)
2. DRUG DISTRIBUTION
 Paling cepat umur 1 bulan perubahan distribusi obat dpt terlihat nyata.
 Distribusi obat dipengaruhi oleh:
sifat fisika kimia (koefisien partisi, Pka, BM, Total Body Water (TBW).
ikatan obat-protein dlm serum
komposisi lemak
adanya penyakit yg mempengaruhi interaksi obat-protein
 faktor2 di atas sangat individual
VOLUME DISTRIBUSI
 Vd obat neonatus berbeda dgn dewasa dikarenakan:
 penurunan protein-binding
 peningkatan vol cairan ekstrasel
 umumnya Vd (L/KgBB) neonatus >>> Vd dewasa, akan menurun sesuai pertambahan umur
 perubahan nyata distribusi paling cepat umur 1 bulan, dipengaruhi oleh:
 persentase cairan tubuh
 Albumin
 asam ɑ-glikoprotein
 komposisi lemak
3. DRUG METABOLISM
 Fase I : oksidasi N-demetilasi lambat (neonatus), 4-6 bulan cepat
 Fase II : glukuronidase berbeda dgn dewasa sampai umur 3-4 thn

sulfatase : infant mendekati dewasa


cth: acetaminophen --> sulfatasi baik ; glucuronidase rendah
infant dan anak2 memetabolisme obat efisien (interval dosis lebih pendek).
 Sistem Enzim metabolisme belum sempurna
- Umur 1 tahun  persentase ukuran hepar > 50%, dosis di tingkatkan
4. RENAL EXCRETION
 tergantung pada:
 Filtrasi Glomerulus
14 hari - 2x1 bulan = 86 ml/min
3 bulan = 173 ml/min
3 bulan - 15 th = 1,34 ml/min
 sekresi tubular = dewasa pd 2-6 bulan
 absorbsi tubular
 Neonatus  GFR rendah
 Bayi 1 tahun  GFR sama dengan orang dewasa
 Metode paling tepat  pengalaman teknis
 Perhitungan  Luas permukaan tubuh

LPT : √ Tinggi (cm) x berat (kg)


3600
THANK YOU

Anda mungkin juga menyukai